
Raina masih kesal dengan sikap Alex yang tidak mempercayainya, saat sedang duduk di depan Alex kadang-kadang mencuri pandang pada Raina, namun Raina tak menghiraukannya seolah-olah tidak tahu.
Saat Alex telah selesai mengajar dia langsung bergegas masuk ke ruang guru, diperiksanya kembali semua buku yang ada di mejanya, namun tetap buku Raina tidak ada.
Rika yang melihat Alex sedang membolak-balik buku yang ada di meja dia segan-segan untuk menghampirinya, namun entah mendapat kekuatan dari mana Rika akhirnya memutuskan untuk menghampiri Alex.
"Pak Alex sedang mencari apa?" Tanya Rika.
"Saya mencari buku." jawab Alex singkat.
"Maaf saya mengganggu, saya cuma mau memberi tahu kalau ...." Rika menggantungkan kalimatnya karena takut terdengar oleh orang lain.
"Mau ngasih tahu apa bu? tolong cepat katakan karena masih banyak yang harus saya kerjakan." Jawab Alex ketus.
"Raina tidak mengerjakan tugas saya juga Pak." Rika bicara pelan.
"Apa?" Alex menatap Rika.
"Raina tidak mengerjakan tugas saya, tapi saya tidak ingin orang lain tahu, jadi saya minta tolong sama pak Alex supaya Raina mengerjakan tugasnya hari ini, karena besok saya akan membagikan bukunya." Rika kemudian meninggalkan Alex.
Mendengar berita dari Rika Alex langsung tambah frustasi.
Rai .... kenapa kamu jadi seperti ini, kakak gak tahu harus membela mu seperti apa. Batin Alex.
Setelah mengatur napas, Alex mulai berpikir jernih, dia mulai berpikir kenapa buku Raina tidak ada di beberapa guru padahal dia bersikukuh telah mengerjakan bahkan mengumpulkannya.
Alex mulai berpikir untuk mencari tahu, saat pikirannya sedang melayang kemana-mana tiba-tiba Arman menepuk bahunya.
"Kenapa bro?" Arman duduk di meja depan Alex.
"Gue lagi mikir tentang Raina yang tidak mengerjakan tugas dari beberapa guru, dia bilang dia sudah mengerjakannya bahkan bukunya sudah dikumpulin bareng-bareng sama temannya, namun bukunya tidak ada." ucap Alex.
"Kalau memang udah ngumpulin pasti bukunya ada." Jawab Arman.
__ADS_1
"Gue juga berpikiran kaya gitu, menurut teman-temannya mereka melihat Raina sudah memgumpulkan tugas dan di simpan di sini oleh ketua kelasnya, tapi bukunya tidak ada, bukan hanya di pelajaran gue, tapi matematika, ekonomi dan barusan bu Rika juga bilang buku Raina tidak ada." Alex mengerutkan dahinya.
"Kebetulan sekarang pelajaran gue di kelas Raina, gue akan mengumpulkan buku catatan dan membawa bukunya langsung, kita lihat apakah bukunya ada atau tidak ada? Sahut Arman.
"Maksud loe?" Alex bingung.
"Gue cuma pingin mastiin aja, kalau tugasnya langsung diserahkan sama gurunya langsung apakah bukunya ada atau menghilang, secara setiap buku yang dikumpulin oleh Ketua kelasnya buku Raina menghilang, jadi kita harus tahu siapa penyebab semua ini." tutur Arman.
"Makasih bro, gue gak kepikiran sampai situ." Alex tersenyum.
"Gue yakin Raina anak yang rajin, meskipun punya pacar yang mengajar di sekolahnya, dia tetap jadi anak yang rajin, selama ini dia tidak pernah mengabaikan tugas-tugasnya." Pungkas Arman yang langsung beranjak meninggalkan Alex karena sekarang saatnya masuk ke kelas.
Arman pun menjalankan rencana yang tadi dibicarakan sama Alex. Arman menyuruh semua murid untuk mengumpulkan buku nya langsung.
Arman menerima buku Raina secara langsung dan membawa semua buku di kelas Raina olehnya sendiri. kemudian dia meletakkan buku Raina di tengah-tengah dan memfoto posisi buku di mejanya.
*K*ita lihat besok, apakah posisinya akan seperti ini atau berubah. Batin Arman.
Jam pulang sekolah pun telah tiba, Raina yang masih kesal sama Alex dia mencoba menghindar dan langsung pulang mengendarai sepeda motornya.
