
"Rai ... Kamu keluar dulu, ini ada pihak WO yang mau mendekorasi kamar kamu." Ucap Maria.
"Iya silakan." Raina keluar dari kamar.
"Kamu istirahat di kamar tamu aja dulu, nanti kalau udah beres nanti ibu kasih tahu." Pungkas Maria.
Ketika turun ke bawah Raina begitu terpukau dengan keadaan rumahnya, rumahnya sudah di sulap menjadi gedung pernikahan yang indah.
Wahhh sebentar lagi aku akan duduk di pelaminan itu, hehe ... Raina senyum sendiri melihat pelaminan yang begitu indah.
-----------------
Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh Alex dan juga Raina. Raina bangun sangat pagi-pagi sekali karena harus di rias oleh pihak penata rias.
Hampir tiga jam Raina duduk sambil di rias oleh penata rias, dan sekarang Raina sudah siap dengan gaun pengantinnya.
"Rai ... Kamu cantik banget ...." Ayu yang baru datang sangat terpukau melihat kecantikan Raina. Ayu langsung berhambur akan memeluk Raina namun sebelum pelukannya sampai, Ayu sudah di cegah oleh pihak penata rias untuk tidak memeluk Raina.
"Maaf ya Dek ... jangan dulu meluk calon pengantinnya, takut merusak gaun dan riasannya." Penata Rias menghalangi Ayu.
"Gak bakalan rusak kok, orang cuma mau meluk aja, bukan mau narik gaun." Ayu mengerucutkan bibirnya karena kesal pada penata rias.
"Iya mbak ... ini sahabat saya, dia gak bakalan ngerusak kok." Tambah Raina.
"Tetap saja ya... sebelum akad nikah di mulai gak boleh peluk-peluk!" Tegas Penata rias.
"Kamu saya perbolehkan tinggal di sini, tapi jangan mengganggu calon pengantin ya." Ucap penata rias yang satunya lagi.
Raina begitu gugup, tangannya terus menerus meremas gaun yang dia kenakan.
"Pake ini saja, jangan meremas gaunnya ya." Penata Rias memberikan tisu untuk Raina remas-remas karena dari tadi dia melihat Raina meremas gaunnya.
"Gak usah gugup, sebentar lagi pihak mempelai pria akan segera tiba." Ucapnya lagi untuk menenangkan Raina.
Benar saja 10 menit kemudian pihak mempelai pria sudah tiba beserta rombongannya.
Alex terlihat begitu gagah menggunakan tuxedo yang senada dengan warna gaun Raina.
Alex berjalan masuk ke dalam dengan didampingi oleh ayah dan ibunya.
Mudah-mudahan aku bisa mengucapkan ijab qobul dengan lancar... Huuuuuuhhhh... Alex menarik napas untuk menghilangkan rasa gugupnya.
Sebelum acara akad nikah, ada serangkaian acara yang harus mereka lewati mulai dari pembacaan ayat suci Alquran, sambutan dari keluarga kedua mempelai dan tausiah nikah.
Sekarang waktunya acara yang ditunggu-tunggu yaitu acara ijab qobul akan segera di laksanakan.
__ADS_1
Penghulu meminta agar kedua mempelai bisa dihadirkan, Alex langsung didampingi oleh ayah dan ibunya untuk duduk di kursi yang akan dijadikan tempat ijab qobul.
"Rai ... Ayo sekarang waktunya kamu turun." Maria menggandeng putri kesayangannya untuk turun dengan di dampingi oleh Ayu.
Ya Tuhan ... kenapa kaki aku tiba-tiba lemas, aku hampir tidak bisa berdiri. Raina gugup hingga tubuhnya lemas.
"Kamu tarik napas dulu Rai ... lihat tangan mu dingin sekali." Maria menggosok-gosok telapak tangan Raina.
Raina turun ke bawah dengan didampingi oleh Maria dan Ayu. Semua orang memandang takjub pada Raina, Raina begitu cantik dengan riasan wajah pengantin seperti umumnya, namun Raina begitu cantik dan anggun, gaun pengantin yang dikenakannya pun terlihat mewah.
Raina berjalan sambil menunduk, dia tidak berani menatap orang lain karena saking gugupnya. Alex terus memandangi Raina sampai Raina duduk di sebelahnya.
"Ananda Raina ... coba dilihat dulu orang yang ada disampingnya, apalah benar ini calon suaminya atau bukan?" Penghulu melakukan ini karena dari tadi Raina hanya menunduk.
