
\*\*\*
π ****Pacarku Seorang Gengster**** π
Beberapa tahun kemudian, terlihat beberapa anak Tk sedang bernyanyi di halaman sekolah mereka di iringi musik piano yang terdengar sangat indah.
Anak-anak itu bernyanyi beriringan dengan musik yang di mainkan oleh tangan lincah Sania hingga lagu pun berakhir dan anak-anak itupun bubar karena saatnya pulang.
Ya, setelah melahirkan, Sania mengikuti les dan sekolah online hingga ia lulus kuliah dan mengajar di sekolah Tk dan sekolah yang lain sebagai guru musik.
"Arsan! Arsan...!."
Nampak Kenzi yang berstelan jas lengkap dengan kacamata dosen memanggil seorang anak laki-laki yang ia sebut dengan nama Arsan. Anak itu yang tidak lain dan tidak bukan adalah anak Arka dan Sania.
"Om Kenzi...!." Sapa Arsan sambil sedikit berlari menemui Kenzi lalu merangkulnya. "Arsan... Jalannya pelan saja," seru Sania seraya menghampiri mereka.
Arsan dan Kenzi nampak akrab karena selama ini Kenzi tidak pernah telat sehari pun untuk bertemu dengan Arsan. "Arsan, kamu tau tidak... Hari ini Om mau mengajak Arsan ke suatu tempat mau tidak?."
"Mau, mau... Kemana Om?," tanya anak Arka yang memiliki ketampanan seperti ayahnya itu. "Rahasiaaaa... Nanti akan jadi kejutan untuk Arsan," jawab Kenzi dengan penuh ekspresi.
"Horeee! Horeee...!," teriak Arsan dengan suara yang gemas khas anak berusia empat tahun. Arsan terus berceloteh dan tidak henti-hentinya mengajak Kenzi bicara dan bertanya, tapi Kenzi pun tidak lelah dan bosan menjawab setiap pertanyaan Arsan.
Mereka bertiga berjalan menuju parkiran mobil milik Kenzi. "Arsan, kamu mau kan tunggu dulu disini sama mamah? Om mau parkir mobil dulu?."
"Siap, Om!," jawab Arsan sambil mengangkat tangannya memberi hormat hingga membuat Sania dan Kenzi tertawa karena merasa lucu.
Ketika Sania dan putranya menunggu Kenzi, Sania tidak fokus sejenak hingga tidak tau saat Arsan yang hendak mengambil bolanya karena terlepas dari tangan.
Langkah Arsan terhenti saat bolanya itu mengenai kaki seorang perempuan yang baru saja turun dari mobil lalu mengambilkan bola Arsan dan memberikan padanya. "Maaf Tante... Arsan tidak sengaja."
__ADS_1
"Arsan... Kamu dari mana Nak?."
Kini Sania menghampiri Arsan yang ia sadari berada agak jauh darinya sambil berjongkok.
Kemudian, saat Sania mengangkat kepalanya dan hendak berterima kasih, pandangan dua pasang mata dari dua perempuan yang pernah saling mengenal kini bertemu dan saling menatap tiada di sangka.
"Sania...?."
"Santi...."
Ya, wanita yang saat ini Sania temui adalah Santi. Setelah sekian lama mereka tidak bertemu, kini Santi nampak menjadi orang yang berbeda karena menjadi wanitanya Jack setelah kematian Arka dan kehidupan juga hartanya terjamin.
"Apakah ini anak Arka?," tanya Santi sambil menatap wajah Arsan lekat, tapi Sania tidak menjawab pertanyaan Santi dan hanya memeluk putranya itu.
"Benar-benar mirip dengan Arka...," sambung Santi sambil tersenyum. Karena asistennya sudah menunggu untuk segera pergi, Santi pun langsung pergi deng sesekali menoleh ke arah Sania dan putranya dengan raut wajah yang sulit di artikan.
"Nyonya, apa kita lanjutkan rencana ini?," tanya asisten kepercayaannya. "Ya lanjutkan dan lakukan dengan rapi," jawab Santi yakin.
Tidak lama, Kenzi pun datang dengan mobilnya dan mereka melaju menuju suatu tempat. "Arsan, lihatlah... mereka disana," seru Kenzi seraya menunjuk kepada dua orang yang sibuk bertani.
