
Bisa bicara dengan Raina seperti itu saja sudah membuat Alex senang, karena baginya Raina adalah sosok gadis yang mampu membuat hatinya kembali bergetar setelah sekian lama hatinya hampa.
Meskipun bukan cinta pertama, namun cinta yang begitu berkesanlah yang membuat Alex tidak bisa melupakan Raina.
Menurutnya dia begitu egois terhadap hubungannya dengan Raina, seharusnya dia mampu memahami masa remaja yang sedang Raina jalani.
Raina sosok remaja yang masih labil, dia masih mengharapkan kebebasan untuk melakukan segala hal yang menurutnya senang, bahkan dia belum bisa menyadari mana hal yang harus dilakukan atau mana yang harus dihindari.
Alex baru menyadari bahwa dirinya harus lebih bijak lagi dalam menjalani hubungan dengan Raina, Alex yang menurut ukuran usia sudah begitu matang kenapa sampai bisa egois seperti itu pada gadis remaja seperti Raina.
Alex berjanji akan lebih memahami gadis pujaan hatinya itu, dia akan mengalah dan akan menemui Raina untuk minta maaf.
Di kantin Raina langsung menuju meja tempat Ayu berkumpul dengan teman-temannya, namun tiba-tiba Shabi mengajaknya untuk duduk bersama, karena takut akan malah membuat masalah menjadi tambah runyam, Raina menolaknya dengan halus, dia pun langsung menghampiri Ayu dan duduk bersamanya.
tak lama bel istirahat berbunyi, Raina dan teman-temannya meninggalkan kantin dan masuk ke kelas, mereka siap untuk belajar kembali.
Bel pulang berbunyi, Raina pulang bersama Ayu, saat mereka berjalan menuju gerbang, Raina melihat Alex yang mengendarai sepeda motornya berlalu melewatinya begitu saja.
D**asar anak kecil, tidak mau mengalah. Gerutu Raina.
"Rai.. tadi gimana tugasnya, pak Alex marah lagi gak?" Ayu menepuk bahu Raina.
"Udah tadi, malah langsung aku kasih ke pak Alex langsung" Raina berjalan sambil memainkan tas punggungnya.
"Kenapa ya aku merasa pak Alex tidak seperti biasanya, dia kan suka memaafkan kalau kita baru sekali buat kesalahan, kamu baru kali ini kan nggak ngerjain tugasnya?" Ayu mulai berpikir.
"Lagi BT mungkin, makanya aku kena sasarannya." Raina mendahului Ayu karena Ayu melamun
B**enar juga, aku kan baru kali ini buat kesalahan, kenapa tidak di maafkan, ohhh dia membawa masalah pribadinya untuk membalas aku, awas ya, nanti aku balas. Batin Raina.
Ayu mengejar Raina dan menyamakan langkahnya, karena arah rumah mereka berbeda mereka pun berpisah di halte seperti biasa.
Raina naik angkot, suasana hatinya sudah mulai membaik, dia tidak terlalu memikirkan masalahnya dengan Alex, namun dia mencari cara untuk membalas Alex yang mengerjainya tadi.
Dalam hatinya dia mulai berpikir apakah dia harus mengalah dan menjelaskan semuanya, atau tetap menunggu Alex dulu yang menyapanya, yang jelas kalau bertemu lagi kita harus ada yang mengalah, aku atau dia, tunggu saja.
Raina pun sampai di rumahnya, seperti biasa dia masuk ke kamar kemudian turun ke bawah untuk makan setelah itu mengerjakan tugas sekolahnya.
__ADS_1
Waktu itu Alex yang sudah berencana untuk memberi hadiah ulang tahun Raina gagal karena melihat Raina dengan Shabi, sekarang rencana itu berjalan sesuai harapannya dia membeli sebuah hadiah yang spesial untuk kekasih hatinya.
Alex mempunyai rencana untuk menemui Raina tepat pada jam 12 malam nanti, namun niatnya dia urungkan karena akan merasa tidak enak oleh tetangga sekitar Raina, akhirnya dia memilih jam 6 pagi nanti akan ke rumah Raina.
Setelah mendapatkan apa yang di cari Alex langsung pulang ke rumah karena orang tuanya akan pulang hari ini, inilah alasannya kenapa dia menggunakan sepeda motor hari ini yaitu supaya bisa tepat waktu sampai di rumah karena jam segini jalanan pasti macet kalau dengan sepeda motor dia bisa mencari jalan alternatif bahkan bisa menyalip ke kiri atau ke kanan.
