
Pagi Ini Raina bermalas-malasan di ruang keluarga, setiap akhir pekan biasanya dia bangun siang namun sekarang karena ada orang tuanya dia pun harus bangun pagi.
"Bu ... kalau jadi nanti sore Kak Alex mau ke sini nemuin ayah." Raina menghampiri ibunya yang sedang menata bunga.
"Kalau gitu sekalian makan malam aja ya Rai, nanti ibu ajak Alex lagi ah buat nyiapin makan malamnya." Maria mengakhiri aktivitasnya dan kemudian pergi ke dapur mengecek bahan makanan yang akan di masak untuk nanti makan malam.
"Terserah Bunda Ratu saja, yang penting bahagia." Raina pun mengikuti ibunya ke dapur.
Karena stok bahan makanan sudah hampir habis, Maria menyuruh bi Asih untuk pergi belanja. dan secepat kilat bi Asih langsung melaksanakan perintah majikannya itu.
Di tempat lain Alex yang sudah bangun dari tadi pagi, dia selalu mengerjakan rutinitasnya setiap akhir pekan yaitu membersihkan seluruh rumahnya, dan sekarang ada Nina yang sedang membantu Alex membersihkan rumahnya.
"Bun ... udah biarin aku aja yang ngerjainnya, Bunda duduk aja!" Perintah Alex pada ibunya.
"Udah gak apa-apa Lex, Bunda senang bisa melakukan semua ini, lagian Bunda udah biasa melakukan semua ini."
"Bun ... Nanti mau gak nemenin aku?" Tanya Alex Ragu.
"Kemana?" Jawab Nina pendek.
"Orang tua Pacar aku sekarang ada di kota ini, aku mau berkunjung ke sana, tapi aku gugup Bun kalau gak ada teman ke sananya." Alex menggaruk tengkuknya karena belum juga ketemu dengan ayah Raina tapi dia udah gugup duluan.
"Kamu mau serius sama dia?" Tanya Nina yang hanya di jawab Alex oleh anggukan kepalanya.
"Kalau kamu mau serius, tunjukkan pada orang tuanya bahwa kamu tidak main-main menjalani hubungan dengan anaknya, tapi kalau sekiranya kamu belum yakin Bunda rasa kamu jangan dulu ngajak Bunda deh." Tegas Nina.
"Aku tidak pernah main-main menjalani hubungan ini, Aku yakin ini adalah pilihan terakhir aku, makanya aku ingin menemui orang tuanya dan meminta ijin untuk menikahi putrinya." Ucap Alex penuh keyakinan.
"Baiklah, dengan senang hati Bunda akan mengantarmu untuk melamarnya." Nina tersenyum bangga pada Alex.
"Tapi, untuk pertemuan malam ini kayanya Alex gak ngebahas lamaran dulu Bun, Alex hanya silaturahmi saja." Pungkas Alex.
"Bunda akan selalu mendukung semua yang kamu lakukan Nak, Ayo cepat kita selesaikan pekerjaan kita, setelah itu kita beli sesuatu buat nanti ke rumah calon mertua mu." Nina melanjutkan aktivitasnya dan tersenyum pada Alex.
__ADS_1
Sesuai dengan rencana, setelah beres membersihkan rumah, Nina dan Alex pergi mencari buah tangan untuk nanti berkunjung ke rumah kekasih Alex.
----------
Di kediaman Raina, Maria memberikan kabar pada suaminya bahwa Alex akan datang sore ini, Hasan yang mendengar kabar itu pun dia langsung segera menyelesaikan pekerjaannya, meskipun sekarang hari libur Hasan selalu menggunakan waktu senggangnya untuk menyelesaikan pekerjaan yang belum beres, apalagi kedatangannya ke kota ini adalah untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di cabang perusahaan tempatnya bekerja.
"Kenapa ibu hanya bersantai saja? bukannya akan ada tamu?" Hasan melirik istrinya yang tengah duduk santai di ruang keluarga.
"Tenang saja Yah, nanti ibu akan mengajak pacar anak kesayangan ayah untuk masak bareng." Maria merebahkan tubuhnya di kursi.
"Terserah ibu saja, Ayah mau mandi dulu, sekarang sudah mau sore takut tamunya keburu datang ayah belum mandi." Hasan meninggalkan istrinya dan masuk ke kamar.
