Pacarku Guru Bahasa Inggris

Pacarku Guru Bahasa Inggris
H-1


__ADS_3

Sepanjang perjalanan, Alex terus menerus memutar otaknya dengan perubahan sikap calon istrinya.


Raina kenapa ya? kemarin sikapnya biasa-biasa saja tapi sekarang dia jadi berubah, bahkan dipanggil pun dia tidak menghiraukannya. Gerutu Alex.


---------------


"Na ... Surat-surat untuk ke KUA udah beres belum?" Tanya Andi pada Nina.


"Alex akan menikah siri dulu Kak, nanti setelah Raina lulus baru pernikahan mereka akan di daftarkan ke KUA." Jawab Nina.


"Memangnya Raina masih di bawah umur? tapi masa iya, dia kan sekarang udah kelas 3 SMA ... artinya minimal usia dia udah Menginjak 17 tahun." Andi heran.


"Setahu aku Raina sekarang hampir 18 tahun, emang kenapa Kak?" Tanya Nina.


"Kalau memang udah 18 tahun, kenapa mesti nikah siri, mereka bisa menikah secara hukum dan agama jadi biar sekalian kita urus dari sekarang." Tegas Andi.


Tak lama Alex sampai di kediamannya dan langsung masuk ke rumah.


"Lex ... Om bisa bicara sebentar?" Tanya Andi.


"Iya Om ... ada apa?" Alex duduk di kursi.


"Ibu mu bilang kamu akan menikahi Raina secara siri benarkah?" Tanya Alex.


"Benar Om." Jawab Alex singkat.


"Alasannya kenapa?" Sambung Andi.


"Ya karena Raina masih sekolah, nanti setelah lulus baru kita daftarkan ke KUA." Jawab Alex.


"Kamu ini ... dengar ya yayasan sekolah tempat Raina belajar adalah milik Om, meskipun pernikahan kalian nanti bocor Om jamin Raina masih tetap bisa melanjutkan sekolah seperti biasanya, Om heran sama Hasan, dia kok bisa ya menerima anaknya dinikahi secara siri, kalau om sih gak akan ngijinin."Ucap Andi.


"Tapi Om bagaimana dengan keluarga Raina? apa mereka akan setuju jika pernikahan kami langsung di daftarkan?" Sambung Alex.


"Semuanya serahkan sama Om, biar Om yang bicara sama Hasan dan Maria." Pungkas Andi

__ADS_1


Andi langsung bergegas pergi ke perusahaannya untuk membicarakan masalah pernikahan Alex dan Raina pada Hasan.


Setelah bertemu dengan Hasan, Andi langsung menjelaskan semuanya mengenai pernikahan Alex dan Raina, Hasan menyetujui saran dari bosnya itu. Hasan merasa senang karena semuanya akan beres tanpa dia harus turun tangan, ya benar Andi menggunakan pengaruhnya untuk mengurus semua dokumen pernikahan Alex dan Raina.


Alex merasa lega karena kekhawatiran yang selalu ada dipikirannya sekarang berangsur berkurang karena adanya pengaruh dari Andi.


"Bun ... bisa minta nomor ponselnya Tante Maria?" Pinta Alex.


"Kamu mau apa?" Tanya Nina.


"Aku cuma pengen nelpon Raina, soalnya dari tadi pagi ponselnya gak aktif." Jawab Alex.


"Mana sini ponsel Kamu?" Pinta Nina dan Alex langsung memberikan ponselnya pada ibunya.


"Ponselnya Bunda sita ya." Jawab Nina sambil berlalu meninggalkan Alex.


"Bun kenapa di sita? Alex butuh buat komunikasi Bun ..." Alex mengejar Nina.


"Kalau gak mau Bunda sita, kamu jangan menghubungi Raina, jangan pernah ketemu sama dia meskipun tidak sengaja, kamu harus selalu menghindarinya." Tegas Nina.


"Kamu lupa ... Sebentar lagi kalian akan menikah? ini adalah masa pingitan Lex .... dimana kedua calon pengantin tidak boleh saling bertemu ataupun saling menyapa. Kamu lupa waktu terakhir kita ke rumah Raina?" Jawab Nina.


"Ya Tuhan ... kenapa mesti ada adat seperti ini sih Bun." Alex mengacak rambutnya frustasi.


"Nih Bunda balikin ... awas ya ... jangan coba-coba menghubungi Raina." Nina memperingatkan Alex.


