
Teman-teman Raina mulai mengaitkan masalah Raina kesiangan dengan tidak hadirnya Alex hari ini.
"Rai ... Kalian kebangetan ya, chatingan sampai tengah malam, sampai-sampai yang satunya datang kesiangan dan satunya lagi gak datang sama sekali." Ayu mengintimidasi.
"Apaan sih gak nyambung." Raina mencoba tidak menanggapi Ayu.
"Jelas nyambunglah, tadi kamu kesiangan, dan sekarang Pak Alex tidak hadir memangnya sampai jam berapa sih kalian chatingan nya?" Sahut yang lainnya.
"Dengerin baik-baik ya ... Aku kesiangan gara-gara semalam keasyikan chating dengan kalian, terus Pak Alex tidak hadir hari ini karena harus mengantar ayahnya ke Bandara. Jelas?" Raina mendelikkan matanya.
Merekapun kembali pada mejanya masing-masing setelah tadi bergerombol di meja Raina.
Mereka langsung mengerjakan tugas yang diberikan Alex, dan setelah selesai mereka langsung mengumpulkan bukunya pada Ketua kelas untuk di simpan di meja Alex.
Lia yang kebetulan mengajar di kelas yang berdempetan dengan kelas Raina, dia tidak mendengar Alex di kelas, biasanya saat memaparkan materi suara Alex terdengar hingga ke kelas yang berada di sebelahnya.
Istirahat pun telah tiba, Raina dan teman-temannya seperti biasa langsung ke kantin untuk mencari makan, Raina yang tadi tidak sempat membalas pesan dari Alex, dia langsung mengambil ponselnya dan mulai mengetikkan sesuatu.
Raina : Pulang jam berapa?
Raina terus melihat-lihat ponselnya, namun Alex belum membalas pesan darinya bahkan pesannya belum di baca.
Pesanan makanan telah datang, Raina langsung menyantap makanannya bersama teman-temannya yang lain sambil bersenda gurau hingga akhirnya jam istirahat habis dan mereka semua langsung masuk lagi ke kelas.
Lia yang mengetahui Alex tidak masuk, dia langsung berpikir bahwa Alex mungkin kurang tidur karena semalam habis chating sama Raina hingga larut malam.
*Di Bandara*
Alex baru sampai di bandara, kemudian ponselnya bergetar, ternyata Raina yang mengirimnya pesan, Alex tidak langsung membacanya karena saat ini dia tengah ngobrol dengan ayahnya.
__ADS_1
Sekitar 30 menit mereka ngobrol akhirnya mereka berpisah, dan Alex langsung keluar untuk pulang, di tengah perjalanan dia baru ingat bahwa tadi Raina mengirim pesan, dia menepikan kendaraan kemudian membaca pesan dari Raina.
Alex hanya membacanya saja, dia kemudian mengingat kembali ucapan ayahnya, entah kenapa hari ini Alex merasa ingin menghindar dari Raina setelah membaca pesan yang diterimanya tadi malam.
Alex terus berpikir, dia membayangkan akan masa depannya dengan Raina, namun semua itu seakan-akan hanya menjadi angannya saja, karena jelas-jelas Raina belum tentu bersedia untuk hidup bersamanya.
Alex berkecamuk dengan pemikirannya sendiri sedangkan Raina merasa gelisah karena pesannya tidak di balas oleh Alex.
Di sela-sela kegiatan belajarnya, Raina mencoba membuka ponselnya, dan dia membelalakkan matanya, pesannya sudah di baca namun Alex tidak menjawabnya.
Tumben dia nggak jawab pesan aku, oh mungkin dia tidak mau mengganggu aku belajar, oke aku tunggu aja, mungkin nanti juga dia menjawab pesannya. Batin Raina
Jam pelajaran pun telah habis, Raina langsung pulang naik angkot karena dia ingin segera sampai di rumahnya kemudian rebahan sambil chating-an.
Di perjalanan pulang Raina membuka kembali ponselnya, namun tetap, Alex belum menjawab pesannya, kemudian dia mulai membayangkan kalau Alex akan memberinya kejutan hari ini dengan tiba-tiba ada di rumahnya kembali sama seperti waktu itu.
Raina senyum-senyum sendiri membanyangkan kalau hari ini Alex berada di rumahnya lagi, dia mulai akan berakting dengan pura-pura marah karena Alex tidak menjawab pesannya.
