Pacarku Guru Bahasa Inggris

Pacarku Guru Bahasa Inggris
Silaturahmi jadi Lamaran


__ADS_3

"Maksud ibu apa? kenapa tiba-tiba membicarakan masalah tetangga?" Hasan bingung dengan pendapat istrinya.


"Maafkan saya tante, saya tidak bermaksud untuk menjadikan Raina bahan gosip tetangga Tante, saya hanya mengantar atau menjemput Raina ke sekolah." Tegas Alex yang merasa tidak enak karena telah membuat orang tua Raina kecewa.


"Aku yakin sama anak aku Mar, aku harap kamu jangan terlalu memperdulikan omongan tetangga mu ya!" Nina menambahkan ucapan Alex.


"Ih kalian itu kalau orang lagi ngomong ya dengerin dulu sampai tuntas, jangan main mojokin orang dong." Maria kesal.


"Maksud aku gini, kita kan jarang tinggal di sini, nah supaya tetangga kita tidak bergosip bagaimana kalau hubungan mereka di resmikan saja." Jelas Maria yang disambut hangat oleh Alex dan yang lainnya.


"Resmi gimana Mar?" Sambung Nina.


"Kalau nikah sekarang kayaknya gak bisa deh karena Raina masih sekolah, kalau tunangan dulu bagaimana?" Usul Maria.


"Kalau tunangan mah sama aja dengan sekarang, bahkan gosipnya malah makin menjadi." Ucap Hasan.


"Kalau saya mengajak Raina menikah bagaimana Om ... Tante?" Alex memberanikan diri untuk mengungkapkan keinginannya.


Semua mata tertuju saat Alex mengutarakan akan mengajak Raina menikah.


"Lalu bagaimana dengan sekolah Raina?" Maria khawatir dengan sekolah Raina.


"Maaf ... Bukannya saya tidak menghargai Om dan Tante, bagaimana ..." Alex menggantungkan kalimatnya.


"Bagaimana apa? jangan bikin kami penasaran Nak." Nina tidak sabar dengan yang akan Alex ucapkan.


" Maaf ... kalau kami nikah siri dulu bagaimana?"

__ADS_1


"Apa?" serempak mereka mengucapkan itu secara bersamaan. Raina tidak menyangka bahwa ajakan Alex padanya waktu itu benar-benar diungkapkan pada orang tuanya.


"Maksud saya gini, sekarang kami akad nikah dulu, nanti setelah Raina lulus baru kita mengadakan acara resepsinya, dengan nikah siri pihak sekolah tidak akan tahu kalau Raina menikah, jadi Raina masih bisa melanjutkan sekolah dan tetangga sekitar tidak akan bergunjing lagi." Alex seakan memberikan solusi dan meyakinkan ucapannya kepada orang tua Raina.


"Lalu bagaimana kalau tetangga kita menyangka Raina sudah hamil karena menikah diam-diam." Nina ikut angkat bicara.


"Tapi setidaknya gosip itu akan berhenti dengan sendirinya ketika Raina membuktikan dirinya tidak hamil." Hasan menambahkan.


Mereka terlihat berpikir dan saling menatap satu sama lain seolah sedang berdiskusi lewat mata dan hati mereka.


"Rai ... Bagaimana pendapatmu? apakah kamu setuju dengan ajakan Alex untuk menikah sekarang?" Hasan bertanya dengan lembut pada Raina.


"Aku terserah ayah sama ibu saja, kalau menurut ayah baik aku akan menerima dan kalau menurut ayah tidak baik maka aku tidak akan melakukannya, aku akan ikutin semua keinginan ayah." Raina menatap ayahnya lekat.


"Ayah tidak menyangka anak manja ayah akan berpikiran seperti ini, Ayah bangga sama kamu Nak." Hasan memeluk dan mencium putri kesayangnnya.


"Bu ... bagaimana?" Hasan bertanya pada istinya untuk meyakinkan keputusan yang akan dia ambil.


"Lalu menurut kamu bagaimana Nin?" Hasan pun tak lupa meminta saran sahabat sekaligus ibu dari Alex.


"Jujur saja San, aku gak nyangka obrolan kita akan menjurus secepat ini, namun asal kalian tahu anak ku ini sejak awal dia ingin mengutarakan maksudnya untuk menikahi putri kalian, namun karena di gugup dia meminta aku untuk menemaninya ke sini, dan kalau kalian mengizinkan aku akan senang jika mereka menikah secara agama dulu biar kita semua tenang meninggalkan mereka berdua." Nina menggenggam tangan Alex.


