Pacarku Guru Bahasa Inggris

Pacarku Guru Bahasa Inggris
Terbongkarnya sifat Rika


__ADS_3

Alex membaringkan Raina di camping bad, kemudian dia melepas sepatu Raina, Alex ikut membantu anggota  yang menjadi tim kesehatan di tenda untuk memberikan pertolongan pertama pada Raina, dia tidak beranjak dari sisi Raina sambil memberinya minyak kayu putih supaya Raina cepat sadarkan diri.


Alex terus membelai kepala Raina karena dia sangat khawatir dengan keadaan kekasihnya, dia tidak tahu apakan Raina cedera atau tidak karena dia belum sempat bertanya pada Raina bagian tubuh mana yang terasa sakit.


Rika masuk ke tenda kesehatan untuk melihat Raina, Alex yang melihat Rika masuk dia langsung memasang wajah marahnya dan langsung meminta penjelasan kenapa Raina bisa sampai jatuh.


“Kenapa Raina bisa bersama anda saat kecelakaan tadi.” Alex berdiri dan menghalangi Rika yang hendak mendekati Raina.


“Maafkan saya pak, saya tidak sengaja, sungguh saya tidak bermaksud untuk mencelakakan dia.” Rika menunduk.


“Yang saya Tanya, kenapa anda bisa bersama dia.” Alex mulai berbicara lantang, sehingga semua orang yang ada langsung melihat ke tenda.


“Saya hanya ingin berbicara sama dia, tapi saya juga tidak menyangka bahwa kejadainnya akan seperti ini.” Rika mulai menahan tangisnya.


“Jelaskan secara rinci, kalau hanya untuk bicara biasa kenapa anda mengajaknya untuk keluar dari jalur perjalanan kita semua.” Alex mengepalkan tangannya karena sudah geram dengan Rika.


“hiks… hiks… baiklah saya akan jujur sama bapak, tadinya saya hanya ingin memberinya nasihat, oh tidak.. yang benar saya tidak suka melihat dia dekat dengan anda hingga saya mengajak dia untuk membicarakan hal ini, namun saya tidak sengaja membuatnya terjatuh, bla… bla… bla… “Rika menjelaskan semuanya sambil menangis.


“Kenapa anda seperti itu, saya berhak untuk mencintai siapapun tanpa harus meminta izin dulu dari anda, anda bukan sipa-siapa saya, kenapa anda berani ikut campur pada urusan pribadi saya, tindakan anda membuat saya semakin benci melihat anda.” emosi Alex sudah sampai ke ubun-ubun.


“Maafkan saya.” Rika menunduk sambil menangis


“Menurut anda apakah cukup hanya dengan meminta maaf? bagaimana kalau dia trauma? apakah anda bisa mengobatinya? Urusan anda bukan dengan saya, silahkan untuk minta maaf secara formal terhadap Raina dan juga sekolah, karena anda telah membuat salah satu siswi sekolah hampir celaka, silahkan anda keluar dan jangan pernah mengusik kehidupan kami lagi.” Alex membalikkan tubuhnya menghadap Raina.


Rika menangis dan keluar dari tenda, semua orang yang ada saat itu jadi tahu penyebab kecelakaan yang dialami Raina.


Tak disangka, bu Rika bisa melakukan hal sebahaya ini . Batin dari beberapa orang yang menyaksikan kejadian ini.

__ADS_1


Raina mulai membuka matanya, dilihatnya atap tenda dan dia baru sadar bahwa dia sekarang berada di tenda. Alex langsung meraih tangan Raina dia senang karena akhirnya Raina sudah sadarkan diri, Raina langsung bangun dan memeluk Alex sambil menangis, Alex terus berupaya menenangkan Raina dengan mengelus kepala Raina.


Setelah agak tenang Alex mulai berbicara lagi.


“Apa ada yang sakit?” Alex melepaskan pelukannya dan melihat-lihat anggota tubuh Raina.


“Sepertinya kaki aku terkilir kak, dan tangan aku sakit karena terus bergelantung." Raina meraba kaki dan tangannya.


Alex langsung memeriksa kaki Raina dan memijat kaki Raina yang terkilir.


“Aawwwww…. Sakit kak.” Raina menjerit.


“Sakitnya Cuma sebentar, nanti juga hilang dengan sendirinya, ayo coba gerakin kakinya.” Alex meraih tubuh Raina dan membantunya untuk berdiri.


