Pacarku Guru Bahasa Inggris

Pacarku Guru Bahasa Inggris
Masakan Alex


__ADS_3

Alex mengantarkan Raina sampai ke rumahnya, mereka disambut oleh bu Asih yang sudah menunggu nonanya dari tadi.


Setelah Alex pulang Raina langsung masuk ke kamarnya dan langsung menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur.


A**ku kangen sekali sama kamar ini, Raina memeluk bantal guling sambil mengelus-elus kasurnya, karena merasa lelah dia pun terlelap dalam mimpinya.


Hari ini adalah waktunya untuk daftar ulang bagi kelas XII, Raina pergi ke sekolah seperti biasa, dia memesan taksi online.


Suasana sekolah sudah ramai oleh anak-anak kelas XII, Raina berjalan sambil celingukan mencari Ayu sahabat dekatnya.


"Raiiiii... Apa kabar? kapan kamu pulang?" Ayu memeluk sahabatnya.


"Aku sehat Yu, aku baru nyampe sini kemaren sore, karena lelah aku gak sempat ngasih kabar kamu, maaf ya, kamu liburan kemana?" Raina balas memeluk sahabatnya.


Mereka saling melepaskan kerinduan mereka dengan ngobrol hal-hal yang mereka temukan saat liburan kemarin.


Setelah beres daftar ulang, mereka langsung menghabiskan waktu untuk menonton bareng, saat akan pergi Raina melihat ada Alex yang baru saja datang ke sekolah.


Raina yang mengetahui Alex datang, dia langsung mengambil ponselnya dan memberitahu rencana dia bersama teman-temannya, Alex pun tidak keberatan dengan apa yang akan dilakukan oleh Raina bersama teman-temannya karena hari ini Alex tidak akan bisa menemani Raina.


Saat tiba di sebuah bioskop, mereka memilih menonton film romantis yang sedang hits, mereka sangat antusias menonton film yang sedang banyak dibicarakan di media sosial itu.


Semua penonton terbawa hanyut dalam suasana film tersebut, hingga pada waktu ada adegan romantis, mereka langsung menutup matanya kecuali Raina, Ayu yang melihat temannya tidak menutup mata langsung berbisik.


"Kamu pernah ya?" Ayu mendekatkan mulutnya ke telinga Raina.


Raina menggangguk tanpa bicara, entah sadar atau tidak Raina tiba-tiba menyentuh bibirnya dan tersenyum sendiri.


Ayu jadi penasaran, namun dia harus menahan rasa penasarannya itu karena filmnya belum selesai.


Sekitar dua jam mereka berada di dalam bioskop, kemudian mereka melanjutkan mencari makanan karena mereka sudah merasa kelaparan sekali.


Disela-sela acara makan, tanpa basa-basi Ayu langsung pada pokok pembicaraannya pada Raina.


"Rai... Kamu ciuman dengan siapa?" Ayu menatap tajam mata Raina.


"Uhuk....uhuk...uhuk... Kamu apa-apaan sih Yu ngasih pertanyaan kaya gitu? Raina minum karena tersedak.


"Aku cuma penasaran, setahu aku kamu gak punya pacar, tapi kamu pernah ciuman." Ayu mulai mengingat-ingat kejadian tadi saat di dalam bioskop.


"Kapan aku bilang?" Raina heran dan mencoba berpikir.

__ADS_1


"Tadi waktu kita di dalam kamu mengangguk saat aku bertanya, mana langsung memegang bibir segala sambil tersenyum lagi." Ayu mencoba meminta kejelasan yang dilihatnya tadi.


"Ohh... iii... tu.. tadi aku hanya terbawa suasana saja." Raina berbohong dan memalingkan wajahnya ke arah lain.


Ayu tidak bicara lagi, namun dia melihat dengan jelas bahwa sahabatnya itu sedang berbohong dan kelihatan sangat gugup sekali.


karena takut ketahuan berbohong, Raina mencoba mengalihkan pembicaraan mereka, dia memainkan sedotan minumannya untuk menutupi rasa gugupnya.


Raina dan Ayu menghabiskan waktu mereka hingga sore hari, merekapun kembali menuju rumah mereka masing-masing.


Saat tiba di depan rumah, Raina melihat mobil Alex ada di depan rumahnya, dia melihat ke arah mobil dan mengintip ke dalam mobil ternyata tidak ada siapa-siapa, Raina langsung berlari masuk ke rumah karena dia sangat yakin kalau Alex ada di dalam.


Dengan napas yang tak teratur Raina mengedarkan pandangannya kesemua tempat, namun dia tidak menemukan Alex.


