Pacarku Guru Bahasa Inggris

Pacarku Guru Bahasa Inggris
Pagi yang Panas


__ADS_3

Setelah melaksanakan subuh berjamaah, Alex dan Raina bersiap-siap memasak untuk sarapan mereka. Mereka tidak terlalu terburu-buru karena hari ini mereka libur.


"Mom ... Masih sakit gak?" Tanya Alex.


"Masih ... tapi sedikit ..." Raina menempelkan ibu jari dan telunjuknya sebagai tanda sedikit.


"Kalau masih sakit Momy duduk saja ... Hari ini papi yang akan nyiapin sarapannya." Alex menarik kursi supaya Raina duduk.


"Senangnya punya suami seperti papi, perhatian ... " Goda Raina.


"Momy baru sadar kalau papi perhatian?" Alex terkekeh sambil mengecup pucuk kepala istrinya.


Alex langsung menyiapkan semua bahan yang akan dimasak. Selama hampir satu jam Alex baru selesai menyiapkan sarapannya.


"Hari ini mau jalan-jalan gak?" Alex memulai lagi obrolannya setelah selesai sarapan.


"Aku masih agak sulit jalannya, Kayaknya kita di rumah saja ya ..." Sahut Raina.


"Mau nambah satu kali lagi gak?" Goda Alex.


"Ishh baru juga semalam, masa sekarang nambah lagi." Sahut Raina.


"Biarin aja ... biar singanya terbiasa." Alex terkekeh.


"Pi ... jangan suka aneh-aneh deh ... " Raina mengerucutkan bibirnya.


"Gak bakalan suka yang aneh kok." Alex langsung menggendong Raina.


"Pi ... ini masih pagi, nanti malam aja ya ... biar makin hot." Ucap Raina dengan kata yang terakhirnya dibisikkan di telinga Alex.


"Mom ... lihat nih Singa nya bangun gara-gara momy barusan." Alex langsung menjatuhkan tubuh Raina di atas kasur dengan posisi badan Alex berada di atas Raina.


"Pi ... ini masih pagi." Ucapan Raina langsung terhenti karena mulutnya sudah dibungkam oleh bibir Alex.


Alex langsung memberikan serangan yang membuat Raina tidak bisa berontak, dengan serangan yang begitu agresif membuat pagi Raina begitu indah.


Alex memberikan serangan-serangan terbaiknya. Dengan perlahan tapi pasti kini mereka berdua sudah sama-sama berada di puncak gairah.


Alex mulai menggempur Raina dengan serangan yang berbeda-beda hingga tak terasa entah sejak kapan mereka menanggalkan pakaiannya, karena yang terlihat sekarang adalah tubuh polos dari mereka berdua.


Alex mulai mencoba mempraktekkan berbagai macam gaya terbaiknya. Raina yang masih kaku dia hanya menerima perlakuan istimewa dari suaminya.


"Pi ... eeummm ... pi ... " Raina merasakan sesuatu yang keluar dari kandang singanya. Tak puas dengan itu Alex langsung menggempur Raina lagi.


Pagi ini Alex begitu beringas, Mereka melakukan foreplay di berbagai tempat, kamar yang tadinya sudah rapi kini terlihat seperti kapal pecah, karena tidak hanya di tempat tidur, mereka mencoba melakukannya di semua tempat yang ada di kamar mereka.


Alex yang sudah merasakan ketagihan oleh


kandang Raina, dia mulai memasukkan singanya kembali untuk masuk ke kandangnya.

__ADS_1


Dengan suara-suara yang saling bersahutan akhirnya pagi ini menjadi saksi pelepasan mereka. hari ini merupakan pagi panas bagi mereka berdua setelah akhirnya mereka menyerah sendiri karena kelelahan.


"Terima kasih Mom ..." Alex mengecup kening Raina.


Didekapnya tubuh sang istri tercinta dengan lembut. Alex terus memeluk tubuh istrinya hingga mereka berdua tertidur karena kelelahan.


Waktu sudah menunjukkan saatnya sholat dzuhur. Alex dan Raina langsung terbangun karena mendengar suara adzan.


"Mau mandi bareng?" Tanya Alex.


"Aku masih ngantuk, Papi duluan aja." Raina menarik selimutnya lagi.


Alex langsung mandi dan setelah selesai dia membangunkan lagi istrinya.


Setelah mereka selesai, mereka kini duduk di ruang keluarga sambil memakan cemilan.


"Pi ... liburan nanti jadikan kita ke kota X? Tanya Raina.


"Iya ... Nanti setelah pembagian raport kita langsung berangkat." Jawab Alex.


