Pacarku Guru Bahasa Inggris

Pacarku Guru Bahasa Inggris
Belum bisa pulang


__ADS_3

Alex langsung ke rumah sakit, dia berjalan dengan sedikit cepat karena takut Raina tidak ada yang menjaga.


Saat tiba di kamar perawatan Alex mengetuk pintu kemudian dia masuk, seketika hati yang was-was akan keadaan kekasih hatinya tergantikan oleh kebahagiaan karena mendapat senyuman dari sang pujaan hati.


"Kak, ... Kenapa jam segini udah pulang?" Raina melihat Alex sambil melirik jam dinding.


"Tadi ijin pulang cepat, takut kamu gak ada yang nemenin." Alex menghampiri Raina.


"Untung Nak Alex sudah datang, ini loh ... Non Raina dari tadi minta pulang." Adu bu Asih pada Alex.


"Kata dokternya gimana Bi?" Ucap Alex pada bu Asih.


"Dokternya belum visit, jadi dari tadi bibi nyoba merayu tapi, Non Raina kekeh minta pulang." Jawab bu Asih.


"Rai ... nanti ya tunggu dulu dokter, kita dengar keputusan dokter hari ini, apa boleh pulang atau tidak?" Tambah Alex.


"Tapi aku bosan Kak ...." Raina merengek manja.


"Iya Kakak juga tau apa yang kamu Rasakan tapi, tunggu dokter dulu ya?" Alex mencoba membujuk.


"Nak Alex, Bibi nitip Non Raina dulu ya, bibi mau pulang dulu ke rumah." Pinta bu Asih.


"Iya Bi, silahkan. Jangan khawatir biar saya yang jaga Raina." Alex tersenyum.


Bu Asih pun keluar dari kamar perawatan untuk pulang ke rumah Raina.


"Kalau Kakak yang jagain kamu masih bosan gak?" Alex Menggoda Raina.


"Sedikittttt." Raina mengarahkan jari jempol dan telunjuk nya dengan posisi hampir berhimpitan sebagai tanda sedikit.


Alex tersenyum dan seperti biasa, dia mengacak-acak rambut Raina, kemudian matanya melihat sarapan Raina masih utuh artinya Raina belum makan.


"Kenapa makanannya masih utuh? Kamu belum makan?"


"Aku gak selera Kak."


"Kalau mau cepat pulang, kamu harus makan biar tubuh mu cepat sehat." Alex membawa makanannya dan mulai menyuapi Raina.


"Aku gak mau Kak, perut aku masih gak enak jadi, aku gak berselera makan."


"Kalau gak makan berarti kamu masih betah tinggal di rumah sakit." Alex pura-pura nyimpan lagi makanannya namun langsung di cegah oleh tangan Raina.


"Iya ... iya ... aku makan, biar bisa pulang cepat." Raina mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


Alex senang karena berhasil membuat Raina mau makan.


Rai ... Kamu tuh harus selalu digertak dan diancam dulu, baru nurut. Batin Alex.


Dengan telaten Alex menyuapi Raina hingga makanannya hampir habis.


Setelah satu jam berlalu, dokter baru tiba di ruangan perawatan Raina, dokter memeriksa Raina dengan teliti.


"Bagaimana Dok?" Tanya Alex pada dokter setelah beres memeriksa Raina.


"Keadaannya sudah mulai membaik, tinggal minum obatnya secara teratur itu bisa membantu mempercepat kesembuhannya." Jawab sang dokter.


"Berarti saya sudah sehat ya Dok, bisa pulang sekarang?" Raina menambahkan.


"Paling besok ya dek, karena masih ada sisa dehidrasinya, jadi masih membutuhkan cairan infus." Jawab dokter.


"Dan Mas tolong di perhatikan makanan adiknya ya, jangan dulu makan yang sembarangan selama satu minggu, karena perutnya masih belum bisa menerima makanan yang aneh-aneh. Pungkas dokter.


"Iya dok, terimakasih." Alex mengantar dokter ke pintu.


Dasar dokter aneh, masa gak bisa lihat mana yang pacaran dan mana yang adik kakak. Gerutu Alex.


"Kenapa wajah Kakak jadi gitu? ada masalah?" Raina heran melihat ekspresi wajah Alex yang langsung berubah.


"Hahaha ... Berarti kita cocoknya jadi adik kakak dong." Raina tertawa sambil menutup mulutnya dengan tangan.


