Pacarku Guru Bahasa Inggris

Pacarku Guru Bahasa Inggris
Mulai Menerima


__ADS_3

"Yakin gak nginep?" Alex mencoba meyakinkan kembali karena khawatir Raina berubah pikiran lagi.


"Aku bilang enggak ya enggak ..." Raina mendelik kesal karena Alex terus mengulang pertanyaan yang sama.


Wanita hamil memang kadang-kadang mood nya naik turun. Salah berucap saja bisa sampai berakibat fatal. Alex mencoba mengimbangi semua keinginan istrinya meskipun tidak dipungkiri terkadang ada rasa lelah juga.


"Kak ... Kenapa gak peluk aku?" Raina berucap ketika mata Alex hampir terpejam.


"Hemmm." Alex langsung mengubah posisi tidurnya sambil memeluk Raina.


"Kak ... Maafin aku ya." Raina memainkan jarinya di pipi Alex yang hampir terpejam.


"Maaf untuk apa?" Alex langsung mengumpulkan kesadarannya demi melayani obrolan Raina.


"Aku akan berusaha menerima calon anak kita Kak." Tangan Raina tidak berhenti bermain di pipi Alex.


"Kamu serius sayang?" Alex langsung sadar seratus persen ketika mendengar Raina mau menerima calon anaknya.


"Maafin aku yang kemaren ya ... Aku egois Kak." Raina membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya.


"Terima kasih sayang." Alex mengecup pucuk kepala Raina sambil mengeratkan pelukannya.


Terima kasih Tuhan ... Engkau telah membukakan hati Raina untuk bisa menerima semua ini. Semoga istri dan calon anakku sehat hingga kita berjumpa nanti.


Alex bernapas lega dengan keputusan yang telah Raina ambil. Dia berjanji akan terus memberikan yang terbaik untuk istri dan anaknya kelak.


"Rai ... masih mual?" Alex terus memijat tengkuk Raina yang terus mengeluarkan isi perutnya sejak dari bangun tidur.


"Aku lemes Kak ... " Raina mencoba untuk berdiri agar bisa bernapas dengan benar.


"Hari ini ijin aja ya ... gak usah sekolah." Alex menggendong Raina untuk naik ke atas tempat tidur.


"Aku gak mau bolos Kak ... sebentar lagi ujian praktek jadi minggu-minggu sekarang aku harus fokus menerima pelajaran terakhir sebelum ujian nanti." Raina mencoba mengumpulkan kekuatannya untuk mengganti pakaian.


"Kalau nanti kamu mual di sekolah gimana?" Alex merapikan anak rambut Raina yang terlihat berantakan.


"Aku mualnya cuma pagi-pagi aja kok, kemaren juga aku gak mual saat di sekolah cuma sedikit pusing aja." Sahut Raina meyakinkan.


"Ya udah ... kalau misalkan kamu gak kuat langsung telepon Kakak ya Sayang?" Alex mengelus rambut istrinya sambil beranjak menyiapkan seragam untuk sekolah Raina.


Morning sickness biasa di alami oleh wanita yang tengah hamil muda. Seperti halnya Raina dia mengalami semua itu di saat pagi hari dan menjelang siang Raina tidak terlalu dibuat repot oleh mual yang selalu hadir di pagi hari.

__ADS_1


Hari berganti hari Raina semakin dibuat lemas oleh mual yang sering dia rasakan akhir-akhir ini.


"Rai ... Kamu gak apa-apa kan?" Ayu melihat Raina yang pucat dengan keringat yang membasahi pelipis Raina.


"Aku gak apa-apa kok." Raina mencoba untuk menahan mualnya karena sebentar lagi guru akan masuk ke kelas.


"Kayanya kamu sakit Rai ... wajahmu pucat." Ayu langsung menempelkan tangannya di dahi Raina.


"Ke UKS yuk?" Ajak Ayu.


"Gak usah ... Aku gak apa-apa." Raina tersenyum dipaksakan.


Hari ini masih bisa Raina lewati dengan begitu susah payah. Alex yang melihat istrinya lemas dan pucat dia langsung menggandeng Raina untuk masuk ke mobil.


"Kamu gak apa-apa kan Sayang?" Alex menyeka keringat yang ada di wajah Raina.


"Aku pusing banget Kak." Raina menyenderkan kepalanya di kursi jok mobil.


"Sabar ya ..." Alex mengelus rambut Raina lembut.


Sesampainya di rumah Alex langsung menggendong Raina masuk ke kamar. Alex begitu telaten mengurus Raina yang sedang ngidam di hamil mudanya sekarang.


