Pacarku Guru Bahasa Inggris

Pacarku Guru Bahasa Inggris
somay


__ADS_3

Lia merasa kesal karena ternyata yang menabrak dirinya adalah Arman.


"Bu Lia sekali lagi saya minta maaf ya ... Saya tidak sengaja bu." Ucap Arman.


"Sudahlah lagian aku juga tidak apa-apa." Lia beranjak turun dari kasurnya.


"Mari saya bantu bu." Raina mencoba memegang lengan Lia.


"Tidak perlu." Lia menepis tangan Raina dengan kasar.


Ini orang udah ditolongin juga masih aja sewot kaya gitu. Gerutu Raina dalam hatinya.


Karena kecelakaan yang dialami oleh Arman, Raina akhirnya tidak sekolah karena harus membawa Lia ke rumah sakit.


Lia menolak diantar oleh Arman dan Raina. Dia lebih memilih naik taksi online ketimbang harus diantar oleh Arman.


Alex pulang sangat sore. Ketika dia sampai ternyata mobilnya sudah terparkir rapi di dalam garasi dan Alex tidak melihat motor Arman.


Sepertinya Arman sudah pulang. Gumam Alex saat tidak mendapati motor Arman di garasi rumahnya.


"Kak udah pulang." Sapa Raina saat melihat suaminya masuk.


"Udah ... Arman udah pulang?" Tanya Alex sambil duduk membuka sepatu.


"Iya tadi pagi." Sahut Raina.


"Pagi?" Alex mengulang ucapan Raina.


"Iya ... tadi pulang dari rumah sakit, tadi Pak Arman gak sengaja menabrak bu Lia saat perjalanan menuju ke sekolah."


"Apa? nabrak? terus keadaan Lia gimana?" Alex terkejut.


"Biasa aja kali nanyanya, perhatian banget." Raina mengerucutkan bibirnya karena kesal sama respon Alex yang menurutnya berlebihan.


"Maksud kakak, apakah lukanya serius atau hanya luka biasa, kamu jangan salah paham dulu." Ucap Alex meluruskan.


"Tahu ah, tanya aja sendiri." Raina beranjak dari duduknya dan masuk ke kamar.


Alex hanya menggelengkan kepala melihat sikap Raina yang seperti itu, menurutnya hal wajar jika dia bertanya keadaan Lia.


"Rai ... Kamu marah?" Ucap Alex yang melihat Raina sedang rebahan di kasur.


"Kejadiannya gimana? bisa diceritakan kronologisnya?" Alex mendekati Raina.


"Ya gitu ... tiba-tiba aja dia udah ada di depan mobil, untung saja Pak Arman gak ngebut jadi dia cuma syok aja dan gak ada lecet sama sekali." Raina sengaja menekan kalimat terakhirnya supaya Alex tidak bertanya lagi.


"Syukurlah ..." Sahut Alex.


"Segitu perhatiannya ya sama mantan." Hardik Raina.


"Kamu cemburu Rai." Alex terkekeh.


"Sorry ya ... jangan ge-er." Raina mendelik.

__ADS_1


"Tenang saja ... Kakak bertanya keadaan dia karena Arman yang menabraknya, kalau misalkan orang lain yang menabraknya kakak juga gak peduli. Kakak seperti ini karena takut Arman akan terlibat masalah dengan pasca kecelakaan." Alex membelai rambut Raina.


"Iya ... iya ..." Sahut Raina.


"Kakak mandi dulu ya ... " Alex meninggalkan Raina yang masih cemberut.


Bisa-bisanya dia khawatir sama mantannya. Awas ya ... Gerutu Raina dalam hati.


Saat Alex keluar dari kamar mandi Alex melihat Raina yang sudah tertidur lelap.


"Rai ... Jangan tidur dulu, bentar lagi magrib." Alex menusuk-nusuk pipi Raina dengan jarinya.


"Aku ngantuk Kak." Raina menguap.


"Magrib dulu, Ayo bangun." Alex membantu Raina bagun.


"Tumben kamu jam segini udah tidur, biasanya juga malam." Sahut Alex.


"Gak tahu kak, dari tadi aku tuh bawaannya ngantuk terus, badan aku rasanya lemes banget." Raina memijit Pelipisnya.


"Mungkin kamu kecapekan waktu perjalanan ke kota X, makanya sekarang masih terasa lelah. Ayo magrib dulu nanti Kakak pijitin." Pungkas Alex sambil memapah Raina masuk ke kamar mandi.


