
Alex menyetujui saran dokter, Raina sekarang sudah dipindahkan ke ruang perawatan. Raina pura-pura tidur karena masih malas untuk bicara dengan Alex.
Alex yang tahu Raina hanya pura-pura tidur dia malah menggodanya dengan mengatakan bahwa dia sangat rindu pada Raina dan ingin menciumnya, seketika Raina menutup wajahnya dengan selimut.
Alex terkekeh melihat Raina seperti itu, dengan membiarkan Raina menutup wajahnya Alex terus berusaha bicara dan menggoda Raina.
"Maaf karena Kakak meragukan mu Rai, Kakak seperti itu karena terpancing emosi oleh orang-orang yang menggunjingmu, Kakak mau percaya kamu gimana coba ... orang semua bukti menunjukkan bahwa kamu salah, sebenarnya sebelum kejadian ini Kakak sudah merasa kesal dengan penolakan kamu waktu Kakak ajak nikah, belum reda itu ehhhh ini malah di tambah dengan kamu tidak mengerjakan tugas, Kakak hanya ingin bicara baik-baik, bahkan kemarahan Kakak bertambah ketika Kakak tahu kamu tidak mengerjakan tugas Kakak. Maafin Kakak Rai."
Raina yang mendengar penjelasan Alex, dia berusaha tidak merespon apa-apa, dia hanya komat kamit gak jelas hingga Alex kembali bicara.
"Rai ... apa kamu tidak sesak napas? Alex mencoba membuka selimut Raina.
Seketika Raina menarik napas setelah Alex membuka selimutnya, karena dia sudah sesak dari tadi. Alex yang melihatnya pun hanya terseyum karena takut Raina makin marah.
"Kamu kenapa makan banyak sekali? emang perutmu muat berapa banyak? pake makan pedas segala, kamu tuh..." Alex belum sempat menyelesaikan ucapannya dan Raina langsung memotongnya.
"Kalau mau marah-marah, pulang aja, telinga aku udah penuh!" Raina mengerucutkan bibirnya.
"Kamu tuh ya Rai ... kenapa negative thinking terus? Kakak bukan marah cuma bertanya aja." Alex meraih tangan Raina.
"Aku gak negative thinking." Pekik Raina.
"Iya Kakak minta maaf, kamu mau kan maafin Kakak? Alex mencium tangan Raina.
"Aku tuh masih kesal tau ...." Raina mendelik.
"Ya udah sekarang bilang ke Kakak, Kakak akan mendengarkan semuanya, gak baik loh kalau hanya di simpan sendiri, nanti darah tinggi." Alex mencoba mencairkan suasana.
"Kamu ya!" Raina melepaskan tangannya dari genggaman Alex.
Alex hanya tersenyum melihatnya, dan Raina akhirnya mengutarakan semua kekesalannya.
dia mencoba duduk karena kalau sambil berbaring rasanya tidak nyaman.
__ADS_1
"Aku kecewa karena kamu tidak percaya sama aku (memilih aku kamu), harusnya saat aku di fitnah oleh orang lain kamu yang menguatkan aku bukan malah makin menyalahkan aku, semalas-malasnya aku dalam pelajaran, aku tidak pernah mengabaikan tugas yang diberikan oleh setiap guru karena itu sudah menjadi kewajibanku, tapi kamu ternyata tidak paham dengan aku, saat itu aku merasa asing dengan kamu, ditambah lagi ternyata semua ini dilakukan oleh mantan mu, hingga aku berpikir seandainya kita tidak berhubungan maka kejadian ini tidak akan terjadi." Raina menunduk.
"Apa kamu menyesal telah berhubunagn dengan Kakak?" Alex meraih tangan Raina.
Raina hanya menganggukkan kepalanya.
"Rai ... Kakak benar-benar minta maaf atas semua ini, Kakak tidak menyangka kalau dia akan berbuat seperti itu." Alex takut Raina melepaskannya.
"Makanya kalau punya mantan jangan terus disimpan di hati, urus dengan benar dan buang mantan pada tempatnya!" Raina meremas selimutnya karena masih kesal dengan Lia.
"Dia udah lama gak ada di pikiran apalagi di hati, Kakak udah menghilangkan semua kenangannya saat dia menikah dulu, sekarang hanya ada kamu Rai, kamu percaya kan?" Alex menatap Raina meskipun Raina tidak balik menatapnya.
