Pacarku Guru Bahasa Inggris

Pacarku Guru Bahasa Inggris
Siang yang makin Panas dengan kenikmatan hakiki


__ADS_3

"Ayo kita turun Kak ... Aku udah lapar ..." Raina menarik tangan suaminya manja.


Aduh ... Rasanya masih belum siap bertemu ibu mertua. Kalau gak turun nanti di bilang gak sopan. Huuhhh ... Alex menghembuskan napasnya.


"Kenapa? masih malu ya?" Raina seperti tahu apa yang sedang dipikirkan oleh suaminya.


"Kamu sih ... kalau pintunya di kunci gak bakalan ketahuan kaya tadi." Alex berjalan gontai.


"Gak usah malu ... Mereka juga kan pernah ngalamin kaya kita." Raina bergelayut manja.


"Akhirnya kalian turun juga ... Ayo kita makan." Ucap Maria sambil menahan senyumnya mengingat adegan anak dan menantunya tadi di kamar.


"Ibu gak sopan ih masuk kamar gak ngetuk pintu dulu." Sahut Raina.


"Emangnya ibu ngapain masuk ke kamar kamu sayang." Hasan ikut bicara.


"Tau tuh ... Mana aku lagi ..." Ucapan Raina terhenti karena Alex langsung membungkam mulut Raina dengan tangannya.


"Lagi apa?" Hasan penasaran karena Alex langsung bergerak cepat menghentikan Raina bicara.


"Gak lagi ngapa-ngapain kok Yah." Ucap Alex sambil memberi isyarat Raina untuk diam.


Maria makin tidak bisa menahan tawanya melihat menantunya yang jadi salah tingkah.


"hahahaha..." Maria tertawa yang membuat Hasan terkejut.


"Kenapa bu? apa ada yang lucu?" Tanya Hasan Heran.


"Maafin ibu ya ... Lain kali biasakan pintu kamarnya dikunci biar gak terciduk sama satpol PP." Maria tertawa sambil mengambilkan nasi untuk suaminya.


"Gak bakalan ada yang nyelonong masuk lagi kaya ibu, di rumah cuma ada kita berdua. iya kan Kak? Raina pun sama mengambilkan nasi untuk suaminya.


"Hadeuhhhh ... ibu ada-ada aja." Hasan sudah paham dengan maksud obrolan anak dan istrinya.


Mereka menikmati makan malam dengan tanpa suara. hanya dentingan sendok dan garpu yang saling bersahutan satu sama lainnya.


"Kami ke kamar duluan ya ... " Pamit Raina pada orang tuanya sambil menarik Alex.


"Jangan lupa di kunci pintunya." Goda Maria.


"Ishh ..." Raina mendelik dan langsung meninggalkan orang tuanya.


"Sayang ... kenapa ngungkit kejadian tadi sama ayah?" Ucap Alex saat mereka berada di kamar.


"Emang kenapa?" Raina emang polos.


"Kamu tuh ya ... Kakak malu ..." Sahut Alex.


"Gak usah malu, toh nanti ayah juga bakalan tahu sendiri dari ibu." Raina membaringkan tubuhnya.

__ADS_1


"Besok kita berangkat pagi-pagi aja ya ... Biar malunya cepat berakhir." Alex memeluk tubuh Raina dengan tangan yang bergerilya ke sana kemari.


"Kak ... aku ngantuk." Raina memberi kode bahwa malam ini dirinya tidak mau diganggu.


"Sama ..." Alex makin mengeratkan pelukannya.


"Kali ini kakak lepasin, besok tidak akan pernah." Alex mencium bibir Raina sekilas.


"Iya ... iya ... " Raina mulai tertidur.


Malam ini berlalu hanya dengan tidur saling berpelukan saja sambil menyiapkan tenaga untuk pertempuran besok sampai empat hari ke depan.


Raina dan Alex sudah bersiap-siap untuk pergi ke hotel yang sudah dibooking oleh Andi untuk mereka berdua.


"Loh kalian mau pergi sekarang?" Maria melihat Alex mendorong koper milik mereka.


"Iya bu ... Aku gak sabar pengen jalan-jalan." Raina langsung menarik kursi untuk Suaminya duduk di ruang makan.


"Kirain ibu kalian perginya nanti sore." Sambung Maria.


"Nanti kalau keburu kita kesini lagi." Sahut Raina.


"Iya ... lagian ibu juga besok mau nemenin ayah ke kota M." Ucap Maria.


"Jangan lupa oleh-olehnya ya..." Raina mulai menyuapkan sarapannya.


Setelah sarapan Alex dan Raina pamit pada Maria. Hasan sudah terlebih dulu berangkat ke kantor karena harus menyiapkan meeting sehingga dia tidak sarapan bersama.


