Pacarku Guru Bahasa Inggris

Pacarku Guru Bahasa Inggris
Pemanasan


__ADS_3

Raina masuk ke dalam kamar mandi, saat mau menghidupkan shower nya Raina tiba-tiba ingat dengan perkataannya pada Alex.


"Kenapa aku ngasih ide buat pake pengaman ya? padahal aku belum siap melakukannya. Dasar ini mulut suka seenaknya saja kalau bicara." Raina bermonolog sendiri.


"Kalau aku menolak nanti aku takut dosa, Aaaarrrrgggghhh kenapa jadi seperti ini, apa aku bicarakan aja ya sama Kak Alex? kalau dia marah lagi gimana? apa aku pura-pura tidur duluan aja?" Raina melanjutkan monolog nya.


Raina terus menerus mencari ide supaya malam ini dia tidak melakukan kewajibannya pada Alex, meskipun mereka saling mencintai namun Raina masih takut untuk melakukan hubungan fisik dengan suaminya.


sudah hampir tiga puluh menit Raina berada di dalam kamar mandi tapi tidak ada tanda-tanda bahwa Raina sedang mandi karena tidak terdengar gemericik air.


"Rai, apa kamu baik-baik aja?" Alex mengetuk pintu kamar mandi karena Raina yang tak kunjung keluar.


Aduh kenapa aku malah bengong kaya gini, mana belum mandi lagi. Gerutu Raina.


"Iya bentar Kak, sebentar lagi." Raina langsung mengguyur tubuhnya dengan shower.


Setelah sepuluh menit Raina keluar dari kamar mandi dengan menggunakan baju rumahan.


"Ayo sekarang giliran Kakak mandi." Raina memberikan handuk pada suaminya.


"Makasih ya." Alex mengambil handuk yang diberikan oleh Raina dan berlalu masuk kedalam kamar mandi.


Alex keluar hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya. Raina yang melihat itu dengan spontan dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Kak kenapa gak pake baju?" Raina masih menutup wajahnya.


" Emang kenapa? tadi kan kamu cuma ngasih handuk doang dangak ngasih bajunya." Jawab Alex sambil berjalan mendekati Raina.


"Stop jangan maju lagi!" Raina yang tahu Alex mendekatinya dia langsung berdiri dan mengambil pakaian yang ada di paper bag.


"Pake ini." Raina memberikan pakaian pada Alex dengan mata yang tertutup.


"Kenapa mesti tutup mata, nanti juga kamu akan melihatnya lagi." Bisik Alex pada telinga Raina.


"Euhhhh." Raina bergidik sampai-sampai bulu kuduknya berdiri.


"Cepetan pake." Raina menjauh dari Alex.


"Iya ini juga lagi pake baju." Jawab Alex.

__ADS_1


Raina mulai membuka matanya perlahan-lahan dan ternyata benar Alex sudah mengenakan celana pendek.


"Hah, hampir aja mata aku ternoda." lirih Raina yang masih terdengar oleh Alex.


"Ternoda kenapa? Kamu tuh harus sudah membiasakan diri melihat Kakak kayak tadi, karena mulai sekarang kita akan satu kamar terus." Alex berbicara sambil mengeringkan rambutnya.


"Apaan sih." Raina beranjak naik ke atas tempat tidur karena ingin tidur siang.


Alex pun mengikuti jejak Raina, dia ikut naik ke atas kasur.


"Kak mau apa?" Raina spontan menghalangi tubuhnya dengan bantal guling.


"Mau istirahat, emang kenapa?" Alex membaringkan tubuhnya di pinggir Raina.


"Oh ...." Raina pun ikut merebahkan tubuhnya sambil memunggungi suaminya.


"Rai masa kamu tidurnya kayak gitu, dosa loh tidur sambil memunggungi suami." Ucap Alex.


"Iya maaf." Raina langsung membalikkan tubuhnya menghadap Alex.


"Nah gitu dong, jadi kelihatan wajah cantiknya." Alex mengelus pipi Raina.


"Ih Kakak gombal." Wajah Raina agak merah karena disebut cantik oleh Alex.


Raina pun hanya menurut karena dirinya pun sama sudah merasa lelah hingga matanya tak sanggup untuk melek lagi.


Maria yang lupa putrinya telah menikah dengan kebiasaannya membangunkan tidur siang Raina dia langsung membuka pintu kamar Raina. Namun dia kaget karena melihat Raina yang tengah tidur sambil berpelukan dengan suaminya.


