
Waktu begitu cepat berlalu, baru saja mereka selesai mengikuti upacara sekarang sudah tiba waktunya untuk pulang.
Alex langsung pulang saat jam mengajarnya selesai, dia mengajak ibunya untuk menikmati keindahan kota tempatnya tinggal. Nina begitu bahagia bisa menghabiskan waktu bersama anak semata wayangnya.
Begitu juga dengan Raina, dia langsung pulang dengan memesan ojek online.
Setelah puas mengajak ibunya jalan-jalan, Alex kembali pulang dan sekarang sedang beristirahat sambil memainkan ponselnya.
Alex : Tadi pulang jam berapa?
Raina : seperti biasa, kenapa?
Alex : Kirain kamu main dulu.
Raina : Berhubung gak ada temen, jadi langsung pulang ke rumah.
Alex : Maaf ya, tadi Kakak buru-buru pulang karena di rumah ada bunda.
Raina : Bunda?
Alex : Iya Bunda, ibu kandung Kakak
Raina : Kapan datang?
Alex : Kemarin sore
Raina : Kenapa baru bilang sekarang? pantas saja kemarin malam gak menghubungi aku, ternyata lagi melepas rindu sama bunda, tadinya aku pikir Kakak marah sama aku.
Alex : Maaf ya, saking senangnya Kakak hampir lupa gak ngabarin kamu.
Raina : iya gak apa-apa.
Chat berkahir setelah keduanya sama-sama ngantuk dan tertidur lelap.
*Dua minggu kemudian*
Setelah pulang mengunjungi Alex, Nina sekarang sudah kembali lagi ke rutinitasnya, di sela-sela waktu liburnya Nina sengaja berkunjung ke rumah Hasan.
"Hasan ... Aku senang sekali, akhirnya aku bisa bertemu dengan anak laki-laki ku." Nina membuka obrolannya dengan Hasan.
"Syukurlah ... aku turut bahagia melihat mu bahagia seperti ini." Ucap Hasan
"Minggu depan aku berencana untuk menemui anakku lagi, rasanya aku ingin pindah ke sana, aku ingin selalu dekat dengan anak ku." Nina mengungkapkan keinginannya.
"Aku juga rencananya mau pulang, tapi sepertinya aku minggu depannya lagi baru bisa pulang." Sahut Hasan.
__ADS_1
"Kalau gitu nanti kita bisa ketemu di sana dong, aku ingin ngenalin anak aku sama kamu San." Nina tidak sabar ingin mengenalkan anaknya pada Hasan dan Maria.
"Iya aku juga ingin tahu sama anakmu, terakhir ketemu saat anakmu berumur 4 tahun kalau gak salah, sekarang sudah dewasa sepertinya banyak hal yang telah kita lewatkan Nin." Maria menambahkan sambil mengingat-ingat kembali anaknya Nina.
Obrolan terus berlanjut sampai akhirnya Nina pulang karena waktu sudah sore.
Sekarang tepat satu minggu setelah Nina berkunjung ke rumah Hasan, Nina sudah berangkat ke kota tempat anaknya tinggal.
Nina tiba di Bandara dengan dijemput oleh Alex, karena sebelum Nina berangkat dia memberi kabar dulu pada Alex bahwa dirinya akan berkunjung ke kota tempat Alex tinggal.
Sedangkan Hasan sungguh di luar prediksi, rencananya untuk pulang minggu depan tidak bisa direalisasikan, karena keadaan yang darurat besok Hasan di beri perintah untuk membereskan masalah perusahaan yang berada di kota tempat anaknya tinggal.
"Bu ... siap-siap karena besok kita akan pulang." Ucap Hasan kepada istrinya.
"Bukannya minggu depan Yah? kenapa buru-buru?" Sahut Maria.
"Perusahaan yang di sana ada sedikit masalah, jadi Ayah harus segera menyelesaikannya." Pungkas Hasan kemudian dia langsung merebahkan tubuhnya karena merasa lelah seharian bekerja.
Maria langsung mengemasi barang-barang yang akan di bawa nanti, kemudian tidak lupa dia memberi kabar pada Raina dan bi Asih untuk menyiapkan segalanya di sana karena besok mereka akan pulang.