"Om Andi udah di kasih Kabar belum?" sambung Raina.


"Mereka sudah tahu. Bahkan, mereka sudah booking kamar buat kita." Jawab Alex.


"Oh ... jadi kita gak tidur di rumah bunda?" Tanya Raina.


"Palingan kalau momy mau, kita bisa tidur di rumah bunda atau di rumah ibu." Sahut Alex.


"Ok." Alex mencubit hidung Raina.


"Momy mau belajar dulu ya ... biar besok gak terlalu banyak." Raina langsung beranjak untuk membawa buku pelajaran.


"Ya udah ... papi mau beres-beres dulu di depan." Alex pun beranjak keluar untuk membersihkan rumahnya.


Raina belajar dengan sangat khusyu, karena lusa dia sudah mulai UAS. ini adalah UAS terakhirnya karena setelah ini dia harus bersiap-siap untuk menghadapi ujian nasional.


------


Tiba waktunya pelaksanaan UAS, setelah pergulatan panasnya di pagi hari Alex tidak lagi mengganggu Raina, dia memberikan waktu untuk istrinya belajar.


Meskipun saat tidur bersama singa suka terbangun gara-gara tubuh mereka berdekatan sangat intim, namun Alex mencoba menahannya supaya Raina tidak kelelahan dan bisa konsentrasi belajar.


Hari ini hari pertama UAS. Raina mengerjakan semua soal dengan sangat teliti, dia begitu bersyukur karena mempunyai suami yang pengertian seperti Alex. Meskipun, Raina harus melayani suami namun Alex selalu menolak dengan alasan supaya Raina konsentrasi dulu belajar.


Di tempat lain Lia yang selalu memperhatikan Alex, dia mempunyai rencana supaya Alex bisa kembali lagi padanya.


Tunggulah Lex ... semuanya akan kembali ke tempatnya. Kamu tidak akan bisa menolak untuk dekat lagi dengan aku. Tunggulah aku ... aku merindukanmu Lex. Gumam Lia dalam hati.


--------

__ADS_1


Jam istirahat pertama sudah tiba. Ayu yang terpisah ruangannya dengan Raina, dia langsung menghampiri Raina yang sedang duduk di kursi.


"Rai ... Gimana?" Tanya Ayu.


"Apa?' Jawab Raina heran.


"MP nya?" bisik Ayu.


"Ishhh ..." Raina tersipu malu, karena memang sekarang dia telah merasakannya.


Ayu yang terus menerus mencari tahu, dia tiba-tiba terkejut saat melihat ada bekas kissmark yang masih terlihat jelas di leher Raina yang tertutup oleh rambut Raina.


"Ya ampun Rai ... Pak Alex agresif banget." Ayu menyibakkan rambut Raina.


"Apaan sih." Raina menepis tangan Ayu.


"Tuh ... bekas kissmark nya Pak Alex kan?" Selidik Ayu.


Ya Tuhan ... kenapa Ayu bisa tahu, padahal tadi pagi leher aku udah di kasih foundation, kenapa masih terlihat ya. Raina bergumam dalam hati sambil merapikan kembali rambutnya.


Untungnya bel masuk sudah berbunyi, Raina langsung menyuruh Ayu untuk masuk ke kelasnya.


"Aku tunggu penjelasannya Rai ..." Ayu berbisik sambil keluar dari ruangan ujian Raina.


Ayu ... Ayu ... keponya tingkat dewa." Raina menggelengkan kepalanya.


Jam kedua untuk ujian pelajaran lain sudah dimulai. Semua murid begitu tertib dalam mengerjakan semua soal-soal pelajarannya.


Tak terasa semua pelajaran untuk hari ini sudah Raina kerjakan semuanya. Sekarang waktunya pulang. Namun, saat mau keluar dari kelas Raina langsung ditarik oleh Ayu.


"Ayu ... aku mau pulang, besok aja ya aku ceritanya." Ucap Raina.


"Gak mau! aku mau sekarang!" Sanggah Ayu.


"Yu ... suami aku udah nungguin, besok aja ya ... " Raina memelas.


"Awas ya kalau bohong, aku tunggu kamu besok pagi." Ayu langsung mengapit tangan Raina untuk menuju ke parkiran.


------------


Hallo Reader semuanya ...


Author minta dukungan di karya yang ke dua ya ...


"JODOH MENTARI"


Jangan lupa untuk like n kasih komentarnya juga ya ...


semoga berkenan, ditunggu ya jejaknya...

__ADS_1


semoga sehat dan jangan lupa bahagia.


Terima kasih....


__ADS_2