Pacarku Guru Bahasa Inggris

Pacarku Guru Bahasa Inggris
Malam Pertama


__ADS_3

Raina dan Alex masih saling bercumbu mesra, Raina tak menyadari bahwa kini tubuh bagian atasnya sudah tidak ada benang yang menutupinya.


"Aaaa ... Mana baju aku?" Raina mendorong Alex dengan kuat sambil menutupi tubuhnya dengan selimut dan akibat Raina Alex terjatuh dari atas tempat tidur.


"Apaan sih Rai." Alex langsung naik lagi ke atas tempat tidur.


"Maaf ... aku gak sengaja." Jawab Raina polos.


Alex menarik selimut Yang dipakai oleh Raina, dia kembali melancarkan serangannya pada istri kecilnya itu.


Sekarang Alex memainkan permainannya dengan lebih agresif yang membuat Raina serasa melayang dibuatnya, perlahan tapi pasti dari atas kini Alex sudah mulai mengecup-ngecup benda kenyal yang ada di dada Raina, dengan permainan yang lembut Alex mampu membuat Raina mengeluarkan suara-suara yang makin membuatnya agresif untuk melakukan penyerangan.


Alex menemukan area yang dirasa aman olehnya Karena area tersebut tidak akan terlihat oleh orang lain maka Alex mencoba untuk membuat tanda-tanda kepemilikan pada tubuh Raina.


Alex memainkan permainan dengan begitu tertib, hingga tak ada satu celah pun yang terlewatkan.


Raina begitu hanyut dalam permainan suaminya, Dia merasakan sesuatu yang tak pernah dia bayangkan sama sekali.


Saat area sensitif yang atas di mainkan, Raina begitu menikmatinya hingga tubuhnya seperti tersengat aliran listrik, dia tidak siap tapi dia tidak menolak dengan semua yang suaminya lakukan pada dirinya.


"Rai ... I love you." Suara Alex sudah mulai parau karena hasratnya sudah berada di atas ubun-ubun sambil mencicipi setiap tubuh Raina, tangan pun tidak lupa bergerilya ke bagian-bagian sensitif istrinya.


Saat Hasratnya hendak mencapai puncaknya Dengan segera tangan Alex bergerilya ke daerah utama yang di tuju. Namum saat tangannya menyentuh daerah tersebut tiba-tiba Alex merasa ada sesuatu yang aneh.


"Rai ... kamu pake apa?" Tangan Alex sambil meraba bagian inti.


"Hehe ... aku pake pembalut." Jawab Raina malu.


"Maksud kamu?" Alex mulai kesal.


"Aku datang bulan." Raina menunduk.


"Jangan bercanda Rai, bukankah tadi kita sholat berjamaah?"


"Iya, tamunya baru aja datang satu jam yang lalu." Raina ingin tertawa melihat ekspresi suaminya yang sudah menahan hasratnya.


"Argh ... Kakak gak percaya, Ayo buktikan, buka sekarang!" Suruh Alex.


"Aku gak bohong Kak." Jawab Raina.


"Mana buktinya." Alex tetap kekeh.


"Tunggu di sini aku mau buka di kamar mandi." Raina beranjak dari tempat tidurnya.


"Nih buktinya." Raina memperlihatkan pembalut yang dia pake tadi.

__ADS_1


"Ih kamu jorok Rai." Alex mengacak rambutnya sendiri karena frustasi.


"Kan tadi kakak yang minta, ya aku kasih lah," Raina kembali ke kamar mandi untuk membuang pembalutnya.


Shit ... kenapa bisa gagal sih. Gerutu Alex dalam hati.


Alex mulai mengatur napas dan emosi supaya hasratnya mulai turun.


"Biasanya berapa lama." Tanya Alex yang melihat Raina keluar dari kamar mandi.


"Apa?" Jawab Raina.


"Tamunya." Alex cemberut.


"Biasanya sih paling lama satu minggu tapi kadang-kadang lima hari juga udah beres." Raina naik lagi ke tempat tidurnya


"Kenapa lama sekali." Alex ikut membaringkan tubuhnya di atas kasur.


"Itu waktu normal Kak, semua wanita juga sama." Raina mulai mendekati Alex lagi.


"Itu artinya kita melakukannya bukan di malam pertama tapi malam seminggu." Alex memiringkan tubuhnya menghadap Raina.


"Hehe ... kecewa ya?" Raina menggoda Alex.


