Pacarku Guru Bahasa Inggris

Pacarku Guru Bahasa Inggris
Singa nya bangun lagi


__ADS_3

Alex bangun pagi-pagi sekali, dilihatnya Raina yang masih tertidur pulas, Alex mencoba membangunkan Raina karena hari ini sudah mulai harus sekolah lagi.


Raina yang terbangun langsung menggeliat dengan posisi tangan menjulur ke atas, seketika itu Alex langsung mengecup bibir Raina.


"Morning Kiss." Ucap Alex. Raina hanya tersenyum kaku karena jiwanya masih belum seratus persen sadar.


"Ayo mandi ... Setelah itu bantuin Kakak bikin sarapan." Alex membantu Raina berdiri.


"Aku masih ngantuk Kak ..." Raina menguap.


"Kamu mau ijin lagi?" Tanya Alex.


"Enggak ah ... kalau ijin lagi nanti aku makin ketinggalan banyak pelajaran." Raina menggaruk-garuk kepalanya.


"Ya udah ... Yuk Kakak bantu jalan ke kamar mandi." Alex menggendong Raina.


"Mau Kakak tungguin gak?" Ucap Alex dengan seringai liciknya.


"Nggak usah." Raina langsung sadar dengan modus dari suaminya dan langsung menutup pintu kamar mandi.


Alex yang melihat tingkah Raina seperti itu dia tertawa karena berhasil membuat Raina sadar dari alam bawah sadarnya.


Alex langsung beranjak ke dapur untuk membuat sarapan. Raina yang sudah selesai mandi pun dia langsung menyusul suaminya ke dapur.


"Kak ... bikin apa?" Raina memeluk Alex dari belakang.


"Kakak cuma bikin sayur sup, Kamu suka gak?" Alex menoleh ke arah istrinya.


"Suka ...." Raina melepas pelukannya dan beralih ke sisi kiri suaminya.


"Apa yang perlu aku bantu?" Raina melihat suaminya yang tengah memotong wortel.


"Ayo terusin potong wortelnya.. Kakak mau ngiris bawang dulu." Alex mencontohkan Raina.


Meskipun Raina tidak bisa memasak, namun kalau dicontohin dia gampang ngikutin karena pada dasarnya Raina anak yang tekun hingga dia selalu mudah untuk mengikuti apa yang dia lihat.


Alex hanya menginstruksikan pada istrinya untuk mulai memasukkan bahan-bahan masakan, Raina yang sangat antusias memasak bersama suaminya.


"Ayo cobain Kak, gimana rasanya?" Raina menyendokkan sayur yang dia buat untuk di cicipi oleh suaminya.


"kayaknya kurang garam Rai, tambahin sedikit lagi." Alex membuka toples yang berisi garam dan mematikan kompor karena sayurnya sudah matang.


Mereka langsung sarapan dan bersiap-siap berangkat ke sekolah.


Alex memarkirkan mobilnya di parkiran sekolah, mereka datang cukup pagi karena hari ini harus mengikuti upacara.


"Rai ... simpan kartu ini buat keperluan kamu sehari-hari." Alex memberikan kartu debit pada Raina.

__ADS_1


"Kartu ini gak bisa digunain di kantin Kak." Raina terkekeh.


"Iya ... Di kantin pasti cuma ini yang laku." Alex memberikan uang cash pada Raina.


"Makasih ya Kak." Raina mencium punggung suaminya sebelum keluar dari mobil.


Saat tiba di kelas, Ayu sudah menunggu kedatangan Raina.


"Rai ... akhirnya kamu datang juga." Ucap Ayu yang melihat Raina masuk.


"Tumben kamu jam segini udah datang, biasanya juga kesiangan." Raina menyimpan tas punggungnya.


"Aku penasaran sama kamu, makanya aku bela-belain berangkat pagi-pagi sekali supaya bisa ngobrol dulu." Ayu langsung duduk di samping Raina.


"Penasaran kenapa?" Raina menatap Ayu tidak mengerti.


"Bagaimana malam pertamanya? sukses?" Ayu berbisik di telinga Raina karena takut ada orang lain.


"Ihhh apaan sih ..." Raina menggelengkan kepalanya.


"Gimana? udah di bobol belum?" cerocos Ayu.


"Kasih tahu gak ya ...? eemmm Rahasia!" Raina berhasil membuat Ayu penasaran.


"Rai ... kok main rahasia-rahasiaan segala, cepetan dong kasih tahu, gimana rasanya?" Tambah Ayu.


"Makanya cepetan nikah." Sekarang giliran Raina yang berbisik di telinga Ayu.


