Pacarku Guru Bahasa Inggris

Pacarku Guru Bahasa Inggris
Ujian Nasional


__ADS_3

Sesuai permintaan istrinya kini Alex tengah menemani Raina menonton di suatu bioskop yang ada di kotanya.


"Kamu tunggu di sini dulu ya, Kakak beli popcorn dulu."


"Iya."


Tidak lama Alex kembali membawa cemilan untuk mereka nikmati saat sedang menonton film di dalam bioskop nanti.


Saat tengah menunggu jadwal pemutaran filmya tiba-tiba mereka bertemu dengan Ayu dan juga Arman yang sedang berjalan menuju pintu bioskop juga.


"Ayu." Teriak Raina saat melihat Ayu yang hampir mendekati pintu masuk. Alex, Arman dan juga Ayu langsung saling bertukar pandang dengan praduga mereka masing-masing.


"Rai ... kamu nonton juga?" Ucap Ayu sambil tersenyum kikuk.


"Kalian mau nonton juga?" Tanya Alex pada Ayu dan juga Arman.


"Ah ... itu ..., tadi waktu di bawah gue gak sengaja ketemu sama Ayu, karena gue gak ada temen ya gue ajak Ayu buat nonton." Sahut Arman menjelaskan.


"Betul." Sambung Ayu cepat.


"Kok ada yang aneh ya?" Ucap Raina polos sambil melirik pada suaminya. Alex hanya mengendikkan bahunya tanda bahwa dia juga tidak tahu dengan apa yang terjadi sebenarnya.


Sial ... Kenapa lagi mesti ketemu sama mereka di sini. Jadinya ketahuan sama mereka kalau gue lagi mau pendekatan sama Ayu. Alex bakalan habis mencecar gue karena dulu gue pernah bilang pedofil sama dia. Gumam Arman dalam hati yang merasa dirinya sudah terciduk oleh sahabatnya sendiri padahal ini baru permulaan saja.


"Kamu di kursi berapa Rai?" Ucap Ayu mencoba mengalihkan perhatian Raina yang sedang menyelidik dirinya.


Raina menunjukkan nomor kursinya yang ternyata jarak kursi mereka cukup jauh.


Beneran ini mah, kalau memang gak sengaja ketemu kenapa juga udah beli tiket nontonnya? harusnya kan mereka belum punya tiket. Gumam Raina dalam hati sambil terus melirik suaminya untuk sama-sama ikut berpikir.


Karena pintu masuk sudah mulai di buka, Akhirnya mereka semua masuk dengan bersamaan dan berpisah ke tempat duduk mereka masing-masing.


"Kak, sepertinya ada yang aneh diantara mereka." Ucap Raina berbisik.


"Udah biarin aja, sekarang fokus saja sama filmnya. Sebentar lagi akan segera di putar." Alex mencoba menyudahi praduga Raina pada Arman dan juga Ayu. Meskipun, dalam hatinya dia pun merasakan hal yang sama dengan Raina.


***


Tak terasa hari ini adalah hari pertama semua murid SMA melaksanakan Ujian Nasional. Semua persiapan telah Raina lakukan dengan cukup matang dengan bantuan suaminya. Alex yang menjadi panitia Ujian Nasional untuk empat hari ke depan dia tidak bisa berangkat dan pulang bareng dengan istrinya.

__ADS_1


"Nanti kamu hati-hati ya di jalannya." Alex terus mengucapkan kalimat itu berulang kali karena selama empat hari Raina akan menggunakan sepeda motor ke sekolah.


"Iya ..., lagian ini kan bukan yang pertama kalinya aku pakai sepeda motor." Raina mencoba meyakinkan suaminya.


Alex berangkat sekitar jam enam pagi karena harus mengecek kembali semua persiapannya. Sedangkan Raina jam enam pagi dia baru saja mandi karena memang rencananya dia akan berangkat sekitar jam tujuh kurang.


Setelah soal di bagikan oleh pengawas. Raina langsung bernapas lega karena ternyata soal ujian nasional tidak semenakutkan perkiraannya.


Raina mengerjakan dengan sangat teliti karena memang waktunya yang cukup lama sehingga bisa membuat dia lebih seksama lagi dalam membaca soal.


"Sumpah soalnya bikin aku pusing." Ucap Ayu saat mereka tengah berjalan menuju parkiran.


"Kalau gak pusing namanya bukan ujian dong." Sahut Raina sambil memakai helm nya.


"Kamu mau langsung pulang?" Ucap Ayu seraya menstater motornya.