Raina langsung mencari bu Asih dan ternyata Alex sedang membantu bu Asih di dapur.


"Kakak lagi apa?" Raina melepaskan tas punggungnya dan mendekati Alex.


"Kakak lagi diajarin bikin makanan kesukaanmu." Alex tersenyum pada bu Asih.


"Iya Non, bibi udah larang, tapi Nak Alex memaksa." Bu Asih merasa tidak enak.


Raina langsung membersihkan badannya, dan Alex melanjutkan memasaknya.


Setelah beberapa menit berlalu, masakan Alex pun sudah siap untuk di sajikan, Raina turun dan melihat makanan sudah tertata di atas meja makan.


"Wahhhh... kayaknya aku bakalan makan enak nih." Raina menggeser kursi dan duduk.


"Jelas dong, kakak masaknya dengan penuh cinta." Alex berbisik sambil mengedipkan matanya ke Raina.


Dengan spontan Raina mencubit perut Alex, dan Alex langsung meringis kesakitan, Raina langsung meminta maaf pada Alex dan lagi-lagi Raina berhasil dikerjain oleh Alex, mereka tertawa bersama dan berhenti ketika melihat bu Asih yang menatap mereka dengan membulatkan matanya.


Alex duduk di depan Raina, dan mengambilkan makanan untuk Raina.


Karena kebiasaan bersama orang tuanya, setiap kali makan tidak boleh berbicara Raina terus makan tanpa memperdulikan ada orang yang menunggu tanggapan tentang masakan yang di makan Raina.


Alex menunggu tanggapan Rasa dari masakan yang dibuatnya, dia tidak makan malah bingung melihat Raina yang tidak memberikan tanggapan apa-apa terhadap masakannya.


Setelah makanan di piring hampir habis, Raina baru melihat kalau Alex dari tadi hanya memperhatikannya makan tapi tidak ikut makan.


"Kak kenapa gak makan?" Raina mengunyah makanannya.

__ADS_1


"Kamu gak peka ya." Alex merajuk.


"Maksud kakak? aku gak ngerti." Raina bingung dan menatap Alex.


"Makanannya gimana?" Alex menunjuk ke masakannya.


"Ohhh... maaf, masakan kakak enak, makanya aku makan." Raina menjawab enteng.


"Lalu kenapa tidak berkomentar apa-apa?" Alex melipatkan kedua tangan di dadanya.


"Ahhhh itu... aku kalau lagi makan emang gak boleh sambil bicara, ayah suka marah." Raina menjelaskan.


"Pantas saja, dari tadi kakak nunggu komentar kamu eh kamu malah asyik makan sendiri." Alex mulai memasukkan makanan ke mulutnya.


Mereka pun makan malam dengan ditemani bu Asih yang menahan tawanya karena melihat perbedaan kebiasaan dari majikannya.


Setelah makan, Alex berbincang-bincang dengan Raina, mereka membicarakan hal-hal yang ingin mereka bicarakan satu sama lainnya.


"Rai kakak boleh ngomong serius gak?" Alex menghadapkan tubuhnya ke Raina.


"Kenapa aku jadi deg-degan ya." Raina meletakkan tangan di dadanya.


"Kalau kita tunangan dulu gimana?" Alex menggenggam tangan Raina.


"Kakak aku baru juga kelas XII, apa tidak terlalu buru-buru?" Raina mengelus tangan Alex.


"Kakak ingin membuktikan sama kamu dan juga orang tuamu, bahwa kakak serius dan tidak main-main dengan hubungan ini, kalau kamu setuju kakak akan mengunjungi orang tuamu minggu depan di kota X." Alex menatap Raina tajam.


"Maaf... Sepertinya kita gak usah buru-buru kak aku percaya sama kakak, kalau kakak bersedia gimana kalau nanti setelah ibu dan ayah kembali ke sini kakak baru minta izin sama mereka langsung." Raina memainkan matanya.


"Rai.. kakak tidak mau orang tuamu nanti tahu tentang hubungan kita dari orang lain, lebih baik kakak langsung meminta anak gadisnya pada orang tuanya secara langsung." Alex meyakinkan.


"Percayalah kak, orang tuaku pasti akan mengizinkan kita sekalipun mereka sudah tahu tentang hubungan kita dari orang lain." Raina balas meyakinkan.


-------------------------------


**Terimakasih buat yang masih setia membaca kelanjutan cerita Pacarku guru bahasa Inggris


jangan lupa untuk vote dan kasih jempolnya ya,, biar author semangat up nya


semoga kita semua selalu sehat**

__ADS_1


__ADS_2