Alex hanya membuang napasnya kasar.


Jadi tadi itu Raina sengaja menghindar, shittt... kenapa sih zaman sudah berganti tapi adat lama masih digunakan. Gerutu Alex.


Ke esokan harinya Alex berangkat dari rumah langsung ke sekolah karena untuk seminggu ke depan Alex dilarang untuk menjemput Raina, dan Raina diantar oleh ibunya.


Hari ini adalah jadwal Alex mengajar di kelas Raina, Alex dan Raina sama-sama bingung harus berekspresi seperti apa.


Hari ini mau tidak mau aku pasti bakalan ketemu sama Raina, aku harus gimana ya? kalau gak di pandang akan terasa aneh, kalau dipandang takut melanggar adat pingitan, aaarrrggghhh... biarinlah toh bunda gak bakalan tahu. Batin Alex

__ADS_1


Sekarang aku gimana ya? masa iya aku gak merhatiin Kak Alex yang lagi ngejelasin materi, entar aku gak ngerti. Kalau merhatiin takut ketahuan sama ibu. aarrrgghhhh pingitan ini membuat aku makin stress. Batin Raina.


Bel pergantian jam pelajaran pun telah berbunyi, tidak seperti biasanya hari ini Alex begitu gugup untuk masuk ke kelas Raina.


Perasaanku saat ini sama persis ketika aku pertama kali menjadi seorang guru, gugup untuk menghadapi siswa di kelas, tapi bedanya sekarang aku hanya gugup dengan satu siswi saja. Batin Alex.


Tenang Rai ... semuanya pasti lancar... ahhhh tapi aku gugup, tangan aku aja sampai dingin seperti ini. Batin Raina.


Hari ini Alex sengaja tidak mengabsen dulu siswa yang ada di kelas, karena dia takut akan bertatapan langsung dengan Raina, dia langsung memaparkan materi dengan mencoba tidak melihat ke arah barisan tempat Raina duduk.


"Rai ... Kamu lagi marahan sama Pak Alex." Tanya salah satu teman Raina.


"Enggak, emang kenapa?" Jawab Raina.


"Gak biasanya Pak Alex gak melihat ke barisan kita, biasanya kan kalau lagi menjelaskan materi Pak Alex selalu mengedarkan pandangannya ke semua orang, kenapa sekarang enggak ya?" Teman Raina merasa aneh.


"Itu cuma perasaan kamu aja, tadi dia melirik ke barisan kita, kamu nya aja yang gak fokus." Jawab Raina Lagi.


Ternyata mereka peka juga ya dengan sikap Kak Alex hari ini, pingitan oh pingitan ... Batin Raina.


Alex yang mendengar ada muridnya yang sedang berbisik-bisik dia tahu bahwa itu adalah Raina, namun Alex enggan untuk menegurnya karena nanti akan berhadapan langsung dengan Raina.


Rai ... kamu sengaja ya bikin kakak gak konsen, apa kamu berharap kakak melanggar pingitan ini? Gumam Alex.


"Anak-anak ... silakan kalian kerjakan latihan yang ada di buku paket, dan Bapak minta ijin keluar untuk mengerjakan tugas bapak di ruang guru." Ucap Alex pada muridnya karena Alex tidak mau melanggar adat pingitannya sehingga dia memilih untuk kembali ke ruang guru supaya tidak bertatapan langsung dengan Raina.


Pemandangan seperti ini berlangsung selama tiga hari, karena mulai hari kamis orang tua Raina sudah mengajukan cuti selama 2 hari untuk ijin tidak sekolah.


-----------------


Waktu berlalu begitu cepat, tak terasa sekarang adalah H-1 acara pernikahan Alex dan Raina.


Raina mulai mengikuti serangkaian adat yang biasa dilakukan sebelum pernikahan, pihak penata rias sudah memulai melakukan acara luluran dan mandi susu pada Raina, Raina sudah merasa deg-degan karena hari pernikahannya dengan Alex sudah di depan mata, terlebih Raina tidak henti-hentinya memikirkan bagaimana malam pertamanya dengan Alex.


Di tempat lain, perasaan Alex hampir sama dengan Raina, dia juga gugup takut ijab qobulnya tidak lancar, namun pikiran Alex teralihkan ketika dia membayangkan malam pertama dengan Raina. Alex senyum-senyum sendiri membayangkan nanti dirinya akan berbuat apa sama Raina.

__ADS_1


__ADS_2