"Iya, duluan ya ...." Pungkas Raina sambil melajukan sepeda motornya.


Ayu dan Raina sama-sama pulang menggunakan sepeda motor dengan arah yang berlawanan. Sejak terciduk oleh Raina waktu itu, Ayu lebih sering menghindar dari Raina karena dirinya merasa belum siap untuk menceritakan masalah pribadinya pada Raina.


Alex sampai di rumah hampir jam 12 siang. Saat membuka pintu di dapati istrinya sedang sibuk memasak di dapur.


"Udah pulang Kak?" Raina segera mencium tangan suaminya.


"Aku lagi masak ayam goreng. Kakak udah makan?" Sambungnya lagi.


"Belum ..." Alex langsung membalikkan ayam yang sedang di goreng oleh istrinya.


"Udah ... biar aku aja yang terusin, Kakak duduk aja. Sebentar lagi makanannya siap." Raina mendorong Alex untuk duduk di kursi.


Tidak kurang dari 10 menit Raina sudah selesai menyiapkan makan siang untuknya dan suami tercintanya.


Alex langsung menyantap makanan yang di buat oleh istrinya. Meskipun kadang-kadang rasa masakan Raina hambar atau keasinan, Alex tidak pernah protes karena menurutnya Raina sudah bersedia masak juga itu sudah di luar ekspektasinya.


Hari kedua dan ketiga ujian nasional Raina lewati dengan penuh semangat. Sekarang adalah hari terakhirnya untuk melaksanakan ujian nasional.


"Kak hari ini aku boleh gak ngemall sama teman-teman? aku gak bakalan bawa motor kok." Ucap Raina dengan wajah manjanya sambil membantu Alex mengancingkan kemejanya.


"Boleh ... pulangnya jangan ke malaman ya." Alex mencium bibir Raina dengan lembut.

__ADS_1


"Ok." Raina menjentikkan ibu jarinya.


Setelah sampai di sekolah Alex melihat Raina yang baru keluar dari taksi online. Dia sengaja menunggu Raina di parkiran karena tadi dia lupa tidak membawa ponselnya.


"Ini Kak." Raina langsung mengeluarkan ponsel suaminya.


"Makasih ya ... jangan lupa kerjakan soalnya dengan teliti." Alex langsung mengambil ponselnya dan berlalu meninggalkan Raina.


"Rai ... sekarang jadi kan kita nongkrong? Ucap Ayu sambil menarik tangan Raina untuk duduk di luar kelas.


"Jadi lah ..." Sahut Raina cepat.


"Nanti kalau udah beres tungguin aku di parkiran ya." Ayu berlalu pergi ke ruangan ujiannya karena bel sudah berbunyi.


Hari terakhir ini adalah mata pelajaran jurusan . Semua siswa berhambur keluar ketika bel pulang telah berbunyi.


Mereka bersorak kegirangan karena mulai besok mereka akan terbebas dari semua pelajaran yang mereka pelajari selama ini.


Raina dan teman-temannya berkumpul di parkiran untuk jalan bareng ke mall. Mereka tidak lupa mengganti pakaiannya supaya lebih leluasa ketika mereka nongkrong nanti.


"Ayo ..." Ucap Shabi pada teman-temannya yang lain.


"Gila ... mobil loe keren Bi..." Sahut Ayu pada Shabi karena memang Shabi membawa mobil barunya.


"Biasa aja kali. Cepetan." Sahut Shabi.


"Ayo Rai ..." Shabi membukakan pintu mobil di samping kemudi untuk Raina.


"Makasih." Raina masuk dan langsung memasang seat belt nya.


Raina duduk di depan berdampingan dengan Shabi, sedangkan Ayu dan yang lainnya duduk di kursi kedua dan ketiga.


"Rai ... daftar kuliah kemana?" Ucap Shabi pada Raina sambil mata tetap fokus pada jalan yang dilewatinya.


"Aku belum kepikiran, tapi sih maunya ngambil pendidikan, tapi tau deh ... lihat entar aja." Jawab Raina sambil berpikir universitas mana yang akan dia pilih.


"Kok gitu? kirain aku kamu udah punya pilihan pasti." Sahut Shabi sambil tersenyum manis pada Raina.


Aku gak sabar pengen segera melamar kamu Rai ... Setelah ayahmu pulang nanti, aku akan membawa kedua orang tuaku untuk melamar kamu menjadi istri ku. Gumam Shabi dalam hati sambil tersenyum manis pada Raina.

__ADS_1


__ADS_2