Pacarku Guru Bahasa Inggris

Pacarku Guru Bahasa Inggris
Sepertinya Tuhan Marah


__ADS_3

Setelah menyerahkan tas Arman pamit pulang pada Alex.


"Sorry gue gak bisa nemenin loe Lex, ada hal yang harus gue beresin." Ucapnya sambil menepuk bahu Alex dan berlalu meninggalkan Alex di ruang perawatan Raina.


"Makasih ya ..." Alex hanya tersenyum getir menatap sahabatnya yang kini meninggalkannya sendiri.


Tak lama Alex merasakan ada gerakan tangan Raina yang mengguncangkan bahunya yang sedang dia rebahkan di sisi Raina.


"Sayang ... Kamu sudah sadar." Alex langsung mengelus rambut istrinya.


"Iya." Suara Raina sedikit agak serak seperti orang yang baru bangun tidur.


"Kenapa aku di rumah sakit kak?" Raina mengedarkan pandangannya dan berhenti pada selang yang terpasang di daerah intinya.


"Aku kenapa Kak? kenapa perut aku rasanya sakit Kak?" Raina mencoba untuk duduk namun langsung di cegah oleh Alex.


"Jangan dulu bangun Rai ... kamu harus terlentang dulu." Alex menahan bahu Raina supaya tidak bangun.


"Aku kenapa Kak?" Raina mulai berkaca-kaca sambil menerka-nerka kemungkinan yang terjadi.


"Sabar ya Rai ... ini ujian buat kita." Alex tercekat ketika harus mengatakan yang sebenarnya.


"Maksudnya apa Kak? ujian apa?" Raina makin penasaran.


"Tuhan lebih sayang sama calon bayi kita Rai ... Tuhan sedang mencoba kesabaran kita." Ucap Alex dengan tak henti-hentinya mengelus rambut istrinya.


"Aku keguguran Kak?" Raina memberanikan mengucapkan perkiraaannya.


"Yang sabar ya." Alex mengangguk.


"Hiks ... hiks ... hiks ... ini salah aku Kak. Aku tidak menjaga anak kita dengan baik. Maafkan aku Kak." Tangis Raina pecah sambil mengelus perutnya.


"ini sudah takdir Rai ... kamu jangan nyalahin diri kamu sendiri seperti itu. Kakak yakin Tuhan sudah mempunyai rencana lain untuk kita." Alex menyeka air mata Raina.


"Kenapa Tuhan mengambilnya di saat aku sudah menerima kehadirannya. Aku bahkan belum merasakan gerakan-gerakan apapun dari anak kita Kak."


"Maafkan momy sayang ..." Ucap Raina lagi yang langsung membuat pertahanan Alex runtuh ketika Raina mengucapkan kalimat terakhirnya.


"Apakah pihak sekolah tahu Kak?" Raina mulai mengalihkan pembicaraannya karena takut membuat Alex ikut-ikutan terpuruk.


"Tidak ada yang tahu kecuali Ayu dan Arman. Kamu tidak usah mikirin yang itu dulu, cukup fokus pada kesembuhan kamu dulu ya." Alex menggenggam tangan Raina dengan sesekali mencium tangan istrinya itu.


"Iya Kak ... Maafkan aku." Raina mencoba tersenyum meskipun hatinya menangis.

__ADS_1


"Udah ... jangan minta maaf terus." Alex membelai pipi Raina dan menyeka air mata yang tertinggal.


"Apa yang kamu rasakan dengan perutmu Rai?" Alex pun sama mencoba mengalihkan perhatian Raina.


"Aku baik-baik saja Kak, cuma agak sedikit linu." Ucap Raina sambil meringis sambil mencoba bergerak


"Jangan gerak dulu! nanti sakit." Alex langsung berdiri untuk mencegah Raina gerak.


"Aku haus Kak ... " Ucap Raina sambil menunjuk air minum yang ada di nakas.


Alex langsung mengambil air minum dan membantu Raina untuk meminumnya dengan menggunakan sedotan supaya Raina tidak bangun.


"Kak ... Apa mungkin Tuhan marah sama aku gara-gara aku pernah menolak untuk hamil?" Raina kembali mengungkapkan praduga-praduganya.


"Ish ... Kamu jangan bicara seperti itu. Mungkin Tuhan ngasih waktu untuk kita supaya bisa lebih siap lagi dan buat nikmatin momen pengantin baru." Sahut Alex dengan senyum tipisnya.


