Pacarku Guru Bahasa Inggris

Pacarku Guru Bahasa Inggris
Ayo kita lanjutkan lagi


__ADS_3

"Silakan masuk Pak." Alex menyambut Pak RT dengan ramah.


"Maaf Pak Alex, saya bertamu malam-malam." Ucap Pak RT sambil mengulurkan tangannya pada Alex.


"Gak apa-apa Pak ..." Sahut Alex yang masih merasa dongkol dengan kedatangan Pak RT yang tidak tepat waktu.


"Kak ... siapa yang datang?" Raina berjalan mencari suaminya.


"Kenalin ini istri saya Pak." Alex yang melihat Raina menghampirinya langsung mengenalkan Raina pada Pak Rt.


"Kenalin saya RT di komplek ini." Pak RT tersenyum ramah.


Apa gak salah ya ... istrinya kelihatan masih seperti ABG. Gumam Pak RT dalam hati.


Raina langsung ke dapur untuk membuatkan minuman untuk Pak RT.


"Pak ... Saya hanya ingin mendata anggota keluarga bapak yang baru, biar warga sekitar tidak salah paham dengan status bapak sekarang." Pak RT menyebutkan alasannya bertamu.


"Oh baiklah pak, saya lupa belum sempat lapor ... maafkan saya." Jawab Alex.


Raina datang dengan membawa minuman untuk Pak RT dan juga suaminya.


"Silakan di minum Pak." Ucap Raina sambil duduk di sisi suaminya.


"Rai ... Pak RT minta data kamu, kamu copy dulu ya KTP nya ..." Ucap Alex lembut. Raina mengangguk dan langsung mengambil KTP miliknya.


"Pak RT ... sebelumnya saya minta maaf, sebenarnya istri saya masih berstatus sebagai pelajar, jadi saya mohon bapak merahasiakan dulu status istri saya sampai nanti lulus SMA." Ucap Alex.


Ternyata benar ... istrinya pak Alex masih pelajar, pantas saja kelihatan masih sangat muda. Gumam Pak RT dalam hati.


"Baik Pak saya akan menjaga rahasianya sampai nanti istri bapak lulus." Jawab Pak RT.


Setelah menerima data yang diberikan Raina, Pak RT pamit pulang.


"Rai ... Kita lanjutkan lagi yuk." Ajak Alex sambil memeluk Raina yang tengah mencuci gelas bekas minum Pak RT dan Suaminya.


"Ihhh ... Aku nya udah gak mood." Jawab Raina polos.


"Tapi udah nanggung Rai ... dilanjut atau enggak pun Kakak tetep mesti harus mandi." Rengek Alex.


"Ya udah ... mandi aja, bereskan?" Sahut Raina sambil berjalan menuju kamar.


"Gak bisa gitu dong Rai ..." Alex mengikuti langkah istrinya.


"Akunya ngantuk Kak ..." Raina langsung merebahkan badannya di atas kasur sambil menutup tubuhnya dengan selimut.


"Rai ... Rai ... kamu gak kasihan apa sama suami kamu?" Alex menggoyang-goyang tubuh Raina.


"Kak ... besok aku harus bangun pagi-pagi buat ngerjain tugas rumah. Mau aku bangun kesiangan?" Raina merubah posisi tubuhnya menjadi membelakangi Alex.


"Dosa Rai ... menolak ajakan suami." Alex mengeluarkan senjata pamungkasnya.

__ADS_1


"Iya ... iya ... mana sini?" Raina langsung duduk dan menghadap suaminya.


"Kamu tuh ya ... kalau kakak gak bilang dosa gal bakalan nurut." Alex langsung memeluk Raina.


"Udah ... kamu istirahat aja... kita lanjutin besok aja." Alex melepas pelukannya dan berbaring di kasur sambil memejamkan matanya.


"Ishhh ... tadi maksa sekarang malah gak dianggap." Raina ikut membaringkan tubuhnya.


Apa dia marah ya ? Gumam Raina dalam hati.


"Kak ... Kak ... kakak marah sama aku?" Raina menusuk-nusuk pipi Alex dengan jarinya.


"Enggak." Alex tetap tidak membuka matanya.


"Ayo ... kita lanjutin aja ..." Ajak Raina.


"Besok aja ..." Jawab Alex singkat.


"Tuh kan bener Kakak marah." Raina langsung duduk.


"Enggak ... Udah kamu tidur aja." Alex membelakangi Raina.


"Kak ... maafin aku ... ayo kita lanjutin lagi ... hiks ... hiks ..." Raina merasa tidak enak karena telah membuat suaminya marah.


