Pacarku Guru Bahasa Inggris

Pacarku Guru Bahasa Inggris
Bertemu Bunda


__ADS_3

"Bunda ...." Kata itu lolos keluar begitu saja dari bibir Alex dan dengan secepat kilat Alex langsung memeluk tubuh wanita yang telah melahirkannya.


"Alex rindu Bun ... jangan tinggalkan Alex lagi!"


"Maafin bunda Nak, hiks... hiks ... hiks ..." dengan gemetar Nina memeluk tubuh anaknya sambil menangis.


Alex membawa ibunya duduk di kursi dan langsung membuatkan minuman untuknya.


"Kamu sudah dewasa Nak, kamu tinggal sama siapa?" Nina menggenggam erat tangan Alex.


"Alex tinggal sendiri Bun." Alex tersenyum ramah pada ibunya.


"Bunda kira kamu sudah menikah." Nina membelai rambut Alex.


"Bunda selama ini tinggal di mana? Alex pernah cari Bunda ke tempat kita dulu, tapi semuanya tidak ada yang tahu keberadaan Bunda."


"Kamu nyari-nyari Bunda Lex?"


"Iya ... Saat itu Alex mencari bunda tapi Alex tidak berhasil, selama ini Alex selalu mencari-cari Bunda, hingga Alex putus asa Bun."


"Setelah pisah dengan ayah mu, Bunda pernah berpindah-pindah tempat hingga akhirnya bunda ketemu dengan kakak angkat bunda dan ikut tinggal di kota X bersamanya."


"Aku beruntung masih bisa melihat Bunda, untung saja waktu aku pergi ke tempat tinggal kita dulu, aku menemukan foto Bunda, hingga aku merasa Bunda selalu ada di sisi aku." Alex kembali memeluk ibunya.


"Bunda bahagia melihat kamu tumbuh jadi laki-laki dewasa seperti ini, dan Bunda sangat senang bisa melihat mu lagi Nak."


"Aku juga Bun. Kapan bunda sampai di sini?"


"Baru tadi siang, Bunda sudah tidak sabar hingga setelah menyimpan barang di hotel Bunda langsung ke sini."


"Kalau gitu sekarang Bunda istirahat dulu ya, Alex mau masak dulu makanan buat Bunda. Ayo, Alex antar Bunda ke kamar." Alex meraih tangan ibunya dan mengantarkannya ke kamar.


"Bunda masih ingin bersama mu Nak."


"Istirahat dulu aja Bun, kita masih punya banyak waktu."


Alex langsung pergi ke dapur, dia langsung menyiapkan bahan makanan yang akan di masak hari ini.


Hari ini Alex akan memasak cumi tepung krispi asam manis dan capcay, Alex masih ingat bahwa ibunya menyukai makanan yang berasal dari seafood, itu lah sebabnya Alex sering memakan makanan seafood karena dia menganggap ketika makan seafood dia merasa dekat dengan ibunya meskipun dia tidak tahu ibunya berada di mana.


Setelah makanan di sajikan, Alex memanggil ibunya untuk makan bersama.

__ADS_1


"Wah ..., kamu sengaja bikin masakan ini Lex?" Nina begitu terharu karena Alex masih mengingat makanan kesukaannya.


"Iya Bun, meskipun saat itu Alex masih kecil, tapi Alex selalu ingat kalau Bunda selalu masakin Alex masakan seperti ini, karena Alex tahu ini makanan kesukaan Bunda.


"Bunda tidak pernah menyangka kalau ingatanmu sebagus itu Lex."


"Ayo cobain dulu Bun!" Alex mengambilkan cumi dan capcay untuk ibunya.


"Hemmmm ... Masakan mu enak Lex." Nina terus mengunyah makanannya.


"Terima kasih pujiannya Bunda ...." Alex pun mulai memakan makanannya.


Alex begitu bahagia melihat ibunya ada persis dihadapannya sambil memakan makanan kesukaannya, karena biasanya Alex hanya memakan makanan kesukaan ibunya itu seorang diri.


"Sepertinya nanti kalau kamu punya istri kamu pasti jadi suami yang pengertian dan serba bisa."


"Bunda terlalu berlebihan, Alex hanya bisa memasak ini saja kok, yang lainnya Alex tidak bisa." Alex terkekeh.