"Jangan dekat-dekat Kak, nanti kepancing lagi." Raina menenggelamkan wajahnya di dada suaminya.


"Kamu yang mulai ya." Alex melonggarkan pelukannya.


Raina langsung mengecup bibir suaminya dengan cepat, dia langsung memeluk suaminya lagi sambil memejamkan matanya.


"Udah tidur aja, minggu depan kita lanjutkan lagi." Ucap Raina yang dibalas dengan pelukan erat oleh suaminya.


Mereka pun sama-sama terlelap dalam buaian mimpi mereka masing-masing, ada kenyamanan yang di rasakan oleh mereka berdua saat bisa tidur bersama saling berpelukan di satu kasur yang sama.


Mereka terlelap hingga Alex terbangunkan oleh suara adzan subuh.


Alex mencoba melepaskan tangan Raina yang memeluk dirinya. Dia beranjak dari tempat tidur dan masuk ke kamar mandi.


Alex tidak membangunkan Raina karena sedang ada halangan sehingga Raina tidak perlu bangun pagi-pagi.


"Selamat pagi." Sapa Hasan dan Maria yang sama-sama baru keluar dari kamar untuk sholat berjamaah di mushola.


"Pagi Yah, bu." Sapa Alex juga.


"Raina mana?" Tanya Maria yang tidak melihat anak gadisnya.

__ADS_1


"Rainanya masih tidur jadi gak saya bangunin." Jawab Alex.


"Kenapa gak di bangunin, dia harus sholat juga." Maria hendak membangunkan Raina namun niatnya urung karena penjelasan yang diberikan Alex.


"Raina tidak lagi sholat bu, sedang ada tamu." Jawab Alex.


"Oh ... Ya udah yuk kita sholat keburu habis waktu subuhnya." Ajak Hasan sambil menuruni anak tangga yang di ikuti oleh Maria dan juga Alex.


Setelah sholat subuh Alex tidak langsung naik ke atas, dia memilih untuk bercengkrama dengan mertuanya, dia mengobrol sangat asyik dengan Hasan dan Maria sambil meminum segelas kopi buatan bi Asih.


Di kamar Raina mulai mengerjapkan matanya, di raba dan dilihat tempat tidur bekas suaminya sudah kosong.


"Kak Alex kemana?" Gumam Raina sambil masuk ke kamar mandi untuk mandi.


Setelah selesai Raina turun ke bawah dia melihat suami dan orang tuanya sedang bercengkrama di ruang keluarga sambil menonton acara televisi.


"Kak ... kenapa gak bangunin aku?" Raina duduk di sebelah Alex.


"Kamu udah bangun, Kakak sengaja gak bangunin kamu, biar cukup istirahatnya." Ucap Alex sambil mengelus rambut basah istrinya.


"Rai ... Sekarang kamu udah punya tanggung jawab, belajar untuk menyiapkan semua keperluan suamimu, jangan bangun siang terus, kasian kan suami kamu." Ucap Maria.


"Iya bu, aku akan belajar." Raina tersenyum kikuk pada ibunya.


Waktu begitu cepat berputar, tak terasa sekarang sudah jam sepuluh pagi.


"Rai ... Kita pulang sekarang yuk?" Ajak Alex pada Raina.


"Bentar ya, aku masukin dulu barang-barang aku yang gak sempat dimasukin tadi malam." Raina langsung mengumpulkan barang-barang yang akan dibawa ke rumah suaminya nanti.


"Ayo Kak, aku udah siap." Raina mendorong koper pakaiannya.


"Yuk, kita pamit dulu." Alex langsung meraih koper yang di dorong oleh istrinya.


"Ayah, Ibu saya ijin membawa Raina ke rumah sekarang." Alex duduk berhadapan dengan mertuanya.


"Iya Lex, jangan lupa nanti sering-sering nginap di sini, meskipun kami tidak ada anggaplah ini rumah kalian sendiri." Ucap Hasan.


"Pasti Yah, nanti kami akan sering nginap di rumah ini." Jawab Alex ramah.


"Rai ... ingat ya, nurut sama suami, jangan suka ngambil keputusan sendiri, berbagilah suka dan duka dengan suamimu, jika ada yang merasa tidak enak maka segeralah bicarakan jangan suka membiarkan masalah berlarut-larut ya." Maria memeluk putri kesayangannya.


"Iya Bu." Jawab Raina


Alex dan Raina pergi setelah mereka pamit dan mencium tangan kedua orang tua Raina.

__ADS_1


__ADS_2