
"Cukup!" Alex membentak Lia
"Kenapa kamu berteriak seperti itu Lex, aku hanya memperjuangkan cinta kita, agar kembali pada posisi seharusnya." Lia mulai menangis.
"Diantara kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, semuanya sudah berakhir saat kamu memutuskan untuk menikah dengan suamimu, sejak itu pula aku sudah membuang perasaan ku padamu, tidak ada sisa sedikitpun di hatiku untuk mu, kalau kamu mau hidup damai maka bangkitlah, jangan terus melihat ke masa lalu, masa depan masih panjang, kamu harusnya sadar bahwa kamu sebenarnya tidak mencintaiku, tapi kamu hanya mengejar obsesi mu, harusnya kamu bahagia melihat aku bahagia, karena mencintai tidak selamanya harus saling memiliki, aku harap perbaikilah hidupmu supaya kamu bisa mendapatkan kebahagiaan kembali, dan jangan pernah menganggu aku, sekalipun hanya bayangan mu aku tidak rela bayangan itu ada di dekat aku." Alex membuat Lia menangis.
Setelah itu kepala sekolah meminta maaf pada Raina mewakili semua guru yang telah berpikir negatif padanya, kepala sekolah berjanji akan memulihkan nama baik Raina di sekolah dengan mengadakan rapat dengan semua dewan guru untuk membahas masalah ini.
Setelah selesai semuanya keluar dari ruang kepala sekolah kecuali Lia, dia masih harus berurusan dengan pihak sekolah.
Lia tidak menerima keputusan yang diberikan oleh pihak sekolah, namun seberapa pandainya dia beralasan, pihak sekolah tetap tidak mengubah keputusannya dan dengan terpaksa Lia pun harus menerima keputusannya.
Saat Raina akan melangkahkan kakinya Rika memeluk Raina dan dia meminta maaf karena dia telah melakukan kejahatan pada Raina saat kemping, Raina yang masih sangat marah dengan kejadian ini, dia tidak berkomentar apa-apa pada Rika.
Alex yang melihat Raina dan juga Rika, dia hanya tersenyum sambil melihat Raina, namun Raina tidak memperdulikan semuanya, pikirannya kacau karena harus berurusan dengan guru-guru yang dianggapnya seperti psikopat.
Alex meraih tangan Raina namun dia tiba-tiba kaget karena Raina mengibaskan tangannya tanpa melihat Alex, dia terus berjalan menuju kelasnya.
Kamu sama saja seperti mereka, aku menyesal telah mencintai mu. Batin Raina.
Raina masih marah, hingga dia tidak mau menatap aku lagi. Batin Alex.
Pikiran Raina hari ini sangat campur aduk, antara bahagia dan kesal, bahagia karena dirinya telah membuktikan tidak bersalah, tapi hatinya begitu kesal dengan kejadian hari ini, dia menganggap bahwa semua ini terjadi karena dia dekat Alex.
Seandainya aku tidak menjalin hubungan dengannya mungkin kejadian hari ini tidak akan pernah terjadi.
Karena tidak berpikir dengan jernih, Raina pun ijin untuk pulang lebih cepat, dia ingin menenangkan diri, karena dia belum bisa menerima kenyataan bahwa masalah ini sengaja dilakukan oleh gurunya sendiri gara-gara cemburu padanya.
Setelah mendapatkan ijin Raina langsung pulang menggunakan sepeda motornya, karena tujuannya tidak jelas, Raina hanya terus berkeliling mengendarai sepeda motornya hingga dia berhenti di suatu tempat.
Alex yang mengetahui Raina pulang lebih cepat, dia berusaha terus menghubungi Raina, namun Raina tidak menjawab teleponnya bahkan pesannya pun tidak di baca.
Apa dia masih marah sama aku? shitt... kenapa juga aku tidak percaya sama penjelasan yang dia berikan, aaarrrggghhh ...
Setelah jam pelajaran habis, Alex langsung menuju rumah Raina, namun saat sampai di rumahnya bu Asih bilang bahwa Raina belum pulang.
__ADS_1
Alex mencoba mencari-cari Raina, dia mencari ke tempat biasanya Raina bermain bersama teman-temannya, namun tetap Raina tidak ada di sana.
Alex bahkan bertanya pada Ayu, namun Ayu pun sama tidak mengetahui Raina.
Waktu sudah semakin sore, Alex segera bergegas ke rumah Raina kembali, namun tetap Raina belum juga pulang, Alex sangat khawatir karena Raina masih belum pulang juga.
Di tempat lain Raina hanya duduk sambil memakan popcorn, ya Raina sedang menonton di bioskop seorang diri, dia ingin melupakan semuanya dengan cara fokus menonton, dan dengan menonton Raina bisa melupakan sejenak masalahnya.