"Tunggu ... Tadi Kakak bilang sebelum ini kakak juga kesal sama aku, emang salah aku apa?" Raina langsung mendongakkan keplanya dan menatap Alex (emosinya rada mencair hingga menyebut Alex dengan Kakak lagi).
"Iya Kakak kesal karena kamu menolak ajakan Kakak." Alex makin intens menatap Raina.
Raina terlihat berpikir mengingat-ingat ajakan Alex itu, karena Raina yang terus berpikir Alex mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan pesannya waktu itu, Raina mengingatnya dan seketika dia tertawa karena dia menganggap semua ajakan Alex waktu itu hanya main-main.
Alex kaget ketika Raina tertawa, namun dia merasa senang karena Raina sudah mulai kembali ke Raina yang ceria.
"Rai ... Mulai sekarang Kakak janji akan mempercayaimu dengan sepenuh hati, maaf ... Karena Kakak meragukan mu, dan maaf Kakak tidak memahami mu, Kamu mau kan memaafkan Kakak?" Alex kembali meraih tangan Raina.
"Aku masih kesal Kak ...." Raina menundukkan kepalanya.
"Kalau masih kesal kamu bisa kok marahin Kakak sepuasnya." Alex pun ikut menundukkan kepalanya dan menggoda Raina.
"Kakak ... apaan sih ...." Raina kaget karena hampir saja kepalanya berbenturan dengan Alex.
Alex tersenyum dan langsung memeluk Raina dengan selalu mengucapkan kata maaf, Raina pun membalas pelukan Alex karena marahnya sudah sedikit berkurang.
Setelah keadaan mulai normal, Alex melepaskan pelukannya sambil berkata : "Kamu tuh kenapa makan banyak sekali?"
"Aku kelaparan karena tadi aku cuma sarapan dan gak sempat makan siang makanya aku makan banyak."
__ADS_1
"Emang perut mu muat berapa banyak Rai? ingat ... makan berlebihan itu tidak baik bagi kesehatan, apalagi makan makanan yang pedas, lain kali jangan diulangi lagi ya!" Alex mengelus rambut Raina
"Iya."
"Sekarang kamu istirahat, biar cepat sembuh." Alex membaringkan Raina dan menyelimuti kekasih hatinya sambil mengecup keningnya.
Alex duduk di sofa kemudian dia pun membaringkan tubuhnya dan tak lama Alex pun tertidur karena baginya hari ini hari yang sangat melelahkan.
Alex bangun pagi-pagi sekali karena hari ini dia harus ke sekolah seperti biasanya, Alex melihat ke arah Raina ternyata belum bangun, dia langsung mendekati kekasih hatinya dan membelai pipinya.
Raina yang tertidur merasakan ada sesuatu yang mengusiknya, hingga dia pun terbangun dan melihat ternyata Alex sedang membelai pipinya.
"Kakak udah bangun?" Raina dengan suara khas orang bangun tidur.
"hemmmmm ... Maaf Kakak membuatmu terbangun."
"Kakak pulang aja, nanti biar bu Asih yang nemenin aku."
"Maaf ya Rai ... Sebenarnya kakak pengen jagain kamu, tapi hari ini kakak harus ke sekolah."
"Iya gak apa-apa, kenapa mesti minta maaf, lagian aku juga hari ini kayaknya udah bisa pulang, soalnya aku udah merasa baikan."
"Kamu jangan minta pulang dulu, tubuhmu masih lemas Rai masih harus di infus, Kakak janji hari ini Kakak akan pulang cepat dan nemenin kamu di sini." Alex mencium pucuk kepala Raina dan keluar dari kamar Raina.
Setelah Alex pergi Raina mengambil ponsel dan memberitahukan pada Ayu bahwa dirinya sekarang sedang di rawat dan tidak bisa ke sekolah, Ayu yang panik mendengar Raina di rawat dia langsung heboh dan memberitahukan teman sekelasnya lewat WhatsApp grup kelasnya.
Di sekolah Alex merasa tidak tenang karena meninggalkan Raina, karena terus kepikiran akhirnya Alex meminta izin untuk pulang cepat.
--------------
***Jangan lupa like n vote ya Reader... biar Author semangat.
Terimakasih buat yang udah ngasih like n vote nya, mudah-mudahan selalu sehat dan banyak rezekinya
__ADS_1
yang belum ditunggu ya like n vote nya***