
Setelah makan malam selesai, Maria mengajak Alex dan Raina mengobrol di ruang tamu, mereka membicarakan hal-hal yang ingin mereka bicarakan, hingga Alex pun memberanikan diri untuk mengatakan keseriusannya pada ibu Raina.
"Tante ... Kira-kira ayah Raina kapan akan pulang ke sini? saya belum silaturahmi dengan beliau."
"Paling lama bulan depan kayaknya."
"Saya juga mau minta ijin, minggu depan rencananya saya dan teman-teman Raina mau hiking tentunya kami banyakan kok Tan," Alex was-was karena takut ibu Raina tidak memberi ijin.
"Wah, kayaknya bakalan seru ... Asal kamu tahu ya Lex, Tante juga suka hiking, hehe ...."
"Kalau gitu ikut bareng kami aja Tan, biar tambah seru."
"Ibu jangan ikut, nanti gak kuat loh jalannya." Raina ikut nimbrung.
"Tuh ... denger kan, anak Tante itu gak mau diganggu ... Tapi nanti deh Tante pikir-pikir dulu ya."
"Kak jangan ajak ibu dong, nanti kalau ibu gak kuat jalannya gimana? mau Kakak gendong?" Raina berbisik pada Alex.
Alex hanya tersenyum menanggapi Raina dan obrolan pun selesai saat waktu sudah menunjukkan jam 9 malam dan Alex langsung pamit pulang.
Seminggu kemudian
Rencana untuk hiking sudah sangat matang, Alex sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan sempurna.
Tak terasa waktu tinggal dua hari lagi untuk pergi hiking ke gunung G, Alex memilih gunung tersebut karena di sana pasti akan banyak juga orang-orang yang hiking saat akhir pekan.
Setelah pulang sekolah seperti biasa Alex mengantarkan Raina pulang. Maria yang melihat anak gadisnya setiap hari di antar jemput oleh Alex dia merasa senang dan juga khawatir.
Maria tidak sengaja mendengar tetangganya sedang membicarakan Raina yang selalu pergi dengan Alex, meskipun Maria tahu bahwa Alex adalah laki-laki yang bertanggung jawab tapi, di sisi lain dirinya tidak terima ketika putri kesayangannya jadi bahan gosip tetangga sekitar.
Alex yang melihat Maria sedang duduk di luar, dia langsung menghampiri ibu Raina sedangkan Raina langsung masuk ke kamar mengganti seragamnya.
"Sore Tan ...." Alex menyapa Maria.
"Sore ... Ayo, masuk dulu!" Maria mempersilakan Alex.
"Gimana Tan, lusa jadi ikut kan hiking bareng kami?" Tanya Alex.
__ADS_1
"Kayaknya Tante gak bisa ikut, soalnya benar kata Raina, Kaki Tante gak bakalan kuat Lex."
"Ya ..., gak seru dong, "
"Pasti seru lah ... karena Tante gak ikut pun Raina pasti ikut ... Jagain Raina ya, Tante yakin kok kalian bisa jaga jarak aman." Maria dengan wajah seriusnya.
"Iya, kami pasti jaga jarak aman kok."
"Iya Tante percaya, Pokoknya Tante titip Raina sama kamu, karena kayaknya besok Tante harus kembali lagi ke kota X."
"Jam berapa berangkatnya? kebetulan besok saya tidak ada jadwal mengajar, kalau Tante tidak keberatan apa boleh saya mengantar Tante ke Bandara?"
"Boleh juga ... Kebetulan banget Lex, Sopir yang biasa nganter gak bisa, Besok kita berangkat seperti biasa kamu jemput Raina sekolah aja biar sekalian nganterin Raina sekolah."
Setelah berbincang-bincang dengan Maria, Alex pamit pulang tanpa bertemu lagi dengan Raina.
Saat Raina turun ke bawah dia tidak melihat Alex, dan Maria yang melihat Raina sedang celingukan pun dia langsung menggoda putri kesayangannya.
"Pacarmu sudah pulang, Kelamaan sih ganti bajunya, jadinya Alex BT akhirnya pulang deh." Maria cekikikan karena berhasil membuat Wajah Raina merah.
"Siapa juga yang nyari Kak Alex, orang aku turun itu karena laper pengen makan." Raina menjulurkan lidahnya kemudian langsung berjalan ke ruang makan.
