Pacarku Guru Bahasa Inggris

Pacarku Guru Bahasa Inggris
Gak fokus


__ADS_3

Pembicaraan mereka masih terus berlanjut, Raina yang sedang olahraga menjadi tidak semangat mengikuti pembelajaran olah raga kali ini, setelah acara bebas Raina memilih untuk duduk di pinggir lapangan.


Terdengar suara samar-samar orang yang sedang bergosip ria, namun Raina memilih untuk tidak menghiaraukannya.


Raina pergi untuk mengganti pakaiannya, saat akan berjalan melewati ruang kepala sekolah, dilihatnya Alex baru keluar dari ruangan itu, Raina menghentikan langkahnya karena dia tidak tahu harus melakukan atau bicara apa saat bertemu dengan Alex.


Raina memutuskan memilih jalan lain untuk menuju ke kelasnya, kali ini dia berhasil menghindar dari Alex.


*K*enapa aku jadi menghindar seperti ini, aku kan tidak salah.


Raina langsung mengganti pakaiannya dan masuk ke kelas, dia duduk dengan menopangkan dagu di atas meja, dia memainkan ponselnya dan terkejut saat ada seseorang yang mengajaknya bicara.


"Kalian memang pandai menyembunyikan hubungan kalian dari kita." Shabi tersenyum sinis.


Raina tidak merespon apapun pada Shabi.


"Pantas saja, waktu kita bertemu di mall waktu itu, aku lihat kamu sangat khawatir dan juga waktu itu pak Alex menghentikanku untuk menyusulmu, ternyata kalian pacaran." Shabi mulai mengusik pikiran Raina.


Lagi-lagi Raina tidak menjawab ocehan Shabi dia hanya menatap Shabi dengan wajah datar.


"Apa menurutmu setelah semua orang tahu, kalian masih bisa berhubungan? aku pikir pihak sekolah pasti akan melakukan sesuatu." Shabi melancarkan provokasinya.


Untunglah saat Shabi mau bicara lagi ada Ayu yang datang ke kelas menyusul Raina.


"Aku cari kamu kemana-mana ternyata ada di sini." Ayu menunjukkan wajah cemasnya.


"Aku tadi langsung ganti baju, dan malas pergi lagi ke lapangan, akhirnya aku ke kelas." Raina menyenderkan punggungnya ke kursi.


Ayu dan Shabi keluar dari kelas karena mereka akan mengganti pakaian.


Pikiran Raina saat ini sangat kacau sampai dia tidak bisa fokus sama sekali, hingga ada pesan dari Alex pun dia tidak membacanya, ponselnya hanya terus dimainkan tanpa di lihat ada pesan atau telepon yang masuk, setelah ada guru masuk ponselnya dimasukkan kedalam tas.


Waktu istirahat pun dia tidak keluar dari kelas, karena dia tidak tahu harus melakukan apa saat bertemu dengan orang lain, yang jelas dia sedang mengumpulkan keberanian untuk menghadapi semua orang, karena pasti orang lain banyak yang bergosip tentang dirinya.

__ADS_1


Bel pulang pun telah berbunyi, Raina berencana untuk pulang dengan Ayu, namun saat sampai di parkiran Alex mengajaknya untuk pulang bareng, Raina mencoba menolak namun Alex langsung meraih tangannya dan membawanya masuk kedalam mobil.


Di dalam mobil hanya suasana hening yang tercipta, mereka tidak bicara sepatah katapun.


Ayu yang mengkhawatirkan Raina belum makan, dia memberanikan diri untuk mengirim pesan pada Alex dan memberitahukan bahwa seharian ini sahabatnya itu belum makan atau minum apapun juga.


Saat tahu Raina belum makan Alex membawanya ke sebuah tempat makan.


"Ayo turun." Alex melepas seatbelt nya.


"Aku mau pulang." Raina memalingkan wajahnya dan tidak menatap Alex sama sekali.


"Setelah makan baru kakak antar kamu pulang." Alex membuka seatbelt Raina dan keluar dari mobil.


" Aku bilang aku mau pulang." Raina setengah berteriak.


"Rai.. kakak tahu kamu butuh penjelasan dari semua ini, tapi gak seperti ini, kamu butuh makan dulu supaya pikiran kamu bisa bekerja dengan baik.