Setelah menonton Raina mengendarai sepeda motornya kembali dia singgah di tempat yang sangat sepi, dia menepikan motornya kemudian dia duduk di atas rumput sambil melihat pemandangan.
Raina berteriak sekeras mungkin, untuk menumpahkan semua kemarahannya, suaranya sedikit serak karena terus menerus berteriak, dan tak terasa waktu sudah sore, dan cacing di perutnya sudah demo untuk meminta jatah makan, karena tadi siang Raina tidak sempat makan siang.
Raina melajukan kembali motornya, waktu sudah sangat sore, karena lapar Raina mampir di tempat makan terlebih dahulu.
Raina memesan nasi goreng, batagor, bakso dan juga seblak, karena emosi napsu makannya jadi meningkat dan tidak lupa Raina memasukkan cabai ke semua makanannya.
Raina tidak menghiraukan orang yang melihatnya makan begitu banyak, yang ada di benaknya adalah dengan makan banyak semangatnya akan kembali lagi.
Setelah hampir menghabiskan semua makanannya, Raina hampir tidak bisa bangkit karena kebanyakan makan, karena sudah malam, Raina pun mencoba meminta tolong pada pemilik tempat makan untuk mencarikan orang yang bisa mengantarkannya ke rumah, dengan segera pemilik tempat makan itu menyuruh tukang ojek yang biasa mangkal di depan kiosnya untuk mengantarkan Raina.
Karena kebanyakan makan, perut Raina jadi sakit di tambah dengan makanan yang dimakannya semuanya pedas.
Saat sampai di depan rumahnya Raina meminta tukang ojek untuk memasukkan motornya, dan ternyata di rumah Raina ada Alex yang menunggunya dari tadi.
Tukang ojek pergi setelah menerima uang dari Raina. saat hendak masuk Alex menghentikan langkah Raina.
"Kamu dari mana saja Rai? jam segini baru pulang!"
"Aku habis jalan-jalan, pulanglah, aku lagi pengen sendiri." Raina langsung masuk ke rumah tanpa menghiraukan Alex.
"Aku akan menunggumu di sini, cepat mandi dan ganti baju dulu." Alex akan berusaha bicara dengan Raina.
Mendengar ucapan Alex, mau tidak mau Raina kembali menemui Alex.
"Pendengaranmu sepertinya terganggu, AKU MAU SENDIRI!" Raina berteriak dan membanting pintunya.
__ADS_1
Melihat Raina seperti itu Alex pun mengalah, dia pulang dan akan menunggu Raina tenang dulu.
Raina masuk ke kamarnya sambil komat-kamit ke sana kemari, namun perutnya benar-benar tidak bisa diajak kompromi.
Raina harus bolak-balik ke toilet karena perutnya begitu sakit, hingga dia hampir kehabisan tenaga karena terus-menerus ke toilet.
Raina segera meminta bu Asih untuk membawa obat sakit perutnya, namun itu tidak mempan karena Raina terus menerus meringis kesakitan.
Karena panik dengan Raina, bu Asih langsung mengambil ponsel Raina dan menelpon Alex.
Alex yang mendapat kabar dari bu Asih, dia begitu panik dan langsung pergi ke rumah Raina.
Saat sampai di rumah Raina Alex langsung masuk ke kamar Raina dan melihat Raina sedang meringis kesakitan.
Tanpa bertanya Alex langsung menggendong Raina dan membawanya ke rumah sakit terdekat.
Alex mengemudikan mobil sambil setengah ngebut, dia begitu panik melihat Raina yang sedang kesakitan, setelah sampai Raina langsung di bawa ke UGD untuk diperiksa oleh dokter.
Dokter bertanya pada Raina kenapa bisa seperti ini, Raina menjelaskan semuanya karena dia makan banyak dan juga makanannya semuanya pedas, dokter sampai geleng-geleng kepala karena merasa aneh dengan kelakukan pasiennya itu, dan jangan ditanya lagi, Alex begitu kaget mendengar penjelasan yang diutarakan oleh Raina.
K**amu cari penyakit sendiri Rai...
Setelah diperiksa oleh dokter Raina disarankan untuk menjalani rawat inap, karena dia hampir kehabisan cairan di tubuhnya akibat terus menerus bolak balik ke toilet.
------------------
***Terimakasih buat Reader Pacarku guru bahasa Inggris yang sudah setia membaca setiap episodenya.
Jangan lupa like dan vote juga ya.. biar Author semangat ...
yang udah like n vote Author ucapkan terimakasih dan mudah-mudahan dilancarkan rezekinya
yang belum Author tunggu ya..
Ikutin ceritanya setiap hari, karena Author up nya setiap hari
__ADS_1
Semoga sehat selalu ***