
Mentari pagi masih enggan menampakkan cahayanya, langit yang begitu mendung membuat hati seseorang juga ikutan mendung, Lia yang merasa belum puas dengan pembicaraannya kemarin, sekarang dia berencana untuk menyelesaikannya kembali, namun dia tidak bisa pergi ke sekolah karena pihak sekolah menyuruhnya untuk istirahat di rumah dan menjernihkan pikirannya.
Lia masih belum terima kalau Alex sudah berpaling darinya.
Aku harus membuat dia kembali lagi pada aku, apapun yang terjadi dia harus menjadi milikku lagi, dan anak kecil itu pasti akan aku buat menjauh dari Alex.
Lia beberapa kali mengepalkan tangannya ketika dia mengingat Alex yang menunjukkan Raina sebagai kekasihnya sekarang dan bahkan akan dijadikannya sebagai istri, pikirannya terus mengalir seperti itu.
Alex yang merasa bahwa Raina telah memahami semua yang terjadi, dia sudah tidak mempedulikan lagi tentang sikapnya pada Lia nanti, toh Raina sudah tahu semuanya, jadi sekarang tinggal jaga jarak aman saja, supaya Lia tidak mengganggunya lagi.
Pagi ini seperti biasa Alex menjemput Raina untuk berangkat ke sekolah, Raina yang sudah diberi kabar oleh Alex dia sudah siap dan menunggunya di depan gerbang, sehingga saat Alex datang mereka langsung berangkat ke sekolah.
Untuk pertama kalinya setelah hubungan mereka diketahui oleh warga sekolah mereka berangkat bersama, tentunya sekarang Raina tak perlu lagi turun di halte sekolah, dia sekarang sudah bisa turun di parkiran karena semuanya udah tahu hubungan mereka.
Mobil tiba di parkiran, saat Alex dan Raina keluar dari mobil, masih banyak pasang mata yang melihat, dan ada pula yang pura-pura tidak melihat.
"Biarkan saja mereka seperti itu, nanti juga akan terbiasa." Alex tersenyum pada Raina, merekapun berjalan ke lorong yang berbeda, Alex menuju ruang guru dan Raina menuju kelas.
Saat tiba di kelas, Ayu sudah ada di kursi tempat Raina duduk.
"Kamu hutang penjelasan sama aku Rai." Ayu menepuk kursi di sebelahnya untuk Raina duduk.
"Iya nanti aku jelasin kok." Raina melepas tas punggungnya.
"Aku mau sekarang!!" Ayu mendelik.
"Iya aku jelasin sekarang, maksa banget jadi orang, iya aku benar punya hubungan dengan pak Alex." Raina menatap Ayu.
"Cuma segitu? itu mah kemaren juga semua orang udah tahu, aku mau penjelasan yang saaaangattttt jelas!" Ayu memegang pipi Raina dan menggoyang-goyangkannya.
" He..he.. aku udah hampir 1 tahun pacaran dengan pak Alex." Raina menutup mulutnya.
" Apa... 1 tahun? dan kamu baru cerita sekarang, benar.. benar.. ya kamu Rai, udah 1 tahun dan aku baru tahu kemaren dan itupun karena ada insiden." Ayu menggebrak meja dan menggoyang-goyangkan badan Raina.
" Maaf.. tadinya aku akan cerita, tapi takut kamu gak setuju." Raina menyatukan kedua telapak tangannya sebagai tanda permohonan maaf pada sahabatnya.
" Ini tidak bisa diterima, sebelum kamu membayar PJ dulu, ha.. ha.. ha.." Ayu tertawa dan mengumumkan pada teman sekelasnya bahwa hari ini akan ada yang memberinya PJ, jadi semuanya akan di traktir oleh Raina.
__ADS_1
Mendengar itu, Raina hanya menepuk jidatnya karena dia kira Ayu akan marah, tapi temannya itu malah meminta pajak jadian.
" PJnya udah basi, orang jadiannya juga udah lama" Raina mencoba menolak permintaan Ayu.
"Itu menurut mu, buat kita kalian baru jadian, karena kita baru tahunya sekarang, pokoknya nanti istirahat di kantin jangan sampai lupa" Ayu mencubit pipi Raina dan pindah ke kursinya sendiri.
Raina hanya mengedikkan bahunya dan tersenyum pada semua orang.
Raina mengambil ponselnya kemudian dia mengetik pesan untuk Alex.
