
Semua peserta berkumpul secara berkelompok untuk memulai melakukan penjelajahan, satu persatu dari setiap kelompok mulai meninggalkan lapangan dan berjalan sesuai arah yang diberikan.
Mereka diberi tugas untuk mencari dan mengumpulkan bintang yang tersembunyi diantara pohon – pohon yang ada di sepanjang jalan yang mereka lalui, mereka harus mengumpulkan bintang sebanyak mungkin untuk menghindari hukuman.
Rika melihat Raina yang sedang fokus mencari bintang dengan teman-temannya dia langsung berpikir untuk mengerjai Raina sekaligus memperingatkan dia.
Ditengah perjalanan, saat semua orang sibuk mencari bintang Rika menghampiri Raina dan meminta bantuan.
“Raina bisa bantu ibu sebentar?” Rika menarik tangan Raina.
Raina tidak menaruh curiga apapun juga, karena selama ini Rika tidak pernah menunjukkan sikap yang mengisyaratkan bahwa dia tidak menyukai Raina, sehingga dengan senang hati Raina mengikuti Rika.
Rika membawa Raina ke tempat lain yang tidak terlalu jauh dengan keberadaan teman-temannya.
“Maaf bu, kita mau kemana?” Raina mulai heran karena Rika terus membawanya berjalan tanpa bicara sepatah kata pun.
Rika tidak menghiraukan pertanyaan Raina, dia terus berjalan hingga sampai ditempat yang dia rasa aman dia langsung membalikkan badannya dan menatap Raina Tajam.
“Saya mau jujur sama kamu kalau saya tidak suka melihat kamu yang selalu mencari-cari perhatian orang.” Rika menyeringai licik.
“Apa maksud ibu, saya tidak mengerti bu.” Raina mengernyitkan dahinya.
“Kamu jangan suka pura-pura bodoh padahal kamu sendiri tahu apa yang saya maksud, baiklah saya tegasin lagi, seorang siswi seharusya bersikap hormat pada gurunya, bukan malah jadi kekasihnya.” Rika berjalan perlahan mendekati Raina hingga Raina terus berjalan mundur karena Rika yang terus berjalan kearahnya.
“Menurut saya ibu salah paham, meskipun saya menjalin hubungan dengan pak Alex, tetapi saya tetap menghormatinya, saya tidak pernah berlaku tidak sopan.” Raina berusaha menjelaskan.
“ha… ha… ha… sopan seperti apa hah ? dengan mencari perhatiannya? Ohh tentu dengan pura-pura menabraknya supaya kamu dapat kesempatan untuk memeluknya, seperti itukah sopan yang kamu maksud?" Rika mulai emosi dan terus melangkahkan kakinya di depan Raina sehingga mau tidak mau Raina harus terus mundur.
“Ibu salah paham, kejadian waktu itu memang benar-benar tidak sengaja bu, selama di kegiatan sekolah saya tidak pernah berniat untuk melakukan hal itu.” Raina mulai tidak nyaman karena Rika terus membuatnya harus berjalan mundur kebelakang.
__ADS_1
“Kamu bohong, kamu tahu.. saya tidak suka sama orang yang munafik seperti kamu, harusnya kamu ngaca dulu sebelum kamu menjalin hubungan sama Alex, kamu hanya gadis bodoh yang mau di permainkan oleh laki-laki dewasa seperti Alex.” Rika menunjuk kening Raina sehingga Raina tidak bisa menyeimbangkan badannya karena kakinya yang terus mundur tanpa disadari kakinya berada di ujung jurang dan terperosok ke jurang.
Di tempat lain Ayu yang terus-terusan melihat dan mencari Raina ke belakang dia tidak melihat Raina muncul, dia mencoba untuk menghubunginya namun teleponnya tidak dijawab, Ayu terus menerus melakukan panggilan namun tetap tidak ada jawaban.
Ayu panik karena dia khawatir akan terjadi sesuatu dengan sahabatnya itu, sedangkan Raina berusaha memegang sebuah pohon untuk menahan dirinya supaya tidak terperosok lebih dalam lagi ke jurang, dia berteriak minta tolong namun percuma semuanya tidak ada yang mendengar.
Rika panik melihat Raina yang terjatuh ke jurang, dia terus mondar mandir karena dia tidak bisa membantu Raina.
Disisi lain Ayu yang merasa cemas sahabatnya belum kembali ke kelompoknya, dia memberanikan diri untuk memberitahu Alex bahwa Raina tidak ada bersamanya, Ayu berlari kearah Alex.
“Pak.. Raina belum kembali dari tadi.” Ayu sambil ngos-ngosan.
