
Semua orang memberikan tepuk tangannya pada penampilan Raina dan Alex, penampilan yang sangat luar biasa yang ditunjukkan oleh Raina membuat semua orang hanyut dalam suasana romantis.
Tak ada yang menyangka kalau suara Raina seindah itu karena selama ini Raina tidak pernah menunjukkan kemampuannya di depan orang lain.
Alex begitu kagum dengan keterampilan menyanyi yang dimiliki oleh Raina, dia terus tersenyum sambil mengacungkan jempolnya.
Raina dan Alex kembali duduk ke tempat mereka semula, kelompok Raina begitu senang karena sudah terbebas dari hukuman, mereka semua memeluk Raina dan sangat berterimakasih karena Raina sudah menyelamatkan kelompoknya.
Waktu sudah menunjukkan tengah malam, acara sebentar lagi sudah hampir selesai, Alex menutup acara malam ini setelah semua kelompok tampil menunjukkan kemampuannya masing-masing.
Semuanya langsung membubarkan diri setelah Alex menutup kegiatan malam ini secara resmi.
Mereka menuju ke tenda masing-masing untuk beristirahat karena besok pagi mereka harus sudah berkemas untuk pulang.
Saat semuanya sudah masuk ke tenda Rika datang ke tenda terbuka yang ditempati oleh Alex dan yang lainnya sebagai petugas piket malam itu.
"Pak Alex, bisa bicara sebentar?" Rika minta izin untuk bicara dengan Alex.
"Silahkan bicara di sini saja bu!" Sahut Alex.
"Maaf, bisa di luar gak pak, soalnya ... " Rika menggantungkan kalimatnya.
Semua orang yang ada di tenda itu pun saling pandang sebelum akhirnya mereka mempersilakan Rika untuk bicara dengan Alex di tenda, dan mereka pindah ke depan tapi tetap di dalam tenda karena tendanya besar.
"Saya mau minta maaf atas kejadian tadi siang pak, saya menyesal karena telah membuat Raina hampir celaka, sungguh saya tidak sengaja dan saya sangat menyesal sekali." Ucap Rika dengan tidak berani menatap Alex.
"Raina bukan hampir celaka, tapi sudah celaka bu, ibu bukan harus minta maaf sama saya, tapi pada Raina dan juga sekolah." Alex langsung berdiri dari duduknya.
__ADS_1
"Saya akan meminta maaf pada Raina, tapi saya mohon jangan libatkan sekolah dalam masalah ini pak, saya mengakui ini murni kesalahan saya, saya tidak tahu akan nasib saya bagaimana kalau seandainya sekolah tahu." Rika menunjukkan wajah memohon.
Alex mulai berpikir, jika sekolah tahu tentang masalah ini, kemungkinan Rika akan di keluarkan dari sekolah dengan tidak hormat, dia juga ingat bahwa Raina pun tidak berharap memperpanjang masalah ini, tapi bila tidak diberi sanksi takutnya nanti kejadian seperti ini akan terulang lagi.
"Sebaiknya ibu pikirkan kembali dengan pikiran yang jernih, saya tidak ingin ibu hanya meminta maaf karena takut menerima sanksi dari sekolah, buktikanlah bahwa ibu benar-benar menyesal dan tidak akan mengulanginya serta tidak mengganggunya lagi." Alex memberi peringatan pada Rika untuk benar-benar minta maaf.
"Baiklah saya akan melakukan itu, tapi saya harap bapak tidak melibatkan sekolah." Rika terus memohon.
"Kita lihat saja, sejauh mana berita ini menyebar, karena kejadian ini bukan hanya kita saja yang tahu tapi semua mata dan telinga yang ada di perkemahan sekarang mereka semuanya melihat dan mendengar kejadian tadi, kalau saya tidak melibatkan sekolah, mungkin orang lain yang akan melibatkan anda dengan sekolah." Alex mempertegas ucapannya supaya Rika tahu bahwa kejadian tadi sudah diketahui oleh semua orang.
Pembicaraan mereka selesai setelah Alex menyuruh Rika untuk kembali ke tendanya.