"Kamu pikir otak ku gak bisa bekerja dengan baik?" Raina mulai emosi.


Karena Raina yang tidak membalas uluran tangannya, Alex langsung meraih tangan Raina dan membawanya keluar dari mobil menuju tempat makan.


Mereka langsung duduk di tempat yang tidak terlalu banyak orang, supaya nanti setelah beres makan dia bisa membahas masalahnya perlahan-lahan.


Saat makanan sudah disajikan, Raina tetap tidak mau makan, namun Alex tidak kehabisan akal, dia pindah duduknya di sebelah Raina dan berusaha untuk menyuapinya.


Raina tidak bisa menolak karena tangan Alex yang terus memaksa untuk memasukkan makanannya ke dalam mulut Raina.


"Kalau kamu malas makan, kamu cukup mengunyah dan menelannya saja, biar kakak yang akan selalu menyuapimu." Alex mencoba menatap Raina, namun Raina hanya membalas tatapan Alex sekilas.


Acara makan pun telah selesai, Alex mengajak Raina untuk pergi ke rumahnya, karena kalau menjelaskan semuanya di jalan tidak mungkin, terus kalau misalkan di tempat umum dia takut Raina tidak bisa mengendalikan emosinya, kalau di rumah Raina dia akan merasa tidak enak sama bu Asih, jadi pilihan terakhir adalah menyelesaikan masalah di rumahnya saja.


Raina hanya mengikuti kemana Alex membawanya, karena dia sendiri sudah tidak sabar ingin segera tahu yang sebenarnya.

__ADS_1


Setelah sampai di rumah, Alex mengajak Raina untuk duduk di ruang keluarga.


"Kamu tunggu di sini ya, kakak mau mandi dulu." Alex mendudukkan Raina.


"Apa.. mandi? aku pulang aja." Raina tidak mau harus menunggu lama.


"Rai.. jernihkan dulu pikiran mu, nah sementara itu kakak mau mandi dulu, gak lama kok." Alex mengacak rambut Raina dan pergi ke kamarnya.


Raina tidak menjawabnya, dia langsung menjatuhkan tubuhnya di atas kasur lantai yang ada di ruang keluarga, karena merasa lelah dengan pikirannya, dia mencoba membenamkan matanya, hingga dia tertidur diatas kasur lantai tersebut.


Alex yang selesai mandi langsung menghampiri Raina, namun saat dilihat Raina sedang terlelap tidur, karena merasa tidak tega untuk membangunkan Raina, Alex pun membiarkan Raina tidur sejenak, dia duduk di samping Raina yang tertidur sambil menonton acara televisi.


Alex menatap wajah Raina dengan lekat, di belainya pipi dan rambut Raina, dia berharap semua akan baik-baik saja setelah Raina bangun nanti.


Raina yang merasa ada sesuatu yang mengusik kepalanya, dia mulai membuka matanya perlahan-lahan, dilihatnya langit-langit rumah namun dia merasa tidak mengenal tempatnya kemudian diliriknya di sebelah kiri ternyata ada Alex yang sedang duduk sambil membelai rambutnya.


"Kamu sudah bangun." Alex membelai rambut Raina dengan penuh kasih sayang.


"kenapa aku bisa tertidur." Raina bangun dan mengucek-ngucek matanya.


"Sana Mandi dulu, biar kamu seger." Alex merapikan rambut Raina.


"Aku gak bawa baju ganti." Raina mengikat rambutnya ke atas.


Alex menarik tangan Raina dan membawa dia ke kamar pribadinya.


"Kamu mandi dulu, nih ada kaos training kayaknya cukup di kamu, dan ini handuknya, cepat mandi dulu." Alex membukakan pintu kamar mandi yang ada di kamar pribadinya.


"Tolong ambilkan tas aku, disana ada barang pribadi aku." Raina mendorong Alex ke luar.


Tak lama Alex datang dengan membawa tas Raina, lalu Alex keluar dari kamar menunggu Raina mandi.


Sekitar 20 menit Raina keluar dengan menggunakan kaos training milik Alex.

__ADS_1


*U*kurannya kegedean, tapi dari pada gak ganti baju lebih baik pake baju yang kegedean juga gak apa-apa.


Raina duduk di sebelah Alex yang sedang menonton acara televisi.


__ADS_2