"Kamu ya ... malah mendukung dokter itu." Alex langsung memeluk Raina karena gemas melihatnya.


"Rai ... Kakak punya janji sama teman-teman kamu untuk ngasih PJ yang kedua, kira-kira kita ngerayainnya dimana?"


"Nanti deh aku coba tanyain dulu ke anak-anak."


Waktu yang dirasa bosan oleh Raina ternyata berubah dengan hari yang begitu menyenangkan, dia terus mendapatkan perhatian dari Alex hingga tak terasa jam sudah menunjukkan waktunya makan siang.


"Kamu mau makan apa? Kakak mau pesan Gofood nih, tapi jangan yang aneh-aneh!" Alex mulai memilih menu yang ada di ponselnya.


"Aku mau ayam tepung Kak, Kayak enak deh pake saus pedas." Raina membayangkan sambil ngiler.


"Oke.. tapi gak pake saus ya makannya, Kakak akan pesankan yang original aja."


Setelah selesai memesan, datang petugas rumah sakit yang membawa jatah makan siang untuk Raina, setelah makanannya di simpan Alex langsung membukanya dan menyuapi Raina Makan.


Saat Alex sedang menyuapi Raina tiba-tiba pintu kamar perawatan Raina ada yang membuka dan ternyata itu adalah teman-teman Raina yang datang menjenguk.

__ADS_1


"Aduh maaf ... Kami mengganggu ya Pak?" Ayu dan teman-temannya hendak keluar lagi namun di cegah oleh Alex.


"Ayo sini masuk, gak usah sungkan kaya gitu !" Alex mengajak teman-teman Raina masuk sambil tersenyum.


Pak Alex romantis bangettttt ... jadi pengen di suapin juga. Batin dari teman-teman Raina.


"Kenapa jam segini kalian sudah pada pulang?" Tanya Alex sambil terus melanjutkan menyuapi Raina, Raina sudah menolak di suapi karena malu tapi Alex tidak menghiraukannya.


"Katanya ada rapat dadakan pak, jadi kita di pulangkan sebelum waktunya." Jawab Ayu


Alex baru ingat bahwa pihak sekolah akan mengadakan klarifikasi tentang kesalah pahaman guru-guru terhadap Raina dan waktunya sekarang, namun Alex tidak bisa menghadirinya karena dia harus menjaga Raina.


Obrolan terus berlanjut sampai Raina pun menghabiskan semua makanannya.


"Oh ya guys ... Mumpung kalian ada di sini, kita kan pernah punya janji buat ngasih PJ kedua, kira-kira tempatnya mau dimana? biar di reservasi dari sekarang." Ucap Raina.


mereka mulai berpikir dan saling mengeluarkan idenya


Ada yang ngasih ide di mall, di sekolah, di gunung, di tempat wisata. Namun kebanyakan dari teman-teman Raina mereka memilih untuk hiking ke gunung, alasannya karena sudah lama mereka tidak hiking bareng.


Akhirnya keputusan sudah bulat bahwa akhir pekan minggu yang akan datang mereka akan hiking bareng dan sudah barang tentu semuanya di tanggung oleh Alex.


Setelah melihat keadaan Raina yang sudah baik, mereka semua pamit pulang.


"Kak ... Kenapa ayamnya lama sekali, aku udah gak sabar pengen makan ayam." Rengek Raina.


Baru juga Alex mau mengecek ponselnya ternyata pesanan datang.


Alex dan Raina langsung menikmati pesanan mereka masing-masing.


"Sekarang kamu istirahat ya, biar cepat pulih" Alex menyuruh Raina tidur.


"Gak mau, aku mau jalan-jalan Kak, kita jalan-jalan di taman belakang yuk?" Ajak Raina.


"Pakai kursi roda ya?" Alex berdiri


"Ihhh gak mau ... aku masih kuat jalan." Raina langsung turun dari ranjangnya.


"Kalau jalan Nanti kamu capek Rai." Alex menghentikan Raina.


"Ya udah gendong aja." Raina menggoda Alex yang justru benar-benar dilakukan oleh Alex.


Seketika Raina langsung meronta minta di turunkan, karena terus meronta Alex khawatir tangan yang di infus akan berdarah Akhirnya Alex menurunkan Raina kembali.

__ADS_1


__ADS_2