
Hampir setiap hari Raina menghindar dari Ayu. Dia merasa tidak nyaman kalau urusan pribadinya harus diumbar meskipun pada sahabatnya sendiri.
Hari ini adalah hari terakhir UAS. Raina terus mencari cara agar bisa menghindar dari Ayu. Namun sepertinya hari ini bukan hari keberuntungan Raina.
Alex hari ini tidak bisa langsung pulang karena harus mengikuti rapat di sekolah. Ayu yang sedari tadi menunggu Raina, dia langsung mengapit tangan Raina agar dia tidak bisa kabur.
"Hari ini kamu gak bisa menghindar lagi Rai ..." Ucap Ayu.
"Emang siapa yang menghindar?" Jawab Raina lesu.
"Suami mu gak bisa nganterin pulang kan? kita ngemall yuk? udah lama gak nongkrong.
"Bentar aku minta ijin dulu ya." Raina langsung mengambil ponselnya untuk menelpon suaminya. Pada sambungan ke dua Alex langsung menjawab telepon dari istrinya.
"Pi ... aku boleh main gak?" Ucap Raina
"Kemana? sama siapa?" Jawab Alex
"Ke Mall sama Ayu berdua." Ucap Raina.
"Iya ... Hati-hati ... Nanti kalau keburu papi akan jemput." Ucap Alex.
"Makasih ya ... momy berangkat ya." Raina langsung memutus sambungan teleponnya.
"Ayo ..." Ajak Raina.
"Rai ... kamu manggil pak Alex Papi?" Selidik Ayu.
"Iya ... kenapa emang?" Sahut Raina.
"Kamu harus hati-hati saat manggil suamimu seperti itu. Bisa-bisa rahasia pernikahan kalian terbongkar gara-gara panggilan alay kalian." Ayu serius namun kalimat akhirnya membuat dia terkekeh sendiri.
"Masa sih?" Raina tampak berpikir.
Yang di bilang Ayu ada benarnya juga ya ... gimana kalau aku lagi jalan di luar terus ada orang yang gak sengaja dengar percakapan kita, aaarrrggghhh .... Aku gak mau dikeluarin dari sekolah. Gerutu Raina dalam hati.
"Rai ayo dong cerita sama aku. Gimana Rasanya." Ayu mulai lagi pada topik inti dia.
"Ya ampun Yu ... Kamu tuh sampai segitunya mikirin MP aku." Raina menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Aku penasaran Rai ... pengen tahu rasanya." Sahut Ayu.
"Gak usah nyari tahu gimana rasanya, nanti juga kalau sudah waktunya kamu bisa merasakannya sendiri." Raina menarik kursi. ya mereka sudah sampai di salah satu tempat makan yang ada di mall.
"Tapi aku penasaran Rai ..." Ayu terlihat berpikir.
"Gini ya Yu ... Aku tuh bukannya gak mau berbagi sama kamu. Tapi, aku takut kamu akan kepikiran terus sama ucapan aku. Yang jelas kamu jangan pernah cari tahu bahkan sampai nyoba-nyoba untuk melakukan ini sama pacar kamu." Tegas Raina
__ADS_1
"Ya ... Gatot lagi dong cerita MP nya." Ayu cemberut.
"Gak usah nyari tahu dari sekarang toh nanti juga kamu akan merasakannya sendiri." Pungkas Raina karena makanan pesanan mereka sudah datang.
Raina dan Ayu pergi berkeliling melihat-lihat barang-barang yang akan mereka beli. Hingga saat sedang memilih aksesoris Raina tidak sengaja menabrak tubuh seseorang.
"Aduh ... Maaf." Ucap Raina pada orang yang baru saja dia tabrak.
"Tidak apa-apa." Jawab Lia dengan senyum sinisnya dan langsung pergi dari hadapan Raina.
Kenapa dia ada lagi di sini? bukannya dia sudah kembali ke kota asalnya. Gumam Raina dalam hati.
"Rai ... kamu baik-baik saja?" Ucap Ayu menyadarkan Raina dari lamunannya.
"Iya Yu ... Ayo kita bayar dulu." Raina langsung menuju kasir untuk membayar barang yang dia beli.
Pikiran Raina mulai terganggu oleh Lia yang tiba-tiba ada lagi di kota ini. Ada rasa khawatir yang muncul saat mengingat kejadian yang telah Raina lewati gara-gara ulah Lia.
Alex memberi tahu Raina untuk pulang duluan karena rapatnya masih belum selesai. Raina langsung mengajak Ayu pulang karena mood belanjanya seketika hilang ketika dia bertemu dengan Lia.
