
Alex dan Raina masuk ke sebuah butik, di sana mereka di sambut oleh karyawan butik dengan baik, Alex dan Raina memilih gaun untuk lamaran nanti.
Alex dan Raina memilih berbagai model gaun, hingga mata Alex langsung jatuh pada pilihannya, kemudian Raina mencoba gaun yang disukai oleh Alex di kamar pas.
"Kak ... Gimana? cocok gak?" Raina menunjukkan gaun yang dipakainya sambil berputar ke kiri dan ke kanan.
"Kamu cantik Rai." Alex hampir tidak bisa berkedip melihat Raina menggunakan gaun tanpa lengan tersebut.
"Benarkah?" Raina melihat dirinya di cermin.
"Gaun ini pas banget di tubuh kamu, Kakak jadi gak sabar ...." Alex setengah berbisik karena tidak mau kedengaran oleh karyawan butik.
"Apaan sih ..." Raina mencubit lengan Alex dan kembali masuk ke kamar pas.
"Mbak ... Kita ambil yang ini aja ya." Raina kembali mengganti pakaiannya dan Alex langsung bertransaksi untuk melakukan pembayaran.
Setelah membeli cincin dan gaun sekarang mereka menuju tempat makan, karena sekarang sudah masuk waktunya makan siang.
"Ternyata lelah juga ya, rasanya Kakak gak sanggup lagi ... Padahal baru dapet dua jenis barangnya." Alex menarik kursi dan duduk sambil melihat menu yang akan di pesan untuk makan hari ini.
"Kenapa ngeluh gitu sih?" Raina cemberut.
Jadi gak asyik ... Padahal aku masih pengen beli barang yang lainnya. Batin Raina.
"Bukan ngeluh, Kakak cuma gak biasa aja belanja muter-muter kaya gini." Alex langsung meralat ucapannya karena melihat Raina yang sedikit kesal dengan ucapannya tadi.
"Sama aja ... Lagian siapa suruh harus belinya sekarang, waktunya aja masih lama." Raina menyenderkan punggungnya di kursi.
"Kamu kenapa jadi sensitif? padahal Kakak cuma bilang lelah aja." Tanya Alex
"Iya lah aku sensitif, kesannya tuh kaya aku yang ngajak muter-muter, padahal emang tokonya pada tutup." Jawab Raina ketus.
Kenapa jadi marah gini ya, apa aku salah ngomong? masa cuma bilang lelah dia jadi marah, alamat jadi panjang urusannya. Batin Alex.
"Iya ... iya Kakak minta maaf." Alex tersenyum manis pada Raina.
Lebih baik mengalah saja dari pada urusannya jadi runyam. Batin Alex
"Habis makan langsung pulang aja." Raina ketus sambil memanggil waiter.
Mereka memesan makanan sesuai keinginan mereka masing-masing.
"Kenapa langsung pulang? kan masih banyak yang belum kita beli?" Alex mencoba menampakkan wajah normalnya.
"Aku mau pulang ... Capek!" Jawab Raina dengan ekspresi datar.
Tak lama makanan pun datang dan disajikan di meja, tanpa menunggu lama Raina langsung makan dengan tidak melirik pada Alex.
"Pelan-pelan makannya nanti keselek." Alex melihat Raina makan dengan cepat
uhukk ... uhukkk... uhuk... Raina keselek
__ADS_1
"Tuh kan Kakak bilang juga apa." Alex langsung memberi minum Raina.
"Gimana?" Tambah Alex.
"Udah ... aku gak apa-apa ! lanjutin aja makannya." Raina meraih botol air mineral yang di pegang Alex dan meminumnya lagi.
Alex kembali duduk dan melanjutkan makan siangnya.
Setelah menyelesaikan makannya, mereka keluar dari tempat makan.
"Kita belanja keperluan yang lainnya yuk?" Ajak Alex sambil meraih tangan kekasihnya.
"Nggak ah, males ... pulang aja." Raina masih mode marah.
"Rai ... Kenapa jadi marah kayak gini?" Alex menatap Raina untuk mendapat penjelasan.
"Aku gak marah, cuma males aja, lagian Kakak juga udah lelah kan? ya udah kita balik aja!" Raina berjalan meninggalkan Alex.
"Rai ... jangan kayak gini dong." Alex menahan Raina supaya tidak pergi.
"Gak bisa dibilangin ... aku males Kak, aku pengen istirahat." Raina memainkan tasnya.
"Kamu marah sama Kakak?" Tanya Alex.
"Nggak, cuma kesel aja."Jawab Raina.
"Oke Kakak minta maaf udah bikin kamu kesel ... Ayo, kita lanjutkan kembali belanjanya?" Bujuk Alex.
