Pacarku Guru Bahasa Inggris

Pacarku Guru Bahasa Inggris
Singa terbangun


__ADS_3

Ada rasa sedih yang dirasakan oleh Maria ketika ditinggalkan oleh putri semata wayangnya. Dia berusaha untuk menyembunyikan kesedihannya supaya anak dan suaminya tidak ikutan mellow seperti dirinya.


Setelah mobil yang dipakai oleh menantu dan anaknya tak terlihat Maria dan Hasan masuk ke rumah kembali.


“Bu … Padahal situasi seperti ini sering kita alami, tapi kenapa sekarang terasa berbeda ya? Ayah begitu merasa kehilangan.” Hasan menyenderkan punggungnya di kursi.


“Jangan seperti itu Yah … Kalau ayah seperti ini nanti Raina akan merasakan hal yang sama juga, Raina pergi dengan suaminya, lagian kita masih bisa ketemu seperti biasa. Anggap saja kita melepas Raina seperti saat kita pulang ke kota X.” Maria sambil menahan rasa sedihnya.


Aku pun merasakan hal yang sama,tapi aku berusaha tegar agar Raina tidak merasa gelisah meninggalkan kami. Gumam Maria dalam hati.


Raina dan Alex baru saja tiba di depan rumah, mereka langsung disambut hangat oleh Nina dan juga Andi.


“Wah … Pengantin baru sudah sampai.” Sapa Nina pada anak dan menantunya sambil memeluk Raina


“Iya Bun ….” Raina tersipu malu dengan kalimat yang diucapkan oleh mertuanya.


“Kebetulan kalian sudah pulang jadi kita bisa makan siang bareng.” Ucap Andi sambil memeluk Raina kemudian mereka semua masuk dan duduk diruang keluarga.


“Lex … Om dan Bunda akan pulang nanti sore, banyak pekerjaan yang harus diselesaikan jadinya kami tidak bisa menunda lagi jadwal kepulangan.” Andi memulai kembali obrolannya.


“Sekarang? gimana ya … Kayaknya Alex gak bisa nganter Om dan Bunda ke Bandara.” Alex merasa tidak enak.


“Kamu gak usah merasa tidak enak, Kami akan diantar oleh sopir dari kantor, mungkin sebentar lagi tiba.” Andi meyakinkan Alex.


“Liburan nanti kamu harus jenguk bunda ya ! Raina udah tahu rumah Bunda jadi gak bakalan nyasar kemana-mana.” Ucap Nina.


“Insya Alloh Bun, minggu depan Raina UAS berarti minggu depannya kita bisa liburan ke sana.” Jawab Alex.


“Ya udah kalau sudah jelas liburnya, nanti Om akan kasih hadiah honey moon buat kalian.” Andi menepuk bahu Alex.


“Makasih Om.” Jawab Alex dan Raina berbarengan.


Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, mereka melanjutkan dengan makan siang dan setelah itu Raina dan Alex istirahat sedangkan Nina dan Andi mempersiapkan kepulangannnya.


“Sayang … Jaga diri kalian ya, Bunda pasti akan kangen sama kalian.” Nina pamit sambil memeluk Alex dan Raina bergantian.


“Hati-hati ya Bun.” Raina membalas pelukan mertuanya.


“Setelah sampai nanti kabari Alex ya Bun.” Alex mencium punggung tangan ibunya kemudian Andi.


Nina dan Andi pun berangkat ke Bandara untuk pulang ke rumah mereka masing-masing.

__ADS_1


“Ayo masuk Rai …” Alex merangkul bahu Raina.


“Kak ... Aku mau ngerjain tugas yang tertinggal gara-gara aku gak sekolah." Ucap Raina.


"Mau dibantuin gak?" Alex melihat tugas Raina yang cukup banyak.


"Boleh ... Bantuin doa aja." Raina terkekeh.


"Mana tugasnya? Kakak bantu kerjain ya, biar cepat kelar tugasnya jadi kita bisa tuing ...tuing ..." Alex mengambil buku Raina.


"Tuing ... tuing ... maksudnya?" Raina tidak mengerti.


"Udah kerjain dulu, nanti kakak kasih tahu artinya." Alex mengacak rambut istrinya.


dan benar saja Alex membantu mengerjakan tugas Raina dengan sempurna, sehingga Raina hanya tinggal menyalin saja jawaban yang sudah dikerjakan oleh Alex.


"Akhirnya ... selesai juga ...." Raina meregangkan otot-ototnya sambil melirik suaminya yang tengah bermain di depan laptop.