"Tapi kayaknya Tuhan memang marah Kak. Aku udah egois tidak menerima kehamilanku ini. Kak ... Aku janji saat aku hamil nanti aku gak akan pernah menolak lagi. Meskipun aku harus merelakan masa remaja aku untuk mengurus anak kita nanti." Raina tersenyum.


"Iya ... kita masih bisa berusaha untuk menambah keturunan kita." Pungkas Alex karena bersamaan dengan itu dokter masuk ke ruangan Raina.


"Bagaimana sekarang?" Ucap Dokter sambil memeriksa keadaan Raina.


"Badan aku terasa linu semua dok." Ucap Raina sambil meringis.


"Baik dok. Terima kasih." Sahut Raina dengan tersenyum juga.


Selama dua hari Raina menjalani perawatan di rumah sakit dan sekarang Raina sudah pulang ke rumah karena Raina yang ngotot minta pulang ke rumah akhirnya pihak rumah sakit mengijinkannya dengan catatan harus rawat jalan.


"Kak ... Sekolah aku bagaimana?" Ucap Raina saat tiba di kamarnya.


"Kakak udah minta ijin supaya kamu ikut di ujian praktek susulan." Alex membantu Raina berbaring di tempat tidur.


"Mereka gak ada yang tanya aku kenapa kan?" Sahut Raina penasaran.


"Gak ada ... Ayu udah menjelaskan pada teman-teman kamu semuanya bahwa kamu cedera kaki hingga sulit untuk jalan."


"Kenapa bohong? kaki aku kan cuma terkilir biasa." Sambung Raina.


"Sama aja kan? kita gak bohong banyak karena memang kenyataannya kaki kamu sakit." Alex duduk dekat dengan Raina.


"Makasih ya Kak ... Aku sayang sama Kakak." Raina langsung memeluk suaminya.


"Kakak juga sayang sama kamu Rai." Alex membalas pelukan Raina sambil mengecup bibir Raina sekilas.

__ADS_1


"Ish ... main nyosor aja." Raina melepaskan pelukannya.


"Nyosor sama istri sendiri gak apa-apa kan?" Alex mengulanginya lagi mencium bibir Raina.


"Udah dong ... nanti keterusan ... Aku masih linu Kak, gak kuat ..." Raina mengerucutkan bibirnya.


"Iya ... Kakak juga ngerti. Kakak gak bakalan minta lebih cuma minta ini aja." Alex langsung mencium bibir Raina dengan lembut.


Seakan sudah lama tidak melakukannya, Raina langsung terbawa suasana oleh ciuman yang di berikan oleh suaminya. Mereka enggan melepaskan hingga akhirnya mereka harus menyudahinya karena ada suara bel yang berbunyi tanda ada orang yang bertamu.


"Siapa ya yang bertamu?" Alex mengernyitkan dahinya yang dibalas dengan hendikkan bahu oleh Raina.


"Buka aja ... Mungkin tamu buat Kakak." Ucap Raina sambil mendorong suaminya agar beranjak dari tempat tidur.


"Tunggu ya ... jangan banyak gerak dulu." Alex beranjak keluar untuk membuka pintu.


Saat Alex membuka pintu ternyata Ayu yang datang bertamu.


"Assalamu'alaikum Pak ... Boleh ketemu sama Raina gak?" Ayu tersenyum kaku takut Alex marah karena telah berani berkunjung ke rumahnya.


"Waalaikumsalam ... tentu boleh Yu ... Mari silakan masuk." Alex mengajak Ayu masuk dan menyuruhnya untuk duduk di ruang tamu.


"Tunggu sebentar ya ... Saya panggil Rainanya dulu." Alex pergi masuk ke kamar untuk mengabari Raina.


"Kak siapa yang datang?" Ucap Raina saat suaminya masuk ke kamar.


"Ayu ... Dia mau ketemu sama kamu." Alex membantu Raina untuk berdiri.


"Ayu sama siapa Kak?" Sahut Raina sambil berjalan dengan perlahan.


"Sendirian." Jawab Alex sambil menggandeng bahu istrinya.


"Yu ..." Sapa Raina saat telah tiba di ruang tamu.


"Rai ..." Ayu langsung berhambur memeluk sahabatnya.


"Gimana keadaan mu? udah enakan belum?" Ayu melepaskan pelukannya.


"Alhamdulilah ... Aku udah enakan Yu." Raina duduk di sebelah Ayu.


"Kakak tinggal ya Rai ... mau bikin minum dulu." Ucap Alex.


"Maaf ya Pak ... saya jadi merepotkan." ucap Ayu tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2