Raina masuk dan langsung ke kamar, dia mengganti seragamnya kemudian rebahan di kasur dan tak lama matanya sudah 5 Watt dan terdengar hembusan napasnya yang teratur, ya dia tidur.
Di tempat lain Alex juga sedang merebahkan tubuhnya di atas kasur, sebenarnya dia sudah sampai di rumahnya sejak tadi, namun dia masih belum bisa berpikir jernih hingga dia tidak membalas pesan Raina, karena bingung Alex pun mematikan ponselnya.
Waktu sudah menunjukkan jam 5 sore, Raina baru terbangun dan langsung membuka ponselnya, dia terus membaca pesan yang masuk satu persatu namun tetap Raina tidak mendapatkan pesan dari Alex.
Raina mulai mengetik kembali namun dengan cepat dia menghapusnya kembali, dan langsung menelpon Alex tapi, yang menjawab bukan Alex melainkan operator yang menjawabnya, Raina makin khawatir takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena ponsel Alex mati.
Waktu berlalu dengan cepat, Raina semakin gelisah karena Alex belum ngasih kabar apapun.
Apa mungkin Kakak ikut pulang bersama ayahnya? tapi kenapa tidak meneleponku, ini lagi kenapa ponselnya tidak aktif, awas ya kalau ketemu. Batin Raina
__ADS_1
Jam sudah menunjukkan jam 11 malam, Raina sudah mulai menguap bahkan hampir terus menerus menguap tanpa di sadari Raina pun terlelap tidur.
Pagi hari Alex bangun, kemudian diraihnya ponsel di atas nakas, kemudian dia mengaktifkan ponselnya, dan ternyata banyak notifikasi yang masuk, ada pesan dan juga telpon dari Raina, tak tanggung-tanggung 20 panggilan tak terjawab dari Raina.
Alex tersenyum melihat Raina yang menelponnya sebanyak itu, semalam dia sudah mengambil keputusan akan membicarakan masalahnya dengan Raina secara serius.
Alex langsung mandi dan bersiap-siap untuk pergi menjemput Raina ke sekolah.
Raina yang sudah bangun merasa tidak bersemangat karena Alex tidak menjawab pesannya, padahal jelas-jelas pesannya sudah di baca tapi tetap tidak dibalasnya.
Dengan gontai Raina turun ke ke bawah dan langsung menuju meja makan untuk sarapan, tanpa di sadari Alex memperhatikan Raina yang kelihatan begitu lemas dan tak bersemangat.
"Kamu kenapa Rai, kok gak semangat gitu?" Alex mengikuti Raina.
"Kakak ... kenapa gak jawab pesan aku, bikin khawatir orang aja." Raina cemberut.
"Maaf kemarin Kakak gak balas pesan kamu, udah jangan marah ya, nanti wajahnya jadi jelek." Alex mengacak-acak rambut Raina.
Raina marah karena Alex selalu mengacak-acak Rambutnya, padahal ini sudah di sisir dengan Rapi.
Saat melihat Raina seperti itu, Alex merasa bersalah karena kemarin dia mengacuhkan Raina, padahal hatinya selalu damai kalau melihat Raina bertingkah seperti itu sekalipun dalam keadaan Raina sedang marah.
Setelah selesai sarapan Alex langsung mengajak Raina berangkat ke sekolah, setelah berpamitan pada bu Asih Alex langsung berangkat bersama Raina.
Raina tidak merasa curiga sedikitpun kalau kemarin Alex mengacuhkannya, karena hari ini Alex bersikap seperti biasa, Alex yang ramah dan juga hangat.
Sampailah mereka di sekolah, seperti biasa Lia yang selalu hadir lebih awal, dia memperhatikan Alex dan Raina yang saling tersenyum dengan penuh kebahagiaan.
Aku ingin tahu ... apakah senyum itu masih bisa mengembang atau tidak? hari ini akan ada kejutan buat mu anak ingusan. Batin Lia tertawa puas karena berhasil mengambil buku bahasa inggris Raina.
__ADS_1
Lia mulai menjalankan aksinya dengan cara mengambil setiap buku tugas yang dikumpulkan di meja guru, bahasa inggris adalah buku ke empat yang dia ambil dan kemudian dibakar oleh Lia di rumahnya.