Pacarku Guru Bahasa Inggris

Pacarku Guru Bahasa Inggris
Rencana Lia


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Lia sudah berada di sekolah, dia mencoba menata lagi dirinya, meskipun terlanjur malu dengan kejadian yang telah menimpa dirinya, namun dia berusaha untuk bangkit dan melupakan semuanya


dengan bersikap seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa, dia berharap akan merubah keadaannya, bagi dia Alex adalah tujuan hidupnya, dia ingin mendapatkan cintanya kembali.


*A*ku harus menunjukkan sikapku seperti dulu lagi, dulu Alex menyukai aku karena aku yang baik dan pengertian, maka sekarang aku harus melakukannya lagi, supaya Alex mau kembali dan memaafkanku


Lia yang sudah duduk manis di mejanya, menyapa setiap guru yang masuk, dia memberikan senyumnya yang begitu indah supaya orang-orang bisa menganggap dirinya baik-baik saja.


Dari kejauhan dia melihat Alex yang baru keluar dari mobil bersama Raina, dia terlihat mengepalkan tangannya tanda bahwa dia tidak suka melihat mereka berdua.


T**unggulah, nanti hanya akan ada tanganku yang selalu kamu genggam, dan senyuman itu hanya milik aku. Lia bermonolog dalam hatinya.


Lia berusaha untuk bersikap seperti biasa saat Alex masuk ke ruang guru.


Alex yang kaget melihat Lia sudah masuk sekolah lagi dia langsung membuang mukanya ke arah lain, karena dia sudah tidak ingin lagi berinteraksi ataupun berhubungan dengannya lagi.


B**aru saja kemarin suasananya tenang, sekarang sudah mulai lagi ada aura yang tak diharapakan. Batin Alex


Alex melewati meja Lia saat dia akan menuju tempatnya duduk dan tak disangka saat tepat melewati meja Lia.


"maaf.. maafkan aku." Lia langsung menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Alex yang mendengar itu, dia tidak percaya dengan yang baru saja dia dengar, dan tak percaya kalau Lia meminta maaf, padahal jelas-jelas waktu dimediasi oleh oihak sekolah dia begitu kekeh merasa dirinya benar dan teraniaya oleh Alex, dan sekarang apa Alex bermimpi.


*Ap*a tadi aku salah dengar ya, atau mungkin kebetulan aku lewat dia sedang ngobrol dengan orang lain. Alex.


Alex duduk dan melepaskan tas punggungnya, kemudian dia mulai menyiapkan keperluannya buat materi sekarang.


Disisi lain, Rika yang sudah menebar senyum kepada semua orang tiba-tiba wajahnya berubah karena melihat Lia ada di sekolah.


Ad**uhhh saingan aku nambah satu, belum beres dengan yang itu sekarang muncul yang ini, kalau yang ini kayaknya akan rada susah, karena dia sudah berpengalaman. Rika tersenyum dengan sangat dipaksakan.


"Pak Alex kemarin malam terimakasih ya sudah mengantarkan saya pulang dengan selamat, maaf semalam saya lupa berterimakasih." Rika sengaja bicara seperti itu karena dia ingin melihat respon Lia.


tapi itu semua gagal, karena Lia tidak terpengaruh dan tidak merespon apa pun, dia hanya terus memainkan ponselnya.


Aku yakin kamu hanya pura-pura tak peduli, padahal jelas sekali wajahmu begitu marah mendengar Alex mengantarkan aku tadi malam. Rika


Bel masuk telah berbunyi, semua guru yang ada jadwal mengajar pada jam pertama semuanya langsung berhamburan masuk ke kelasnya masing-masing, Lia yang sekarang jadwalnya di kelas Raina, dengan percaya diri sekali dia akan memulai perhitungannya dengan Raina.


Kelas Raina begitu gaduh, karena mereka menganggap kalau Lia masih diberi cuti oleh pihak sekolah, namun di saat mereka bersorak gembira, tiba-tiba Lia masuk dengan memasang wajah manisnya dan langsung menyapa semua murid yang ada di kelas.


Semua murid langsung terdiam dan saling menatap dengan temannya yang lain.

