
Raina berusaha menolak, namun ciuman Alex begitu membuatnya melayang. Dengan gerakan lambat Alex menuntun tangan Raina untuk kembali memegang singanya.
Raina langsung kaget ketika Alex menuntun tangannya untuk menyentuh sesuatu yang belum pernah dia lihat, dengan spontan Raina langsung menarik dirinya dan melepaskan ciumannya.
"Kak ... Apaan sih." Raina tersipu malu.
"Kenapa di lepas? bukankah tadi kamu sengaja memegangnya? Alex kembali menarik Raina ke pelukannya.
"Tadi tuh aku gak sengaja, mana berani aku megang yang gituan?" Raina mengerucutkan bibirnya.
Cup ...
Alex langsung menyambar bibir mungil istrinya.
"Kamu harus belajar, biar pada saatnya nanti kamu gak syok." Alex terkekeh.
"Ihh otak kakak sekarang agak korslet ya ... dikit-dikit bawaannya mesum mulu." Raina beranjak dari tempat tidur.
"Kamu mau kemana?" Alex langsung mengintil istrinya yang keluar dari kamar.
"Aku gerah kalau lama-lama tinggal di kamar berdua sama Kakak." Raina mengambil air minum karena dia kehausan.
"Wah ... baru juga pemanasan ringan kamu udah kehausan kayak gitu." Alex melihat Raina yang langsung menghabiskan sebotol air mineral secara langsung.
"Sumpah aku haus banget." Raina mengelap sisa air yang menempel di bibirnya dengan tangan.
"Kak boleh pinjam laptopnya gak? aku pengen nonton drakor. Aku lupa gak bawa laptop." Raina bergelayut manja pada Alex.
"Pake aja, Kakak mau masak dulu buat kita makan nanti malam." Alex berjalan ke kamar untuk ngambil laptopnya.
"Kak ... Masa iya sih ... Suami masak tapi istrinya malah nonton." Raina cemberut.
"Ya gak apa-apa ... Emang kenapa?" Alex berbalik menghadap Raina.
"Nontonnya nanti aja, sekarang aku bantuin kakak masak aja." Raina meninggalkan Alex dan berjalan menuju dapur.
Raina ... Raina ... ternyata peka juga. Gumam Alex dalam hati sambil terkekeh.
Alex menyusul istrinya ke dapur, dia langsung memilih bahan makanan yang akan diolah hari ini.
"Kita masak ayam goreng sama tumis kangkung aja ya?" Ucap Alex sambil mengambil kangkung dan ayam.
"Sambelnya jangan lupa kak, biar tambah mantap." Raina mulai ngiler membayangkan makanannya.
"Oke ... tolong kamu cuci ayamnya dulu, kemudian kasih bumbu ayam gorengnya ya. bumbunya udah siap pakai kok, jadi gak usah ngulek."
"Laksanakan suamiku ...." Raina langsung mengambil ayamnya dan kemudian dia cuci.
__ADS_1
Alex melihat Raina yang sudah mulai sibuk, seperti biasa Alex hanya menginstruksikan cara-cara memasak ayam goreng supaya Raina mulai terbiasa dengan tugas barunya sebagai istri.
Sekitar empat puluh lima menit semua masakan sudah matang termasuk nasinya.
"Mari kita coba masakan ala chef Raina." Alex mengambil nasi dan lauk pauknya.
"Gimana Kak?" Raina antusias.
"Lumayan ... Awal yang bagus Rai ..." Alex mengacungkan jempolnya.
"Kalau tiap hari seperti ini kemampuan memasak aku akan lebih cepat ya Kak?" Raina tersenyum bangga.
"Iya ... besok kamu bangunnya pagi-pagi ya, biar bisa belajar masak lagi." Ucap Alex sambil mengambil lagi nasi.
"Kak ... tumben makannya banyak?" Raina yang melihat Alex begitu menikmati makan malamnya.
"Ini kan gara-gara Kakak harus nahan singa terus, jadi energi Kakak sedikit terkuras untuk menjinakkan kembali singanya." Alex terkekeh.
"Ih ... Gak nyambung." Raina cemberut sambil melanjutkan makannya.
"Sekarang giliran Kakak ya yang nyuci piring kotornya, tadi kan aku udah masak." Rayu Raina.
"Iya ..." Alex langsung mengambil semua piring kotor untuk di cuci.
"Kak ... karena di sini tidak ada yang bantu aku, artinya sekarang kita harus buat jadwal pembagian pekerjaan rumah kita, kita bagi-bagi pekerjaan, bagaimana?" Usul Raina.
