
Perjalanan mereka akhirnya berakhir di rumah mereka masing-masing, Raina keluar dari mobil dan masuk ke rumah, dia mencari bi Asih untuk menjelaskan semua yang terjadi.
Bagi Raina ini adalah ulang tahunnya yang paling istimewa, meskipun orang tuanya lupa tidak memberi ucapan selamat, namun itu tidak membuatnya sedih, karena perhatian Alex yang luar biasa itu membuat hatinya sedikit terobati dan membuatnya menjadi seseorang yang berarti.
Kejadian yang tak terduga ini malah membuat Alex dan Raina semakin di mabuk cinta, untunglah Alex seorang laki-laki yang penuh tanggung jawab dan menghormati wanita, karena kalau tidak, mungkin kejadian semalam akan dijadikan kesempatan untuk melakukan hal-hal yang di larang namun kenyataannya Alex tetap menjaganya.
Dengan kejadian semalam, Raina semakin yakin bahwa Alex adalah laki-laki baik yang dikirimkan Tuhan untuknya, dia makin mantap dengan hatinya sekarang bahwa dia akan berusaha untuk menjaga cintanya sampai Tuhan mentakdirkan mereka untuk hidup bersama dalam ikatan yang suci.
Alex merasa tubuhnya begitu remuk karena selain kurang tidur dia juga tidak terbiasa tidur di kursi hingga membuatnya tidak nyaman, dia memilih tidur di kursi karena dia takut kalau tidur bersama Raina dia akan khilap, sehingga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dia memilih tidur tidak nyaman dari pada harus terjerumus pada dosa.
Alex langsung merebahkan tubuhnya sambil memainkan ponsel, dibukanya galeri dan dilihat semua foto bersama Raina kemarin.
Senyum mengembang di bibir Alex menandakan kalau dirinya begitu bahagia, ketika melihat Raina yang begitu ceria saat mereka berfoto bersama.
Alex tidak akan melepaskan Raina begitu saja, dia akan menjaganya sampai mereka bersatu untuk selamanya, karena begitu lelah Alex tertidur pulas.
* berbulan-bulan kemudian *
Berbulan-bulan telah mereka lewati, hubungan Raina dan Alex bisa terbilang aman-aman saja, karena setelah kejadian di penginapan dulu, Raina menjadi gadis yang dewasa, dia lebih bijak dalam menyikapi semua hal yang terjadi dalam menjalani hubungannya dengan Alex.
Begitu pula dengan Alex, dia mencoba selalu memahami kekasih hatinya, dia memberi kebebasan Raina untuk bergaul dan melakukan apa pun asal tidak merugikan nantinya.
Mereka sudah jarang berselisih paham, ataupun salah paham, karena sekarang setiap mereka melakukan sesuatu pasti mereka saling memberitahu satu sama lainnya.
Tiba saatnya di kegiatan ulangan kenaikan kelas, Raina mempersiapkan segala hal untuk menghadapi ulangan kenaikan kelasnya, selama kegiatan tersebut Alex hanya menjemputnya untuk pergi ke sekolah dan tidak mengantarnya pulang, karena Alex pun sama harus menyelesaikan tugasnya sebagai guru yaitu memeriksa hasil jawaban semua muridnya kemudian mengolahnya menjadi nilai untuk raport.
Setelah kegiatan ulangan kenaikan kelas selesai Raina berencana akan pergi ke kota X untuk berlibur bersama keluarganya, dia akan berangkat tiga hari lagi.
Raina pergi ke kota X karena orang tuanya tidak bisa mengunjunginya, sehingga Raina yang harus menemui mereka.
Alex sebenarnya begitu berat ditinggalkan Raina berlibur, karena dia akan kesepian sendiri selama hampir tiga minggu, dia pun akhirnya berencana untuk pergi menemui orang tuanya juga, biar dia tidak terlalu kesepian.
__ADS_1
Hari ini adalah hari pembagian hasil belajar siswa selama satu tahun artinya besok Raina akan berangkat menemui orang tuanya, rencananya besok Raina akan diantar ke bandara oleh Alex.
Acara pembagian raport pun selesai, Raina seperti biasa pulang bersama Alex.
Mereka pergi jalan-jalan untuk mengurangi rasa rindu yang akan mereka rasakan karena liburan kali ini mereka tidak bisa bertemu untuk waktu yang cukup lama.
Mereka menghabiskan waktu bersama, tak terasa waktu malam pun tiba, dengan berat hati Alex mengantarkan Raina pulang.