Raina : Ayu minta PJ di kantin nanti jam istirahat.
Alex : Ok.
Raina : Gak tanggung-tanggung dia ngajak satu kelas.
Alex : Ha.. ha.. ha.. gak masalah.
Raina : Kakak.... malah ketawa
Alex : Tenang saja, biarkan mereka makan sepuasnya, nanti kakak yang bayar.
Alex : Gak usah dipikirin, udah sekarang belajar dulu aja, nanti ketemu di kantin.
Raina : Ok
Raina mengakhiri pesannya dan memasukkan ponselnya ke dalam tas.
Raina belajar seperti biasa, karena pikirannya sudah mulai fokus jadi dia sangat semangat menerima pelajaran yang disampaikan gurunya hari ini.
Bel istirahatpun berbunyi, semua teman-teman Raina meyakinkan kembali apakah akan ada PJ atau tidak.
" Silahkan kalian makan sepuasnya." Raina memberikan senyum termanis nya pada teman-temanny.a
Mereka langsung bersorak gembira dan mereka langsung menarik Tangan Raina untuk dibawanya ke kantin, karena mereka takut Raina berbohong.
Saat tiba di kantin mereka mengatur meja dan memposisikan duduk dengan meja yang di satukan supaya bisa duduk saling berdekatan, saat mereka memesan makanan, Alex datang menghampiri mereka, Alex tidak datang sendiri dia datang bersama Arman, dan salah satu teman Raina yang duduk di samping Raina langsung pindah dan mempersilakan Alex untuk duduk di samping Raina.
__ADS_1
Raina menawarkan menu yang akan Alex makan dan Alex memilih makanan yang sama dengan yang di pesan Raina, teman-teman Raina mulai memperhatikan Alex dan Raina, mereka saling tersenyum melihat hubungan guru dengan murid itu.
"Wah bapak serasi banget ya sama Raina." salah satu teman Raina membuka obrolannya.
"Kalian gak usah merayu, tenang saja pak Alex pasti membayar PJnya." Raina mencoba menghentikan ocehan teman-temannya.
" Asli Rai.. kalian serasi banget loh." teman yang lainnya pun angkat bicara.
" Syukurlah berarti saya tidak salah pilih wanita, Kalau gitu ayo kita berfoto Rai buat menambah album kenang-kenangan kita." Alex mengeluarkan ponselnya.
Saat akan mengambil gambarnya, justru teman-teman Raina sudah lebih dulu memotretnya dan salah satu dari teman Raina menawarkan diri untuk membantu mengambil gambar mereka menggunakan ponsel Alex.
Raina hanya mendelik pada Alex, karena bisa-bisanya di situasi seperti ini dia malah menunjukkan kedekatannya.
Makanan sudah di sajikan dan siap untuk dinikmati, Alex yang selalu memanjakan Raina, dia tidak bisa melihat tempat dimana mereka berada, dengan spontan Alex menyuapi Raina makan dan Raina pun Reflek membuka mulutnya, dan sontak membuat semua teman-teman Raina yang satu meja melihat adegan romantis itu.
"cieee... cieeee romantisnya. " hampir semua bersorak seperti itu.
Alex hanya menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal, wajah Raina langsung merah merona karena malu dengan teman-temannya.
"Udah lanjutin lagi makannya, nanti keburu bel masuk lagi." Arman memecah kecanggungan yang terjadi.
"Yang jomblo awas hati-hati, nanti setelah ini jangan keterusan baper." Ayu menambahkan ucapan Arman.
Saat makan pun pandangan Alex tidak lepas dari Raina, Raina yang sadar kalau dia terus menerus diperhatikan oleh Alex dia mulai memasang wajah kesal pada Alex, dan Alex malah tak menghiraukannya.
Teman-teman Raina yang melihat perlakuan Alex pada Raina, mereka saling membayangkan jika posisi mereka sama dengan Raina, mereka senyum-senyum sendiri membayangkan hal seperti itu.
Mereka masih tidak percaya dengan apa yang mereka lihat hari ini, seorang guru yang menjalin cinta dengan muridnya bisa selucu itu juga, padahal jelas-jelas sudah bukan ABG lagi, namun cinta telah mengubah segalanya.
------------------------
**T****erimakasih buat yang sudah setia membaca Pacarku guru bahasa inggris
jangan lupa like n votenya ya biar Author semangat up nya
salam sayang buat semuanya
__ADS_1
semoga kita selalu sehat**