Pacarku Guru Bahasa Inggris

Pacarku Guru Bahasa Inggris
Kejutan


__ADS_3

Bi Asih datang ke ruang tamu memberitahukan bahwa sarapannya sudah siap.


Saat sampai ke ruang tamu, ternyata ada kejutan yang lainnya, bi Asih menyajikan nasi kuning lengkap dengan kue tartnya juga.


"Kapan bibi mengerjakan semua ini?" Raina menatap bi Asih.


"Bukan bibi Non, tapi Nak Alex yang membawa semua ini." Bi Asih tersenyum sambil melihat ke arah Alex.


"Kakak... Terima kasih banyak." Raina menggoyang-goyangkan tangan Alex.


"Iya sama-sama." Alex tersenyum sambil menarik kursi untuk Raina duduk.


"Kita tiup lilin dulu ya." Bi Asih memberi saran sambil membawa korek api.


Alex dan Raina hanya mengangguk tanda setuju.


Mereka pun bertiga menyanyi untuk merayakan ulang tahun Raina yang sederhana, kemudian Raina meniup lilin.


Raina menyuruh bi Asih untuk makan bersamanya, bi Asih sudah menolak namun Raina terus memohon, akhirnya bi Asih pun ikut sarapan dengan Alex dan Raina, sarapan nasi kuning.


Setelah selesai Alex dan Raina pamit untuk pergi sekolah.


Percakapan Raina dan Alex saat mereka dalam mobil menuju sekolah.


"Kakak masih marah gak sama aku?" Raina memberanikan diri membuka obrolan.


"Kamu mau membahasnya sekarang?" Alex menatap Raina.


"Iya." Sambil membalikkan tubuhnya dan menghadap Alex


"Kamu sendiri gimana, masih marah gak sama Kakak?" Alex balik bertanya.


"Ih orang nanya malah balik bertanya." Raina mengubah posisi duduknya ke semula.


"He ... he ... kenapa ekspresinya jadi seperti itu? sebenarnya dulu waktu kamu naik angkot Kakak mau ngejar kamu, tapi Kakak pikir itu tidak akan menyelesaikan masalah karena kita sama-sama sedang marah, Kakak minta maaf ya karena Kakak gak nunggu penjelasan kamu dulu, tapi emang kamunya kan yang gak ngasih penjelasan sama Kakak." Alex mulai menjelaskan.


"Mau ngejelasin gimana coba, muka Kakaknya aja udah serem, terus Kakak langsung nuduh aku gak jelas lagi." Raina mengingat wajah Alex waktu itu.


"Iya maka dari itu Kakak minta maaf." Alex tersenyum.


"Sebenarnya waktu itu aku gak sengaja ketemu sama si Shabi dan bla.. bla... bla


.. aku juga minta maaf ya Kak." Raina menjelaskan dengan tidak ada yang terlewat.


"Kakak udah maafin kamu, mulai sekarang kita harus terbuka dan jangan menyimpan masalah berlarut-larut." Alex mengusap lembut kepala Raina.


"Makasih Kak." Raina tersenyum.


"Kamu tahu gak Rai, Kakak gak tahan lihat kamu diam terus sama Kakak, Kakak kangen sama kamu." Alex menatap Raina.

__ADS_1


"Aku juga sama Kak, terus kemarin maksud Kakak apa? masa aku di suruh ngerjain dua tugas sekaligus, tega banget." Raina cemberut.


"Itu kan karena kamu buat salah." Jawab Alex singkat.


"Tapi kan aku baru sekali buat salahnya, orang lain saja di maafkan kenapa aku tidak, jangan-jangan Kakak sengaja mau ngerjain aku." Raina menatap Alex.


"Intinya Kakak hanya ingin bertemu dan dekat dengan kamu Rai." Alex tersenyum bahagia.


"Kakak mulai gak profesional dong." Raina membenarkan posisi duduknya.


"Ha ... ha ... ha ... ha... Enggaklah, cuma kemaren aja, itu juga karena gara-gara kamu yang ngegemesin." Alex tertawa lepas.


"Aku masih kangen Kak, andai saja sekarang sekolah libur." Raina menghayal.


"Nanti jam 10 tunggu Kakak di gerbang belakang ya." Alex


"Gak bisa, itu kan waktunya istirahat." Raina


"Pokoknya tunggu saja." Alex seakan memaksa.


Tak terasa mereka pun sampai di parkiran sekolah, karena terlalu asyik hingga mereka tidak menyadari bahwa mereka sudah sampai, dan ternyata mereka baru sadar bahwa banyak orang yang berada di sana.


Alex dan Raina saling pandang.


"Gimana ini kak?" Raina menatap ke luar melihat orang-orang yang sedang berada di sana.


"Mungkin sudah saatnya mereka tahu." Alex melepas seatbelt nya.