"Rai ... kamu harus hati-hati ... bu Lia adalah tipe pelakor yang tidak bisa dianggap remeh." Ayu mengingatkan Raina yang semakin membuat Raina merasa khawatir.
"Aku bukan nakut-nakutin ya ... Biar suamimu tidak berpaling kamu harus ngasih service yang sangat memuaskan. Jangan sampai bu Lia masuk dan menggoda suamimu lagi." Tambah Ayu.
"Apaan sih ... amit-amit deh suami aku ke goda sama pelakor." Raina mengetok-ngetok kepalanya.
Ayu dan Raina terpisah saat mereka harus naik taksi yang berbeda untuk pulang ke rumah mereka masing-masing.
Raina sudah sampai di rumah. Dia langsung membersihkan badannya kemudian menyiapkan makanan untuk suaminya.
Tak lama Alex pulang dan langsung pergi ke dapur karena dia mencium bau masakan.
"Lagi masak apa Honey." Alex memeluk Raina dari belakang.
"Lagi bikin ayam goreng biar gampang." Raina membalikkan badannya dan mencium tangan Alex.
"Aku mandi dulu ya ..." Alex mengecup pucuk kepala Raina dan pergi masuk ke kamar.
Raina langsung menata makanan yang dia masak tadi. Alex keluar dengan pakaian rumahannya.
"Sepertinya enak nih." Alex menarik kursi untuknya duduk.
"Pastinya ... ini dibuatnya juga dengan penuh cinta." Raina tersenyum.
"Kamu ya ..." Alex langsung menarik Raina hingga Raina terduduk di pangkuannya.
"Udah makan dulu. Jatahnya nanti malam saja." Raina langsung mengecup singkat bibir suaminya.
__ADS_1
Mereka menikmati makan sambil sesekali saling menyuapi.
"Kak ... " Ucap Raina yang sekarang sudah berbaring di tempat tidur.
"Kenapa kembali ke awal?" Alex mengerutkan keningnya sambil ikut berbaring dan menarik Raina kedekapannya.
"Sepertinya sebelum aku lulus aku manggil Kakak aja deh ... soalnya takut ketahuan orang." Raina mulai memberanikan diri mengungkapkan maksudnya.
"Kenapa kamu takut?" Alex menatap Raina tajam.
"Aku khawatir keceplosan saat sedang bersama orang lain. lagian meski aku panggil Kakak kan sekarang belum ada dede bayinya." Raina tersipu malu.
"Ya ... terserah kamu saja sayang ... yang jelas sekarang kita nyicil lagi buat bikin dede bayinya." Alex langsung menindih tubuh Raina.
Alex langsung melepaskan kerinduannya karena selama seminggu kemarin Alex tidak berani mengganggu Raina yang belajar untuk mengikuti UAS.
Dengan hasrat yang sudah membara, Alex langsung menyambar bibir Raina dengan penuh napsu. Mereka melakukannya dengan sama-sama begitu agresif.
Dengan pengalaman yang di dapat dari hasil eksperimen sendiri. Mereka melakukan pergulatan panas yang semakin membuat mereka makin melayang di udara.
Dengan suasana malam yang begitu dingin dan hasrat yang tidak terbendung akhirnya permainan sirkus singa berjalan sesuai dengan harapan.
Singa yang selalu ingin masuk kandangnya, tak henti-hentinya dia melakukan atraksi supaya sang pemilik kandang mendapatkan kepuasan yang hakiki.
Dengan pergulatan panas akhirnya mereka merasakan pelepasan mereka kembali.
"Terima kasih honey." Itulah ucapan yang selalu Alex ucapkan ketika mereka sama-sama mendapatkan kepuasaan batin yang tak terhingga dari istrinya.
"Semoga dede bayi cepat hadir di rahim mu." Alex mengecup perut Raina yang masih Rata.
Entah lupa atau apa. Raina tidak menyadari bahwa keinginan dari orang tua mereka untuk menunda kehamilannya belum bisa mereka lakukan.
Alex memang tidak pernah menyetujui tentang menunda momongan, namun Raina sangat jelas waktu itu dia setuju untuk menunda kehadiran sang buah hati.
------
Hallo Reader semuanya ...
Author minta dukungan di karya yang ke dua ya ...
"JODOH MENTARI"
Jangan lupa untuk like n kasih komentarnya juga ya ...
semoga berkenan, ditunggu ya jejaknya...
semoga sehat dan jangan lupa bahagia.
__ADS_1
Terima kasih....