Orang-orang yang tadi ke depan sekarang mendekati Alex setelah Rika pergi, mereka baru mendapatkan kesempatan untuk menanyakan kejadian yang sebenarnya tadi siang.
Alex menjelaskan semuanya dengan rinci pada mereka, dan mereka sangat mendukung jika Alex harus memberi Rika sanksi karena telah melanggar kode etik guru.
Mentari pagi begitu cerah pagi ini, semua peserta kemping sudah siap dengan barang bawaan mereka, sebelum pulang mereka melakukan apel terlebih dahulu dan perkemahan itu pun berakhir setelah Alex menutup kegiatan tersebut dengan resmi.
Satu persatu anggota perkemahan mulai menaiki kendaraan yang membawa mereka kembali ke sekolah, hingga akhirnya semua sudah kembali dan sampai di sekolah dengan selamat.
Raina langsung pulang menggunakan taksi online, dia tidak menunggu Alex karena Alex pasti harus mengurus dulu semuanya hingga pulangnya pasti terlambat, Raina hanya mengirim pesan yang isinya memberitahukan bahwa dia akan pulang duluan, Raina baru pergi setelah mendapat jawaban pesan dari Alex.
Raina sampai di rumah dengan selamat, dia langsung masuk kamar dan membersihkan dirinya dan setelah itu langsung rebahan di kasur dan tak terasa kantuk datang hingga akhirnya dia sudah berada di alam mimpi.
Alex yang masih berkutat dengan kegiatannya, dia melirik jam yang melingkar di tangannya dan ternyata waktu sudah menunjukkan untuk pulang.
Alex membereskan semuanya, setelah itu dia bergegas pulang.
__ADS_1
Sesampainya di rumah Alex langsung pergi mandi karena badannya yang sudah lengket oleh keringat, dia langsung mengguyur tubuhnya dengan shower.
Tak butuh waktu lama untuk mandi, Alex langsung mengambil pakaiannya di lemari dan memakainya.
Alex menjatuhkan tubuhnya di atas kasur, karena merasa lelah dan kurang tidur, dia pun langsung tertidur pulas.
Hari sudah menunjukkan hampir sore, baik Alex maupun Raina, mereka masih berada di alam mimpi.
Raina terbangun karena bu Asih yang membangunkannya untuk menyuruhnya makan, sedangkan Alex terbangun karena perutnya yang merasa kelaparan.
Alex bangun dan masuk ke dapurnya untuk melihat bahan-bahan yang bisa di masak untuk mengurangi rasa laparnya, dia mengambil satu bungkus mie instan dan satu buah telur.
Alex makan mie instan hanya untuk mengganjal perutnya yang kosong, karena kalau harus memasak yang lain pasti membutuhkan waktu yang lama, sedangkan cacing di perutnya terus demo meminta jatahnya.
Di tempat lain Raina makan dengan begitu lahap karena dia sudah merasa sangat kelaparan, saat sedang asyik makan, tiba-tiba dia ingat Alex, bahwa kemungkinan besar Alex juga sama kelaparan tapi tidak ada yang menyiapkan makanan.
Raina mengambil ponselnya dan langsung menelpon Alex, dan benar dugaan Raina, Saat ini Alex sama seperti dirinya sedang kelaparan dan dia hanya bisa makan mie instan.
Raina berencana akan mengirim makanan ke rumah Alex, dia meminta bu Asih untuk menyiapkan semuanya sambil Raina bersiap-siap untuk mengganti pakaiannya.
Raina keluar dengan membawa kotak makanan untuk Alex, dia memesan taksi online untuk menuju rumah kekasihnya itu.
Setelah berpamitan pada bu Asih, Raina langsung pergi menuju rumah Alex.
Alex yang mendapat kabar Raina akan kerumahnya dia langsung menunggu Raina di depan pintu.
Dan yang ditunggu akhirnya datang juga dengan menggunakan taksi online, Alex langsung menyambut Raina dengan senyum manisnya dan mengajak Raina untuk masuk.
__ADS_1
Alex yang begitu senang dengan kedatangan kekasih hatinya, dia langsung memeluk Raina setelah mereka berada di dalam rumah.