"Kamu yah..." Ayu cemberut.


"Udah ... kamu gak usah pengen tahu, nanti malah dibayangin yang enggak-enggak." Raina tertawa.


"Rai ... tapi kamu udah kan?" Tanya Ayu lagi.


"Heemmmm." Sahut Raina.


"Ya Tuhan ... sahabat aku sekarang udah gak virgin lagi." Ayu sedikit berteriak dan Raina spontan menutup mulut Ayu dengan tangannya.


"Enak aja ... aku masih virgin tau." Jawab Raina keceplosan.


"Wah ... aku gak percaya Rai." Ayu memulai lagi.


"Ya udah terserah kamu aja, yang penting kamu happy." Raina tersenyum sambil mengajak Ayu untuk ke lapangan upacara.


Saat upacara pembina upacara menginformasikan penyelenggaraan UAS, dan khusus bagi kelas XII untuk seminggu ke depan tidak akan ada pemadatan materi karena harus mempersiapkan diri untuk mengikuti UAS.


Bel pelajaran terakhir sudah berbunyi, semua murid berhambur keluar. Raina langsung turun ke bawah karena tidak mau membuat suaminya menuggu lama.

__ADS_1


"Ayo Kak ..." Raina langsung membuka pintu mobil.


"Mau makan siang di luar atau mau belajar masak lagi?" Tanya Alex sambil menghidupkan mesin mobilnya.


"Aku udah laper Kak ... tadi istirahat gak sempat makan karena harus ngerjain tugas yang tertinggal." Raina meraba perutnya.


"Kita cari makan di mall aja ya ... sekalian belanja." Alex melajukan kendaraannya.


"Ok." Jawab Raina singkat.


Mereka masuk ke sebuah Mall yang dekat dengan jarak rumah Alex. Setelah makan mereka kini menuju supermarket untuk membeli bahan makanan yang akan di masak oleh mereka berdua.


Setelah selesai mereka langsung pulang ke rumah dan langsung beristirahat.


"Badan aku lelah banget Kak." Ucap Raina sambil meregangkan ototnya.


"Kamu istirahat aja, Kakak ada pekerjaan yang harus di selesaikan dulu, nanti kalau sudah beres kakak juga mau istirahat." Alex membuka laptopnya.


"Baiklah ...." Raina mulai membaringkan tubuhnya.


Karena merasa lelah Raina langsung terlelap tidur. Sementara itu Alex yang merasa lelah ketika melihat layar laptop, matanya malah menjadi redup, akhirnya dia pun memutuskan untuk istirahat bersama istrinya.


Alex membaringkan tubuhnya sambil memeluk dan mencium kening istrinya. kemudian seperti terhipnotis Alex pun langsung terlelap tidur.


Karena posisi tidur mereka sangat intim, Alex yang baru terlelap pun merasakan kalau singanya terbangun karena terlalu berdekatan dengan tubuh istrinya.


Raina yang tidur dia tidak menyadari kalau tangannya tidak sengaja menyentuh singa yang terbangun.


Entah karena refleks atau sengaja Raina malah makin menggerak-gerakkan tangannya. Alex yang mencoba menahan hasratnya yang bergejolak dia perlahan-lahan menyingkirkan tangan Raina dari singa nya.


Namun entah sadar atau tidak Raina malah makin mengeratkan pegangannya pada singa Alex.


Raina mulai mengerjapkan matanya dilihatnya mata suaminya sedang memandanginya dengan intens.


Dan seketika kesadarannya langsung normal ketika merasa tangannya menyentuh sesuatu yang sudah sangat tegang.


Perlahan Raina mulai melihat apa yang dia pegang dan dia membelalakkan matanya kemudian berteriak sambil menarik tangan dari singa suaminya.


Aduh ... kenapa aku pegang singanya. ahh malu aku. Gerutu Raina dalam hati.


"Kamu gak tanggung jawab Rai ... Singanya udah kamu buat bangun dan merasa lapar lagi, pokoknya Kakak gau mau tahu ... Kamu harus membuat singa mendapatkan jatahnya sebelum singa nya tertidur lagi." Alex menarik Raina ke pelukannya.


"Aku gak sengaja kak... swear ..." Raina tersipu malu.


"Kamu udah berani pegang-pegang ya ..." Alex mencium bibir Raina.


Raina berusaha menolak, namun ciuman Alex begitu membuatnya melayang. Dengan gerakan lambat Alex menuntun tangan Raina untuk kembali memegang singanya.

__ADS_1


__ADS_2