Pacarku Guru Bahasa Inggris

Pacarku Guru Bahasa Inggris
Ungkapan perasaan Raina


__ADS_3

Alex maju dan mendekati Raina, dengan malu-malu Raina menatap Alex sebagai isyarat untuk meminta bantuannya, namun Alex malah semakin membuat Raina gugup bukan main karena dia berbisik.


"Lakukan yang terbaik, biar semua orang tahu perasaanmu." Alex tersenyum penuh kemenangan.


Orang-orang sudah tidak sabar untuk menyaksikan hukuman Raina, mereka semua terdiam dan fokus untuk mendengarkan ungkapan cinta Raina pada Alex.


Raina terlihat mencoba menarik napas beberapa kali, Alex malah makin senang karena ekspresi Raina begitu menggemaskan.


Dengan menahan rasa gugupnya akhirnya Raina mampu mengucapkan kalimat cintanya.


"Bertemu denganmu adalah takdir yang tak bisa aku cegah dan mencintaimu adalah anugerah Tuhan yang begitu indah, terimakasih karena telah mencintaiku." Raina menatap Alex dengan penuh rasa cinta, dan untung saja ini malam hari kalau siang hari wajah merahnya tidak bisa disembunyikan lagi.


Alex yang mendengar ungkapan dari Raina, dia langsung meraih tangan Raina dan mencium tangannya.


Semua orang terbawa hanyut oleh suasana hukuman yamg romantis itu, namun setelah itu mereka bertepuk tangan sambil bersorak menyemangati hubungan Raina dan Alex.


Alex dan Raina langsung kembali ke tempat duduk mereka semula.


Rika yang geram melihat adegan tadi dia langsung pamit untuk masuk ke tenda.


I**ni sudah tidak bisa dibiarkan, hati aku semakin terbakar melihat mereka berdua. Rika terus mengepalkan tangannya.


Acara permainanpun telah usai, semua sudah masuk ke tenda masing-masing untuk beristirahat


ddrrttt.... ddrrtttt... ddrrttt pesan masuk


Pak Alex : Keluarlah, kakak tunggu ditempat yang tadi.


Raina hanya membacanya dan dia langsung keluar dari tenda tanpa menjawab pesan singkat dari Alex.


"Ayo kita nikmati udara malam di perkebunan ini." Alex meraih tangan Raina sambil berjalan meninggalkan tempat perkemahan.


Mereka berjalan bergandengan tangan, sambil menikmati udara malam yang begitu dingin.

__ADS_1


"Rai tadi waktu dapat hukuman itu ungkapanmu dari hati atau hanya sekedar menghibur yang lain." Alex mengajak Raina duduk sambil melihat pemandangan perkebunan yang di hiasi oleh lampu yang kerlap kerlip.


"Kakak... aku tuh tadi deg-degan, rasanya jantung aku mau copot, tapi aku juga gak tahu ya, tiba-tiba otak aku langsung encer saat kakak maju kedepan." Raina menunjukkan senyum manjanya.


"Artinya semua kata yang kamu ucapkan tadi adalah berasal dari hati kamu Rai, anak pintar." Alex membelai rambut Raina.


"Iyalah... Raina gitu loh." Raina bermanja-manja sama Alex.


Alex semakin gemas melihat Raina, dia begitu nyaman ketika melihat Raina yang selalu menggemaskan, Alex memeluk Raina dengan penuh kasih sayang.


"Kak... aku boleh tanya sesuatu gak?" Raina mendongkakkan kepala sambil tidak melepaskan pelukannya.


"Kamu mau tanya apa, biasanya juga to the point." Alex mengecup singkat bibir Raina.


"Masalah dengan bu Lia bagaimana? apa semuanya baik-baik saja atau mungkin belum beres?" Raina melepaskan pelukannya.


"Kamu tenang saja, dia tidak akan berani mengganggu kakak lagi, karena kakak sudah bilang padanya, kalau dia berani lagi mengusik kakak, maka kakak tidak akan tinggal diam." Alex mencoba menjelaskan secara garis besarnya.


"Syukurlah, sepertinya bu Lia sudah mulai bisa menerima kenyataan, buktinya setelah diberi cuti oleh sekolah, beliau tidak pernah menunjukkan hal aneh, aku harap semuanya baik-baik saja." Giliran Raina yang memberikan ciuman di pipi Alex.


"Rai.. kamu udah berani ya menggoda kakak" Alex menarik Raina dan mendekatkan tubuhnya hingga tubuh mereka menempel.