"Kak ... lagi ngerjain apa?" Raina bergelayut manja di tangan suaminya.


"Kakak ngecek email dari anak kelas XI." Alex fokus pada laptopnya.


"Ini lemari untuk nyimpan baju kamu." Alex membuka lemari yang sudah dia siapkan sebelumnya untuk Raina.


"Wah ... ternyata sudah ada isinya." Raina melihat sudah ada banyak pakaian di lemarinya.


"Itu pakaian yang Kakak siapin buat kamu." Alex memeluk pinggang Raina.


"Wah ada underwear nya juga, Kakak tahu dari mana ukuran aku? Kok bisa Pas?" Raina melihat nomor underwear yang sesuai dengan ukurannya.


"Ya ... kakak kira-kira aja karena baru tadi malam kakak tahu ukuran kamu." Alex mengeratkan pelukannya.


"Ihhh Kok jadi mesum gini." Raina melonggarkan pelukan Alex karena Alex sudah memulai pemanasannya lagi.


"Ayo kita tuing tuing sekarang." Alex mulai membalikkan tubuh Raina.


"Kak ... " Raina tidak sempat melanjutkan kalimatnya karena bibirnya sudah dibungkam oleh bibir Alex.


"Kak ... Aku lagi mens, gak boleh mancing-mancing kayak gini." Raina menjauhkan wajahnya dari Alex.


"Rai ... Biarkan seperti ini dulu, Kakak masih kangen sama kamu." Alex kembali meraih tengkuk Raina.

__ADS_1


"Kangen gimana? dari kemarin kan kita ketemu." Raina menahan bibir Alex dengan tangan.


"Sebelum kemarin kan kita seminggu gak berkomunikasi, jadi Kakak kangen berat sama kamu Rai ..." Alex menormalkan gejolak hasratnya.


"Sabar ya ... minggu depan." Raina mengecup bibir Alex sekilas kemudian dia melepaskan pelukan Alex dan mengambil koper untuk melanjutkan menata pakaiannya ke dalam lemari.


"Kenapa sih kok bisa ya kamu PMS di saat kita baru nikah?" Alex membaringkan tubuhnya di tempat tidur.


"Ya karena memang udah waktunya aku PMS." Jawab Raina enteng.


"Kenapa gak kamu cegah?" Alex menarik napas berat.


"PMS itu keluarnya alamiah ... gak mungkinlah bisa aku cegah ... aneh-aneh saja." Raina menggelengkan kepalanya mendengar ucapan suaminya.


"Kak ... Bantuin dong jangan tiduran ... " Raina menarik tangan Alex.


"Iya."


Ini adalah malam pertama Raina tidur di rumah Alex. Entah kenapa Raina terus saja berguling ke kiri dan ke kanan sehingga membuat singa terbangun dari tidurnya.


"Rai ... kamu kenapa?" Alex merasakan singanya bangun karena Raina yang terus menerus bergerak.


"Aku gak bisa tidur Kak." Raina memeluk Alex dengan satu Kaki di posisikan naik ke atas kaki Alex. Dan saat itulah dia baru sadar bahwa ada sesuatu yang terasa mengeras tapi itu bukan kaki Alex.


"Aaaaaa .... " Raina panik langsung menarik kakinya dan langsung duduk.


"Kenapa jadi seperti itu?" Raina menunjuk ke singa yang sedang tegang.


"Ini akibat ulah kamu yang membuat singa terbangun dari tidurnya." Alex menarik Raina untuk tidur kembali.


Ya Tuhan keras banget ... gak kebayang nanti bakalan gimana ya? apa aku bisa ? Gerutu Raina dalam hati.


"Udah gak usah di bayangin, kalau mau lihat secara live juga boleh." Alex hendak membuka celananya.


"Eeeee.... Apaan sih." Raina langsung menutup tubuhnya dengan selimut supaya tidak melihat singa secara live.


"Sekarang aja kamu kaya gini, coba nanti kalau udah merasakan singa secara live apa masih di tutupi pake selimut atau malah minta live nya maraton." Alex menarik selimut Raina.


"Udah ah aku mau tidur, dan jangan lupa singa nya suruh tidur juga biar besok gak ngantuk." Raina langsung memejamkan matanya sambil memunggungi suaminya.


"Iya ... iya ... singa nya juga mau istirahat dulu biar nanti ketika live energinya bisa bertambah seribu kali lipat." Alex terkekeh sambil memeluk tubuh istrinya.

__ADS_1


__ADS_2