Pacarku Guru Bahasa Inggris

Pacarku Guru Bahasa Inggris
Makan malam


__ADS_3

Raina dan Alex menikmati suasana taman rumah sakit yang cukup indah, dengan pemandangan yang indah pula.


Karena masih siang terik matahari begitu terasa sangat panas hingga Alex cepat-cepat mengajak Raina untuk masuk kembali ke kamarnya.


"Mendingan istirahat di kamar Rai, disini panas banget ! kalau mau nanti sore kita main lagi di sini."


"Baiklah."


Akhirnya Raina memilih untuk istirahat di kamar, karena pengaruh obat akhirnya Raina pun tertidur.


Alex yang tadinya mau tidur, baru juga merebahkan badannya di sofa tiba-tiba dia bangun lagi karena ada bu Asih dan Maria yang datang ke kamar perawatan Raina.


"Ehh ... maaf, saya kira tidak ada siapa-siapa." Maria kaget karena melihat ada Alex.


"Tidak apa-apa tante, Apa kabar?" Alex mencium punggung tangan ibu Raina.


"Alhamdulilah sehat, kayaknya kita pernah ketemu ya?" Maria mulai mengingat-ingat.


"Iya tante, saya Alex yang waktu itu mengantarkan Raina pulang."


"Oh ... iya, tante ingat. Maaf ya jadi ngerepotin harus nungguin Raina."


"Nggak apa-apa kok, saya senang bisa menjaganya."


Raina yang sedang tidur pun bermimpi bertemu dengan orang tuanya, hingga saat ada suara orang yang ngobrol perlahan dia membuka matanya, dan ternyata benar di sana sudah ada ibunya.


"Bu ... Kapan datang?"


"Rai ... kamu udah bangun? Ibu baru juga sampai, gimana keadaan kamu sekarang, apa sudah enakan?" Maria memeluk Raina.


"Iya aku sudah sehat, besok juga udah bisa pulang."


"Ibu panik sekali ketika bi Asih ngasih kabar bahwa kamu masuk rumah sakit, ibu takut terjadi apa-apa sama kamu sayang." Maria mengelus rambut Raina.


"Gak usah khawatir bu, ada Kak Alex yang jagain aku di sini." Raina menunjuk ke arah Alex.


"Bentar-bentar ... Kok ada yang janggal ya, masa sama guru kamu bilang Kakak?" Maria menggoda Raina.


"Apaan sih bu, mulai lagi deh kepo Nya." Raina menunduk karena merasa terciduk.


"Ayo siapa yang mau jelasin sama ibu." Maria melirik ke Raina dan juga Alex.


"Iya dia pacar aku, puas?" wajah Raina merah karena malu.


"Maaf tante, saya belum minta ijin sama tante untuk dekat dengan Raina. Karena baru sekarang saya bertemu lagi dengan tante." Alex tersenyum.

__ADS_1


"Hehe ... ibu tahu kok semuanya!" Maria menutup mulutnya dengan tangan


"Ibu tahu?" Raina langsung melirik pada bu Asih.


"Maafin bibi Non, habisnya Nyonya selalu bertanya pada bibi apa saja yang Nona lakukan." Bu Asih mendekat ke arah Raina.


"Tante ucapin terima kasih ya Lex, karena sudah menemani Raina saat kami tidak ada." Maria meraih tangan Alex.


"Tidak usah berterima kasih tan, Saya senang bisa melakukannya."


Obrolan terus berlanjut dengan canda tawa antara mereka semua, karena sudah ada Maria yang menjaga Raina, Alex pun pamit untuk pulang karena harus menyelesaikan pekerjaannya.


Malam telah tiba, meskipun Alex baru saja pulang tapi Raina sudah sangat rindu pada kekasih hatinya, karena melihat sikap Maria yang welcome sama Alex, Raina bisa menarik kesimpulan bahwa ibunya memberi lampu hijau untuk hubungan Raina dan Alex.


"Bu ... Menurut ibu Kak Alex gimana?"


"Gimana apanya?"


"Orangnya lah, ibu ihhh gak peka sama pertanyaan aku!" Raina cemberut.


"Kayaknya baik, dewasa lagi, dan pastinya ganteng, hehe ..."


