
Malam berlalu dengan cepat, hingga tak terasa waktu sudah menjelang pagi.
"Selamat pagi ... " Raina menyapa ayah dan ibunya yang sudah ada di ruang makan.
"Pagi sayang ...." Jawab Maria dan Hasan berbarengan.
"Hari ini kamu pulang jam berapa?" Tanya Maria sambil menaruh sarapannya di piring.
"Sekarang ada jadwal pemadatan, jadi pulangnya jam 4an, emang ada apa Bu?" Raina berbicara sambil mengunyah sarapannya.
"Kamu harus fitting baju dulu sama Alex, kalau gitu nanti Ibu akan telpon pihak butiknya ngasih tau kalau kalian akan datang sore." Maria melanjutkan sarapannya.
"Jangan lupa kasih tahu Alex ya, biar hari ini selesai semuanya." Sambung Maria.
"Iya Bu ...." Raina pun melanjutkan sarapannya sampai terdengar ada suara Alex yang sudah datang untuk mengantarnya sekolah.
"Ayo ... Sarapan dulu !" Sapa Maria pada Alex.
"Terima kasih Tante, saya sudah sarapan." Alex tersenyum ramah pada Maria dan juga Hasan.
Setelah selesai sarapan Raina dan Alex pamit untuk berangkat sekolah.
"Kami berangkat dulu ya Om, Tante ...." Alex berdiri dan pamit pada calon mertuanya.
"Hati-hati di jalannya ya ... Oh ya Lex, nanti pulang sekolah kalian harus fitting baju dulu di butik M, jangan lupa, harus hari ini !" Ucap Maria.
"Iya Tante, akan kami usahakan." Jawab Alex ramah dan kemudian mereka berangkat ke sekolah.
"Gimana tidurnya?" Alex memecah keheningan di dalam mobil.
"Biasa aja." Jawab Raina singkat.
"Gak mimpiin Kakak?" Goda Alex.
"Mimpi itu bunga tidur Kak ... gak mungkin kan aku bisa nawar pengen mimpiin Kakak." Raina mendelik.
"Kakak perhatikan kamu agak aneh Rai, dari kemarin kamu gampang marah, apa lagi PMS?" Selidik Alex.
"Apaan sih ... itu cuma perasaan Kakak aja, aku mah B aja." Tegas Raina
B**enar yang dibilang Kakak, aku kenapa ya akhir-akhir ini aku mudah tersinggung dan bawaannya pengen marah terus, apa perasaan setiap wanita yang mau nikah sama seperti aku? emosinya jadi naik turun, kadang marah kadang melow, huhhhh ... aku juga masih khawatir dengan ucapan pak guru kemarin, apa aku cerita aja ya sama Kakak? biar pikiran aku gak mumet ! Pikiran Raina terus berputar dan tak menghiraukan Alex yang menatapnya dari tadi.
"Rai ... Rai ... Raina ... Raina Salsabila ..." Panggil Alex.
"Hehhhh ... Iya Kak ...." Raina terperanjat dari lamunannya.
"Kamu mikirin apa? dipanggil gak nyautin." Alex membuka seatbelt nya karena mereka sudah sampai di sekolah.
__ADS_1
"Nanti deh aku cerita ... sekarang aku masuk kelas dulu ya." Raina membuka seatbelt kemudian salim dan keluar dari mobil.
Alex melihat Raina yang sudah jauh berjalan ke kelasnya sambil berkecamuk dalam pikirannya sendiri.
Kira-kira Raina kenapa ya, dari kemarin dia kelihatan banyak pikiran, apa dia stres gara-gara mau nikah?
Alex membuang napasnya kasar dan keluar dari mobil menuju ruang guru.
Waktu berjalan dengan cepat dan sekarang saatnya Raina pulang dari sekolah.
"Ayo kita pulang sekarang, keburu sore." Ajak Alex yang melihat Raina sedang ngobrol dengan teman-temannya.
"Guys ... aku duluan ya ...." Raina melambaikan tangan sambil berlalu dari teman-temannya menuju mobil Alex.
"Kita makan dulu ya Kak, aku lapar." Ucap Raina sambil memasang seatbelt.
"Ok." Jawab Alex singkat.
"Mau makan apa Rai ...?" Alex melirik dan kembali fokus ke jalan.
"Aku lagi gak mau makan nasi ... pengen makan Bakso, boleh kan?" Raina mengedip-ngedipkan matanya.
"Boleh ...." Alex tersenyum.