Setelah makan mereka melanjutkan perbincangannya kembali.


"Bun ... rencananya mau tinggal berapa lama?mendingan bunda tidur di sini saja, nanti biar Alex yang bawain barang Bunda di hotel"


"Bunda gak akan lama kok, rencananya lusa juga udah balik lagi."


"Di sana masih banyak pekerjaan yang harus Bunda selesaikan Nak, Bunda janji nanti bulan depan Bunda balik lagi ke sini."


"Janji ya Bun, soalnya Alex ingin ngenalin Bunda sama seseorang."


"Siapa Lex? Gak mungkin pacar kan, karena dilihat dari usia mu itu pasti calon istri ya?"


"Do'akan saja Bun, mudah-mudahan kita berjodoh."


"Bunda akan selalu mendukung kamu Nak, siapapun pilihan kamu, asal kamu bahagia Bunda pasti dukung."


Seandainya Alex belum punya calon istri, ingin sekali rasanya aku ngenalin dia sama anaknya Hasan. Batin Nina.


"Malam ini Bunda tidur di sini ya, Besok Alex akan ijin gak masuk sekolah, biar bisa nemenin bunda jalan-jalan."


"Nggak Usah bolos kerja Lex, kita masih bisa jalan-jalan setelah kamu pulang sekolah."


"Baik lah, kalau begitu sekarang kita istirahat dulu udah malam Bun."

__ADS_1


"Selamat malam Nak." Nina memeluk Alex.


Pagi hari Alex bangun lebih awal karena ingin menyiapkan sarapan untuk ibunya, namun saat hendak ke dapur Alex melihat ibunya sedang menyiapkan sarapan di meja makan.


"Selamat pagi Nak, Maaf ibu bikin kamu terbangun ya?"


"Pagi Bun ... Alex keduluan sama Bunda, tadinya Alex yang mau nyiapin sarapan buat Bunda, eh ternyata sarapannya udah siap."


"Udah mandi dulu aja, setelah itu baru sarapan."


Alex pun pergi mandi dan setelah itu dia kembali untuk sarapan bersama ibunya.


-----------


Di tempat lain, Raina baru saja bangun dan langsung mengecek ponselnya, ternyata dari semalam Alex tidak menghubunginya. Ada raut kecewa dari wajah Raina karena tidak biasanya Alex seperti ini.


"Dia kenapa ya? perasaan kemarin saat pulang dari gunung sikapnya masih biasa, kenapa sekarang jadi berubah? apa aku berbuat salah ya sampai-sampai dia kesal dan gak menghubungi aku?" Raina bermonolog sendiri.


Setelah Raina sudah siap, dilihatnya Alex sudah menunggu di depan pagar untuk menjemputnya sekolah.


"Pagi ...." Alex tersenyum sambil membukakan pintu mobil untuk Raina.


Ini orang kenapa ya? semalam udah gak menghubungi aku, sekarang kelihatan seneng banget, apa dia menyembunyikan sesuatu ya hingga menutupinya dengan sikap manis seperti ini? Batin Raina.


Raina hanya tersenyum dan langsung masuk ke mobil.


Sepanjang perjalanan Raina enggan untuk bertanya pada Alex, diliriknya dengan ujung mata Alex terlihat senyum-senyum sendiri hingga tak menyadari kalau Raina sebenarnya memperhatikan Alex secara diam-diam.


"Kamu kenapa Rai? kok liatin Kakak gaya gitu? baru tahu ya kalau Kakak ganteng?" Alex terkekeh.


"Apaan sih, ke pe-de an banget." Raina mengerucutkan bibirnya.


Alex tertawa lepas dan tak terasa mereka sudah sampai di sekolah. Saat Raina mau keluar dari mobil Alex menahan tangannya.


"Rai ... Nanti pulang sekolah gak apa-apa kan Kakak gak nungguin kamu? Kakak ada urusan."


"Iya gak apa-apa, aku nanti pulang naik ojek online aja."


"Kamu langsung pulang ya, jangan keluyuran dulu."


"Iya."

__ADS_1


Setelah itu mereka masuk ke ruangan masing-masing, Raina masuk ke kelas dan Alex masuk ke ruang guru.


Tak lama bel masuk pun berbunyi, karena sekarang hari senin, mereka semua mengikuti upacara bendera seperti biasa.


__ADS_2