
Alex keluar dari ruang Kepala Sekolah dengan wajah yang tidak bersahabat, pikirannya terganggu oleh sikap Raina yang tiba-tiba berubah, dia tidak menyangka bahwa kekasihnya bisa selalai itu.
Alex melihat Raina yang baru keluar dari ruang BK, dia langsung mengambil ponselnya dan mulai mengetikkan pesan untuk Raina.
Alex : Nanti pulang sendiri ya, kakak lagi banyak kerjaan jadi akan pulang sore, hati-hati di jalannya.
Raina tidak langsung menjawab pesan dari Alex karena ponselnya ada di dalam tasnya.
Alex langsung masuk ke kelas untuk mengajar dan Raina pun masuk ke kelas dengan minta maaf terlebih dahulu pada guru yang ada di kelasnya karena tadi dia harus pergi ke ruang BK dulu.
Jam terakhir pun akhirnya selesai, Raina langsung membereskan bukunya dan melihat ponselnya, lalu dia melihat pesan yang dikirim oleh Alex namun Raina tidak membalasnya.
Raina pulang bersama Ayu, dia mengajak sahabatnya untuk jalan-jalan sebentar karena merasa lelah dengan kejadian yang telah menimpanya.
Ayu bertanya tentang tugas yang tidak dikerjakan oleh Raina, namun Raina tetap dengan argumennya bahwa dia tidak pernah melalaikan semua tugasnya.
Ayu pun hanya mencoba menghibur temannya yang sedang dipusingkan oleh tugas-tugasnya.
Setelah sore Raina langsung pulang, Raina terkejut karena saat tiba di depan rumahnya dia melihat ada mobil Alex yang terparkir di depan pagar rumahnya.
Saat hendak membuka pagar, Alex keluar dari mobilnya.
"Rai ... kamu habis dari mana?" Tanya Alex.
"Eh kirain aku Kakak ada di dalam, kenapa tidak masuk?" Raina balik bertanya.
"Pertanyaan Kakak belum kamu jawab!" Alex menatap mata Raina tajam.
"Aku habis main sama Ayu." Raina membuka pagarnya dan mengajak Alex masuk.
Alex mengikuti langkah Raina dan masuk ke rumah ya, Raina langsung minta bu Asih untuk membuatkan minuman dan dia langsung pergi ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya.
Raina turun setelah mengganti pakaian, dan dilihatnya wajah Alex seperti sedang menahan marah.
__ADS_1
Alex yang tidak ingin bu Asih tahu akhirnya mengajak Raina untuk ngobrol di teras rumah Raina.
"Kamu kenapa tidak mengerjakan tugas ekonomi dan matematika?" Tanya Alex dengan wajah seriusnya.
"Aku juga gak tahu Kak, padahal aku udah ngerjain bareng-bareng di sekolah dan bukunya udah aku kumpulin juga, tapi kenapa buku aku gak ada." Jawab Raina.
"Kalau kamu ngerjain dan ngumpulin tugasnya mana mungkin bukumu tidak ada, kamu jangan belajar bohong Rai." Alex makin serius.
"Aku gak bohong Kak, Kakak gak percaya sama aku?" Raina mulai emosi.
"Terus kenapa kamu juga tidak mengerjakan tugas yang Kakak berikan? Kakak mau percaya gimana Rai, bahkan kamu sudah berani tidak mengerjakan tugas dari Kakak."
Alex menahan diri agar bisa mengontrol dirinya.
"Aku udah ngerjain tugas yang Kakak berikan, Kakak jangan nuduh aku kaya gitu dong." Raina marah.
"Buktinya tugasmu tidak ada, Kamu tidak bisa mengelak lagi Rai ... Tadinya saat semua orang membicarakanmu kakak ingin membela tapi, setelah kakak lihat tugas mu tidak ada ternyata kamu memang sengaja mencari perhatian dengan tidak mengerjakan tugas-tugas yang telah diberikan." Tegas Alex.
"Kamu jangan seperti itu Rai, kalau kamu salah akui saja, tidak usah melibatkan orang lain." Sahut Alex.
"Kakak ... aku kecewa karena kamu tidak percaya sama aku." Raina berkaca-kaca.
