Pacarku Guru Bahasa Inggris

Pacarku Guru Bahasa Inggris
Berita baru


__ADS_3

"Makanya kalau jalan yang bener Rai, untung saja kakak langsung meraih badanmu, kalau tidak kakak gak jamin apa kamu bisa tidur nyenyak atau tidak nanti malam." Alex memperingatkan Raina.


"Habisnya sih kakak ngagetin aku, jadinya aku gak fokus." Raina mendelikkan matanya.


"Tahu gak, tadi kakak hampir saja mencium bibirmu Rai." Alex berbisik dan tertawa puas karena telah membuat wajah Raina merah menahan malu.


Raina langsung berhenti berjalan dan memasang wajah marah pada Alex, dia menganggap kok bisa-bisanya Alex kepikiran hal seperti itu, padahal tadi yang dia khawatirkan adalah takut malu karena terjatuh, sakitnya sedikit tapi malu yang pastinya akan selalu dia ingat.


Alex tertawa sambil membelai rambut Raina, dan kemudian mereka berjalan lagi hingga waktu malam pun tiba.


Seminggu sudah waktu berlalu, selama waktu itu Alex berusaha untuk menghindar dari mantannya, namun ketika terpaksa bertemu secara tidak sengaja, dia bersikap dingin, dan bersikap profesional seperti pada teman-temannya yang lain.


Lia mengajar di kelas Raina, seperti biasa sebelum pembelajaran dimulai mereka memperkenalkan diri mereka terlebih dahulu, saat perkenalan berlangsung tiba-tiba ada salah satu siswa yang iseng bertanya pada Lia.


"Apakah ibu sudah menikah?" Tanya salah satu Siswa.


"Iya saya pernah menikah." Lia tersenyum


"Kami gak ngerti bu, kenapa pernah?" Sahut siswa yang lainnya.


"Ibu sudah mengakhiri pernikahannya." Lia mempertegas ucapannya.


"Maaf Bu kami gak bermaksud.." siswa pun meminta maaf.


"Tidak apa-apa, ibu senang karena kalian perhatian sama ibu, doakan saja semoga ibu cepat dapat penggantinya, lagian alasan ibu ada di sini karena sedang mencari penggantinya, he.. he... " Lia menanggapinya santai.


Sontak semua murid yang ada di kelas pun ikut tertawa bersamanya.


Tak terasa dua jam hampir berlalu, sebentar lagi giliran Alex yang akan mengajar di kelas Raina, Lia dengan sengaja tidak langsung keluar, karena dia tahu setelahnya akan ada Alex yang masuk ke kelas ini, Lia ingin tahu respon dia ketika berhadapan langsung saat ada orang lain.


ceklek pintu kelas dibuka oleh Alex.


Semua murid termasuk Raina langsung melihat ke arah pintu, Alex langsung menutupnya kembali dan Lia menghentikan Alex.

__ADS_1


"Tidak usah ditutup lagi pak, maaf saya tidak sengaja menggunakan jam pelajaran bapak." Lia langsung luar.


Alex tidak merespon apa-apa, Raina yang dari tadi memperhatikannya merasa sikap Alex terlalu berlebihan pada guru baru yang tidak sengaja menggunakan jam mengajarnya, padahal cuma 5 menit saja waktu yang terpakainya tapi dia malah langsung marah.


Setelah Lia keluar Alex masuk dan memulai memberikan materi pelajarannya.


Waktu istirahat hampir tiba, Alex keluar 10 menit lebih awal dari biasanya, murid-murid langsung memanfaatkan waktu istirahat yang Alex berikan lebih awal.


Raina pergi ke kantin bersama teman-temannya, seperti biasa mereka makan sambil bercanda dengan satu sama lainnya.


Mereka mulai membicarakan Lia yang statusnya sudah menjanda, mereka menerka-nerka kenapa wanita sebaik dan secantik Lia bisa menjanda di usia yang terbilang masih muda, namun mereka tidak mau terlalu memikirkannya karena takut ketahuan oleh Lia sendiri.


Alex yang merasa tidak nyaman tinggal di ruang guru dia berencana untuk pergi keluar mencari udara segar, namun secara diam-diam Lia mengikuti Alex pergi hingga pada saat di lorong dekat ruangan BK Lia langsung menghentikan langkah Alex.


"Aku mau bicara sama kamu Lex." Lia menahan Alex.


"Maaf." Alex memalingkan wajahnya.


"Aku tidak mau kamu salah paham lagi sama aku Lex, aku ingin kita seperti dulu lagi." Lia mengemukakan tujuannya.