"Ups ... kenapa aku bisa lupa kalau Raina sudah menikah?" Maria langsung menutup pintu kamar putrinya dengan perlahan karena takut membuat yang punya kamar terbangun.


Raina dan Alex bangun hampir jam empat sore lebih.


"Rai bangun ... kita ashar dulu." Alex mengelus rambut Raina.


Raina bangun sambil menggeliatkan tubuhnya dan langsung masuk ke kamar mandi.


"Rai besok kita tidur di rumah Kakak yuk? Ajak Alex.


"Kenapa terburu-buru? lagian ibu sama ayah juga masih ada di sini." Jawan Raina.

__ADS_1


"Kakak merasa gak enak aja, udah nikah masa harus tinggal sama orang tua." Jelas Alex.


"Terserah Kakak, aku ikut aja." Sahut Raina.


"Kalau gitu sekarang kita ke bawah yuk, Kakak akan bilang masalah ini sama ayah dan ibu kamu." Ajak Alex sambil meraih tangan Raina.


Mereka turun ke bawah untuk membicarakan niat Alex membawa Raina pindah ke rumahnya.


Maria dan Hasan sedang duduk santai di ruang keluarga, keluarga Alex sudah pulang semuanya sejak Alex dan Raina tertidur.


"Ayah, ibu, saya ingin minta ijin membawa Raina besok ke rumah saya, Apa boleh?" Tanya Alex.


"Kenapa mesti minta ijin? Raina sekarang bukan tanggung jawab kami lagi, sekarang Raina menjadi tanggung jawab kamu sepenuhnya, itu sudah menjadi hak kamu untuk membawa Raina kemanapun juga, jadi gak perlu minta ijin kami lagi." Jawab Hasan.


"Terima kasih Yah." Alex tersenyum.


"Yang perlu kamu ingat adalah kamu harus menjaga dan mendidik istri kamu dengan sebaik mungkin, jangan pernah sakiti Raina ya!" Tegas Hasan.


"Pasti Yah, saya akan menjaganya dengan sepenuh hati." Jawab Alex.


Tak terasa mereka bercengkrama cukup lama hingga mereka terhenti karena mendengar adzan magrib.


Mereka semua langsung melaksanakan ibadah mereka, Mereka solat berjamaah di mushola rumah Raina.


Sekarang waktu sudah menunjukkan pukul delapan lebih. Setelah beribadah mereka langsung masuk ke kamar mereka masing-masing.


Di dalam kamar Raina mulai membereskan pakaian yang akan dibawanya besok ke rumah suaminya. namun di tengah-tengah kegiatan Alex langsung memeluk Raina sambil mencium ceruk leher Raina.


"Kak, geli ih ... jangan ganggu dong aku lagi nyiapin pakaian aku buat besok." Raina terus bergelinjang.


"Udah segitu juga cukup, di sana juga Kakak udah nyiapin pakaian buat kamu." Alex terus mencium tengkuk Raina.


Alex membalikkan tubuh Raina kemudian dia menatap Raina sambil memulai mencium bibir Raina dengan lembut.


Raina tidak menolaknya karena hal ini sudah sering dia lakukan dengan Alex, namun sekarang ada yang beda karena Alex sudah mulai berani meraba-raba bagian tubuh Raina yang lainnya.


Mereka hanyut dalam ciuman panas mereka, dan mereka melepaskan ciumannya karena merasa pasokan oksigen mereka berkurang.


Alex langsung menggendong Raina ke atas tempat tidur, di tatapnya wajah sang istri tercinta dengan penuh hasrat yang sulit untuk diartikan, Alex kembali memulai ciumannya dengan Raina, tangannya sudah mulai bergerilya ke gunung kembar istrinya.

__ADS_1


Sesekali Alex mencium leher Raina, karena Raina masih sekolah Alex tidak berani untuk memberikan kissmark di leher istrinya, dia hanya mencium sambil menikmati aroma tubuh istrinya.


Perlahan Alex mulai melepaskan kancing baju Raina, Karena takut Raina malu, Alex melepas kancing baju Raina sambil terus mencium bibir Raina, setelah bagian atasnya terbuka, Alex langsung menikmati keindahan dari gunung yang nampak masih utuh belum terjamah oleh siapapun.


__ADS_2