Alex kemudian mengantarkan kedua orang tuanya ke bandara, sebelum mereka berpisah di bandara orang tua Alex mengulangi kalimatnya waktu itu yaitu pikirkan kembali tentang hubunganmu dengan gadis itu Lex. sambil memeluk Alex.
Alex hanya tersenyum tanpa tahu apa arti dari kalimat yang orang tuanya katakan, karena dia yakin Raina adalah cinta terakhir baginya, dan bagaimana pun juga dia akan berjuang untuk bisa bersama dengan Raina.
Waktu sudah hampir malam, Alex yang keluar dari bandara saat akan menuju rumahnya tiba-tiba dia ingat pada Raina akhirnya dia membelokkan mobilnya ke arah lain, ya arah ke rumah Raina.
Alex berhenti tepat di depan rumah Raina, di tatapnya rumah itu dengan harapan bisa melihat kekasih hatinya, namun dia enggan untuk keluar, setelah cukup lama berada di sana Alex kembali melajukan kendaraannya pergi dari depan rumah Raina.
Pagi telah tiba, hari ini hari ulang tahun Raina yang ke 17, karena ulang tahun yang jarang dirayakan, sehingga Raina pun lupa kalau hari ini adalah hari ulang tahunnya.
Alex bangun pagi-pagi karena akan membuat kejutan untuk Raina, dia berangkat dari rumahnya jam 05.30 menuju rumah Raina.
Raina bangun seperti biasanya, dia mandi dan siap-siap ke sekolah.
Siapa sih yang bertamu sepagi ini, aku aja baru beres mandi. Gumam Raina yang sedang mengeringkan rambutnya.
tok..tok..tok.. bi Asih mengetuk pintu kamar Raina.
ceklek
"Di bawah ada tamu buat ketemu kamu Non." bi Asih membuka pintu dan langsung turun.
"Siapa?" Raina buru-buru memakai seragam dan rambutnya digulung dengan handuk dan langsung mengikuti bi Asih.
Deg.. deg... deg.. saat Raina melihat Alex yang ada di ruang tamu.
"Pagi ..." Alex menyapa Raina.
"Pagi, ayo silakan duduk." Raina membuka gulungan handuk pada rambutnya.
"Kenapa? kamu gak senang Kakak datang." Alex melihat Raina yang salah tingkah.
__ADS_1
"Kalau mau marah pulang saja, aku gak mau mendengarnya." Raina duduk sambil mengeringkan kembali rambutnya.
"Cepat selesaikan dulu dandanannya, nanti kesiangan." Alex mendorong tubuh Raina.
Raina pun langsung naik ke kamarnya dan merapikan dandanannya.
*A*ku mimpi gak ya? sambil menyisir Raina mencubit tangannya sendiri.
"Awww.. ternyata ini bukan mimpi, apa dia sudah tidak marah lagi." Raina tersenyum sambil menutup wajah dengan kedua tangannya.
Setelah selesai Raina turun dan menemui Alex di ruang tamu.
"Kenapa pagi-pagi sudah sampai di sini?" Raina langsung memulai pembicaraannya.
" Kenapa gak boleh?" Alex menggodanya
" Nggak juga, cuma gak biasa aja." Raina cemberut.
"Kalau gitu Kakak pulang saja, kalau kamu tidak suka Kakak datang." Alex berdiri.
"Bukan gitu." Raina berdiri menghentikan Alex yang dilihatnya akan berjalan.
Tak disangka Alex malah mendekati Raina dan memeluknya sambil berbisik "selamat ulang tahun sayang."
Mendengar ucapan selamat dari kekasih hatinya Raina sangat senang hingga dia menitikkan air mata, dan dia membalas pelukan Alex.
"Terima kasih." Raina mengeratkan pelukannya.
"Ini hadiah buat kamu." Alex melepaskan pelukannya dan mengambil kotak hadiahnya.
"Apa ini Kak." Raina membolak balikan hadiahnya.
"Buka aja, Kakak harap kamu senang dengan hadiahnya." Alex membawa Raina duduk kembali.
"Wahhh ini cantik sekali Kak, aku suka." Raina melihat kalung dengan bunga di tengahnya, dan kembali memeluk Alex.
Alex memakaikan kalung di leher Raina, kemudian dia mencium kening Raina.
__ADS_1