Setelah selesai makan, Maria mengajak Raina ngobrol serius.
"Rai ... Besok Ibu pulang, ingat ya ... meskipun ibu dan ayah tidak ada, jangan kamu jadikan kesempatan untuk melakukan hal-hal yang tidak kami suka, kamu harus bisa menjaga dirimu sendiri."
" Iya Bu, aku gak akan mengecewakan kalian, aku ingin menjadi anak kebanggaan ayah dan ibu." Raina memeluk ibunya.
"Besok Alex mau nganterin ibu ke Bandara, tapi tentunya dia nganterin kamu dulu lah, orang kamu pacarnya." Maria menggoda Raina.
"Makasih Bu ... Ibu udah percaya sama kami, aku gak akan merusak kepercayaan ibu, aku janji ...."
Maria hanya tersenyum melihat Raina yang begitu bisa diandalkan, selain mandiri Raina pun bisa menjaga dirinya sendiri.
Ke esokan harinya pagi-pagi sekali Alex sudah tiba di rumah Raina. Maria yang sudah siap langsung menyambut kedatangan Alex dan mulai memasukkan kopernya kedalam mobil.
Setelah selesai sarapan, Mereka langsung pergi untuk menuju sekolah Raina terlebih dahulu, 15 menit kemudian mobil Alex sudah tiba di sekolah Raina.
__ADS_1
Sebelum keluar dari mobil Raina mencium punggung tangan ibunya dan juga Alex.
Raina terus menatap mobil Alex sampai mobil itu tidak terlihat olehnya, dia merasa senang karena Alex bisa langsung dekat dengan ibunya dalam kurun waktu yang singkat yaitu satu minggu.
Di perjalanan menuju Bandara, Maria terus mengajak Alex ngobrol tentang segala hal, hingga akhirnya mereka sampai di tujuan.
Alex membantu Maria membawakan kopernya dan menunggu Maria sampai naik ke pesawat, saat hendak pergi Lagi-lagi Maria menitipkan Raina pada Alex.
"Tante titip Raina ya Lex, jaga dia dengan baik!"
"Pasti Tante, Sampaikan salam saya buat ayah Raina, Saya menunggu kedatangan beliau untuk bersilaturahmi." Alex mencium punggung tangan Maria dan Maria pun pergi meninggalkan Alex.
---------
Setibanya Maria di kota X, dia dengan sangat antusias membicarakan Raina dan Alex pada Suaminya, dia terus menerus memuji Alex, hingga ayah Raina tidak sabar ingin segera bertemu dengan Alex.
"Bu ... tadi Nina datang kesini ngasih kabar kalau lusa dia akan pergi nemuin anaknya."
"Nina udah tahu keberadaan anaknya? Syukurlah ... Tapi, dia tahu dari siapa?"
"Di kasih sama mantan suaminya."
"Kok bisa? Bukannya mereka sudah lose contac?"
"Iya, Takdir mempertemukan kembali mereka secara kebetulan."
"Syukurlah ... Ibu ikut senang mendengarnya."
---------
Setelah pulang dari Bandara Alex langsung packing barang-barang untuk hiking besok, begitu juga dengan Raina dan juga teman-temannya, semuanya sudah merapikan barang keperluan mereka masing-masing, karena takut bangun kesiangan setelah packing mereka pun tidur karena waktu sudah larut malam.
Matahari sudah mulai menunjukkan cahayanya, hari yang ditunggu pun telah tiba, ya sekarang adalah perayaan satu tahun hubungan Alex dan Raina.
Alex sudah datang menjemput Raina, dan setelah Raina selesai mereka langsung menuju posko pendakian gunung, di sana teman-teman Raina sudah menunggu.
Setelah parkir dan menitipkan mobilnya, Alex, Raina dan juga teman-teman Raina semuanya mulai berjalan kaki menuju ke gunung G.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan mereka bernyanyi dan bersenda gurau hingga tak terasa waktu pendakian yang memakan waktu lama pun tidak terasa karena mereka semua begitu menikmati perjalanannya.
Saat sampai di tujuan, Raina dan juga teman-temannya begitu kaget melihat semuanya sudah siap, mereka sangat senang tidak perlu lagi mendirikan tenda, karena semuanya sudah siap pakai lengkap dengan segala sesuatunya.