Adegan romantis itu tidak berlanjut karena ada Arman yang tidak sengaja lewat dan melihat dua sejoli yang sedang di mabuk cinta.


"Maaffff.... asli gue gak lihat, sumpah." Arman terkejut sambil mengacungkan dua jarinya sebagai tanda dia tidak berbohong.


"Gak apa-apa Pak, kita juga lagi gak ngapa-ngapain kok, kita cuma lagi ngobrol aja, iya kan?" Raina mengedip-ngedipkan matanya memberi isyarat pada Alex.


Namun Alex malah menarik Raina dan mendekatkan tubuhnya hingga dia bisa memeluknya.


"Siapa bilang cuma ngobrol, kita kan..."


Sebelum Alex melanjutkan kalimatnya Raina sudah lebih dulu membekap mulut Alex dengan tangannya hingga dia tidak bicara lagi.

__ADS_1


"Ya udah, terusin aja, gue juga mau lanjutin jalan-jalannya." Arman tersenyum jahil dan berlalu meninggalkan mereka berdua.


"Kakak apap-apaan sih, kenapa gak ngerti dengan isyarat aku?" Raina cemberut setelah Arman pergi.


"Ha... ha... ha... kita kan gak boleh bohong." Alex malah menggoda Raina.


"Eeuuhhh.... susah ngejelasinnya, dasar gak bisa diajak kompromi." Raina memukul Alex.


" Udah biarin, toh Arman juga udah berpengalaman, dia juga pernah kaya kita, lagian disembunyikan seperti apapun juga dia pasti tahu apa yang udah kita lakukan." Alex kembali menggandeng Raina dan mengacak-acak rambutnya.


"Tapi kan nanti..." Raina tidak melanjutkan kalimatnya karena Alex sudah membekapnya dengan ciuman mesra.


Malam ini dengan di temani udara dingin khas perkebunan membuat kedua sejoli ini enggan untuk melepaskan ciumannya, mereka tak pernah melepaskan pegangan tangan mereka, hingga kembali ke tenda pun mereka berjalan sambil bergandengan tangan.


Mereka langsung masuk ke tenda mereka masing-masing, sebagian besar dari anggota perkemahan sudah terlelap tidur, dan ada juga sebagian dari mereka yang masih mengobrol baik di dalam tenda maupun di luar tenda.


Raina langsung tidur karena besok masih ada kegiatan yang memerlukan energi yang cukup prima, sehingga harus cukup beristirahat supaya besok tubuhnya segar.


Di tenda guru lelaki kebanyakan dari mereka berpatroli karena takut ada hal-hal yang tidak diharapkan, begitu juga dengan Alex, dia hampir tidak tidur karena secara bergiliran dia berkeliling memeriksa keadaan tempat perkemahan, setelah dirasa aman baru dia istirahat, itu pun tidak lama, karena waktu sudah menunjukkan hampir pagi.


Para peserta perkemahan pagi-pagi di kagetkan oleh suara orang yang menyuruh mereka untuk bangun, dengan tanpa henti-hentinya mereka terus membangunkan semua peserta dengan menggunakan pengeras suara.


Semua peserta mulai keluar dari tendanya masing-masing, mereka ada yang keluar tenda sambil menguap, ada yang sambil garuk-garuk kepala, ada yang mengucek-ngucek mata dan ada yang menggeliat.


Hari ini adalah waktunya untuk penjelajahan, agenda ini sengaja dibuat untuk menambah kecintaan kita terhadap alam, semua peserta sebelum mengikuti kegiatan ini mereka senam pagi terlebih dahulu.


Semua peserta berbaris mengikuti gerakan instruktur senam, mereka sangat senang bisa melakukan senam pagi di alam bebas seperti sekarang, dengan udara sejuk perkebunan menambah semangat para peserta mengikuti setiap kegiatan yang sedang dilakukan tersebut.


Dengan bersorak gembira mereka menyelesaikan senam pagi yang begitu menyegarkan tubuh.


Mereka bersiap-siap untuk melakukan kegiatan berikutnya yaitu penjelajahan, inilah momen yang paling di tunggu-tunggu oleh semua peserta, karena mereka senang bisa berjalan-jalan sambil menikmati keindahan alam yang begitu indah.


Mereka berkumpul kembali di lapangan untuk mendapatkan arahan sebelum mereka melakukan kegiatan penjelajahan, mereka mendapatkan arahan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat nanti mengikuti kegiatan penjelajahan ke alam bebas.

__ADS_1


__ADS_2