-----------
Alex dan Nina sekarang tengah bersiap-siap untuk berkunjung ke rumah Raina, Nina tidak pernah tahu bahwa Alex akan mengajaknya ke rumah sahabatnya, karena yang Nina tahu Hasan memang tinggal di kota ini namun tempatnya bukan di daerah anaknya tinggal.
Setelah siap Alex dan Nina menuju kediaman Raina, entah kenapa hari ini Alex begitu gugup akan berhadapan langsung dengan ayah Raina, dia berusaha menghilangkan gugupnya dengan terus menerus menarik napas dan membuangnya perlahan.
Mungkin ini juga yang dirasakan oleh Raina saat bertemu ayah dan ibu waktu itu, sekarang giliran aku yang gugup setengah mati, dulu aku bisa berkata tenang, namun sekarang aku tidak bisa tenang untuk bertemu dengan orangtuanya. Batin Alex.
Alex dan Nina keluar dari mobil dan berjalan masuk ke halaman rumah Raina. Setelah sampai di depan pintu Alex mengetuk pintu dan tak lama pintu di buka oleh bi Asih.
"Silahkan masuk Nak Alex, silahkan duduk. Bibi kasih tahu tuan dan nyonya dulu." Bi Asih pamit pergi setelah mempersilakan tamu duduk dan bergegas naik ke atas memberi tahukan pada Hasan dan Maria bahwa tamunya sudah datang.
tok... tok...tok...
Ceklek Maria membuka pintu kamarnya.
"Tamunya sudah datang Nyonya." Ucap bi Asih
"Buatkan minum ya bi, kami akan segera turun!" Maria dan Hasan langsung turun ke bawah.
Deg ... deg ... deg ...
__ADS_1
Jantung Alex seakan keluar dari tempatnya ketika melihat orang tua Raina turun dari Tangga.
"Eh .... " sebelum melanjutkan sapaannya Hasan langsung memotong perkataan Maria
"Nina ... kapan ke sini?" Hasan bingung karena dia pikir tamu yang datang adalah pacar Raina, tapi ternyata yang datang adalah sahabatnya.
"Alex ..." Maria mengedarkan pandangannya pada Alex dan Nina
"Oh ... kalian udah kenal sama Alex?" Sambung Nina
"Alex?" Hasan langsung menatap Alex.
"Tunggu ... kenapa kalian bisa datang bareng? jelasin sama aku." Maria bingung melihat Alex dan Nina bisa duduk sedekat itu.
"Ini ibu saya tante." Ucap Alex.
"Apa? jadi kamu anaknya Nina?" Tambah Maria.
"Ayah gak ngerti bu." Hasan menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Jadi gini, Alex ini adalah putra aku, tadi Alex ngajak aku buat ketemu sama orang tua kekasihnya, aku gak tahu bakalan ketemu kalian di sini." Jelas Nina
"Jadi Alex anak mu? sungguh dunia ini memang sempit Yah, orang tuanya bersahabat anaknya malah pacaran." Maria terkekeh.
"Maksud Ibu Pacar Raina itu anaknya Nina?" Tanya Hasan penasaran.
"Iya, dan ibu juga baru tahu kalau Alex adalah anak Nina." Maria tersenyum pada Alex dan juga Nina.
"Ya Tuhan ... kamu sudah dewasa Lex, om gak nyangka selama ini yang Maria bicarakan adalah kamu anak dari sahabat om, terima kasih karena sudah menjaga Raina ya." Hasan memeluk Alex dan Alex pun membalasnya dengan canggung
Rencana Tuhan begitu Indah, aku tidak menyangka kalau Raina adalah anak dari sahabat Bunda. Batin Alex
F**eeling seorang ibu terkadang lebih kuat, aku mengharapkan Alex berkenalan dengan Raina, ini malah diluar dugaan mereka bahkan sudah saling jatuh cinta sebelum mereka tahu kalau orang tuanya bersahabat. Batin Nina.
__ADS_1
"Bi ... tolong panggilkan Raina ya." Maria sedikit berteriak karena jarak bi Asih agak Jauh dan bi Asih langsung bergegas naik ke atas menuju kamar Raina.