Raina penasaran dengan kejadian di sekolah, dia mulai memeriksa semua bukunya, namun tetap buku tersebut tidak ada, dia mencoba mengingat kembali dimana dia menyimpan buku-bukunya namun tetap ingatannya mengatakan bahwa bukunya sudah dia kumpulkan.
*K*enapa buku aku tiba-tiba hilang ya? Batin Raina.
Di tempat lain, Alex mencoba menghubungi Raina namun ponsel Raina tidak aktif, Alex mulai mencari tahu tentang semua yang terjadi di sekolah.
Karena tidak bisa menghubungi kekasihnya, Alex beranjak ke ruang keluarga kemudian dia menghidupkan televisi.
Saat asyik menonton, Alex tiba-tiba seperti mendapat pencerahan ketika sedang menonton acara televisi yang berjudul CCTV, Alex mulai sadar bahwa di ruang guru terpasang CCTV, jadi dia bisa mengecek kebenaran yang diucapkan oleh Raina.
Alex sudah tidak sabar ingin segera mengecek CCTV yang ada di sekolahnya hingga menurut dia waktu begitu lama untuk berputar.
Pagi hari Alex tidak menjemput Raina, karena dia yakin bahwa Raina akan pergi ke sekolah sendiri, Alex berangkat Pagi-pagi sekali karena ingin melihat rekaman CCTV.
__ADS_1
Alex tiba di sekolah hampir belum ada siapa-siapa, hanya ada beberapa orang saja, dia langsung masuk ke ruang guru dan ternyata Arman sudah ada di ruang guru.
"Wahhh pagi-pagi gini loe udah ada di sini?" Alex menyapa Arman yang tengah melihat ponsel.
Arman pun langsung mengajak Alex untuk ke mejanya.
"Lihat bro ... Kemarin posisi meja gue seperti ini." Arman memperlihatkan foto yang ada di ponselnya.
Kemudian setelah melihat ponsel Arman Alex dan juga Arman melihat posisi buku di meja Arman berubah, dan kemudian Arman mengecek buku satu persatu dan ternyata buku Raina tidak ada.
Alex mengepalkan tangannya karena kesal pada orang yang sudah sengaja membuat Raina dimarahi oleh guru di sekolahnya.
"Berarti semua ini sabotase Lex." Arman menepuk bahu sahabatnya.
"Siapa yang sudah sengaja bahkan berani mengambil buku Raina di ruang guru? Alex geram.
"Kita harus cari tahu Lex." Arman ikut berpikir.
Alex baru sadar bahwa dia datang ke sekolah pagi-pagi karena ingin melihat rekaman CCTV, Alex pun mengajak Arman untuk pergi ke tempat piket dimana di sana ada tempat rekaman CCTV.
Namum usaha Alex tidak mudah karena dia harus meminta ijin dulu kepada Kepala sekolah untuk memutar rekaman CCTV.
Dengan tidak sabar Alex menunggu kepala sekolahnya datang, dan setelah melihat kepala sekolah sudah masuk ke ruangannya dia langsung mengetuk pintu dan meminta ijin pada kepala sekolah untuk melihat rekaman CCTV.
Kepala sekolah pun mengijinkannya dengan alasan supaya masalah ini clear, apakah ada sabotase atau memang Raina yang tidak mengerjakan tugasnya.
Alex memutar kejadian dari hari senin, namun itu tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan orang lain berkeliaran di ruang guru, setelah setengah jam, dia baru ingat bahwa pertemuan terakhir dengan kelas Raina adalah sebelum mereka berangkat kemping.
Alex meminta di putarkan rekaman saat mereka sedang tidak ada di sekolah yaitu saat mereka semua kemping
dan ternyata ketika dilihat ada seseorang yang menghampiri meja Pak Agus dan mengambil buku, kemudian beranjak ke meja Bu Rika dan orang itu sama mengambil buku di meja bu Rika.
Karena Alex takut salah akhirnya Alex memutar rekaman saat dia tidak masuk dan menyuruh buku tugas dikumpulkan, dan memutar rekaman hari kemarin saat Arman kehilangan buku Raina.
__ADS_1
Lagi-lagi semua orang yang melihat rekaman itupun tidak percaya karena ternyata Raina benar-benar tidak berbohong, dan bukunya memang ada yang sengaja mengambilnya.