
Raina begitu menikmati kebersamaannya bersama anak-anak panti asuhan, dia mulai merasakan naluri keibuannya muncul saat melihat anak kecil yang terus-menerus menempel padanya.
"Gimana kamu suka gak dengan perayaan kelulusannya?" Ucap Alex sesaat setelah mereka pamit dari panti asuhan.
"Suka sekali Kak, ini jauh lebih asyik jika dibandingkan dengan hanya mengotori seragam kita." sahut Raina sambil menyenderkan punggungnya.
"Syukurlah ... aku senang kamu punya pemikiran seperti itu." Alex tersenyum dan mulai mengemudikan mobilnya keluar dari panti asuhan.
Hari yang mereka lalui begitu terasa singkat, tak terasa hari untuk menggelar acara resepsi pernikahan Alex dan Raina tinggal dua hari lagi.
Semua orang yang menerima undangan pernikahan seakan tidak percaya kalau ternyata Alex serius sama Raina. Banyak murid perempuan yang merasa patah hati karena pujaan hatinya akan menikah.
Begitu juga dengan Shabi, dia terlihat tak percaya ternyata Raina lebih memilih Alex dari pada dirinya.
"Besok semua orang akan tahu tentang status kita, apakah kamu senang?" tanya Alex tiba-tiba.
"Pastinya ... yang bikin aku senang karena nanti di sekolah gak bakalan ada yang berani gangguin kamu Kak, apalagi nanti aku udah gak sekolah di sana. Jadi, aku bakalan tenang karena mereka udah tahu kamu punya istri." sahut Raina sambil mengelus-elus dada suaminya.
__ADS_1
Alex mendekap Raina ke pelukannya, dia kembali membayangkan saat pertama kali melihat Raina yang justru saat itu juga Alex telah jatuh cinta pada muridnya sendiri.
Alex tersenyum sendiri mengingat hal-hal yang sudah mereka lalui bersama. "Sekarang waktunya tidur, biar besok kita fresh." Alex langsung memejamkan matanya sambil mengelus-elus rambut Raina.
Hari yang ditunggu akhirnya tiba juga. Raina mengenakan gaun pengantin yang sangat cocok dan pas sesuai dengan usianya. Alex pun demikian, tuksedo senada yang di kenakannya hari ini menambah kesan muda dari usia aslinya.
Rangkaian acara sudah di mulai, Alex dan Raina berjalan beriringan menuju ke tempat pelaminan yang sudah di siapkan oleh tim WO. Semua mata melihat takjub akan keserasian dua insan yang hari ini duduk di kursi pelaminan.
Alex terus menyunggingkan senyumnya kepada semua para tamu undangan. "Aku sangat bahagia Rai." Alex berbisik di telinga Raina.
"Semoga pernikahannya bahagia ya Pak." salah satu murid yang ngepans sama Alex datang memberi selamat.
"Terima kasih." Sahut Alex dan Raina bersamaan.
"Rai ... terima kasih karena telah bersedia menghabiskan waktumu untuk hidup bersama aku. Semoga aku bisa menjadi imam yang baik untuk keluarga kita. Ingatkan aku jika aku menyimpang dari semua janji yang aku ikrarkan di depan orang tuamu. Aku mencintaimu, Raina Salsabila." Alex mengecup pucuk kepala Raina dengan penuh cinta.
--------------
__ADS_1
Di dunia ini tidak ada kebahagiaan yang bisa melebihi apapun kecuali saat kita bisa bersanding hidup dengan orang yang kita cintai.
Realita hidup mengajarkan kita bahwa dalam rumah tangga selalu saja ada godaan-godaan yang menghampiri kita. Tergantung kita menyikapinya mau seperti apa.
Perbedaan usia tidak menghalangi niat tulus seseorang, cinta memang tidak memandang usia.
Semoga rumah tangga kita semua selalu di berkahi dan menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah.
Sampai juga di Karya saya yang lainnya.
\=\=\=THE END\=\=\=
Terima kasih buat semua Reader yang sudah setia menunggu setiap episodenya. Nantikan kelanjutan ceritanya di judul yang berbeda.
Saya juga nulis novel di tetangga sebelah kalau berkenan mampir ke platform kuning ya.. cari nama Pena ku Ra Sta.
Terima kasih🤗🥰🙏
__ADS_1