Pacarku Guru Bahasa Inggris

Pacarku Guru Bahasa Inggris
Salah paham


__ADS_3

Raina dan Alex berjalan menuju tempat makanan dihidangkan untuk mereka makan.


"Rai makannya disuapin ya?" Alex melihat istrinya yang kerepotan berjalan sambil mengatur gaunnya supaya tidak terinjak.


"Aku makan sendiri aja, malu dilihatin orang banyak." Raina berbisik pada Alex.


"Kenapa malu? kita udah jadi suami istri jadi, wajar dong kalau suami menyuapi istrinya makan." Alex tersenyum.


"Tetap aja Kak, aku malu." Raina menunduk.


"Terus kamu mau bawa makanannya gimana coba? satu tangan sibuk dengan gaun dan satu lagi ngambil makan, yakin kamu bisa?" Ucap Alex dan Raina hanya tersenyum bingung karena yang diucapkan suaminya ada benarnya juga.


"Udah Kakak suapin ya, jangan membantah perintah suami, dosa." Ucap Alex lembut.


"Iya deh aku nurut aja."Jawab Raina.


Alex mengambil makanan untuk mereka berdua dalam satu piring, kemudian Alex mulai menyuapi Raina dengan telaten.


"Wah pengantin baru makannya sepiring berdua nih." Goda Maria yang melihat Alex sedang menyuapi Raina.


"Ibu apaan sih." Wajah Raina jadi merah karena ibunya berbicara dengan suara keras hingga semua orang melihat ke arah Raina dan Alex.


"Kalian harus tetap seperti ini selamanya, jaga keharmonisan hubungan kalian." Nisa menghampiri Alex dan Raina.


"Udah jangan diganggu, kasian mereka lagi ngisi stamina buat nanti malam." Andi malah ikutan menggoda Alex dan Raina, semua orang tersenyum senang.


"Jangan lupa minum vitamin dulu biar staminanya makin kuat." Ucap Hasan sambil terkekeh melihat anak dan menantunya.


"Udah ah kasian mereka lagi makan, ini malah pada mengganggu, ayo Nak lanjutkan lagi makannya." Nina melerai semua orang yang menggoda anak dan menantunya.


Alex hanya tersenyum melihat candaan orang tuanya sambil melanjutkan menyuapi istrinya.


"Udah Kak, aku kenyang." Raina menolak suapan Alex.


"Lagi Rai, baru juga sedikit." Alex kembali menyendokkan makanan untuk Raina.


"Udah, Kakak aja lanjutin makannya." Pungkas Raina.


Tak lama Alex pun selesai makannya, dan memberi Raina minum.


"Kak kita istirahat yuk? aku gerah kalau pake gaun terus." Raina menarik tangan Alex dan Alex mengikuti istrinya sambil memegang gaun Raina supaya tidak terinjak.

__ADS_1


"Rai kalian sudah beres makannya?" Tanya Maria.


"Udah bu." Jawab Raina pendek.


"Kita kumpul dulu di ruang keluarga yuk, ada yang mau kita diskusikan dulu." Ajak Maria sambil berjalan menuju ruang keluarga.


Di sana para orang tua sudah berkumpul dengan formasi lengkap, Alex dan Raina tidak tahu apa yang ingin orang tua mereka diskusikan, dia langsung duduk di samping istrinya.


"Alex, Raina, ada hal yang ingin kita diskusikan dengan kalian, ini menyangkut kehidupan kalian nantinya." Hasan memulai pembicaraannya dengan serius.


"Iya Yah, silakan." Jawab Alex.


"Kita semua di sini sudah berdiskusi tentang pasca pernikahan ini, seperti yang telah kamu bacakan tadi bahwa dalam pernikahan suami istri harus saling memenuhi kebutuhan lahir dan batin." Hasan menjeda Ucapannya.


"Kami tidak bermaksud untuk menghalangi kalian melakukan hubungan suami istri, tapi kami harap kalian bisa menunda untuk memiliki momongan." Tambah Sardi.


Deg...


Deg ...


Deg ...


Alex paham dengan yang di ucapkan oleh mertua dan juga ayahnya, dia langsung melirik memandangi Raina karena menurutnya Raina tidak paham dengan ucapan orang tuanya. Namun Alex salah mengartikan maksud dari orang tuanya.


Raina yang mendengar kalimat terakhir ibunya dia baru menyadari bahwa diskusinya kali ini sedang membicarakan hubungan yang akan terjalin antara dirinya dengan Alex.