Alex mencoba mengontrol emosi dan pikirannya.


"*kenapa dia begitu nekad untuk melakukan semua ini, lagi pula aku udah gak peduli dengan apa yang dia mau katakan, semuanya sudah aku kubur di kota itu" Alex


"aku ingin kamu tahu, bahwa aku masih mencintaimu Lex, aku rela meninggalkan suamiku karena aku tidak bisa melupakanmu, tapi kenapa kamu tidak memberikan aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya, aku ingin memulainya lagi dari awal, aku ingin memperbaiki semua kesalahan aku Lex" Lia pergi sambil menyeka air matanya*


pembelajaran untuk hari ini tak terasa sudah selesai, semuanya pulang dan seperti biasa Alex menunggu Raina di gerbang pintu belakang sekolah


Raina membuka pintu mobil Alex dan langsung duduk dengan tak lupa masang seatbelt nya, Raina langsung menegur Alex tentang sikapnya tadi pada Lia


"Menurut aku, tadi sikap kakak terlalu berlebihan deh saat masuk ke kelas aku." Raina menatap Alex.


"Berlebihan bagaimana?" Alex berusaha tenang.

__ADS_1


"Tadi tuh harusnya kakak gak judes sama bu Lia." Raina menjelaskan.


Mendengar nama Lia diucapkan oleh Raina, dengan spontan Alex mendadak menginjak rem mobilnya.


"Kakak jantungku hampir aja copot, kenapa pake ngerem mendadak segala." Raina memegang dadanya.


"Maaf." Alex tidak mungkin mengatakannya sekarang, dia berusaha mencari alasan.


"Tadi aku lihat kakak sangat berlebihan, padahal cuma 5 menit waktu yang terpakai oleh bu Lia." Raina mengemukakan penglihatannya tadi.


"Dengarkan kakak baik-baik ya Rai, semua guru sudah mendapat pengarahan tentang aturan yang harus selalu dipatuhi, termasuk seperti menggunakan waktu mengajar, kita harus menggunakan waktu itu dengan sebaik mungkin, jadi kakak hanya bersikap biasa saja supaya dia tidak mengulanginya lagi, kamu pahamkan?" Alex meraih bahu Raina dan kemudian melajukan kembali mobilnya


"Tapi tadi kan kasihan bu Lia nya, dia kan guru baru, jadi mungkin dia belum paham benar dengan aturan sekolah." Raina mencoba mengeluarkan argumennya.


"Jangan langsung narik kesimpulan seperti itu, dia memang orang yang suka ngeyel." Alex mencoba mengakhiri pembicaraan


"Kakak jangan ngomong kayak gitu, kasihan tahu, mungkin suasana hatinya sedang tidak baik dan pikirannya gak fokus, atau mungkin juga dia belum siap menyandang status janda." Raina malah asyik membahas Lia.


"Apa Rai, janda?" Alex menekankan pada kata Janda.


"Iya, makanya kakak harus baik, kasihan." Raina membelanya.


"Kamu tahu dari siapa Rai kalau dia janda." Alex penasaran.


"Kenapa kakak tertarik? dia bilang sendiri waktu perkenalan tadi di kelas." Raina mulai tidak suka.


Alex hanya menggelengkan kepalanya karena dia tidak percaya dengan semua ini.


*M*ungkin alasan dia mau bicara dengan aku untuk membicarakan hal ini, tapi apa urusannya dengan aku, mau dia janda atau bersuami aku tiysak peduli, lagian dia gak menyaring apa yang harus dipublikasikan dan apa yang harus menjadi privasi, dasar orang aneh. Alex.


Alex mengantarkan Raina sampai depan rumahnya, dia tidak turun dari mobil karena dia akan bergegas pergi lagi ke sekolah untuk mendiskusikan acara perkemahan untuk memperingati hari pramuka dengan pembina pramuka yang lainnya.


Setibanya di sekolah, Alex langsung memarkirkan mobilnya seperti biasa,dia langsung menuju ruang organisasi pramuka, disana sudah ada para pembina dan pengurus pramuka yang lainnya mereka mendiskusikan rangkaian kegiatan yang akan mereka lakukan.

__ADS_1


Setelah selesai mencapai kesepakatan tentang kegiatannya, mereka langsung membubarkan diri karena waktu juga sudah hampir sangat sore.


Alex keluar dari ruang organisasi dan langsung menuju parkiran untuk langsung pulang ke rumah.


__ADS_2