"Makasih calon suamiku ..." Raina menyenderkan kepalanya di bahu Alex.
"Fokus aja ke arah jalan butik, gak usah makan dulu." Raina menjauhkan dirinya dari Alex dan memalingkan wajahnya.
"Hahahahaha ...." Alex tertawa puas melihat Raina yang berhasil dia goda.
"Gak lucu tau ...." Raina mendelik.
"Kakak makin sayang sama kamu Rai." Alex meraih tangan Raina dengan tangan kirinya dan menyetir dengan tangan kanan.
Sesampainya di tempat penjual bakso Raina langsung berlari dan memesan bakso sesuai seleranya.
"Mas ... Spesial 2 ya ..." Ucap Raina pada penjual bakso.
"Siap ... ditunggu ya mbak." Jawab penjual bakso.
Tak butuh waktu lama bakso pun sudah siap untuk dinikmati.
"Sambelnya jangan banyak-banyak, nanti sakit perut lagi kaya waktu itu." Tegur Alex dan Raina hanya mengacungkan jempolnya tanda mengiyakan pada Alex.
Setelah makan bakso mereka kembali menyusuri jalan untuk menuju butik M sesuai perintah dari ibu Raina dan waktu yang dibutuhkan cukup lama, sekitar 30 menit mereka baru sampai di butik M.
"Selamat sore ... ada yang bisa kami bantu?" Sapa salah satu pegawai butik.
__ADS_1
"Kami mau fitting baju yang atas nama Raina mbak." Jawab Raina ramah.
"Mari ikut saya Dek !"
Alex dan Raina mengikuti arahan dari pegawai butik dan masuk ke ruangan sang pemilik butik.
"Tante Nina ... ?" Raina langsung berhambur memeluknya.
"Bunda sama siapa kesini?" Tanya Alex
"Bunda sendiri Lex, kalian dari mana dulu? Bunda udah nunggu kalian di sini dari sejam yang lalu." Nina mencubit pipi Raina.
"Kita gak tahu kalau Tante akan nunggu di sini, Ibu gak bilang sih ...." Raina menjelaskan.
"Iya gak apa-apa ...." Nina tersenyum.
"Elsa ... kenalin ini anak aku Alex dan ini calon istrinya Raina." Nina mengenalkan mereka pada sang pemilik butik.
"Hallo ..." Elsa menjabat tangan Raina dan juga Alex.
"Lex ... Tante Elsa adalah sahabat Bunda dan ayah Raina, Bunda juga baru tahu kalau Elsa tinggal di kota yang sama dengan mu." Tutur Nina
"Orang tuanya sahabatan anaknya menjadi pasangan, sungguh di luar dugaan ...." Elsa tersenyum ramah pada Raina dan Alex.
Setelah berbincang sebentar mereka langsung mencoba berbagai macam jenis pakaian, hingga mereka mendapatkan salah satu pakaian pengantin yang dianggap cocok oleh mereka.
Setelah beres Alex, Raina dan juga Nina pamit pulang karena waktu sudah malam.
------------------
Hari berlalu dengan cepat tak terasa besok adalah acara lamaran Keluarga Alex pada Raina, saudara dari kedua belah pihak mulai berdatangan.
Ayah Alex sudah tiba sekitar jam 4 sore, mereka lebih memilih untuk tinggal di homestay bersama keluarga yang lainnya, sedangkan saudara angkat Nina tinggal di rumah Alex.
"Lex ... kenalin ini Om Andi Kakak Bunda." Nina mengenalkan Kakak angkatnya pada Alex yang baru pulang dari sekolah.
"Hallo Om, semoga betah tinggal di sini." Alex mengulurkan tangannya dan dibalas oleh Andi dengan pelukan hangat seorang Paman.
"Om tidak menyangka, kamu akan menikah dengan anaknya Hasan, Om senang karena pilihan mu tidak salah." Andi mengusap punggung Alex.
"Om juga kenal sama ayah Raina?" Alex heran karena ternyata banyak yang belum dia ketahui tentang Bunda dan keluarganya.
"Jelaslah ... Om sangat mengenal baik Hasan, Hasan adalah salah satu orang yang Om percaya untuk menjalankan perusahaan." Andi dan Alex duduk saling berhadapan.
Terlalu banyak kejutan yang aku dapatkan setelah mengenal keluarga Raina, ternyata selama ini keluarga kami berhubungan dengan sangat baik. Gumam Alex.
Mereka pun melanjutkan bincang-bincangnya dengan diselingi gelak tawa.
__ADS_1