
Tibalah saatnya waktu yang ditunggu, hari ini semua peserta yang akan mengikuti perkemahan akan berangkat ke sebuah perkebunan teh yang jaraknya cukup jauh dari sekolah secara bergiliran mereka naik ke alat transportasi yang disediakan sekolah untuk menuju ke tempat perkemahan.
Satu persatu semua anggota peserta kemah sampai di tempat tujuan, setelah semuanya berkumpul mereka diinstruksikan untuk mendirikan tenda mereka, dengan bergotong royong mereka semua mencoba mendirikan tenda, siswa perempuan dibantu oleh siswa laki-laki sedangkan yang lainnya mulai menyiapkan hal yang lainnya.
Waktu sudah semakin siang, para peserta kemping baru selesai mendirikan tenda, kemudian mereka mulai memasak untuk makan mereka.
Alex mulai berkeliling melihat semua tenda peserta kemah, Alex langsung tersenyum di saat melihat Raina yang sedang kerepotan memasak karena memang dirinya tidak bisa melakukan itu.
Alex berjalan menghampiri Raina, Raina yang saat itu sedang mau menggoreng makanan, tiba-tiba dia panik karena terkena cipratan minyak, karena panik Raina langsung berbalik hendak berlari namun langkahnya terhenti karena menabrak dada bidang seseorang, dan posisi mereka seperti berpelukan.
Tentu saja karena jeritan Raina mengundang perhatian orang sehingga hampir setiap orang melihat ke arah suara itu berasal, mereka langsung melongo karena Raina menabrak kekasihnya sendiri, ya Alex lah yang dia tabrak, dengan spontan Alex langsung meraih pinggang Raina, sehingga semua orang yang melihat kejadian itu hampir tidak bisa berkedip melihat adegan romantis sepasang kekasih yang begitu tiba-tiba karena tidak sengaja.
"Kamu tuh bikin orang panik saja." Alex melepaskan Raina.
Mendengar suara itu seketika Raina langsung melihat ke arah orang yang ditabraknya dan dia tahu dari suaranya dia adalah kekasihnya.
"Maaf.. tadi aku kaget karena tangan aku kepanasan terkena cipratan minyak, makanya aku gak sadar dan langsung lari." Raina menunjukkan tangannya pada Alex.
" Ayo kakak tunjukkin caranya." Alex menuntun Raina ke tempat dimana dia tadi memasak.
Raina melepaskan pegangan Alex karena dia baru sadar bahwa dirinya menjadi pusat perhatian orang lain.
Rika yang menyaksikan kejadian itu, dia langsung memasang wajah masam karena marah pada Raina dia terlihat beberapa kali mengepalkan tangannya dan juga meremas bajunya sendiri.
*I*hhh dasar gadis tidak tahu malu, bisa-bisanya dia menyempatkan diri mencari perhatian Alex, padahal ini di tempat umum, sepertinya aku harus memperingatkan dia agar bisa menjaga sikapnya. gerutu Rika.
Alex langsung mencontohkan Raina tentang bagaimana memasak supaya tangan tidak kecipratan minyak, Raina hanya mengangguk-angguk saja karena masih merasakan panas pada tangannya akibat kecipratan minyak
"Wah, bapak memang pandai memasak ya." salah satu anggota yang satu tenda dengan Raina memuji Alex.
"Anak pramuka itu harus serba bisa, supaya ketika kemping kalian tidak perlu bergantung pada orang lain." Alex tersenyum menatap Raina dan pergi untuk melanjutkan berkeliling mengecek tenda yang lainnya.
"Ciee... ciee... tadi tuh adegan romantisnya gak bisa di pending ya." Ayu menggoda Raina.
"Itu gak sengaja Yu." Raina memasang isyarat supaya Ayu tidak meneruskan pembicaraannya.
__ADS_1
Bukan Ayu namanya kalau dia tidak berhasil membuat Raina malu karena kejadian tadi, dia mulai kepo sama Raina, kemudian sambil setengah berbisik dia mulai ngepoin Raina yang sedang memasak.
"Rai.. masih ingat gak waktu kita nonton dulu, kalau gak salah judul filmya xxx." Ayu antusias ingin mendengar jawaban Raina.
"Iya aku ingat, emang kenapa." Raina hanya fokus pada masakannya karena takut gosong.
"Saat adegan ciuman, tiba-tiba kamu senyum-senyum sendiri sambil megang bibir, apa waktu itu kamu udah pernah ngelakuinnya sama pak Alex." Ayu mencoba mencari kebenaran.
"Apaan sih.. ngaco kamu." Raina gelagapan
menjawab pertanyaan Ayu.
"Iya atau tidak." Ayu makin penasaran.