"Alex apakah kamu yakin dengan keputusan yang kamu ambil? om takut kamu akan menyesal karena om cukup tahu diri, Raina begitu manja terhadap segala hal, om takut nantinya akan membebani mu." Hasan mengutarakan sifat anaknya.


"Saya yakin dengan keputusan saya om, saya kira waktu satu tahun bagi saya sudah cukup untuk mengenal sifat Raina, insyaallah saya paham dengan sifatnya." Alex tersenyum dengan penuh kepercayaan.


"Lalu bagaimana dengan ayah mu?" Tanya Hasan lagi pada Alex.

__ADS_1


"Ayah sepenuhya menyerahkan pada saya om, kebetulan Raina juga sudah bertemu dengan ayah, sehingga ayah sudah mengetahui hubungan kami." Tegas Alex.


"Berarti saya orang terakhir yang tahu tentang hubungan kalian? keterlaluan sekali Rai ... kamu gak ngasih tahu ayah." Hasan mencubit pipi Raina dengan gemas.


"Maafkan aku yah." Raina kembali memeluk ayahnya dan dibalas cubitan hidung oleh Hasan.


"Rai ... ayah tanya satu kali lagi sama kamu, apakah kamu bersedia menikah secara agama dulu dengan Alex?" Hasan minta kepastian dari Raina.


"Iya Yah." Raina menunduk karena wajahnya sudah merah merona akibat malu.


Semua yang ada di ruangan itu semuanya tersenyum dan bersyukur karena Raina menyetujui lamaran Alex.


Hasan tidak serta merta langsung menyetujui Alex begitu saja, dia sudah sering mendapat informasi tentang Alex dari bi Asih dan juga istrinya, Hasan hanya ingin memastikannya sendiri dan ternyata di saat bersamaan terungkap bahwa Alex adalah anak dari sahabatnya, maka keyakinan itu pun makin kuat saat mengetahui itu semua. Maka dari itu Hasan langsung menyetujuinya karena yakin Alex akan sama baiknya seperti Nina.


"Kapan acaranya? jangan kelamaan, soalnya om harus segera kembali ke kota X.


"Saya ucapkan terima kasih Om, karena telah mengijinkan saya untuk memperistri Raina, rasanya masih belum percaya kalau saya benar-benar mendapat restu dari om, ini bagaikan mimpi, namun saya yakin semua ini telah Tuhan rencanakan untuk saya dan Raina. Bagaimana kalau acaranya kita adakan sebelum om berangkat ke kota X? Alex memberi saran.


"Baiklah, artinya dua minggu lagi acara pernikahan kalian akan dilangsungkan." Tegas Hasan.


"Meskipun hanya akad nikah saja, semua saudara kita harus tahu, dan tetangga juga, tapi bagaimana caranya supaya tetangga kita tidak memberitahukan pernikahan ini ke sekolah?" Tanya Maria.


"Persiapkan semuanya mulai besok, Mumpung Nina juga ada di sini jadi ibu akan ada yang bantu, dan urusan tetangga biar nanti ayah yang lapor sama RT dan RW di sini. Jawab Hasan yang disetujui oleh semuanya.


Alex terus tersenyum, di lihatnya Raina yang sedang malu-malu karena telah dilamar olehnya, dan juga Nina yang terus menyunggingkan senyumnya pada Alex.


Berkat Bunda, acara yang hanya silaturahmi berubah menjadi acara yang selama ini aku harapkan, aku tidak tahu, seandainya aku tidak mengajak Bunda mungkin keputusan ini tidak akan langsung aku dapat hari ini. Keluarga Raina sudah sangat tahu tentang Bunda sehingga mereka tidak meragukan kesungguhan aku. Batin Alex.

__ADS_1


Aku gak nyangka ayah akan merestui kami secepat ini, semua ini berkat ibu yang tidak mau aku jadi bahan gosip tetangga, dan semua ini lancar karena adanya tante Nina, ayah dan ibu begitu dekat dengan tante Nina sehingga mereka pun tidak meragukan kak Alex. Batin Raina.


Karena sudah hampir larut malam, Nina dan Alex pamit pulang, dan rencananya besok mereka akan memulai menyiapkan semuanya yang diperlukan untuk pernikahan putra putri mereka.


__ADS_2