“Bukannya bersama kelompok kalian?” Alex terkejut lalu mengambil ponselnya.
”tadi Bu Rika membawa Raina, aku udah mencoba menghubunginya tapi di telepon juga gak diangkat.” Ayu mulai menjelaskan.
Alex panik kemudian dia mencoba menghubungi Raina namun tidak ada jawaban, kemudian dia berusaha menghubungi Rika.
Rika : Hal…. (Alex langsung memotong kalimat Rika sebelum menuntaskan kalimatnya Alex langsung bicara)
Alex : kalian dimana ?
”tolonggggg……. Toolongggggg….” Alex mendengar suara seseorang yang meminta tolong, dia langsung yakin dengan suara yang didengarnya, dia langsung berlari sambil berteriak bertanya pada Rika.
Alex : kalian ada dimana? (Alex emosi)
Rika : kami ada di jurang dekat bla…bla… bla…
Tanpa berpikir panjang Alex langsung mematikan ponselnya dan meminta bantuan yang lainnya untuk mengikutinya sedangakan yang lain disuruh untuk melanjutkan kegiatan penjelahan.
__ADS_1
Alex ditemani oleh Ayu dan juga beberapa siswa laki-laki untuk mencari keberadaan Raina, Alex sudah tahu persis keberadaan Raina, karena tempat ini selalu dijadikan tempat perkemahan oleh sekolah tempat Alex mengajar, sehingga dia sudah hapal dimana lokasi yang Rika maksud.
Alex berlari mencari Raina, hingga setelah 10menit kemudian dia menemukan Rika yang sedang terduduk lesu.
“Dimana Raina.” Alex berteriak pada Rika, dan Rika menunjuk kearah Raina berada.
“Kak… tolong aku, tangan aku udah gak kuat, hiks… hiks..hiks…” Raina mencoba berteriak supaya Alex bisa mendengarnya.
“Rai.. tenang, kakak akan membantumu.” Alex menuju tempat yang ditunjukkan Oleh Rika, dia melihat kekasih hatinya sedang bergelantungan dengan sebelah tangan sambil menangis.
Alex langsung memasang tali yang seadanyanya, yang lain ikut membantu Alex, mereka bekerja sama dan Alex mulai turun dengan tali yang terpasang ditubuhnya untuk menolong Raina.
Alex tidak merasa kesulitan turun ke jurang, karena dia sudah terbiasa dengan keadaan darurat seperti itu, dia berhasil meraih tangan Raina yang hampir terlepas dari pohon, dengan sigap Alex menarik Raina ke atas, dan Raina pun terselamatkan.
Raina langsung memeluk Alex dan menangis histeris karena dia begitu ketakutan.
“hiks… hiks… aku takut kak” Raina memeluk Alex dengan erat.
“Tenang Rai.. kamu tidak apa-apa, kamu sudah selamat.” Alex mencoba menenangkan Raina.
Alex terus berusaha menenangkan Raina yang tarus menangis dan dia pun memberinya minum supaya Raina bisa lebih tenang, Alex menyuruh yang lain untuk kembali pada kelompoknya, sedangkan dia akan membawa Raina kembali ke tenda karena Raina tidak memungkinkan untuk melanjutkan penjelajahannya.
“Saya menunggu penjelasan dari anda.” Alex menekan intonasi bicaranya pada rika dengan tatapan mematikan.
Rika hanya melihat Alex dengan penuh ketakutan, dia takut kalau Alex malah akan membencinya, niatnya yang untuk menjauhkan Alex dengan Raina justru malah berakir dengan seperti ini.
kenapa aku bisa ceroboh seperti ini, kalau dia benar-benar jatuh ke jurang bagaimana? Rika prustasi.
Alex memapah Raina untuk kembali ke tenda, namun seakan tidak ada tenaga Raina tidak bisa berdiri karena masih syok dengan kejadian yang telah menimpanya, tanpa berpikir lagi Alex langsung menggendong Raina dengan ala bridal style, karena tubuh Raina yang tidak terlalu gemuk memudahkan Alex untuk menggendongnya hingga sampai di tenda.
__ADS_1
Raina terus menerus menangis di sepanjang perjalanan menuju tenda hingga akhirnya dia pingsan di tengah perjalanan menuju tenda, Alex langsung panik hingga dia berjalan dengan cukup cepat untuk membawa Raina langsung ke tenda khusus pos kesehatan.
Semua orang yang menjaga tenda heran dan panik ketika Alex kembali dengan membawa Raina yang kini tengah pingsan, Alex langsung berteriak meminta tolong untuk mengecek keadaan Raina.