
Acara PJ masih belum selesai, teman-teman Raina ikut hanyut dalam suasana romantis yang dilakukan oleh Alex, mereka terus menggodanya seolah-olah Alex adalah teman mereka yang usianya sama dengan mereka.
"Pak tadi Raina bilang katanya bapak udah pacaran sejak satu tahun yang lalu, benarkah?" Ayu ingin memastikan kebenarannya.
"Iya benar, kurang lebih tiga minggu lagi hubungan kita tepat satu tahun, iya kan Rai?" Alex menjawab pertanyaan Ayu dan memastikan ucapannya dengan mengisyaratkan agar Raina memastikannya juga.
Raina hanya mengangguk saja sebagai tanda bahwa yang dikatakan oleh Alex adalah benar
"Kalau gitu, seminggu lagi bakalan ada PJ yang kedua dong." Ayu cengengesan yang di sambut senang oleh teman-temannya yang lain.
"Mana ada PJ yang kedua kalinya." Raina mulai kesal sama kelakuan teman-temannya.
"Ya ada lah, anggap saja itu PJ setahun yang Lalu saat kalian baru saja jadian, salah siapa kita baru dikasih tahunya sekarang." Ayu kekeh.
Alex yang melihat Raina seperti itu, dia langsung mengusap-usap kepala Raina dan dia menyetujui keinginan Ayu dan teman-teman Raina untuk memberikan PJ yang kedua.
" Oke.. tentukan saja tempatnya dimana, nanti biar saya yang urus." Alex tersenyum.
"Tapi kak.." Raina yang mencoba menghentikan Alex, tiba-tiba temannya langsung memotong perkataan dia.
"Kak...? cieee... kakak...he.. he.. he.. wah ternyata Raina punya panggilan sayang ya sama bapak." salah satu teman Raina menambah kehebohan kumpulan saat itu dengan mengolok-olok Raina.
__ADS_1
Jangan ditanya lagi, wajah Raina saat itu sangat merah karena keceplosan manggil Alex dengan sebutan kakak.
Semua yang berada satu meja, mereka terlihat begitu merasakan kebahagian yang di rasakan oleh teman mereka, bahkan panggilan kesayangan Raina pun mereka mencoba mencontohkan pada teman yang lainnya sehingga membuat kantin begitu ramai dengan canda tawa dari mereka.
Tak terasa waktu istirahat telah habis, mereka langsung membubarkan diri dan keluar dari kantin untuk masuk ke kelas dan belajar seperti biasanya.
Semua teman Raina merasa sangat senang dengan Alex yang ternyata bisa berbaur dengan mereka, hingga dia mau menerima tawaran Ayu yang jelas-jelas hanya mencari kesempatan untuk makan gratis, namun Alex dengan sabar dan senangnya menerima ajakan itu.
Alex yang merasa senang karena semua teman Raina bisa menerimanya, dia tak henti-hentinya tersenyum sendiri mengingat kegokilan dari teman-teman Raina tadi.
"Te**rnyata ini hikmah dari kejadian kemarin, meskipun aku di permalukan oleh dia, tapi dibalik itu semua aku lebih senang karena sekarang hubungan aku dan Raina tidak perlu sembunyi-sembunyi lagi, kita bisa jalan bareng dengan leluasa tanpa harus takut ketahuan oleh orang lain" Alex.
Menurut pepatah kalau kita senang jangan terlalu senang karena mungkin setelah itu akan ada sesuatu yang membuat kita tidak senang, dan benar hari ini di kelas adalah saatnya pelajaran Rika, saat memasuki ruang kelas semua murid langsung melihat ke arah Raina, Raina yang tidak tahu apapun dia malah celingukan gak jelas.
Rika memasang wajah judes saat di kelas, namun salah satu dari murid di kelas itu ada yang suka iseng, dan bicara sekenanya pada semua orang.
" Bu tadi istirahat kita semua makan enak loh.. pak Alex mentraktir kita semua, katanya buat merayakan hari jadiannya, dan anggap saja buat bayar PJ bu, kenapa ibu gak ikutan juga padahal tadi pak Arman ikut?" Salah satu murid antusias menceritakan kejadian tadi.