"Waktu itu Kakak pernah bilang, kamu tinggal pilih saja, mau bilang jujur atau cari alasan." Alex hanya tersenyum.


"Yang jelas aku pilih cari alasan." Raina menarik napas sambil membuka pintu mobil Alex dan keluar.


Alex pun tak lama keluar dari mobil setelah Raina keluar, bahkan hampir di bilang keluarnya bersamaan.


Pemandangan pagi yang begitu menyiutkan hati Raina, semua mata melihat tertuju padanya, namun Raina mencoba tenang meskipun pada kenyataannya dia sangat takut ketahuan.


berbeda dengan Alex, dia lebih tenang karena baginya bukan masalah jika orang lain tahu dan dia sudah berencana untuk mempublikasikan hubungan mereka, biar semuanya tahu bahwa Raina kekasih hatinya.


Di sana ada seseorang dengan pandangan mata yang begitu tajam melihat Raina dan Alex satu mobil, dia adalah Rika.


Rika yang melihat pemandangan seperti itu, dia mulai menerka-nerka pikirannya,


A**pa mungkin kebetulan atau memang sengaja. Batin Rika.


Alex menyapa semua guru yang sudah hadir di ruangan, dia duduk kemudian menyimpan tasnya dan mulai menyiapkan buku untuk memberikan materi hari ini.


Raina langsung masuk ke kelas, untung saja tidak ada yang bertanya padanya, atau mungkin mereka tidak melihatnya.


B**iarlah mereka semua menduga-duga, tapi kalau ada kesempatan untuk mencari alasan lebih baik aku cari alasan dulu dari pada harus langsung mengatakan yang sebenarnya tentang hubungan kami. Gumam Raina sambil duduk dan melepaskan tas punggungnya.

__ADS_1


Ayu baru masuk ke kelas bersamaan dengan bel masuk berbunyi, kemudian guru pun masuk untuk memberikan materi pelajarannya.


Dua jam berlalu, saatnya untuk belajar pelajaran yang lainnya, namun di sela-sela guru sedang memaparkan materi guru tersebut memberi pengumuman bahwa hari ini sekolah hanya sampai jam 10 dan besok sekolah diliburkan, di karenakan sekolah mereka akan dijadikan tempat untuk acara perlombaan olimpiade, sehingga pihak sekolah perlu waktu untuk membersihkan dan menata sekolah sebaik mungkin.


"Hore.. kita pulang." sorak semua murid yang ada di kelas Raina.


"Rai kita jalan yuk, mumpung masih pagi." Ayu menepuk bahu Raina.


Raina baru tersadar dengan ucapan Alex tadi untuk menunggunya di gerbang belakang.


"Hari ini aku gak bisa Yu, aku mau langsung pulang aja ke rumah." Raina membalikkan badannya menghadap ke Ayu.


"Ini masih pagi Rai, di rumah juga BT kan gak ada siapa-siapa." Ayu meyakinkan.


"Aku lagi pengen aja diam di rumah, lagi gak mood jalan-jalan." Raina menampakkan wajah malasnya.


"Ya udah aku ajak yang lain aja." Ayu keluar beranjak dari kursinya dan menghubungi temannya yang lain.


*drrttt... drttt... drrttt... pesan masuk


Pak Alex : Kakak tunggu di belakang ya


Raina : ok*


Raina menyimpan kembali ponselnya karena takut ketahuan oleh yang lainnya.


Bel berbunyi pertanda waktu pulang


meskipun pulang jam 10, namun pihak sekolah berharap semua siswa langsung meninggalkan sekolah karena sekolah harus steril untuk kegiatan besok, makanya semua murid langsung berhamburan keluar.


Raina menunggu jeda keluar dari teman-temannya, setelah 10 menit dia baru keluar menuju gerbang belakang.


Di sana ada Alex yang sudah menunggu Raina, Alex tadi keluar sebelum jam 10 karena kebetulan dia hanya mengajar dua jam pertama saja dan sisanya dia kosong.


Raina langsung masuk kedalam mobil, dan Alex memulai obrolannya.


"Benerkan yang Kakak bilang tadi." Alex menunjukkan ucapannya benar.


"Bener apanya, Kakak gak bilang apa-apa." Raina memasang seatbelt.


"Tadi kan Kakak bilang kamu harus nunggu di sini." Alex pura-pura kesal.


"Tapi kan gak bilang kalau sekolah akan di pulangkan jam 10." Raina tidak mau kalah.


"Kan biar kamu penasaran." Alex mengacak-acak rambut Raina.


"Kakak kenapa sih suka banget kayaknya ngacak-ngacak rambut aku." Raina cemberut.


"He ... he..." Alex hanya tersenyum.

__ADS_1


Alex mulai melajukan kendaraannya, menyusuri jalanan yang cukup ramai, dengan perasaan senang karena akhirnya mereka bisa pergi bersama lagi.


__ADS_2