"Iya boleh ... tapi harus seimbang ya ..." Ucap Alex.
"Rai ... nyusun jadwalnya tunggu kakak selesai dulu ya ..." Alex sedikit berteriak karena Raina tidak ada di dapur.
Alex segera mengeringkan tangannya setelah selesai mencuci piring, dia langsung menyusul Raina yang ternyata sudah memegang kertas dan pulpen di ruang keluarga.
"Ayo kita mulai ..." Alex duduk di sebelah Raina.
"Dimulai dari besok aja ya Kak?" Ucap Raina.
"Ok." Jawab Alex singkat.
Mereka langsung membagi-bagi tugas hariannya, ketika ada yang dirasa terlalu berat Raina langsung protes.
"Kak ... Aku kan harus sekolah, masa aku harus ngepel ruangan sebesar ini belum lagi aku harus masak, nanti aku kesiangan dong ke sekolahnya ... aku gak setuju ah, aku yang masak kakak yang ngepel." Saran Raina.
"Iya." Jawab Alex.
"Tapi nah untuk hari jumat Kakak gak bisa ngepel Rai." Alex ikutan protes.
"Kenapa?" Selidik Raina.
__ADS_1
"Karena malam jumatnya kakak pasti akan kerja, mana cape lagi." Ucap Alex.
"Kerja apa? kok aku gak tahu?" Tanya Raina.
"Kerja buat nyicil bikin dede bayi." Alex terkekeh.
"Ish ... otaknya mesum melulu." Raina tersipu malu.
"Kapan kamu bersihnya?" Tanya Alex.
"Emang sekarang aku kotor?" Raina mendelik.
"Maksud Kakak, kapan kamu beres PMS nya? Kakak udah gak kuat Rai." Alex berbisik sambil menggigit kecil telinga Raina.
"Kak ... geli ihh ... " Darah Raina langsung berdesir hebat.
"Kakak udah gak kuat nahan singa terus Rai." Alex memeluk pinggang istrinya.
"Sabar ya ... " Raina langsung mengelus punggung suaminya.
"Rai ... Kita coba hal lain aja yuk?" Ajak Alex.
"Apaan?" Raina rada curiga karena tangan suaminya sudah bergerilya kemana-mana.
"Kamu bisa kan mengelus-elus singa? biar dia merasakan pijatan plus-plus dari pawangnya." Alex menatap intens istrinya.
"Aku gak bisa Kak." Raina menunduk.
"Dicoba aja dulu ... ya Rai ..." Alex seperti anak yang merengek pada ibunya untuk dibelikan permen.
"Aku malu Kak ..." Ucap Raina.
"Kamu gak usah malu, sekarang kita bebas melakukan apapun, kita udah sah, kamu udah halal buat kakak apa-apain." Sahut Alex sambil menarik istrinya.
Alex memulai kembali mencumbu istrinya, dia mencium Raina dengan lembut sambil memberikan sentuhan-sentuhan yang membuat Raina mabuk kepayang.
Perlahan Alex meraih tangan Raina dan mengarahkan pada singanya.
Raina mengikuti setiap arahan tangan suaminya, perlahan namun pasti kini Sang singa telah berhasil Raina sentuh tanpa ada halangan dari sehelai benang pun.
Raina langsung melepas ciumannya karena merasa malu, namun dengan sigap Alex langsung membawa Raina berbaring di atas kasur karpet yang ada diruang tamu, Alex langsung mencium Raina dengan gairah yang tidak bisa di cegah lagi.
Raina mulai memijat-mijat singa Alex yang sudah sangat menegang, Alex langsung membuka baju bagian atas punya Raina, bibirnya mulai menjilat sesuatu yang begitu kenyal dengan hasrat yang menggebu-gebu dari keduanya membuat Alex dan Raina larut dalam adegan panas yang baru mereka coba lagi.
Saat sedang nikmat-nikmatnya mereka mengeluarkan suara-suara yang membuat keduanya makin bergairah namun ketika hampir puas, tiba-tiba diluar ada seseorang yang memencet bel rumah Alex.
"Kak ada tamu." Raina langsung menarik tangannya dari singa Alex.
__ADS_1
"Shit ... siapa sih yang bertamu, mengganggu saja." Ucap Alex sambil membantu merapikan pakaian Raina.
Alex membuka pintu rumahnya dan ternyata yang datang adalah Pak RT.