Mereka telah sampai di depan rumah Raina, sebelum turun Alex menghentikan tangan Raina yang akan membuka pintu mobil.
"Kakak begitu berat melepaskan mu pergi Rai." Alex menatap Raina.
"Kakak ini kan cuma tiga minggu, nanti juga kita ketemu lagi." Raina memegang tangan Alex dan meyakinkannya.
Alex pun merelakannya meskipun dalam hatinya dia merasa bahwa akan ada sesuatu yang terjadi antara hubungan mereka.
Alex kemudian memeluk Raina dan membisikkan sesuatu "kakak akan menunggumu Rai, I love you."
Pagi sudah datang, hari ini Raina akan berangkat jam 8 pagi, dia sudah merapikan semua barang yang akan dia bawa ke kota X
dan tak lama kemudian Alex sudah ada di rumah Raina untuk mengantarnya ke bandara.
Setelah pamit pada bi Asih, Raina dan Alex pergi menuju bandara.
Selama dalam perjalanan, Alex terus menggenggam tangan Raina, dia tidak mau melepaskannya.
"Kakak kapan berangkat?" Raina memecah keheningan diantara mereka.
"Kayaknya Kakak gak jadi pergi Rai tapi lihat nanti deh." Alex melepaskan tangan Raina.
Hanya dengan senyuman yang mengembang Raina menanggapi jawaban Alex, Raina enggan bertanya lagi, karena menurutnya sikap Alex sedikit berubah ketika dia tahu Raina akan pergi.
__ADS_1
Di bandara Alex sangat murung, dia tidak rela kekasih hatinya pergi meskipun hanya sementara, tapi apa boleh buat, Alex tidak punya ikatan yang kuat untuk menghentikan atau melarang Raina, karena dia hanya sebatas pacar saja.
Saat hendak pergi, Alex memeluk Raina dan menarik napas kasar.
"Kakak jangan khawatir, nanti setelah aku sampai aku pasti akan menelepon Kakak, bahkan akan video call langsung, biar Kakak tenang. aku pasti akan kangen banget sama Kakak." Raina balas memeluk.
"Kakak juga akan kangen banget sama kamu Rai." Alex melepaskan pelukannya.
"Hati-hati ya." Alex melambaikan tangan karena Raina sudah akan pergi.
Raina pun pergi meninggalkan Alex sambil terus-menerus menoleh ke belakang melihat Alex dan melambaikan tangan sampai Alex sudah tak terlihat lagi.
Alex keluar dari bandara, dan pulang menuju rumahnya.
Raina tiba di bandara kota X, disana sudah ada Maria yang sudah menunggu kedatangan anaknya.
Saat melihat Raina, Maria langsung menghampiri anak kesayangannya itu, mereka saling berpelukan melepas rindu setelah beberapa bulan tidak bertemu.
Mereka langsung menuju rumah dinas ayahnya di kota X, ini untuk pertama kalinya Raina berkunjung ke rumah dinas ayahnya, Raina sangat senang karena bisa berkumpul dengan orang tuanya.
Karena sudah lama tidak bertemu, Raina keasyikan ngobrol dengan ibunya, sehingga dia lupa kalau dia berjanji akan menghubungi Alex jika telah sampai di rumah.
Saat Raina sampai, ayahnya belum pulang dari tempatnya bekerja, sambil menunggu Raina pun pergi istirahat, dia tidak membuka ponselnya karena tidak ada bunyi atau getaran pesan maupun telepon yang masuk, dia tidak sadar bahwa ponselnya masih dalam mode pesawat, Raina langsung tertidur.
Waktu sudah menunjukkan sore hari, Maria membangunkan Raina karena akan mengajaknya jalan-jalan.
Raina bangun dan bersiap-siap untuk pergi dengan ibunya, saat hendak pergi dia meraih tas kecilnya dan melihat ponsel miliknya, betapa terkejutnya saat melihat ponselnya masih dalam mode pesawat.
Raina langsung mengubah status ponselnya, dan setelah itu dia melihat ada 20 panggilan tak terjawab dari Alex, Raina belum sempat menelpon balik pada Alex, karena Maria sudah menunggu dan memanggil Raina berulang kali.
Di kota lain, Alex merasa cemas dan khawatir karena Raina belum ngasih kabar apapun padanya, Alex terus mondar mandir sambil mengecek ponselnya.
__ADS_1