Pacarku Guru Bahasa Inggris

Pacarku Guru Bahasa Inggris
Bakso bakar


__ADS_3

Satu minggu sudah berlalu dari tragedi Raina terjatuh. Hari ini Alex baru memberikan ijin pada istrinya untuk mengikuti serangkaian kegiatan akhir di sekolah.


Tak terasa minggu depan Raina sudah akan melaksanakan Ujian Nasionalnya. Raina yang belum sempat menuntaskan semua ujian prakteknya, hari ini rencananya dia akan memulai kembali ujian prakteknya.


Dengan hati yang masih belum pulih dari kesedihannya. Raina mencoba bangkit untuk tetap menata hidupnya dengan lebih baik bagi.


"Ingat ..., jangan terlalu capek ya Rai ...." Alex mengingatkan istrinya sesaat sebelum Raina keluar dari mobilnya.


"Iya Kak." Raina keluar sambil menarik napas dalam-dalam karena akan menghadapi seribu pertanyaan dari teman-temannya.


"Rai ..., gimana kabarnya? kakimu gimana?" Sahut salah satu temannya di kelas yang diikuti oleh teman-temannya yang lain menghampiri Raina.


"Alhamdulilah ..., Agak mendingan cuma masih belum bisa dipakai lari." Raina mencoba tersenyum seolah tidak pernah terjadi apa-apa.


Teman-teman Raina hanya tahu bahwa dari kejadian jatuhnya Raina pada waktu itu mengakibatkan kakinya cedera. Untung saja mereka tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Hari ini Raina lewati dengan sedikit insiden kecil. Karena kelelahan Raina mulai merasakan perutnya kembali sakit yang dia tahan supaya bisa menyelesaikan tugas prakteknya.


"Kamu gak apa-apa kan Rai?" Ucap Alex saat melihat Raina dengan wajah pucat pasi.


"Aku pusing Kak." Raina menjatuhkan dirinya di atas tempat tidur.


"Tadi waktu istirahat kamu makan gak?" Alex membantu memijat pelipis Raina.


"Aku gak sempat makan karena takut gak selesai prakteknya." Sahut Raina cepat.


"Euhhhh ... Kamu ini pusing karena emang gak makan Rai. Jangan membiasakan menunda-nunda waktu makan, nanti kamu sakit lagi." Alex beranjak untuk mengambilkan makanan untuk Raina.


"Kak mau kemana?" Raina menahan tangan Alex.


"Mau ngangetin makanan buat kamu. Tunggu ya." Alex melepaskan tangan Raina.


Raina hanya menatap langit-langit kamarnya dengan tatapan kosong. Seminggu ini dia masih belum berselera makan karena pikirannya masih belum bisa berfikir sempurna.


"Kak ..., Aku pengen jalan-jalan." Raina melingkarkan tangannya di pinggang suaminya yang tengah menghangatkan makanan di dapur.


"Jalan-jalan kemana?" Alex tetap dengan posisinya.

__ADS_1


"Nanti sore kita jalan-jalan ke pasar malam yuk?" Raina menguyel-nguyel hidungnya di punggung Alex.


"Kenapa harus ke pasar malam? yang main di sana pasti kebanyakan anak ABG." Sahut Alex.


"Ish ..., siapa bilang? banyak kok orang tua yang main di sana. Bilang aja kalau gak mau nganter." Raina melepaskan tangannya namun langsung di cegah oleh Alex.


"Ok ... Nanti sore kita ke sana. Jangan marah ya." Alex membalikkan badannya sambil mengecup bibir Raina.


"Ayo sini makan dulu." Alex menarik tangan Raina lembut.


"Kakak gak makan?" Ucap Raina yang melihat Alex hanya membawa satu piring makan.


"Kita makan sepiring berdua aja." Alex mulai menyendokkan makanan dan menyuapinya pada Raina.


Alex adalah suami yang begitu memanjakan istrinya. Dalam keadaan istrinya lagi sakit ataupun sehat Alex selalu menyempatkan diri untuk selalu menyuapi istrinya makan.


Raina merasa sangat bersyukur karena mempunyai suami yang usianya lebih dewasa dibandingkan dengan dirinya merupakan anugerah yang tak bisa di rasakan oleh lain.


