
Pernyataan Lia tentang statusnya sudah hampir menjadi pembicaraan hangat di warga sekolah, kebanyakan dari mereka sangat menyayangkan karena di usia yang masih muda dia sudah menyandang status janda.
Lia mencoba mencari perhatian dan belas kasih dari teman-temannya di ruang guru, sebagian dari mereka banyak yang merasa iba dengan cerita yang diungkapkan oleh Lia.
Alex yang mendengar pernyataan itu, dia tidak pernah menghiraukannya bahkan dia tidak mau mendengarnya, dia mencoba untuk tidak terprovokasi oleh air mata yang dikeluarkan oleh Lia.
Setelah hampir berminggu-minggu, Alex bersikap dingin pada Lia, dia mengira bahwa Lia sudah tidak akan mengganggunya karena Alex yang tidak pernah memberinya kesempatan untuk bicara, namun anggapan Alex salah.
Pagi ini Alex menjemput Raina untuk berangkat ke sekolah, Raina yang jam pertamanya pelajaran oleh raga, dia langsung memakai kaos olahraga dari rumah.
Tidak seperti biasanya hari ini jalanan cukup macet, karena akan ada acara penyambutan pejabat oleh pemerintah setempat, sehingga waktu yang biasanya hanya membutuhkan sekitar 15 menit, sekarang sudah 25 menit mereka masih belum sampai di sekolah.
Raina gelisah karena kalau datang terlambat pasti dia akan susah untuk turun dari mobil Alex.
Waktu menunjukkan jam 06.45 sebentar lagi mereka sampai di sekolah.
"Kak aku turun di halte aja ya,, kalau jam segini pasti sudah banyak yang datang ke sekolah." Raina tersenyum cemas.
" Iya." Alex hanya tersenyum, padahal dalam hatinya dia ingin sekali warga sekolah mengetahui tentang hubungan mereka.
Raina turun di halte sesuai dengan keinginannya, Alex memarkirkan mobil di tempat parkiran.
Entah apa yang terjadi, tiba-tiba saat Alex keluar dari mobilnya ada Lia yang langsung menariknya.
"Lepaskan tanganku." Alex mengibaskan tangannya.
"Aku cuma ingin ngomong baik-baik sama kamu." Lia melepaskan genggamannya.
"Aku rasa kamu salah orang, aku tidak peduli dengan apa yang akan kamu katakan." Alex Geram.
"Sampai kapan kamu akan membohongi mereka semua?" Lia mulai emosi.
Alex berbalik meliriknya dan ternyata di sana sudah ada banyak mata yang melihat kejadian ini, Alex tidak mau mengambil resiko, dia langsung pergi namun tangannya berhasil di tahan oleh Lia.
"Hiks.. hiks..hiks.. Aku hanya ingin membuka kebenaran Lex, kenapa kamu tidak memberikan aku kesempatan untuk mengatakan yang sebenarnya, asal kamu tahu, aku melakukan ini semua karena aku masih mencintaimu, aku rela meninggalkan suami aku dan menyusul mu ke sini, semua aku lakukan demi cinta kita Lex, cinta yang kamu berikan tak pernah bisa aku lupakan sampai sekarang." Lia menangis.
__ADS_1
Deg seketika Raina yang sedang berjalan tidak percaya melihat kekasihnya sedang berbicara dengan gurunya dan mereka kelihatan sedang marah dan membahas tentang hati mereka.
Semua orang yang melihat itu semuanya saling berbisik tentang kenyataan bahwa Lia adalah pacar Alex, dan Lia berani meninggalkan suaminya demi Alex.
Alex yang terlanjur emosi tidak bisa membenarkan semua ini, dia melihat orang-orang begitu berbeda melihatnya, saat dia akan menjawab ocehan Lia, dilihatnya Raina juga ada di salah satu sekumpulan orang tersebut.
Alex langsung menghampiri Raina kemudian meraih tangannya dan membawa Raina ke hadapan Lia.
Lihatlah baik-baik... dia adalah wanita yang begitu istimewa bagiku, dia adalah kekasih ku yang kelak akan menjadi calon istriku, jadi berhentilah untuk mengelabui orang lain dengan keadaanmu seperti sekarang." Alex menggenggam tangan Raina erat.
Raina yang tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dia mencoba untuk memahami, namun pikirannya terlanjur kacau.
Semua orang yang sedang menyaksikan kejadian ini mereka saling tidak percaya bahwa selama ini Alex dan Raina saling jatuh cinta dan menjalin hubungan.
Alex pergi membawa Raina dan meninggalkan Lia yang menangis histeris.
