Pacarku Guru Bahasa Inggris

Pacarku Guru Bahasa Inggris
Pingitan yang bikin stress


__ADS_3

"Kakak udah memikirkan ini sejak setahun yang lalu, Kakak tahu persis resiko yang akan kita hadapi, tapi Kakak yakin niat baik pasti akan selalu ada jalan keluarnya, kamu jangan khawatir, selama kita bisa menjaga rahasia kita semuanya akan berjalan lancar." Sambung Alex.


"Tapi ... Pak guru bilang ... Sekolah gak akan ngasih toleransi apapun jika kita ketahuan nikah." Raina mulai berani menatap Alex.


"Kita menikah bukan karena kecelakaan Rai, kita menikah karena ingin menyempurnakan ibadah kita, dan ada satu hal yang belum kamu ketahui, pemilik Yayasan sekolah itu adalah om Andi, makanya Kakak makin percaya semuanya akan berjalan lancar." Alex tersenyum dan mengelus rambut Raina.


"Om Andi bosnya ayah?" Raina terkejut tidak percaya.


"Iya." Alex mengacak Rambut Raina.


"Kakak tahu dari mana?"Selidik Raina.


"Om Andi sendiri yang bilang waktu pertama kali kita bertemu, makanya kamu jangan khawatir lagi ya, semuanya aman terkendali. Meskipun om Andi pemilik Yayasan sekolahnya itu, kita tetap harus merahasiakan pernikahan kita, nah kalau ketahuan baru kita hubungi om Andi." Tegas Alex.


"Aku sedikit lega sekarang Kak, kira-kira Ayu kasih tau jangan Kak? Tanya Raina lagi.


"Kalau misalkan dia bisa menjaga rahasia, ya kasih tau aja, Kakak juga rencananya akan ngasih tau Arman." Alex terus meyakinkan Raina.


"Ohhh... kalau gitu besok aku akan coba ngobrol sama Ayu." Raina sudah mulai tersenyum manis lagi.


"Mulai sekarang ... Jangan mikirin hal-hal aneh lagi ya ... Fokus sama pernikahan kita aja, mudah-mudahan semuanya berjalan lancar." Alex terus meyakinkan Raina supaya pikirannya tenang.


"Iya Kak, akan aku coba." Raina menarik napas berat.


-------------------


Ke esokan harinya, Raina berangkat sekolah dengan diantar oleh ibunya, karena Alex sudah dilarang untuk sengaja berdekatan ataupun bertemu dengan Raina langsung.


"Ingat Rai ... Nanti jika ketemu sama Alex, kamu jangan memandangnya, pura-pura gak lihat aja, ok?"


"Kok gitu sih Bu? kalau ketemu ya biasa aja, masa aku harus pura-pura gak lihat. Gak sopan." Raina mengerucutkan bibirnya.


"Pokoknya ibu bilang gak boleh ketemu ya gak boleh, TITIK." Tegas Maria.


"Ihhh langsung titik gak ada komanya." Sahut Raina. Maria hanya terkekeh melihat ekspresi anaknya.


Di sekolah Raina langsung masuk ke kelas dan siap-siap untuk mengikuti upacara, saat sedang upacara berlangsung, Raina tidak sengaja melihat Alex yang tengah menatap dirinya. Karena posisi Raina ada di barisan paling depan maka dengan mudah Alex bisa menatapnya.


Kata ibu aku harus pura-pura gak lihat, jadi gak usah dilihat deh... Batin Raina.


Raina langsung mengedarkan pandangannya pada yang lain, dia pura-pura tidak melihat Alex.

__ADS_1


Raina kenapa? dia seperti menghindar dari tatapan aku. Batin Alex.


Hingga upacara selesai Raina tidak berani melihat ke arah Alex karena ucapan ibunya selalu terngiang-ngiang di kepalanya.


"Rai ... Rai ..." Alex mencoba memanggil Raina.


Mendengar Alex memanggil namanya, Raina langsung berjalan setengah berlari karena takut berhadapan dengan Alex.


Arrggghhh ... kenapa sih pake ada acara pingitan segala, aku jadi repot sendiri menghadapi calon suami aku. Ibu ... tolonglah anakmu ini ... Gerutu Raina.


Alex yang tidak mendapatkan balasan respon dari Raina dia langsung mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Raina, Namun sayang panggilan Alex tidak di jawab oleh Raina karena ponselnya tidak aktif.


Raina ... kenapa lagi? kelakuan mu itu ada aja yang bikin aku penasaran. Batin Alex.