"Bukan kakak gak percaya, tapi Kakak ingin kamu mengakui kesalahan yang sudah kamu perbuat, tidak usah menutupinya dengan kebohongan apalagi menyuruh kakak untuk bertanya pada orang lain." Jelas Alex.
"Tapi aku tidak bohong kak!" Raina mulai menahan air matanya supaya tidak jatuh.
"Kakak heran sama kamu Rai, bisa-bisanya kamu chating-an sampai tengah malam dan kamu bangun kesiangan gara-gara itu, kamu chating-an sama siapa? kamu tahu Rai ... semua orang hampir menyalahkan Kakak, padahal selama jam sekolah Kakak tidak pernah mengirim pesan lebih dari jam 10 malam, apa kamu menyembunyikan sesuatu Rai?" Cecar Alex.
"Bisa pulang sekarang gak? Aku mau istirahat." Raina langsung meninggalkan Alex dan masuk ke dalam rumahnya sambil menutup pintu.
Alex yang melihat Raina seperti itu, dia pun langsung pergi dari rumah Raina.
Raina masuk ke kamar dan menjatuhkan tubuhnya di atas kasur kemudian dia menangis sejadi-jadinya. Dia kecewa karena Alex tidak mempercayai ucapannya.
__ADS_1
Alex yang kecewa sama sikap Raina dia memilih untuk tidak menghubunginya, dia menyadari atas semua ucapan yang telah Ayahnya ucapkan waktu itu bahwa Raina memang kekanak-kanakan dan emosinya masih labil.
Kenapa dia begitu yakin kalau tugasnya udah dikumpulin, tapi nyatanya bukunya tidak ada, dan dia berani bersumpah segala hingga berani menyuruh aku untuk menayakannya pada Shabi, apa aku tanyakan saja ya? Alex berkecamuk dengan batinnya sendiri.
Alex berusaha untuk menghubungi Shabi, namun niatnya diurungkan karena sekarang bukan waktunya untuk bertanya urusan sekolah.
Besok saja aku tanyakan langsung sama Shabi, besok kan jadwalnya aku mengajar di kelas Raina. Batin Alex.
Ke esokan harinya, seperti biasa Alex menjemput Raina untuk berangkat ke sekolah, namun bu Asih langsung menghampiri Alex dan mengatakan bahwa Raina sudah berangkat ke sekolah naik sepeda motor.
Alex langsung pergi dan setelah sampai di sekolah dia melihat ada beberapa orang yang sedang bergunjing tentang dirinya dan juga Raina.
Alex tidak memperdulikan omongan orang lain, dia sudah tidak sabar ingin masuk ke kelas Raina dan ingin bertanya kepada Shabi yang sebenarnya.
Waktupun berlalu sengan cepat hingga akhirnya sekarang sudah waktunya Alex masuk ke kelas Raina.
Alex membagikan buku semua murid yang telah dia periksa dan dia pun mengatakan bahwa ada satu siswi yang tidak mengerjakan tugasnya yaitu Raina.
Alex langsung menegur Raina di depan semua muridnya, karena dia tidak mau dianggap tidak profesional jadi dia harus memperlakukan Raina seperti muridnya yang lain.
"Raina Kenapa kamu tidak mengerjakan tugas saya?" Tanya Alex.
"Shabi buku aku dimana? bukankah aku sudah mengumpulkannya kemarin bersama yang lainnya pada mu?" Raina langsung bertanya pada Shabi tanpa memperdulikan Alex.
"Semua buku sudah saya simpan di meja bapak, termasuk punya Raina juga pak." Jelas Shabi.
"Tapi bukunya tidak ada di meja saya." Sahut Alex.
"Saya sudah mengerjakannya Pak, dan saksinya semua orang yang ada di sini, mereka semua tahu kalau buku saya sudah saya kumpulin." Tegas Raina dengan wajah marahnya pada Alex.
"Ya sudah saya akan mencoba mencarinya lagi, tapi kalau memamg ketahuan tidak mengerjakan tugas saya, maka nilaimu akan di bawah KKM." Pungkas Alex.
Alex pun langsung memulai menjelaskan materinya hari ini, setelah memberikan latihan dia duduk sambil berpikir kenapa buku Raina tidak ada, padahal jelas-jelas teman-temannya bilang bahwa Raina sudah mengumpulkannya.
__ADS_1