Saat baru masuk di parkiran mereka bertemu dengan Maria dan juga Nina.
"Eh kalian mau kemana?" Sapa Maria pada Alex dan juga Raina.
"Kita mau pulang." Jawab Raina dengan wajah datarnya.
"Kamu kenapa?" Maria mendekati Raina, dia paham betul bahwa putri kesayangannya itu sedang BT.
"Aku masih mau jalan-jalan Bu." Raina berbisik pada ibunya.
"Kalau masih mau jalan, kenapa pulang?" Maria sengaja menjawab dengan tidak berbisik supaya kedengaran oleh Alex, dan dengan spontan Raina langsung mencubit lengan ibunya.
"Awwww.... sakit Rai, kamu tuh marahnya sama Alex kenapa nyubitnya sama Ibu?" Maria mengusap-usap lengannya karena cubitan Raina terasa panas.
"Tadi Kakak ajak katanya gak mau, sekarang ...." Alex sengaja menggantungkan kalimatnya dan mengacak-acak rambut Raina.
"Maafin Raina ya Lex, dia emang suka plin plan." Maria tersenyum.
"Ya udah ... Yuk kita jalan bareng aja." Ajak Nina sambil merangkul bahu Raina.
"Sabar ya Lex." Maria mengusap punggung calon menantunya.
Raina ... Raina ... Gumam Alex sambil menggeleng-gelengkan kepala.
__ADS_1
Mereka kembali berjalan ke pusat perbelanjaan dan dengan sangat antusias mereka memilih berbagai macam jenis barang yang dianggap mereka perlu.
Ternyata wanita tuh kalau sudah belanja suka lupa waktu dan tidak pernah lelah berkeliling, yang tadi bilang gak mood pun sekarang begitu semangat empat lima. Batin Alex.
"Kak ... Kalau capek pulang duluan aja, nanti aku pulang bareng ibu aja." Raina memberi saran.
"Kakak tunggu sampai selesai." Alex menahan kesalnya pada Raina karena ada orang tua mereka.
"Kenapa wajahnya jadi gitu? gak suka ya nemenin aku?" Selidik Raina.
"Itu kan kamu yang bilang, bukan Kakak ya ... udah cepetan belanjanya, keburu sore!" Perintah Alex. Raina kembali tersenyum dan melanjutkan kegiatannya.
Hadehhh tadi marah sekarang udah senyum-senyum lagi, Raina ... kamu memang sesuatu banget. Alex.
Dengan sabar Alex terus mengikuti kemana Raina pergi, hingga waktu sudah menunjukkan jam 3 sore.
"Udah selesai?" Alex melihat Raina yang berjalan ke arahnya sambil tersenyum dengan mata yang berbinar-binar.
"Udah ... Yuk kita pulang!" Ajak Raina
"Ibu dan bunda mana?" Alex celingukan karena tidak melihat Maria dan Nina.
"Tadi ibu nyuruh aku pulang duluan, katanya sih mereka masih tanggung." Jelas Raina.
"Oh ... Sini barangnya biar Kakak yang bawa!" Alex meraih paper bag yang dipegang oleh Raina.
Mereka keluar dari pusat perbelanjaan dan langsung masuk ke dalam mobil.
Di dalam mobil menuju perjalanan pulang Alex tidak membuka pembicaraan apapun, dia hanya fokus menyetir, tanpa disadari Raina terus menerus memperhatikannya.
"Kenapa? Baru sadar ya kalau calon suami mu ini ganteng?" Alex mencoba memecah keheningan diantara mereka.
"Ge-er ... Aku tuh cuma gak enak aja udah bikin Kakak nemenin aku keliling-keliling gak jelas." Raina terus memandang Alex.
"Hemmm ...." Alex terus fokus pada kemudinya.
"Hemmm .... Hemmm ... Hemmm... kalau ngomong yang jelas dong, bikin aku naik darah tau." Raina memalingkan wajahnya ke luar.
"Udah gak usah di bahas, Kakak gak mau ribut sama kamu." Alex mencoba mengalah.
"Aku gak ngajak ribut kok, lagian kenapa sih omongan Kakak hari ini bikin aku sebel?" Raina menekuk wajahnya karena kesel sama Alex.
---------------
Terimakasih karena sudah setia mengikuti cerita Pacarku guru bahasa Inggris.
Jangan lupa like n vote ya Readers .....
Author ucapkan terimakasih yang udah ngasih like, vote n masukannya, mudah-mudahan selalu sehat dan diberi rezeki yang melimpah.
yang belum ayo like n vote juga ya... saya tunggu jejaknya..
__ADS_1
Salam sayang buat kalian semua...