Saat sore menjelang Raina sudah mulai bersiap untuk pergi ke pasar malam. Meskipun pasar malam namun pasarnya udah mulai buka dari jam lima sore.


"Kan bisa pakai jaket Kak." Raina mengacungkan jaket yang akan dia pakai.


"Gak bakalan ngaruh Rai kalau kamu pakai rok pendek seperti itu. Ganti dengan celana panjang saja biar gak ribet." Sambungnya lagi.


"Aku masih agak linu Kak kalau pakai celana. Enaknya pakai rok." Raina menundukkan kepalanya karena merasa malu mengucapkan alasan yang dianggapnya sensitif.


"Ya udah ... Tapi kalau ada cari rok yang agak panjang ya, biar gak masuk angin." Sahut Alex sambil tersenyum.


Setelah memilih-milih baju yang agak tertutup akhirnya Raina dan Alex pergi ke pasar malam.


Raina langsung menarik tangan Alex untuk langsung melihat-lihat pernak pernik serta berbagai macam makanan yang di jual di pasar malam.


Raina langsung meminta Alex untuk membelikannya bakso bakar yang menurut Raina sangat menggugah selera perutnya.


"Kak aku mau bakso bakar ya." Ucap Raina sambil terus menarik tangan Alex.


"Bang bikin 10 tusuk ya." Ucap Raina sambil terus mengedarkan pandangannya pada penjual makanan yang lainnya.

__ADS_1


"Jangan pakai cabai ya Bang." Sahut Alex sebelum keduluan oleh Raina.


"Kak gak enak dong kalau gak pakai cabai." Raina mencoba merayu.


"Nanti setelah kamu sembuh total ya ...." Alex berbisik di telinga Raina.


"Sedikittttt .... boleh ya ..." Raina menunjukkan wajah manjanya.


"Enggak." Alex tetap pada keputusannya.


"Iya deh ...." Raina mengerucutkan bibirnya.


Saat bakso gorengnya selesai dibungkus, Raina langsung memakannya sambil jalan mengelilingi pasar malam.


Raina mencoba menyuapi bakso goreng pada Alex sambil terus bermanja-manja. Alex berjalan sambil menggandeng bahu Raina dan mereka tidak sadar bahwa di belakang mereka ada orang yang memperhatikan kemesraan mereka berdua.


"Gila ya .... Pak Alex begitu berani ya mengumbar kemesraannya di luar sama Raina." Ucap salah satu orang yang sedang berjalan tepat di belakangnya yang tak lain adalah murid Alex di sekolah.


"Kayaknya mereka serius deh dengan hubungannya. Kalau tidak mana mungkin kan malam-malam gini orang tuanya Raina ngasih ijin pak Alex untuk membawanya jalan-jalan." Sahut murid yang lainnya, dan mereka hanya mengendikkan bahunya bersamaan.


"Kak .... Aku mau jagung bakar." Raina kembali menarik Alex ke tempat penjual jagung bakar.


"Gak sekalian ayam bakarnya?" Goda Alex sambil mencubit hidung Raina.


"Ok ..., kalau ada nanti aku mau ya." Sahut Raina dengan senyum penuh kemenangan karena Alex tahu makanan kesukaannya.


Malam ini Alex menyadari bahwa alasan Raina memintanya untuk jalan-jalan ke pasar malam adalah tidak lain ingin melupakan kesedihannya yang sudah bersarang selama satu minggu belakangan ini.


Alex bahagia karena pada akhirnya Raina bisa kembali menjadi Raina yang ceria dan juga manja. Meskipun kata orang punya istri manja itu merepotkan, namun bagi Alex mempunyai istri manja adalah suatu nilai plus untuk menguji kadar kesabarannya.


Benar saja, Raina melupakan sejenak beban pikiran yang bergemuruh di dalam hati dan pikirannya. Dia lebih banyak mengekspresikan sikap cerianya supaya suaminya tidak terus menerus merasa khawatir pada keadaannya.


"Besok mau jalan-jalan kemana?" Ucap Alex saat mereka baru saja membaringkan badannya di tempat tidur.


"Aku mau nonton Kak ..., udah lama aku gak nonton." Raina memeluk tubuh suaminya sambil memainkan jarinya di punggung Alex.


"Ok." Alex mendekap tubuh istrinya sampai mereka sama-sama terlelap tidur.

__ADS_1


__ADS_2