__ADS_1


Raina begitu kaget melihat Lia yang tampak baik-baik saja, dia merasa kalau Lia mungkin sudah melupakan masalahnya atau mungkin dia sudah menyelesaikannya dengan Alex, karena sejak mediasi dengan sekolah Raina tidak pernah bertanya bagaimana kelanjutan masalah Alex, karena Alex tidak pernah membahasnya.


Menurut info bu Lia kan di kasih cuti 4 hari, kenapa sekarang sudah masuk ya, apa mungkin masalahnya sudah selesai? sehingga dia sudah siap untuk mengajar lagi, tapi aku harus bagaimana ya, aku yakin dia pasti ingat dengan wajah aku, lebih baik aku jaga-jaga siapa tahu dia benci sama aku. Raina.


Lia mulai memberikan materi pelajarannya, dan disela-sela dia mengajar dia meminta maaf kepada murid-muridnya.


"Anak-anakku.. ibu minta maaf atas ketidaknyamanan yang telah ibu lakukan dua hari yang lalu, harusnya ibu tidak membahasnya di sekolah, tapi karena ibu yang terlanjur emosi jadinya ibu meluapkan emosi ibu di sekolah, ibu harap kalian maklum dengan kejadian itu." Lia mengedarkan pandangannya dan saat mata dia tepat melihat pada Raina seolah-olah matanya mewakili dirinya untuk memberi isyarat bahwa dia tidak suka Pada Raina.


Dia mulai memberikan latihan soal untuk dikerjakan langsung di sekolah dan dikumpulkan tepat saat bel pelajarannya berakhir.


Sekitar 45 menit semua murid mengerjakan latihan yang diberikan Lia, kemudian semuanya dikumpulkan oleh Ketua kelasnya untuk di simpan ke meja Lia, saat semua tugas sudah di simpan di meja Lia, dengan sengaja Lia mengambil buku Raina dan dimasukkannya kedalam tas kemudian buku itu akan dibakarnya nanti di rumah supaya tidak ketahuan oleh siapapun, tentu saja semua ini dilakukan secara diam-diam, dia melakukan ini untuk mencari alasan untuk bisa marah dengan Raina.


Di kelas sekarang Raina sedang belajar bahasa Inggris oleh Alex, dia tidak pernah berpikir bahwa buku yang dia kumpulkan tadi akan dibakar oleh Lia, Raina tidak menaruh curiga sedikitpun karena memang setiap guru selalu menyuruh mengumpulkan tugasnya, menurutnya ketika di sekolah Lia akan bersikap profesional seperti yang dilakukan Alex selama ini dan pasti tidak akan pernah merugikan muridnya.


Hari ini semua tim yang masuk ke kegiatan kemping semuanya mulai menuntaskan pekerjaannya yang tertunda, mereka mulai merapikan semua barang yang diperlukan dan tak terasa waktu pulang pun sudah tiba.


Lia yang berusaha untuk menarik perhatian Alex lagi dia memilih untuk tidak banyak berinteraksi dengan orang lain termasuk dengan Alex, dia seolah-olah menghindar dari Alex.


Alex yang melihat Lia mencoba menghindari dirinya dia merasa senang karena dia tidak perlu repot-repot untuk selalu menghindarinya, karena sekarang Liapun sudah tidak memperlihatkan dirinya yang begitu terobsesi olehnya.


Saat tiba di rumah Lia, dia langsung pergi ke dapur untuk mengambil korek api, dikeluarkannya buku Raina dari dalam tasnya, kemudian taynoa dilihat lagi dia langsung membakar buku tersebut.

__ADS_1


"Tunggulah kamu anak kecil, ini baru permulaannya, nanti aku akan membuatmu tidak mempunyai nilai pelajaranku bahkan aku akan membuat tugasmu yang lainnya kosong hingga akan membuatmu menjadi siswi yang bermasalah.. ha... ha... ha... ha..." Lia bermonolog sendiri.


Sebelum benar-benar menjadi siswa yang bermasalah, aku akan membuatmu malu di depan teman-teman mu di kelas, aku akan membalas semua yang telah kamu lakukan karena telah berani-berani merebut Alex dari tanganku. Lia memendam amarahnya.


__ADS_2