"Ibu gak apa-apa kan aku deket sama kak Alex?"


"Makasih bu ... " Raina merentangkan tangannya untuk di peluk oleh Ibunya, dan tentu Maria langsung merengkuh tubuh anak gadisnya itu.


Pagi-pagi Maria sudah mulai membenahi semua barang yang mereka bawa, karena rencananya hari ini Raina akan Pulang.


Setelah diperiksa oleh dokter akhirnya Raina diperbolehkan pulang, kemudian Maria langsung mengurus administrasi perawatan Raina.


Saat sudah sampai di tempat pembayaran, Maria terkejut karena biaya perawatan anaknya sudah dibayar semuanya oleh Alex.


Saat akan kembali ke kamar Raina, Maria melihat Alex yang baru masuk ke rumah sakit, tentunya untuk menjemput Raina pulang.


"Kamu sudah sampai?" Maria menyapa Alex.


"Iya, baru sampai" Alex tersenyum.


"Makasih ya, udah bayarin biaya rumah sakit Raina." Maria menepuk bahu Alex.


"Tante tidak usah berterima kasih, ini sudah kewajiban saya."


"Kamu memang laki-laki yang bertanggung jawab, tante senang Raina bisa mengenal kamu, Ayo kita masuk!"


Alex terus tersenyum, karena menurutnya ibu Raina menyukainya.

__ADS_1


"Ibu kenapa udah kembali lagi? jangan bilang ibu lupa gak bawa dompet!" Raina curiga ibunya lupa bawa uang karena baru juga keluar sudah kembali lagi.


"Siapa bilang ibu gak bawa dompet, semuanya udah beres, Alex yang bayar semuanya." Maria sambil menunjukkan dompetnya.


"Makasih ya Kak." Raina tersenyum manis dan Alex pun demikian.


Karena semuanya sudah siap, Raina pun pulang bersama Alex dan juga Maria.


Saat tiba di rumah Raina, Alex langsung pamit lagi karena harus kembali lagi ke sekolah.


"Rai ... Kakak pulang dulu ya, sebentar lagi jadwal masuk kelas."


"Iya Kak."


"Loh ... kirain tante kamu gak bakalan balik lagi, Ya udah nanti sore pulang sekolah ke sini ya, kita makan malam bareng." Ajak Maria


"Iya Nanti saya ke sini tante, saya pamit ya." Alex pergi dan kembali ke sekolah.


Raina duduk di ruang keluarga dan Maria tiduran di dekat Raina.


"Rai ... Sejak kapan kamu pacaran sama Alex?"


"Udah mau satu tahun Bu."


"Apa ...." Pekik Maria .


"Kenapa kamu tidak pernah bilang sama ibu kalau kamu sudah punya pacar." Tambah Maria.


"Ibu nya aja yang gak peka sama aku." Raina Menunduk.


"Ibu pikir kalian baru jadian, berarti Alex udah mulai terbiasa dong dengan anak manja ibu" Maria menggoda Raina.


"Ya gitu deh." Raina menggaruk-garuk kepalanya.


Waktu berjalan terus tak terasa hari sudah mulai sore, Maria yang tadi mengajak Alex untuk makan malam dia langsung pergi ke dapur untuk memasak dengan bu Asih.


Tak lama Alex pun datang, Maria yang tahu Alex sudah datang malah mengajaknya untuk bergabung di dapur, karena Maria tahu dari bu Asih kalau Alex juga pandai memasak.


Meskipun baru sekarang Maria mengenal Alex, namun Maria yakin kalau Alex adalah laki-laki baik yang mampu menjaga putri kesayangannya.


Alex adalah orang yang mudah bergaul sehingga ketika harus berhadapan dengan situasi canggung pun Alex mampu menyesuaikan diri dengan kedewasaannya.


Setelah acara memasak beres, Maria menyajikan semua hasil masakannya di meja makan, karena sudah lapar akhirnya mereka semua langsung menikmati hidangan yang tersedia.


Raina sangat senang melihat Alex bisa berbaur dengan ibunya, dia hanya senyum-senyum sendiri saat melihat Maria yang terus menerus menawarkan makanan pada Alex.

__ADS_1


__ADS_2