-------------
Hasan dan Maria sudah sampai di Bandara kota asal mereka. Dengan menggunakan taksi mereka menuju rumah tempat kediaman mereka bersama Raina.
Raina hari ini pulang sore karena harus mengikuti kegiatan pelajaran tambahan. Raina ingin sekali ijin, namun dia tidak berani karena sekarang sedang pemadatan materi untuk ujiannya nanti.
Jam 5 sore Raina baru selesai mengikuti kegiatan pemadatannya. Dia bergegas pulang karena orang tuanya sudah menunggu kepulangannya di rumah.
Saat tiba di rumah, Raina melihat Ayahnya sedang duduk santai di ruang keluarga, Raina langsung menghampiri dan memeluk ayahnya.
"Ayah ... Aku kangen banget." Raina bergelayut manja pada Hasan.
"Ayah juga kangen banget sama kamu sayang." Alex mencium pucuk kepala Raina.
"Rai ... mandi dulu, baunya sampai tercium sampai sini." Maria menghampiri suami dan anaknya.
"Ibu ... Aku kangen juga sama ibu." Raina memeluk Maria
"Ibu juga ... udah mandi dulu gih, setelah itu kita makan." Suruh Maria.
Raina pun langsung naik menuju kamarnya, kemudian dia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.
Setelah beres Raina turun ke bawah untuk makan malam bersama orang tuanya. Habis makan Raina tidak langsung masuk ke kamar, dia menghabiskan waktu dulu bersama orang tuanya sambil bermanja-manja.
"Katanya anak Ayah sekarang udah punya pacar ya?" Hasan memulai kembali obrolannya.
__ADS_1
"Ini pasti kerjaan ibu, ibu tuh paling seneng kalau ngegosip." Raina menatap ibunya.
"Kamu tuh bukannya menjawab pertanyaan ayah, malah nyalahin ibu." Maria pura-pura marah.
"Hehe ... maafin aku bunda ratu ..." Raina memeluk ibunya manja.
"Kayaknya aku gak perlu jelasin deh, soalnya ibu pasti udah cerita semuanya sama ayah." Tegas Raina.
"Kapan kamu akan ngenalinnya sama Ayah?" Tambah Hasan.
"Nanti saja, kalau Ayah sudah gak sibuk baru aku akan mengajaknya ke sini." Jawab Raina.
"Bukannya waktu itu dia bilang sama ibu kalau ayah datang dia mau langsung nemuin ayah." Sahut Maria.
"Kayaknya sekarang dia lagi sibuk bu, jadi susah ngatur waktunya buat ketemu sama ayah, belum lagi ayah juga sama, bahkan ayah super sibuk." Jawab Raina.
Setelah bercengkrama dengan orang tuanya Raina langsung masuk ke kamar dan mengambil ponselnya.
Raina : Kak, ayah dan ibu udah pulang, mereka baru datang tadi siang.
Alex yang sedang beristirahat di kamarnya dia melihat ponselnya bergetar dan setelah dilihat ternyata ada pesan masuk dari kekasih hatinya.
Alex : Kenapa gak cerita dari awal Rai?
Raina : Kakak juga gak bilang kalau waktu itu ada Bunda Kakak.
Alex : Kamu jadi orang pendendam banget.
Raina : Kakak yang mulai, jadi aku ngikutin Kakak.
Alex : Rai ... Kalau tidak ada halangan, besok malam Kakak akan main ke rumah mu, sekalian malam mingguan.
Raina : Oke, aku tunggu ya ... tapi nanti jangan bilang yang aneh-aneh ya, cukup silaturahmi saja dulu.
Alex : Iya, paling juga minta di nikahin langsung.
Raina : Tuh kan ... jangan dong, masa baru ketemu langsung minta di nikahin, ingat aku masih sekolah, udah ah ... aku mau istirahat dulu. bye .
Alex : good night.
Chat pun berakhir saat Alex mengakhiri pesannya.
Ada perasaan bahagia yang muncul di hati Alex bahwa kesempatan untuk bertemu dengan orang tua Raina sudah di depan mata, selain itu terbersit rasa khawatir kalau niat Alex pada Raina akan ditolak oleh orang tua kekasihnya itu karena Raina masih sekolah.
Malam ini Alex lewati dengan banyak pemikiran yang muncul di kepalanya dengan tiba-tiba.
__ADS_1