Sekitar satu jam mereka baru sampai di hotel yang mereka tuju. Alex dan Raina begitu bahagia karena hotelnya tempat menginap berada persis di bibir pantai.


"Kak ... aku pengen main di pantai ya ..." Ucap Raina setelah mereka masuk ke kamar.


"Nanti sore ... sekarang udah panas." Sahut Alex.


"Ok ..." Raina langsung menjatuhkan tubuhnya di atas kasur.


Alex ikut menjatuhkan tubuhnya di sebelah Raina sambil meregangkan otot-ototnya.


"Kak ... kenapa ya aku tuh sekarang bawaannya ngantuk mulu." Raina menguap.


"Kamu kebanyakan makan jadi bawaannya ngantuk." Alex memiringkan badannya menghadap Raina.


Dengan tanpa aba-aba Alex langsung menindih tubuh Raina sambil menciumnya dengan agresif.


Raina yang tidak siap dengan spontan menarik rambut Alex karena kaget.


"Apaan sih Rai ..." Alex meringis kesakitan.


"Maaf... aku gak sengaja." Raina terkekeh.

__ADS_1


"Kamu ya ..." Alex hendak beranjak dari tubuh Raina namun ditahan oleh tangan Raina yang langsung memegang tengkuk leher Alex.


Raina langsung melakukan serangan pada suaminya. Dia memulai permainannya dengan agresif.


Alex yang merasa senang dengan Raina yang sudah berani memimpin permainan, dia terus membalas permainan yang diberikan istrinya.


Foreplay yang mereka lakukan sekarang sedikit beringas. Alex yang sudah menahan hasratnya sejak dua hari yang lalu kini tidak bisa menahan gejolak nafsu yang memburu di dalam dirinya.


Ciuman lembut berubah menjadi ciuman panas, suara kenikmatan yang keluar dari bibir mereka saling bersahutan membuat mereka semakin dibuat mabuk kepayang.


Alex perlahan menaggalkan pakaian Raina dan Raina mencoba untuk menanggalkan pakaian suaminya.


Saat tubuh mereka sama-sama polos, Alex langsung menggencarkan serangannya lagi. Tangan yang bergerilya sudah melebarkan sayapnya ke sana kemari.


Lagi-lagi Alex membuat tanda kepemilikannya hampir di sekujur tubuh istrinya. Desiran darah sudah mulai memanas.


Tubuh Raina sudah bergelinjang mendapat sentuhan-sentuhan lembut dari suaminya. Saat kandangnya disapu oleh lidah sang pemilik singa, Raina begitu menikmatinya hingga suara seksinya kembali keluar di saat merasakan kenikmatan surga dunia yang hakiki.


Alex yang merasa senang telah membuat istrinya puas, kini giliran singanya yang harus mendapatkan kenikmatan surga dunianya dari sang pemilik kandang.


Alex langsung memasukkan singanya ke kandang tempatnya melakukan atraksi sirkus. Dengan permainan sirkus yang hampir profesional Alex membuat sang pemilik kandang kembali merasakan nikmatnya surga dunia. Dengan ritme permainan yang agak cepat keduanya kembali mengeluarkan suara seksi mereka berdua ketika mencapai kenikmatannya. Sungguh siang ini menjadi siang yang paling panas bagi sepasang suami istri yang telah terkulai lemah akibat permainan mereka.


"Terima Kasih Honey..." Alex mengecup pucuk kepala Raina sambil menyelimuti tubuh mereka berdua.


Permainan yang sungguh melelahkan hingga membuat mereka berdua langsung terlelap tidur karena kelelahan.


Sore harinya mereka sudah siap untuk bermain di pantai. Raina tidak menghiraukan bekas kissmark yang ada di lehernya. Toh di sini mereka tidak akan bertemu dengan orang yang mereka kenal.


Saat tengah asyik bermain di pantai. Alex tiba-tiba melihat sahabatnya sendiri yang tengah bermain di pantai. Ya dia adalah Arman.


Arman yang melihat keberadaan sahabatnya dia langsung menghampiri Alex yang tengah bermain dengan Raina.


"Hai ... kalian lagi ngapain?" Sapa Arman yang langsung terkejut melihat leher Raina yang penuh dengan kissmark buatan suaminya.


Si Alex udah kaya pedofil ... sampai-sampai jadi drakula dadakan. Sungguh beringas teman gue yang satu ini. Gerutu Arman dalam hati


---------


Hallo Reader semuanya ...


Author minta dukungan di karya yang ke dua ya ...


"JODOH MENTARI"


Jangan lupa untuk like n kasih komentarnya juga ya ...


semoga berkenan, ditunggu ya jejaknya...


semoga sehat dan jangan lupa bahagia.

__ADS_1


Terima kasih....


__ADS_2