Hingga saatnya pulang Raina seperti kucing-kucingan dengan Alex. Dan sekarang momen yang paling susah mengelak untuk Raina karena Alex sudah ada di depan kelasnya.


"Rai ... Kenapa ponselmu tidak aktif?" Tanya Alex setelah Raina keluar dari kelas.


"Maaf aku harus segera pergi." Raina langsung lari terbirit-birit menjauh dari Alex.


I**tu anak kenapa ya? aku tanya baik-baik bukannya menjawab malah langsung lari. Gerutu Alex.


Alex yang heran dengan sikap Raina dia memilih untuk pulang, saat hendak mau masuk ke mobil, dia melihat Raina di jemput oleh Ibunya.


"Bu ... Tau gak, hari ini aku hampir gila gara-gara menghindar terus, Nih lihat ponsel aku aja sampai aku matikan biar kak Alex gak menghubungi aku di sekolah. Aaaarrrggghhh pingitannya bikin aku stress bu." Raina menyandarkan punggungnya di jok mobil.


"Tenang saja semua itu akan terbayar lunas saat nanti kalian sudah sah jadi suami istri." Jawab Maria enteng.


"Aaaappaaan sih Bu ..." Raina merasa kikuk kalau membicarakan masalah pernikahan dengan ibunya.


"Terus kenapa aku harus menghindar sedangkan kak Alex enggak?" Tanya Raina.


"Alexnya aja yang gak sabaran, harusnya dia juga sama seperti kamu." Jawab Maria.


"Bu ... Aku boleh ke rumah Ayu dulu gak? Aku mau ngasih tahu Ayu kalau aku mau nikah."


"Lahhh emang tadi kalian gak ketemu?"


"Ayu tadi gak masuk sekolah, sakit."


"Kamu yakin mau ngasih tahu Ayu?"

__ADS_1


"Iya Bu, Ayu teman aku dia gak mungkin bocorin rahasia aku."


"Ya udah sekarang kita ke rumah Ayu dulu." Maria melajukan kendaraannya menuju rumah Ayu.


*ting ... tong ... ting ... tong ...


Ceklek* Ayu membuka pintu.


"Rai ... Tante, mari masuk." Ayu mempersilakan masuk dengan mencium tangan Maria.


"Kamu sakit apa?" Tanya Raina.


"Biasa lagi PMS," Jawab Ayu.


"Ibu mana Yu?" Tanya Maria


"Mama lagi ke luar Tan," Ayu tersenyum ramah.


"Bu .. aku boleh ngobrol berdua kan sama Ayu, gak lama Kok." Pinta Raina, Maria hanya mengangguk sambil tersenyum.


Ayu mengajak Raina pergi ke kamarnya.


"Ada apa sih Rai?" Ayu heran karena tidak biasanya Raina mengajaknya bicara serius.


"Yu ... e... sebenarnya aku mau ngasih tau, tapi kamu janji ya ... harus jaga rahasia aku." Raina menarik napas.


"Apa ... cepetan bilang, Jangan bikin aku penasaran." Ayu langsung menatap Raina.


"Aku mau nikah." Ucap Raina.


"Apaaaaaa??? Nikah? Jangan bercanda Rai ... gak lucu tau!" Hardik Ayu.


"Aku serius Yu, acaranya hari sabtu ini." Raina tersenyum kaku.


"Gila ya ... gak mungkin lah Rai... kamu kan masih sekolah, jangan-jangan kamu udah hamil Rai." Ayu langsung meraba perut rata Raina.


"Ihh amit-amit Yu, aku masih virgin Yu." Raina menepis tangan Ayu dari perutnya.


"Terus ngapain kamu nikah saat masih jadi pelajar kalau bukan udah ...." Ayu menggantungkan kalimatnya.


"Yu ... ini semuanya kemauan Kak Alex, kebetulan orang tua kita ternyata sahabatan, jadi semuanya lancar. Aku hanya ingin berbagi kebahagiaan dengan sahabat baik ku, aku harap kamu bisa hadir ya Yu, dan aku harap kamu bisa menjaga rahasia aku sampai nanti aku mempublikasikan pernikahan ini. dan satu hal yang mesti kamu ingat, sahabatmu ini tidak mungkin melakukan hal-hal aneh di luar nikah, jadi kamu jangan punya pikiran kalau aku MBA." Raina menggenggam tangan Ayu.

__ADS_1


"Syukurlah ... aku khawatir kamu udah hamil duluan Rai. Selamat ya." Ayu memeluk Raina.


__ADS_2