
Raina melepaskan pelukan Alex dan memberikan kotak makan yang dia bawa dari rumah.
Alex membuka kotak makan di meja makan, mereka duduk saling berhadapan hanya terhalangi oleh meja, karena masih lapar Alex langsung melahap semua makanan yang di bawa oleh kekasihnya itu.
Raina tersenyum melihat Alex yang tidak berhenti makan.
"Makannya pelan-pelan nanti tersedak!" Raina menyodorkan air minum.
"Iya." Alex terus mengunyah.
"Alhamdulillah, makasih ya sayang," Alex tersenyum sambil membawa kotak makan kemudian Alex mencucinya.
Ketika Alex mencuci kotak makan, Raina yang sedang duduk senyum-senyum sendiri mengingat kejadian saat Alex mencumbunya di atas meja makan.
Alex melihat ekspresi Raina yang sedang tampak berpikir sambil senyum sendiri, dia berjalan mendekati Raina kemudian dia langsung memeluk Raina dari belakang sambil mencium pipinya.
"Kakak, ngagetin aku tau." Raina meletakkan tangan di dadanya.
"Kamu lagi mikirin apa? kayaknya kamu lagi mikirin yang senang-senang ya?" Alex duduk di samping Raina.
"Apaan sih kak, orang aku gak mikir sama sekali," Raina menjulurkan lidahnya.
Alex yang gemas dengan yang dilakukan oleh Raina, dia langsung ******* habis bibir Raina.
Raina yang mendapat serangan mendadak tentunya dia tidak memiliki persiapan, tubuhnya hampir terjengkang jika saja Alex tidak menahannya.
"Kakak kenapa gak bilang-bilang sih?" Raina mengatur napas karena ciumannya itu hampir membuatnya kehabisan napas.
"Emangnya kalau kakak bilang dulu kamu mau apa?" Alex senang melihat ekspresi Raina.
"Ya ... gak apa-apa sih." Raina salah tingkah karena Alex terus menatapnya intens.
Alex hanya tersenyum sambil membawa Raina ke ruang keluarga.
Alex menyalakan televisi dan memilih saluran televisi yang menarik, namun tidak ada yang Raina suka, Alex pun menyerahkan remote televisi pada Raina supaya Raina bisa memilih saluran yang diinginkannya.
Raina sibuk mencari saluran televisi yang diinginkan sedangkan Alex merebahkan badannya di kasur lantai tepat di pinggir Raina.
__ADS_1
Acara di televisi sungguh tidak ada menarik untuk di tonton, Raina akhirnya meminta Alex untuk memutar drama Korea kesukaannya, Alex pun beranjak ke kamar untuk mengambil laptopnya.
Raina memang suka sekali dengan drama Korea, selain wajah dari pemerannya cantik dan ganteng, dia juga suka dengan ceritanya yang tidak terlalu panjang, hingga tidak membosankan jika terus ditonton.
Raina memilih drama Korea yang berjudul something in the rain dia sangat suka dengan alur ceritanya.
Alex penasaran dengan drama kesukaan kekasihnya itu, dia pun ikut menonton seperti Raina.
Saat sedang asyik menonton, tiba-tiba mereka langsung saling menatap saat di drama Korea ada adegan romantis dimana si pria mencium bibir kekasihnya sambil di gendong.
Karena terbawa suasana Alex langsung mencium bibir Raina meniru adegan yang dia tonton bedanya dia tidak menggendong Raina, mereka berciuman untuk kesekian kalinya sambil menikmati suasana romantis yang diakibatkan oleh drama tersebut.
Setelah adegan romantisnya beres, Alex mulai mengingat-ingat bahwa di kamar Raina terpajang poster aktor Korea, dia pun iseng ingin ngerjain Raina.
"Rai ... pantas saja ciumanmu sangat hebat, ternyata kamu meniru yang di drakor (drama Korea) ya?" Alex menggoda Raina.
"Nggaklah... fitnah itu mah, asal kakak tau ya, aku tuh jago karena selalu diserang oleh kakak, makanya aku jadi hebat." Wajah Raina bersemu merah.
"Hahahaha ..." Alex tertawa dan mengacak-acak rambut Raina.