"Aku gak selera makan Kak." Raina tergeletak tak berdaya.


"Kakak bikinin bubur ya? biar mudah dicerna." Alex terus berusaha membujuk agar istrinya mau makan.


"Terserah Kakak aja deh ... Aku mau istirahat dulu." Raina menarik selimut dengan dibantu oleh Alex.


Alex langsung beranjak ke dapur untuk membuatkan Raina bubur. Di satu sisi Alex merasa senang karena sebentar lagi akan mempunyai buah hati, namun di sisi lain Alex tidak tega melihat Raina yang menjalani kehamilan ini dengan begitu tersiksa.


"Maafin Kakak ya Rai ..." Alex mengelus rambut Raina sambil menunggu bubur dingin.


"Kenapa?" Raina mencoba bangun untuk duduk.


"Kakak udah membuat kamu tidak nyaman seperti ini." Alex terus mengelus rambut Raina.


"Emang Kakak gak tahu kalau wanita hamil muda itu seperti ini?" Tanya Raina asal.


"Enggak." Alex menggelengkan kepalanya.


"Aku juga baru tahu beberapa hari yang lalu kalau ibu hamil muda itu akan seperti ini. Tapi aku senang kok ... sebentar lagi rasa itu akan hilang kalau anak kita lahir nanti Kak." Raina tersenyum sambil mengelus perutnya yang masih rata namun agak keras.

__ADS_1


"Jangan bikin momy susah ya Nak." Alex berbicara sambil mengelus perut Raina.


"Makan dulu ya ... biar Momy dan anak kita sehat." Alex menyendokkan bubur dan menyuapinya pada Raina.


Meski perut susah untuk menerima makanan yang masuk Raina berusaha untuk menelan semua makanan yang diberikan oleh suaminya. Meskipun sedikit tapi Alex merasa lega karena setidaknya perut Raina tidak kosong.


"Kak ... peluk aku." Rengek Raina saat melihat Alex yang baru masuk lagi ke kamar.


Alex tersenyum sambil naik ke atas tempat tidur dan langsung memeluk istrinya.


"Apa Kakak bahagia?" Tanya Raina tiba-tiba.


"Emang Kakak kelihatannya gimana?" Sahut Alex sambil tersenyum.


"Kakak capek ya ngurusin aku?" Sambung Raina.


"Semua ini sudah jadi kewajiban Kakak sebagai seorang suami. Kakak bahagia karena bisa mempunyai istri baik seperti kamu." Alex mencubit hidung Raina.


"Aku juga bahagia Kak ... sebentar lagi akan ada anak kita yang akan hadir di keluarga kecil kita." Raina mengecup bibir Alex sekilas.


"Terima kasih karena sudah mau mengandung anak Kakak ya sayang." Alex membalas kecupan Raina.


"Meskipun sulit aku akan menjalaninya dengan sabar Kak. Kakak jangan bosan ya nurutin semua keinginan aku. Ini kan keinginan anak kita juga." Raina terkekeh.


"Iya ... Apapun akan Kakak lakukan asalkan kamu janji tidak akan diemin Kakak lagi." Alex mencium bibir Raina dengan lembut.


Kehamilan Raina sekarang sudah menginjak 10 minggu, Alex melihat sudah ada perubahan fisik pada tubuh istrinya itu.


Ujian praktek untuk mata pelajaran yang tidak masuk di ujian nasional hari ini akan di gelar. Raina mendapat jadwal ujian praktek penjaskes di hari pertama.


Semua murid yang satu kelas dengan Raina semuanya sudah berkumpul di lapangan untuk mengikuti ujian praktek.


Satu persatu siswa yang ada di lapangan menunjukkan kemampuan terbaiknya untuk mendapatkan nilai sesuai dengan harapan masing-masing dan sampailah pada giliran Raina.


Raina mengikuti ujian praktek penjaskes dengan semangat, dia berlari sebanyak tiga putaran kemudian dilanjutkan dengan lompat jauh.


Raina mulai mengambil aba-aba untuk melakukan lompat jauhnya kemudian dia langsung loncat dan saat dia ingin mendaratkan kakinya tiba-tiba kakinya tidak mendarat sempurna.


Brukkkk ... Raina terjatuh karena kakinya tidak seimbang.


"Awwwww ...." Raina meringis kesakitan sambil memegang perutnya dan akhirnya dia langsung tidak sadarkan diri.

__ADS_1


__ADS_2