Raina mencoba melirik ke arah samping dan ditatapnya laki-laki yang ada disampingnya itu .
"Iya." Raina tersenyum ketika melihat Alex yang juga tengah menatap dirinya.
Alex tahu kalau Raina sedang gugup, dengan spontan Alex menggenggam tangan Raina.
"Mas ... pegangannya ditunda dulu ya... tunggu sah dulu, kalau udah sah mas bebas mau melakukan apa pun juga." Ucap penghulu sambil terkekeh melihat kelakuan Alex.
"Sabar bro... udah kebelet ya." Goda Arman yang kebetulan duduk di belakang Alex.
"Baiklah kita mulai acaranya, silahkan calon pengantin pria untuk berjabat tangan dengan wali nikah dari calon pengantin wanita." Perintah Penghulu.
"Saya terima nikah dan kawinnya Raina Salsabila binti Hasan Ferdinan dengan maskawin tersebut tunai." Ucap Alex lantang dalam satu tarikan napas.
"Bagaimana Saksi?"
"Sah ..."
"Sah ..."
"Sah ..."
"Sah ..." Serempak semua orang mengucapkannya.
"Alhamdulilah... sekarang kalian sudah sah menjadi pasangan suami istri." Ucap penghulu.
Kemudian Alex membacakan sighat ta'liq setelah ijab qobul selesai, kemudian Alex dan Raina menandatangani buku nikah mereka.
Raina mencium punggung tangan Alex, dan Alex mencium kening Raina. Namun entah refleks atau udah kebelet setelah mencium kening Raina, Alex malah melanjutkan dengan mencium bibir Raina. Sontak semua orang yang melihat adegan itu semuanya jadi heboh.
"Biarkan saja... Mereka sudah halal." Ucap penghulu sambil terkekeh.
__ADS_1
Alex langsung melepaskan ciumannya.
"Kak ... apaan sih..." Raina menunduk karena malu.
Alex ikut tersenyum meskipun dalam hatinya dia merasa malu karena telah mencium istrinya di depan banyak orang.
Acara dilanjutkan dengan sungkem kepada kedua orang tua mereka. Setelah sungkem mereka mengabadikan momen ini dengan berfoto bersama.
Meskipun hanya dihadiri oleh keluarga dan tetangga sekitar, acara akad nikah ini tidak kalah mewah dengan acara resepsi nikah kebanyakan orang.
Semua tamu yang hadir memberi ucapan selamat dan doa restu bagi kedua mempelai, setelah itu mereka menikmati hidangan yang sudah disediakan.
"Selamat ya Rai ..." Ayu memeluk sahabatnya.
"Makasih ya Yu, jangan lupa jaga rahasia." Raina membalas pelukan sahabatnya.
"Oke." Ayu menjentikkan ibu jarinya.
"Selamat ya Pak, semoga Samawa." Ayu bersalaman dengan Alex.
"Amin, terima kasih ya." Alex tersenyum.
"Selamat ya Rai ..." Arman memberikan selamatnya pada Raina.
"Makasih Pak." Jawab Raina sambil menyunggingkan senyumnya.
"Selamat ya Bro..." Arman memeluk sahabatnya.
"Makasih Man." Ucap Alex sambil membalas pelukan Arman.
"Pelan-pelan ya... kasian dia masih kecil." Goda Arman.
"Aapaan sih loe." Alex melepaskan pelukannya.
"Jangan dulu tancap gas, dia masih di segel jadi bakal rada susah." Arman terkekeh sambil berbisik pada Alex dan berlalu meninggalkan Alex yang kesal karena di goda oleh Arman.
Acara ramah tamah akhirnya selesai, sebagian dari tamu undangan sudah pada pulang, hanya tinggal keluarga besar dari kedua mempelai yang masih terlihat bercengkrama.
" Rai ... Apakah kamu bahagia?" Bisik Alex.
"Aku bahagia dan aku sangat gugup." Jawab Raina.
"Aku juga bahagia Rai ... tapi aku gak gugup." Alex kembali berbisik sambil tersenyum.
"Apaan sih ..." Raina mencubit perut Alex.
__ADS_1
"Kita makan dulu yuk Rai... buat ngumpulin tenaga biar tenaganya terisi lagi untuk persiapan nanti malam" Alex meraih tangan Raina.
"Kak ... malu ihh .. nanti kedengaran sama orang lain." Jawab Raina sambil berjalan beriringinan dengan suaminya.