Badan aku kenapa ya ... rasanya tenaga aku hilang semua, mana ngantuk lagi. Gumam Raina dalam hati.


Setelah melakukan magrib berjamaah, Alex langsung memijit Raina dengan telaten.


"Kamu udah makan belum?" Tanya Alex di sela-sela aktivitas memijatnya.


"Mungkin karena belum makan Rai, tubuhmu jadi lemas kaya gini." Sambung Alex.


"Gak juga, dari pagi juga aku udah lemes Kak, Untung saja tadi ada insiden dengan bu Lia jadi aku gak sekolah." Ujar Raina.


"Kamu gak sekolah? terus di rumah sama siapa?" Selidik Alex.


"Aku sendirian, dari pulang aku langsung tidur." Ucap Raina.


"Kamu tuh tidur dari tadi siang, sekarang masih juga ngantuk." Alex menggelengkan kepalanya.


"Aku mau makan somay Kak." Ucap Raina tiba-tiba.


"Besok aja ya ... Kakak lagi malas keluar." Bujuk Alex.


"Ih ... aku pengennya sekarang. Kayaknya enak malam-malam gini makan somay yang masih panas." Raina membayangkan makan somay.


"Ya udah ... Kita pesan di aplikasi aja ya." Alex mengeluarkan ponselnya.


"Gak mau ... Aku pengen makan di tempat penjual somaynya." Rengek Raina.


"Kakak masih capek Rai ..." Alex mencoba menolak.


"Ya udah kalau gak mau, gak usah saja." Raina langsung menarik selimutnya.


"Ya udah ... Ayo kita berangkat." Alex mengalah.

__ADS_1


"Asli kak? Makasih ya." Raina langsung memeluk dan mengecup bibir Alex sekilas.


"Kalau ada maunya baru peluk-peluk." Alex terkekeh.


"Ish ... itungan banget jadi orang." Raina langsung menarik tangan Alex untuk membeli somay.


Alex mengelilingi pusat jajanan yang ada dekat dengan kompleknya. Akhirnya yang dicari ketemu juga.


"Mas dua porsi ya..." Ucap Raina pada penjual somay.


"Baik mbak, ditunggu ya ..." Jawab sang penjual somay.


Ketika pesanan datang, Raina langsung melahap habis makanannya bahkan karena merasa masih belum kenyang dia memakan somay yang ada di piring Alex.


"Aku minta ya ..." Raina mengambil somay yang ada di piring Alex dengan garpu.


"Rai ... Kamu benar belum makan?" Ucap Alex heran karena tidak biasanya Raina makan seperti ini.


"Iya ... Aku boleh pesan lagi gak?" Sebelum Alex menjawab Raina sudah dulu memesan somaynya lagi.


Alex terbengong melihat Raina yang makan dengan lahap sambil terus mengambil somay yang ada di piring Alex.


"Pelan-pelan makannya." Alex mengelap saus yang ada di sudut bibir Raina.


"Ini enak banget Kak." Raina terus mengunyah.


Setelah menghabiskan dua porsi somay, Raina masih meminta Alex untuk membelikannya makanan lain yang ada di tempat jajanan tersebut.


"Aku mau surabi Kak." Raina bergelayut manja.


"Yakin masih bisa masuk ke perutmu?" Alex mengelus perut rata Raina.


"Iya ... Kayaknya makan surabi sekarang bakal enak Kak." Raina langsung menarik Alex ke penjual surabi.


"Surabi cokelat kejunya dua ya." Ucap Raina pada penjual surabi.


"Rai ... Kakak gak mau, pesan buat kamu aja." bisik Alex.


"Emang aku pesan cuma buat aku doang." Jawab Raina polos.


"Beli satu aja, nanti gak habis jadi mubadzir." Ucap Alex.


"Tenang dua-duanya pasti aku habisin kok." Raina mengedipkan matanya.


Raina ... cemburu mu itu bisa teralihkan oleh makan banyak seperti ini. Gumam Alex dalam hati.


Raina memakan surabi sambil mengobrol ria dengan Alex. Ternyata sambil ngobrol kedua surabi pun sudah tandas tak bersisa.


"Kak ... Ayo pulang ... perut aku kekenyangan." Ucap Raina.


"Yakin udah gak mau jajan lagi?" Sahut Alex.


"Udah cukup untuk hari ini, besok kita kesini lagi ya ..." Raina langsung mengapit tangan Alex dan keluar dari area jajanan.

__ADS_1


__ADS_2