"Maaf saya tidak tertarik, dan jangan bicara yang tidak penting, sekarang waktunya belajar bukan waktunya untuk memasang pengumuman." Rika menjawab ketus sambil mendelikkan matanya pada Raina.
"Ada yang sirik." begitulah bisikan-bisikan yang terjadi antara teman Raina dengan teman semejanya.
__ADS_1
Raina hanya menanggapinya dengan senyum, karena baginya Rika masih terlihat baik, karena setelah kejadian waktu study tour dulu, dia lihat Rika tidak pernah mendekati atau mengganggu Alex lagi.
*K*amu bisa-bisanya cari perhatian dari Alex, harusnya aku yang menjadi kekasih Alex, lagian apa istimewanya pacaran dengan anak ABG kayak dia, pastinya Alex hanya bermain-main saja dengannya, aku harus mencoba mendekatinya lagi. Rika.
Bel pulang telah berbunyi, Raina keluar dari kelas namun dia tidak langsung pulang, karena hari ini jadwal ekskulnya sudah di mulai lagi.
Alex yang mengetahui Raina mengikuti ekskul diapun menunggu Raina sampai kegiatan ekskulnya selesai, dia menunggu Raina dengan duduk di kursi penonton untuk melihat Raina bermain bola voly.
Karena Raina yang suka dengan permainan bola voly, dia sangat semangat untuk berusaha terus agar dia bisa bermain dengan baik.
Alex sangat senang melihat Raina yang tertawa lepas saat sedang bermain bola voly, dia begitu kagum pada kekasihnya, karena meskipun dalam keadaan berkeringat seperti itu Raina masih tetap terlihat cantik dan begitu menggodanya.
Alex larut dalam lamunannya tentang kejadian yang terjadi kemarin di dapurnya, dia membayangkan jika setiap hari mereka seperti itu maka seolah-olah dunia seperti miliknya berdua dan yang lain hanya ngontrak.
Alex memperhatikan Raina dari ujung rambut hingga ujung kaki, cantiknya Raina memang benar-benar alami, begitu natural karena Raina tidak pernah terlihat merias dirinya dengan begitu berlebihan ketika ke sekolah ataupun ketika pergi ke luar, dia tetap merias dirinya seperti anak ABG hanya menggunakan pelembab dan memoles bibirnya dengan lip gloss dengan warna kulit bibirnya.
Sebentar lagi akan ada acara perkemahan untuk memperingati hari pramuka, Alex yang di percaya oleh pihak sekolah untuk menunjuk siapa-siapa saja yang terlibat dalam kegiatan tersebut, dia tidak lupa memasukkan Raina ke salah satu anggotanya, karena dari setiap ekskul boleh ada 6 atau 7 orang yang mengikuti kegiatan tersebut dan lagi setelah Alex mengeceknya ternyata yang mengikuti ekskul mereka juga masuk ke organisasi yang lain, sehingga hampir semuanya terbagi rata.
Rencananya besok akan di adakan rapat kembali untuk membagi tugas-tugas yang akan dikerjakan oleh setiap bagiannya, Alex berharap di perkemahan nanti suasana akan menjadi lebih asyik karena bisa berkemah dengan pujaan hatinya.
Acara ekskul telah berakhir, Alex langsung menghampiri Raina dan memberinya minum, dia tidak merasa canggung dilihat oleh orang lain, karena baginya menjalin hubungan dengan Raina merupakan anugerah yang terindah hingga dia tidak bisa menyembunyikan perasaannya dari orang lain.
__ADS_1
Beda halnya dengan Raina, dia masih malu-malu untuk mengekspos hubungannya dengan Alex, karena baginya ini adalah pengalaman pertamanya berpacaran yang diketahui oleh orang lain.
Alex langsung mengajak Raina pulang, karena waktu sudah hampir sore, banyak hal yang harus dia kerjakan di rumah untuk persiapan perkemahan nanti.