"Aku juga setuju dengan ibu." Ucap Raina spontan yang langsung mendapat tatapan yang salah arti dari Alex, dengan tanpa disadari Alex salah paham dengan keputusan yang diambil Raina.


Bagaimana dia bisa langsung menyetujui dengan tidak bertanya pada aku dahulu. Gerutu Alex.


"Akan saya usahakan, nanti akan kami diskusikan lagi." Alex menahan kesalnya pada Raina karena mengambil keputusan sendiri.


"Kami melakukan ini karena kamu tahu sendiri Lex, Raina masih harus fokus dengan ujiannya, terus Raina masih sangat terlalu muda untuk hamil." Ucap Nina.


Nisa menatap Alex, dia tahu apa yang sedang dipikirkan oleh anak sambungnya itu, namun dia tidak punya hak apa-apa untuk menentukan keputusan dari pihak keluarga.


"Lex, diskusikanlah dengan kepala dingin ya sayang, ibu yakin kamu bisa mengatasi semua ini." Nisa tersenyum ramah pada Alex.


Kenapa hanya ibu yang paham dengan perasaanku, yang lain hanya melihat satu sisi saja. Batin Alex.


"Ya udah sekarang kalian istirahat dulu, Ayo Rai ajak suamimu naik ke atas." Ujar Maria.

__ADS_1


"Ayo Kak, Kami ke atas dulu ya." Raina menarik tangan Alex dan meninggalkan ruang tamu.


Setelah sampai di kamar Alex yang tadinya sudah kebelet sama Raina, sekarang malah kesel sama keputusan yang diambil Raina. dia duduk di kursi sambil menyenderkan punggungnya.


Raina yang melihat ekspresi Alex berubah, dia langsung menghampiri suaminya.


"Kak kenapa?" Raina duduk di samping Raina.


"Apa maksudnya dengan kalimat yang kamu ucapkan tadi di bawah?" Alex memandang Raina tajam.


"Yang mana?" Raina gugup.


"Kenapa kamu langsung ngambil keputusan sendiri tanpa bertanya dulu sama Kakak?" Tanya Alex dengan wajah menahan kesalnya pada Raina.


"Maaf tapi, masukan mereka memang benar Kak, kita harus menundanya dahulu." lirih Raina diakhir kalimatnya.


"Rai sekarang aku adalah suamimu, harusnya kalau mau memutuskan sesuatu itu kamu minta pendapat aku dulu, setidaknya kita bisa membicarakan ini dulu dengan baik-baik." Alex tetap dengan wajah datarnya dan memilih aku kamu karena lagi kesal


"Kenapa Kakak marah? kalau gak suka dengan keputusan aku ya terserah Kakak aja." Raina tahu Alex kesal dari kalimat aku kamu yang diucapkan Alex. Raina berdiri hendak beranjak dari kursi namun tangannya langsung di cekal oleh Alex.


"Apa maksud kamu?" Ucap Alex dengan suara agak tinggi.


Raina kaget melihat Alex yang benar-benar marah.


Wah kenapa jadi gini sih, aduh ini mulut kenapa sih bisa asal bicara. Batin Raina.


"Maksud aku, kita melakukannya pake pengamanan aja supaya aku tidak hamil." Raina mulai menjelaskan ucapannya tadi dan Raina malu mengucapkan kalimat vulgar seperti itu.


Sesuai pepatah habis hujan terbitlah pelangi, Alex yang salah paham dengan keputusan Raina seketika wajahnya langsung berseri-seri lagi setelah mendengar ucapan Raina barusan.


"Kamu udah siap Rai?" Alex langsung memeluk Raina.


Euuhhh dasar ya laki-laki, mood nya langsung naik gara-gara menyinggung hal mesum, kayaknya diotaknya cuma di setting mesum aja. Gerutu Raina.


"Apaan sih ... udah ah aku mau mandi dulu, badan aku udah lengket." Raina melepas pelukan suaminya dan langsung duduk di depan meja Riasnya.


"Kak, tolong bukain sanggulan aku dong." Raina mulai melepas jepit yang ada di kepalanya.


"Jangankan cuma buka sanggulan, buka baju kamu juga Kakak siap." Alex merengkuh badan istrinya.


"Cepetan dong Kak, kepala aku udah pusing nih." Raina cemberut.

__ADS_1


"Iya, iya sekarang kakak bantu." Alex langsung ikut melepas jepit yang ada di rambut Raina.


Karena sanggulnya sederhana jadi tidak membutuhkan waktu lama untuk melepaskannya, kemudian Raina dibantu oleh Alex membersihkan wajahnya dari make up yang menempel, setelah selesai Raina langsung beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.


__ADS_2