“Iya lumayan agak mendingan.” Raina duduk di camping bad.


“Terimakasih sudah menyelamatkan aku, aku gak tahu kalau kakak gak datang, mungkin aku udah…” Raina tidak melanjutkan ucapannya dan air matanya mulai membasahi pipinya lagi.


“Kakak bersyukur sekali kamu tidak apa-apa Rai, kakak tidak tahu apa yang akan kakak lakukan jika kakak tidak bisa menemukan mu.” Alex memeluk Raina.


“Tadi aku sangat takut kak.” Raina mengeratkan pelukannya.


“Tenanglah semuanya sudah berlalu, sekarang kamu istirahat lagi ya, dan fokuslah pada hal yang menarik supaya kejadian tadi bisa kamu lupakan, lupakan semuanya, kakak akan berada di sini menemani  kamu istirahat.” Alex membaringkan Raina dan menyeka air mata di pipi Raina, Alex terus memegang tangan Raina dan mengelus-ngelus kepalanya.


Hari sudah menunjukkan hampir siang, satu-persatu dari kelompok penjelajahan sudah mulai berdatangan ke lapangan, Ayu langsung menuju ke pos kesehatan karena dia sangat yakin Raina ada di sana.


Ayu datang dan langsung memeluk sahabatnya itu, dia terus memeriksa tubuh Raina karena takut ada yang terluka.

__ADS_1


“Mana yang sakit Rai, apa tubuhmu ada yang terluka.” Ayu memperlihatkan kecemasannya.


“Gak ada Yu, Cuma kaki aku aja terkilir, dan paling badan aku terasa ringsek karena terus bergelantungan dan terbentur sedikit." Raina tersenyum pada sahabatnya.


Mereka kembali berpelukan dan Ayu mulai mengintrogasi Raina.


“Rai.. tadi tuh kamu diapain sama bu Rika, sampai-sampai kamu bisa jatuh.” Ayu menatap mata sembab Raina.


Raina menatap pada Alex, karena dia pun belum menceriterakannya pada Alex, Alex hanya tersenyum pada Raina sebagai isyarat bahwa dia boleh menceriterakannya pada Ayu.


Raina mulai menjelaskan semuanya secara detail pada Ayu dan Alex, Alex yang mendengar penjelasan dari Raina, dia langsung mengepalkan tangannya tanda dia marah sama Rika, Ayu pun demikian dia terus mengumpat Rika karena Rika ternyata bukan orang baik.


“Kita perlu buat perhitungan dengan bu Rika Rai, Kita laporkan kejadian ini sama orang tuamu, biar dia tahu rasa Rai.” Ayu mulai memberi ide.


“Kayaknya orang tua aku gak perlu tahu Yu, aku takut mereka khawatir.” Raina mengedarkan pandangannya pada Alex.


“Kalau menurut kamu seperti itu Rai, urusan bu Rika, biar nanti kakak yang akan mengurusnya dengan pihak sekolah.” Alex mulai geram lagi mengingat tindakan Rika yang nekad.


"Aku rasa itu gak perlu kak, ini hanya kecelakaan, mungkin bu Rika tidak bermaksud untuk mendorong aku ke jurang." Raina mencoba untuk tidak menyeret Rika ke masalah yang lebih besar.


"Gak bisa Rai, bu Rika sudah jelas-jelas melanggar aturan yang sudah dibuat, biar nanti semuanya kakak yang urus, kalau dibiarkan kakak takut semua ini akan terulang bahkan lebih buruk dari pada kejadian hari ini." Alex mencoba untuk meluruskan semuanya.


"Tapi kak, aku kasihan sama bu Rika." Raina mengingat wajah Rika.


"Kamu tenang saja, kakak akan mencoba profesional dalam menyelesaikan masalah ini, karena posisi kakak di sini adalah sebagai penanggung jawab, artinya kakak harus bertindak adil pada setiap orang yang melakukan pelanggaran." Alex meyakinkan Raina.


Raina setuju dengan yang diutarakan oleh Alex, dia akan menyerahkan semuanya pada Alex, karena mungkin benar bahwa seseorang akan menyadari kesalahannya ketika mereka diberi teguran dan peringatan untuk selalu melakukan hal yang benar.

__ADS_1


__ADS_2