"Udah ... kamu tidur aja." Alex menarik Raina ke pelukannya.


"Kakak masih marah sama aku?" Tanya Raina.


"Iya aku janji." Jawab Raina sambil memeluk suaminya.


Pagi hari seperti biasa Alex yang pertama kali bangun, dia langsung mandi dan membangunkan Raina.


Raina mengerjapkan matanya sambil meregangkan ototnya.


"Kak ... ini jam berapa?" Raina menguap.


"Jam enam." Jawab Alex singkat


"Kenapa baru bangunin aku? wah, aku telat ..." Raina langsung berlari masuk ke kamar mandi.


"Udah santai aja ... sarapannya udah siap." Teriak Alex karena Raina sudah masuk ke kamar mandi.


"Yang benar Kak?" Raina spontan keluar dengan tubuh tidak menggunakan pakaian karena dia sudah melepasnya.


Seketika Alex bengong melihat tubuh istrinya yang sudah tidak tertutupi dengan apapun, dia menelan salivanya dengan susah namun dia harus mengendalikan pikirannya karena sekarang mereka harus ke sekolah.


"Udah cepat mandi, jangan mencoba menggoda. Nanti kesiangan." Ucap Alex sambil keluar dari kamar.


"Siapa yang menggoda." Raina bermonolog dan seketika dia sadar bahwa dirinya sudah tidak memakai baju.


"aaaaaaaaaaaaaa..." Raina berteriak sampai kedengaran oleh Alex yang berada di luar pintu kamar.

__ADS_1


Ternyata baru sadar. Gumam Alex sambil terkekeh.


Kenapa aku bisa lupa ya kalau aku gak pake baju. Ahh aku malu ... aku jelasin apa ya sama kak Alex ? Raina terus memutar otaknya untuk membuat alasan.


"Rai ... cepetan ... entar kesiangan." Teriak Alex sudah duduk di meja makan


Raina datang menghampiri Alex dengan menundukkan kepalanya.


"Ayo cepat sarapan, nanti telat ..." Alex mulai memakan sarapannya.


"Kak ... aku minta maaf ... barusan aku gak sadar." Raina terus menunduk.


"Kenapa minta maaf ... sah-sah saja kan jika kamu melakukan hal yang seperti tadi di depan suamimu sendiri." Sahut Alex.


"Aku malu." Raina memberanikan diri menatap Alex.


"Gak usah malu ... anggap saja tadi latihan. Udah jangan dibahas lagi ... sekarang makan." Pungkas Alex.


Raina pun mulai mengambil nasi dan lauk pauknya ke dalam piring dan langsung menikmati makanan yang sudah diambilnya.


Mereka seperti biasa berangkat ke sekolah bareng dan hari ini adalah jadwal dimana Alex akan mengajar di kelas Raina.


Alex sudah masuk ke kelas Raina dan memberikan pemaparan materi seperti biasanya, kemudian dia melanjutkan dengan latihan soal.


Raina yang masih merasa malu pada suaminya, dia tidak berani menatap Alex saat Alex sedang memaparkan materi di depan kelas.


Ayu yang melihat Raina seperti itu dia mulai menerka-nerka apa yang sudah terjadi.


Kayaknya tadi malam mereka habis bertempur, kelihatan banget tuh muka Raina yang gak bisa natap suaminya seperti biasa. Gumam Ayu dalam hati.


Saat jam pelajaran habis dan bertepatan dengan jam istirahat, Ayu langsung menarik Raina.


"Rai ... semalam kalian udah ngapain?" Tanya Ayu langsung.


"Gak ngapa-ngapain. Emang ke kenapa?" Jawab Raina.


"Kok aku lihat kamu kaya yang agak beda ya ... dari cara memandang kamu sama suamimu sepertinya ..." Selidik Ayu.


"Udah deh ... kamu jangan kebanyakan nebak-nebak orang gak jelas kaya gitu." Sahut Raina.


"Tapi ... kamu udah kan Rai ..." cerocos Ayu.


"Kamu tuh jadi orang kepo banget." Raina mendelik


"Rai ... aku penasaran sama kalian, gimana permainannya? suamimu kuat gak?" Goda Ayu.


"Hus ... kamu jangan kenceng-kenceng dong nanti kedengaran orang kain." Raina membekap mulut Ayu.


"Habisnya kamu main rahasia-rahasiaan sih, jadinya aku penasaran." Ayu cemberut.


" Ya udah ... kalau nanti aku udah ngelakuinnya aku akan ngasih tahu kamu tapi dengan syarat telinganya di tutup." Raina tertawa.

__ADS_1


__ADS_2