"Kapan foto kakak akan kamu tempel di kamar seperti foto aktor Korea kesayanganmu?" Alex melipat kedua tangannya
"Baiklah, saat orang tuamu pulang nanti, kakak akan langsung melamarmu." Alex mencubit hidung Raina karena gemas.
Setelah puas melakukan banyak hal, Alex mengantarkan Raina pulang karena waktu juga sudah menunjukkan jam 7 malam.
Tiba di rumah Raina langsung masuk ke kamar, karena orang tuanya tidak ada Raina sering menghabiskan waktunya di kamar dengan menonton atau belajar.
Terkadang Raina merasa kesepian tapi Raina bersyukur karena dia bisa menjaga dirinya sendiri dengan tanpa ditemani oleh orang tuanya.
Malam semakin larut, Raina pun sudah beberapa kali menguap dan matanya sudah tidak bisa diajak kompromi hingga dia pun tertidur dengan pulas.
Pagi hari Raina hanya bermalas-malasan karena sekarang akhir pekan jadi sekolahnya libur. Dia masih tetap di posisi rebahan dan berguling ke kiri dan ke kanan.
Saat hendak bangun Raina merasakan sekujur tubuhnya begitu ngilu sampai-sampai terasa remuk. Namun ide cemerlang tiba-tiba hinggap di otaknya.
Raina beranjak dari tempat tidurnya dan mengambil ponsel di atas nakas kemudian langsung mengetik pesan di ponselnya
__ADS_1
Raina : Kak hari ini ada acara gak?
Alex : Emang kamu mau apa?
Raina : Jalan-jalan yuk, sambil antar aku ke salon.
Alex : Oke, kakak jemput jam berapa?
Raina : Jam 10 aja, sampai jumpa.
Raina mengakhiri pesannya dan berlalu keluar kamar untuk sarapan karena perutnya sudah keroncongan.
Di tempat lain Alex yang baru saja membuka matanya, dia bermaksud untuk melanjutkan tidurnya kembali, namun itu tidak terjadi karena hari ini dia harus mengantar kekasihnya ke salon.
Alex pun beranjak ke meja makan, dia mengambil roti dan mengolesinya dengan selai kacang kesukaannya, lalu dia membuat susu hangat untuk dijadikan pelengkap sarapan paginya.
Setelah sarapan Alex mulai membersihkan rumahnya karena sejak di tinggal kemping rumahnya tidak dibersihkan.
Tak terasa waktu begitu cepat berlalu hingga selesai mandi jam sudah menunjukkan pukul 9 lebih.
Alex memakai baju yang casual karena hari ini selain mengantar ke salon rencananya Alex akan mengajak Raina menonton untuk menghilangkan sisa-sisa capek dari kegiatan kemping kemarin.
Alex keluar dari kamar dan mengambil kunci mobilnya kemudian dia melajukan kendaraan menuju ke kediaman kekasih hatinya.
Raina sudah siap berangkat dari tadi, dia sudah tidak sabar ingin segera mendapatkan sentuhan-sentuhan pijatan dari ahlinya sehingga dia terus melirik ke luar pintu menunggu kedatangan Alex.
Alex tiba di rumah Raina sekitar jam 10 kurang, Raina yang melihat Alex telah tiba dia langsung berhambur ke luar dan menghampiri Alex.
"Kita langsung berangkat aja ya kak!" Raina membuka pintu mobil
Alex yang baru keluar dari mobil pun langsung masuk kembali dan melajukan mobilnya menuju ke pusat kota.
Raina memberi petunjuk tempat yang akan dia tuju, sekitar 30 menit mereka telah sampai di salon yang Raina maksud.
"Ayo, kak turun!" Raina membuka seatbelt nya
Alex hanya tersenyum dan membuka seatbelt nya kemudian keluar dari mobil.
__ADS_1
Mereka berjalan bergandengan tangan sambil masuk ke dalam salon, Raina langsung memesan paket spa yang sudah biasa dia lakukan, Alex hanya geleng-geleng kepala karena dia harus menunggu Raina menyelesaikan spa nya yang menghabiskan waktu berjam-jam.
Setelah selesai melakukan pendaftaran Raina mengajak Alex duduk di tempat tunggu, setelah namanya di panggil Raina masuk untuk melakukan ritual spa nya dan Alex menunggu di kursi tunggu.