"Kamu tuh bukannya bantuin aku, malah terus bicara, nih lanjutin aku mau ngambil air dulu" Raina mencoba mengalihkan pembicaraan dengan Ayu dan berusaha untuk mengakhirinya dengan cara pergi jauh dari Ayu.
"Kamu awas ya kalau gak jujur sama aku, nanti aku cari tahu sendiri" Ayu kesal karena tidak mendapat jawaban yang diharapkan dari Raina.
Ayu... bisa-bisanya dia ngebahas yang kaya gitu sekarang, hampir saja jantung aku copot dengan pertanyaannya, aku masih malu untuk menceritakan semuanya pada Ayu, takut dia keceplosan dan akhirnya orang lain tahu. Raina
"Mana tanganmu, kalau masih panas pake salep ini saja, biar nanti lukanya gak berbekas." Alex meraih tangan Raina dan mengolesi tangannya dengan salep yang dia bawa.
"Kakak jangan kaya gini, nanti ada yang lihat." Raina mengebaskan tangannya namun ditahan Alex.
"Memangnya kita ngapain? kakak cuma ngobatin tangan kamu, emang orang mau bilang apa?" Alex hanya tersenyum.
"Itu... tadi juga, orang lain bisik-bisik sambil lihat muka aku." Raina cemberut.
"Rai.. kamu jangan terlalu pusing dengan omongan orang, tadi semua orang juga tahu, itu gak sengaja, atau mungkin kamu memang sengaja cari kesempatan mau meluk kakak" Alex menggoda Raina.
Raina hanya mendelikkan matanya dan langsung pergi meninggalkan Alex, Alex hanya tersenyum melihat Raina yang semakin menggemaskan menurutnya.
Lagi-lagi Rika melihat Alex yang sedang mengobati tangan Raina, dia terus menerus mengekori Alex karena dia sedang mencari cara untuk mendekati Alex lagi, namun usahanya itu selalu sia-sia karena selalu ada Raina yang dia anggap selalu menghalangi jalannya.
Malam telah tiba, udara di Perkebunan teh begitu dingin, hingga semua orang yang ada di tempat itu harus menggunakan jaket supaya tidak kedinginan.
__ADS_1
Sekarang acaranya permainan, semua anggota kemping duduk melingkar dengan anggota yang lainnya.
Permainannya adalah meneruskan kata yang dilakukan oleh orang yang terakhir kali terkena tepukan oleh temannya saat kata terakhir diucapkan, jika tidak bisa melanjutkan kalimatnya, maka akan kena hukuman.
Mereka semua tertawa bahagia karena melihat orang yang terkena hukuman dengan pilihannya sendiri melakukan hukumannya sesuai dengan pilihan yang di buat oleh panitia.
Alex mulai terpikirkan untuk menjahili kekasihnya, karena dia tahu Raina tidak begitu fokus dengan permainannya kali ini, hingga dia mengeluarkan permainan dengan lirik yang lain.
"bang.. bang.. kalima.. lima.. gobang.. bang.. bangkong.. ditengah.. sawah.. wah.. wahai..."
Tangan teman Raina tepat menepuk tangan Raina, namun Raina tidak bisa melanjutkan liriknya karena dia tidak fokus dengan kalimat yang diucapkan oleh temannya dalam permainan ini.
Raina hanya tersenyum karena dia tidak tahu harus mengatakan kata atau kalimat berikutnya.
"1.. 2... 3" semua orang memberi aba-aba untuk Raina menjawab.
Setelah angka 3 mereka tidak mendapatkan jawabannya mereka langsung bersorak
"maju... maju... maju..."
Raina maju ke depan dan mulai mengambil hukumannya pada kotak yang sudah disediakan.
Alex tersenyum puas karena berhasil mengerjai Raina, dia ingin tahu hukuman yang akan diambil oleh Raina, yang jelas semua hukuman yang di buat semuanya akan membuat orang lain tertawa.
Raina menyerahkan potongan kertas yang berhasil dia ambil dari kotak hukuman, dan seseorang mengatakan dengan lantang.
"hukumannya adalah.... Ungkapkan perasaan cintamu pada seseorang."
Raina terkejut dengan hukuman yang harus dia lakukan.
Hukumam macam apa ini, masa aku harus... ahhhhh... ayo fokus.. fokus.." Raina menggerutu dalam hatinya.
Alex tersenyum menang ketika mendengar jenis hukuman yang harus Raina lakukan, tiba-tiba seseorang berteriak dan langsung disambut oleh yang lainnya.
"Pak Alex maju.. ayo... ayo... ayo..." Semua bersorak menyuruh Alex maju, bahkan Alex maju di paksa oleh yang lainnya sambil tangannya di tarik untuk maju.
__ADS_1