"Kakek...! Om Nino...!."
Mendengar suara anak kecil yang sudah Tedi dan Nino rindukan, mereka berdua berlomba berlari untuk segera lebih dulu memeluk Arsan. Dan akhirnya Tedi yang lebih dahulu karena kondisi kaki Nino yang pincang hingga ia terlambat.
"Arsan, cucuku...!."
"Kakek...!."
Tedi dan Nino melepas rindu pada anak kecil yang selalu membuat mereka selalu bahagia itu. Dengan wajah Arsan yang sangat mirip dengan Arka saat kecil membuat mereka merasa terobati.
Waktu liburan sekolah Arsan mereka gunakan untuk berlibur di gunung, villa Tedi yang sudah lama tidak Sania kunjungi. Sania sangat menikmati masa liburan itu dengan suasana alam yang sangat indah.
__ADS_1
Hingga pada satu malam, saat Sania sedang minum kopi, ia melihat berita di tv jika Jack sang bos gengster sudah mati karena di bunuh dengan luka pisau sebanyak 50 tusukan.
Dan hal itu di duga di lakukan oleh orang yang sangat dekat dengan Jack dan di katakan termasuk pada pembunuhan berencana. Rupanya berita itu tidak hanya Sania saksikan sendiri karena Kenzi, Nino dan Tedi pun ikut bergabung menonton berita tersebut.
"Kira-kira, siapa orang yang bisa melakukan hal itu?," tanya Nino penasaran. "Aku rasa kita tau pelakunya," jawab Kenzi yakin.
Ya, benar... Orang yang merencanakan pembunuhan Jack itu adalah Santi. Ia sudah lama merencanakan balas dendam untuk Arka, namun baru kali ini kesampaian setelah empat tahun karena ia perlu waktu untuk mendapatkan orang-orang kepercayaan disisinya.
Akhirnya, penjahat di novel ini pun mati oleh wanitanya sendiri. Orang khianat pasti ia akan di khianati juga!.
Begitulah akhir dari cerita novel yang berjudul "Pacarku Seorang Gengster"
ππππππππππππππππ
Terima kasih yang tak terhingga kepada kalian, para pembaca setia, yang telah mengikuti perjalanan ini dari awal sampai akhir. Aku tidak bisa menemukan kata-kata yang cukup kuat untuk mengungkapkan betapa berharganya kalian dalam perjalanan penulisan novel ini.
Kalian adalah sinar harapanku yang terang dalam setiap halaman yang kuolah. Dukungan kalian, tanggapan kalian, dan cinta kalian telah memberiku semangat yang tak tergantikan. Kalian adalah alasan di balik setiap kata yang kubuat, setiap alur yang kugelar, dan setiap karakter yang kuhidupkan.
Kalian bukan hanya pembaca, tetapi juga sahabat dan sekutu sepanjang perjalanan ini. Setiap komentar, setiap ulasan, dan setiap berbagi cerita tentang bagaimana novel ini mempengaruhi hidup kalian, semuanya menjadi penguat dan inspirasi bagiku.
Seiring perjalanan ini mencapai akhirnya, aku berharap kisah ini telah membawa kalian ke dalam dunia yang penuh dengan petualangan, emosi, dan pemikiran yang dalam. Aku berharap kalian menemukan inspirasi, hiburan, dan mungkin, sejumput keajaiban dalam halaman-halaman novel ini.
Kini, saat kata-kata terakhir terucap, aku ingin kalian tahu betapa berterimakasihnya aku atas segala dukungan kalian. Kalian adalah pilar yang membuat mimpiku menjadi nyata. Terima kasih karena kalian adalah bagian tak terpisahkan dari perjalanan ini, dan kisah ini takkan pernah sama tanpa kalian di dalamnya.
I LOVE YOU ALL... πβ€οΈβ€οΈβ€οΈ
Jangan lupa mampir juga di karyaku yang lain ya...
πΈJanda Tapi Perawan TulenπΈ
πΈKisah Unik Seorang Gadis πΈ
__ADS_1
πΈRaja untuk Rani πΈ