Lia yang tidak terima dia berteriak-teriak
"aku akan menunggu mu sampai kamu kembali lagi pada aku."
Alex dan Raina jadi pusat perhatian orang banyak, Alex yang tidak melepaskan genggaman tangannya langsung mengantarkan Raina ke kelasnya.
" Nanti kakak akan menjelaskan semuanya pada mu, kamu jangan sampai salah paham dengan kejadian ini." Alex membelai rambut Raina dan kemudian pergi ke ruang guru.
" Cieeeee ... cieeeee." teman-teman Raina langsung menghampiri Raina dengan beribu pertanyaan.
"Kenapa aku harus tahu hubungan kalian dengan cara seperti ini, aku sahabatmu tapi kamu tidak pernah membicarakan ini padaku." Ayu marah.
"Maaf, nanti aku jelasin ya, sekarang aku gak bisa mikir." Raina mulai menata pikirannya.
"Kamu hutang penjelasan sama aku, aku kecewa tau." Ayu semakin marah.
"Iya aku tau, tapi sekarang bukan saatnya marah, karena aku juga ingin marah." Raina
Semua orang mulai menerka-nerka kejadian hari ini, mereka menganggap Lia dan Alex sepasang kekasih, kemudian Alex pacaran dengan Raina dan Lia yang mengetahui itu dia langsung menikah, namun tidak bahagia akhirnya berpisah.
__ADS_1
"Apakah benar Pak Alex pacar Raina?"
Pemikiran itu berkembang bukan hanya di kalangan murid saja semua guru pun punya pemikiran yang sama seperti itu.
Karena kejadian ini pihak sekolah langsung memanggil Alex dan Lia juga dua orang saksi, mereka akan menjadi pihak ketiga untuk menyelesaikan masalah antara Lia dan Alex.
Raina turun ke lapang karena hari ini adalah pelajaran olah raga, ketika sedang menuju lapangan Raina melihat Alex masuk ke ruang kepala sekolah dan diikuti oleh beberapa guru yang lainnya.
Rasa penasarannya begitu dalam, dia ingin tahu secepatnya namun keinginannya itu tidak bisa terwujud sekarang karena hari ini jadwalnya padat hingga harus menunggu sore hari untuk mendapatkan penjelasan dari Alex tentang semua ini.
Alex yang dipanggil oleh kepala sekolah diminta untuk menjelaskan semuanya.
"Mohon maaf kami ikut campur dengan Masalah kalian, karena kejadiannya di sekolah maka mau tidak mau kami harus tahu yang sebenarnya." Kepala sekolah memulai pembicaraannya.
"Saya minta maaf atas kejadian ini pak, namun semua ini hanyalah salah paham antara kami." Alex mencoba meluruskan
"Salah paham bagaimana, kami adalah sepasang kekasih pak, saya cuma ingin bicara baik-baik sama dia, tapi dia tidak pernah memberikan kesempatan pada saya, saya sudah rela meninggalkan suami saya demi dia, tapi dia tidak menghargai saya." Lia membuat argumen sendiri.
Alex mulai mengeraskan rahangnya dan berkata dengan penuh penekanan.
"Baiklah kalau kamu ingin membuka semuanya, maka aku akan menjelaskan semuanya sekarang juga." Alex menahan emosinya.
"Semuanya sudah jelas, aku ke sini karena aku mencintaimu Lex." Lia tetap dengan argumennya.
"Stop.. jangan pernah bicara seperti itu lagi." Alex mulai mengatur napas supaya tidak emosi.
"Maaf pak,, sebenarnya ini sudah menjadi masa lalu, dan kejadiannya jauh sebelum saya mengajar di sekolah ini, saat kami kuliah memang kami punya hubungan, namun hubungan kami sudah berakhir, dan dia sudah menikah dengan laki-laki pilihannya sendiri." Alex mempertegas semuanya.
"Kamu salah Lex." Lia berteriak.
"Lalu letak kesalahan saya dimana? apakah saya pernah menyuruh anda untuk berpisah? tidak kan, bahkan setelah anda menikah saya pindah ke kota ini, saya di sini sudah hampir 6 tahun, kenapa tiba-tiba anda datang dan membuat keributan di sekolah, siapa yang salah?" Alex tetap menahan emosinya supaya bisa terkontrol.
"Karena aku masih mencintaimu." Lia menangis.
"Itu kesalahan anda dan itu urusan anda, saya sudah tidak ada urusan lagi." Alex menekankan setiap katanya.
__ADS_1
Pembicaraan mereka hampir terdengar keluar karena suara Alex yang tinggi dan Lia yang berteriak-teriak.